MyPertamina, Cara Baru Beli BBM

Rabu, 29 Juni 2022


  

MyPertamina, Cara Baru Beli BBM bersubsidi

MyPertamina, cara baru beli BBM. Sebuah aplikasi layanan keuangan digital dari Pertamina yang terintegrasi dengan aplikasi LinkAja. Aplikasi MyPertamina digunakan untuk pembayaran bahan bakar minyak (BBM) bersubsisi secara non tunai di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina. BBM bersubsidi tersebut adalah pertalite dan solar. 

PT. Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT. Pertamina Patra Niaga bertugas sebagai operator untuk menyalurkan BBM bersubsidi. Salah satu tugasnya adalah memastikan penyaluran pertalite dan solar tepat sasaran tepat kuota. Hal ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas Nomor 4 tahun 2020.


Sejarah MyPertamina

Pada tahun 2016, MyPertamina berbentuk gerai barang dagangan Pertamina, yang menjual produk berupa baju, topi dan produk lainnya.

Pada Januari 2017, Pertamina dan Bank Mandiri meluncurkan produk Mandiri Kartu Kredit Pertamina Mastercard, yang menggantikan uang tunai saat pemilik kartu mengisi BBM di SPBU Pertamina. 

Pada Agustus 2017, diluncurkan kartu elektronik dan aplikasi melalui program MyPertamina Loyalty. Kartu tersebut dapat digunakan pada mesin EDC (Electronic Data Capture) untuk pembayaran non tunai pada saat membeli BBM di SPBU Pertamina.

Pada 2019, fitur saldo di aplikasi MyPertamina diganti dengan integrasi dompet digital LinkAja. Aplikasi LinkAja merupakan aplikasi dompet digital gabungan Telkomsel, Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI dan Pertamina yang bersinergi untuk transaksi pembayaran antar instansi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


Digitalisasi SPBU Pertamina

Pertamina menerapkan digitalisasi SPBU pada tahun 2020. Aplikasi dan situs yang berhubungan dengan SPBU terintegrasi satu sama lain. Diantaranya transaksi pembayaran yang dihubungkan dengan mesin dispenser BBM di SPBU, sehingga dapat mencetak transaksi pembelian.

Digitalisasi SPBU juga dapat mengetahui stok BBM, sehingga penjualan BBM dapat dipantau oleh pihak berwenang seperti Pertamina, Kementrian ESDM, BPH Migas, Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN.


MyPertamina, Cara Baru Beli BBM

Mulai 1 Juli 2022, PT. Pertamina (Persero) akan melakukan uji coba pembelian BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar menggunakan aplikasi MyPertamina. Pembeli BBM bersubsidi tersebut diwajibkan untuk mendaftar melalui website atau aplikasi MyPertamina sebelum melakukan pembelian.

Sistem yang digunakan aplikasi MyPertamina hampir sama dengan aplikasi PeduliLindungi yang telah diterapkan sebelumnya untuk pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Dilansir dari CNN Indonesia, Irto Ginting, PJS Corporate Secretary PT. Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading Pertamina menyampaikan bahwa masyarakat yang tidak mau mendaftar ke MyPertamina, termasuk mampu, akan diarahkan untuk membeli BBM nonsubsidi.

Irto menegaskan bahwa setiap orang yang ingin membeli BBM bersubsidi, wajib mendaftarkan diri di MyPertamina. Bagi yang tidak bisa mendaftar dengan alasan kesulitan , Pertamina akan membantu untuk melakukan pendaftaran ke aplikasi tersebut.

Uji coba penggunaan aplikasi MyPertamina akan dilakukan di beberapa kota atau kabupaten yang tersebar di lima provinsi, yaitu Jawa Barat, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Sumattra Barat, dan Sulawesi Utara. 


Cara Daftar MyPertamina 

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendaftar MyPertamina, sebagai berikut :

Pendaftaran menggunakan aplikasi

Unduh aplikasi

Aplikasi MyPertamina dapat diunduh melalui Google Play Store untuk pengguna android dan aplle Playstore untuk pengguna Apple.

Siapkan dokumen

Ada tiga dokumen yang dibutuhkan adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan foto kendaraan yang digunakan untuk mengisi BBM.

Registrasi

Registrasi dengan mengisi nama lengkap, nomor telepon dan PIN (Personal Identification Number) 6 digit lalu ketik ulang PIN 6 digit. Kemudian klik daftar. 

Aplikasi MyPertamina akan mengirimkan kode OTP (One Time Password) melalui pesan SMS (Short Message Service) ke nomor telepon yang telah didaftarkan.

Kemudian masukkan nomor OTP tersebut untuk melakukan verifikasi, klik OK, maka pengguna sudah dapat login (masuk) ke aplikasi MyPertamina.

Setelah login, pengguna akan dihubungkan ke sarana pembayaran melalui menu metode pembayaran pada ikon "AKUN".

Pengguna dapat memilih metode pembayaran, mjulai dari meyambungkan ke aplikasi LinkAja ataupun mendaftarkan kartu debit dari bank Mandiri, BRI, dan BNI.

Jika pengguna memilih membayar menggunakan aplikasi LinkAja, maka pengguna perlu mengikuti proses selanjutnya berupa verifikasi menggunakan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS ke nomer telepon yang didaftarkan. Metode pembayaran sudah terdaftar.

 

Pendaftaran melalui website 

Siapkan dokumen

Ada tiga dokumen yang dibutuhkan adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan foto kendaraan yang digunakan untuk mengisi BBM.

Buka situs dan ikuti tahapannya

  1. Buka situs https://subsiditepat.mypertamina.id/
  2. Beri tanda centang pada informasi memahami persyaratan
  3. Klik "Daftar Sekarang"
  4. Ikuti instruksi dalam website tersebut

Pencocokan data

Setelah pendaftaran selesai, selanjutnya penguna akan menunggu maksimal tujuh hari kerja untuk mencocokan data. Konfirmasi akan dikirimkan melalui email yang telah didaftarkan atau pengguna dapat melihat status pendaftaran di situs https://subsiditepat.mypertamina.id/ secara berkala.

Jika data terlah terkonfirmasi, pengguna dapat mengunduh dan menyimpan kode QR untuk bertransaksi di SPBU Pertamina.

Saat ini jika Sobat Dy, melakukan pendaftaran dengan klik "Daftar Sekarang" maka akan muncul pop up informasi bertuliskan "Pendaftaran baru akan dibuka pada tanggal 1 Juli 2022."

Namun, sebaiknya Sobat Dy dapat menyiapkan segala dokumen persyaratan dan memahami tata cara mendaftar MyPertamina di situs https://subsiditepat.mypertamina.id/. Jika proses pendaftaran telah dilakukan maka Sobat Dy dapat membeli BBM bersubsidi sesuai dengan kebutuhan.

 

Penutup

Selamat mencoba MyPertamina, cara baru beli BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar. Bagi Sobat Dy yang tinggal di daerah yang akan digunakan sebagai uji coba sebaiknya segera mendaftar MyPertamina jika ingin membeli BBM bersubsidi. 


Referensi 

https://id.wikipedia.org/wiki/MyPertamina

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220629144611-85-815040/konsekuensi-bila-tak-daftar-beli-pertalite-di-mypertamina

https://www.tvonenews.com/lifestyle/trend/50403-beli-pertalite-atau-biosolar-pakai-aplikasi-begini-cara-daftar-mypertamina-dan-cara-bayarnya?page=2


 

 

 


 

 

12 komentar

  1. Wah, jadi tahu aku klo sekarang mau isi BBM pun ada aplikasinya. Tempatku di sini masih aman-aman aja pake cara lama wqwq

    BalasHapus
  2. Baru semalam aku nonton antrean panjang uji cobanya. Semoga Indonesia semakin cerdas, makmur, dan sentosa

    BalasHapus
  3. Lagi viral inih . Makasih untuk tulisannya. Modal buat ngajarin bapakku. Heheh

    BalasHapus
  4. Viral Memeng ini mba, semoga semakin mudah dan menguntungkan yaa...

    BalasHapus
  5. Terima kasih kak dikasih tahu tutorial buat aplikasinya, sangat berguna ini, bahasanya gampang dimengerti juga

    BalasHapus
  6. Keren bikin tulisan yang memang sedang diperlukan banyak orang. Saya mah masih bikin tulisan pribadi aja 🤭

    BalasHapus
  7. Mba Dyah, artikelnya bermanfaat banget untuk pengendara yang tengah dihebohkan berita mengenai MyPertamina. Dan saya baru tau kalau LinkAja sudah terintegrasi oleh bank himbara. Seingat saya LinkAja hanya milik Telkomsel, ternyata sekarang sudah diperluas ya, jangkauannya.
    Matur suwun, Mba :)

    BalasHapus
  8. Tulisannya sangat bermanfaat kak. Saya jadi tahu dan dapat info terbaru setelah baca tulisannya kak.

    BalasHapus
  9. wah....ini yang lagi viral tuh ya mbak, keren ya. makasih banyak ya mbak dyah, aku jadi lebih tahu nih.

    BalasHapus
  10. tapi gimana ya, aku mah pelanggan yang biasa beli di pertamini. bukan karena apa-apa sih, malas ngantri wkwkw

    BalasHapus
  11. Jujur...saya masih bingung dengan kebijakan pemerintah yang satu ini. Bagaimana dengan masyarakat yang tidak memiliki smartphone..

    BalasHapus
  12. hanya bisa membayangkan ke ruwetannya, tanpa aplikasi aja suka ngantri lama. tapi ya sudahlah memang di butuhkan effort lebih untuk sebuah perubahan. semoga semakin naik ke depannya.

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih