Sekelumit Kisah Perjalanan Seorang Dokter Dalam Dextra Sinistra

Selasa, 15 Februari 2022

 

cerita pendek kedokteran

Dextra Sinistra, sebuah kumpulan cerita pendek yang berisi pengalaman seorang dokter saat dirinya menjadi dokter muda/koas. Sebuah episode hidup yang berisi pelajaran berharga yang berisi pengalaman. Pengalaman merupakan guru terbaik dan sejatinya pasien adalah gurunya dokter. Buku ini tidak hanya berisi pengetahuan tentang dunia kedokteran, tetapi juga menyentuh sisi humanis manusia.

Deefa adalah nama pena dari seorang dokter alumni fakultas kedokteran salah satu universitas negeri di Jawa Timur. Dextra Sinistra merupakan bahasa medis untuk kanan dan kiri.

Ada delapan kisah menarik tentang kesehatan yang diceritakan dalam buku ini, tetapi saya hanya akan membahas tiga cerita saja, yaitu sesak, salah, dan buta warna. Mengapa saya memilih ketiga cerita ini? Karena cerita keseharian yang jarang disadari, tetapi berpengaruh dalam kehidupan. 

Spesifikasi Buku

Judul : Dextra Sininstra

Penulis : dr. Deefa

Penerbit : Mandiri Jaya Publishing

Cetakan :1, 2019

Tebal buku : 101 halaman

ISBN : 978-602-0799-63-6


Sesak

Paru-paru merupakan kumpulan kantung udara atau alveolus. Jika ada kerusakan pada kantung udara, maka lama kelamaan kantung udara pecah dan membentuk satu kantung besar. Hal ini menyebabkan luas permukaan paru berkurang, sehingga kadar oksigen yang mencapai aliran darah menurun. 

Paru-paru membesar perlahan karena udara terperangkap sulit untuk dikeluarkan. Dada menjadi membusung akibat perubahan bentuk paru-paru dan terjadilah sesak napas. Kerusakan pada kantung udara bisa terjadi karena paparan zat yang menyebabkan iritasi dalam jangka waktu lama, misalnya asap rokok. Kondisi ini jamak ditemukan pada perokok, baik aktif maupun pasif.

Kerusakan yang terjadi melalui proses perlahan dalam jangka waktu yang lama dan bersifat irreversible atau tidak dapat dikembalikan lagi seperti sediakala. Sehingga terapi yang diberika hanya untuk mengurangi gejala dan menghindari kerusakan yang lebih parah, bukan menyembuhkan. 

Hal inilah yang sering dijadikan argumen para perokok. "Kami tidak apa-apa walaupun sudah merokok sebanyak ini bertahun-tahun." Mereka lupa bahwa kerusakan yang ditimbulkan muncul perlahan tapi pasti. Dan sekalinya rusak akan sulit untuk dibenahi kembali seperti sediakala. Namun tidak ada yang dapat dilakukan selain berhenti dan melakukan pengobatan untuk mencegah kemungkinan lebih buruk.

Itulah kondisi seorang bapak berusia 65 tahun yang datang ke IGD diantar keluarganya dengan kondisi sesak dan marah karena merasa dirinya telah berhenti merokok sejak usia 50 tahun, tetapi dia tetap mengalami sesak napas walaupun sudah berhenti merokok. Dia lupa bahwa dia telah merokok sejak usia belasan tahun.


Salah

Dalam cerita pendek dengan judul Salah terdapat tiga kasus yang mempunyai persamaan, yaitu kesalahan dalam penanganan awal. Pada dasarnya, jika setiap penanganan awal yang diberikan dilakukan dengan tepat maka hal yang tidak diinginkan dapat diminimalkan.

Kasus pertama, seorang bapak yang bermaksud menghemat biaya pelepasan plat  datang ke klinik alternatif. Alih-alih mendapatkan pengobatan justru mendapatkan infeksi. Klinik tersebut tidak dapat melepas pen, luka sayatan untuk melepas pen hanya dijahit seadanya, sehingga terjadi infeksi. Luka terbuka adalah pintu masuk bagi segala jenis kuman ke dalam tubuh. Jika sudah terjadi penyebaran infeksi, maka tidak hanya bagian yang luka saja yang bermasalah, tetapi jaringan sekitarnya akan terdampak. Syukurlah infeksi dapat teratasi dan operasi pelepasan plat dapat dilakukan.

Kasus kedua, datang ke Rumah Sakit dengan lengan yang bengkang berwarna keunguan dan dibebat dua papan bambu, selain itu tercium bau busuk dari tangannya. Kedua orang tuanya menunjukkan hasil rontgen yang menyatakan lengannya patah dan bergeser. Namun sayangnya setelah rontgen, anak tersebut tidak dibawa ke dokter.Luka yang timbul saat jatuh terus menerus mengeluarkan darah. Operasi segera dilakukan, tetapi sayang anak tersebut harus kehilangan lengannya, karena jaringan di sekitarnya telah rusak.

Kasus ketiga, seorang perempuan korban kecelakaan dibawa ke Rumah Sakit dalam kondisi sudah meninggal. Namun, penuturan beberapa pengantar, perempuan tersebut masih bernapas, sebagai tanda ada kehidupan. Orang Indonesia pada dasarnya baik, kebanyakan orang selalu sigap dalam menolong sesama. Tak terkecuali ketika terjadi kasus trauma.

Kesalahan fatal yang sering terjadi di masyarakat. Korban kecelakaan, apalagi tidak sadar, harus dianggap memiliki cedera di tulang leher sampai bisa dibuktikan bahwa cedera itu tidak ada. Apa yang terlihat baik-baik saja di luar ternyata mengalami kerusakan yang parah di dalam.

Bagian leher merupakan pusat pernapasan, sehingga untuk memindahkan korban tidak dapat dilakukan secara asal. Jika salah memindahkan akan beresiko mematahkan tulang leher korban yang justru mempercepat hilangnya nyawa korban.

cerita kedokteran


Jangan memindahkan korban terutama yang luka parah, kecuali mengerti teknik memindahkan yang benar. Jangan menggendong korban seorang diri atau menarik korban dari bagian bahu atau lehernya. Jika terpaksa memindahkan korban, gunakan penyangga leher, dapat juga menggunakan karton atau koran yang dilipat. Prinsipnya meminimalkan gerakan yang terjadi pada leher dan tubuh korban. 

Saat korban dalam keadaan sadar, jangan langsung menyodorkan air minum, karena dapat membahayakan korban. Korban belum sepenuhnya sadar sehingga memungkinkan korban tersedak. Air yang seharusnya masuk mulut, dikhawatirkan masuk ke paru-paru dan memperparah kondisinya.


Buta Warna

I would like to see the world as everyone else can and I would like to be able to name colors correctly. Mungkin itulah harapan sebagian atau bahkan semua penderita buta warna. Sebuah kekurangan yang tidak kasat mata, tetapi cukup mengganggu penderitanya. Kurang lebih ada sekitar 8% penderita buta warna di dunia ini.

Color vision deficiency adalah kehilangan kemampuan untuk membedakan persepsi beberapa warna yang orang lain yang bisa bedakan dengan mudah. Sebagian besar disebabkan oleh faktor genetik (rusak atau hilangnya sel kerucut pada mata) secara alami yang bersifat inheritance (menurun). Untuk beberapa kasus kelainan ini bisa disebabkan oleh kerusakan mata, jaringan saraf dan otak,atau bisa juga disebabkan karena kontaminasi obat-obatan kimia tertentu (John Dalton,1798).

Warna sebetulnya sebuah persepsi hasil pengolahan otak terhadap sinyal elektrik yang ditangkap oleh mata. Setiap benda yang memantulkan cahaya akan menghasilkan frekuensi cahaya tampak yang mengarah ke mata. Jika benda tersebut tidak memantulkan cahaya, maka benda tersebut dikatakan hitam atau gelap.

Retina mempunyai dua jenis sensor cahaya, yaitu sel kerucut dan sel batang. Sel batang sensitif terhadap intensitas cahaya, yang membantu penglihatan saat malam hari dan menerjemahkan intensitas cahaya yang masuk mulai dari hitam, abu-abu hingga putih. Sel kerucut berfungsi untuk mengidentifikasi objek dengan warna. Pada sel kerucut terdapat tiga sel yang bekerja, yaitu sel L, M dan S. Ketiganya akan bekerja sama dengan sel batang mengirimkan sinyal yang nantinya akan diterjemahkan menjadi sebuah gambar yang dilihat orang.

Sebagian besar penderita buta warna disebabkan oleh kelainan pada sel kerucut, baik salah satu sel L, M atau S yang rusak maupun yang tidak ada. Sifat sel kerucut ini dibawa oleh kromosom X. Itulah sebabnya mengapa buta warna diturunkan. LAki-laki yang mempunyai  pasangan kromosom XY lebih mungkin terkena buta warna dibandingkan perempuan yang mempunyai pasangan kromosom XX. Pada perempuan jika satu kromosom X menyimpan informasi kerusakan sel kerucut, masih ada satu kromosom X lagi yang mungkin normal. 


cerpen kesehatan

Penutup

Saya tertarik untuk membuat resensi buku Dextra Sinistra karena buku ini dapat dibaca oleh pelajar, mahasiswa baik mahasiswa umum atau kedokteran dan siapapun yang ingin mengetahui sekelumit kisah perjalanan seorang dokter. Beberapa bagian dijelaskan teknis, tetapi mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Saya mendapatkan beberapa pemahaman baru terutama tentang penanganan awal korban kecelakaan. Hal penting yang jarang diinformasikan ke masyarakat umum.

Dokter adalah pekerjaan mulia, banyak nyawa yang terselamatkan olehnya. Semoga niat awal seseorang yang memilih profesi dokter untuk menolong manusia lain yang membutuhkan pengobatan tidak tercoreng dengan niat lain. Pengalaman adalah guru berharga bagi siapapun tak terkecuali seorang dokter.


Referensi

  1. https://www.alodokter.com/komunitas/topic/rontgen-15#:~:text=Istilah%20dextra%20dan%20sinistra%20merupakan,kedua%20paru%20kanan%20dan%20kiri

Read More

Mengenal Free Writing Rahasia Menulis Menyenangkan dan Tanpa Beban

Kamis, 10 Februari 2022

 

free writing


Masih dalam rangkaian kelas persiapan Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP) yang diadakan khusus untuk KLIPer 2022 atau anggota yang mendaftar KLIP periode 2022. Setelah materi sebelumnya membahas tentang Pentingnya Mengenal Diri Sendiri dan Peran Keluarga Dalam Berkarya bersama Ibu Septi Peni Wulandani. Kali ini materi yang dibahas adalah Mengenal Free Writing Rahasia Menulis Menyenangkan dan Tanpa Beban bersama Teh Shanty Dewi Arifin, inisiator KLIP.

Free writing adalah sebuah teknik menulis yang menyenangkan dimana seseorang menulis bebas tanpa memperhatikan ejaan, tata bahasa dan lainnya dan tidak membuat koreksi. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah menulis saja sampai periode waktu tertentu.


free writing


Mengapa Free Writing ada?

Mengapa mempelajari free writing? Agar menulis tidak menjadi beban. KLIP adalah sebuah wadah untuk melatih konsistensi menulis selama satu tahun. Jika menulis menjadi beban maka program ini akan berhenti di tengah jalan dan tidak dapat diselesaikan. 

"Practices Make Progress" 


Beban apa saja yang biasanya dihadapi atau menjadi kendala sehingga akhirnya tidak jadi menulis dan hanya angan semata :

Beban menyediakan waktu untuk menulis

Tidak perlu berjam-jam untuk menulis, cukup sediakan waktu beberapa menit, tetapi dilakukan rutin setiap hari.


Beban mengembangkan ide tulisan

Ide ada dimana saja, jangan menunggu ide, tetapi mencari ide. Kemudian catat saja dulu dan jika sudah tiba waktunya menulis, buka kembali catatan tadi dan mulailah menulis.


Beban untuk membuat tulisan yang menarik

Pada saat awal menulis abaikan aturan menulis, menulis saja dulu. Jika nanti sudah lancar bertahap mempelajari teknik menulis. Bagaimana membuat kalimat menarik dan lain sebagainya,


Beban akan dibaca banyak orang

Bukan hal yang mudah memang untuk membuat sesuatu yang menarik untuk dibaca orang lain. Namun, menulislah dari hati, karena apapun itu, jika keluar dari hati maka orang lain yang membaca akan merasakan bahwa tulisan tersebut berasal dari hati.


Beban untuk memulai kebiasaan baru

Selalu ada saat pertama untuk segala hal. Mulai saja dulu menulis, tidak perlu menunggu nanti atau menulis jika telah sempurna. Izinkan diri untuk tidak sempurna. Semua akan berproses seiring waktu. Nikmati prosesnya


Prinsip Dasar Free Writing

prinsip free writing

Free writing secara harfiah dapat diterjemahkan menulis bebas, maka prinsip free writing menulis dengan periode tertentu, dilakukan cepat, tidak dibaca orang lain dan tanpa aturan.


15 menitan sehari

Untuk pemula dapat dimulai dengan menulis selama 15 menit sehari. Kemampuan menulis setiap orang berbeda-beda, ada yang tahan menulis selama satu jam bahkan lebih. Namun, untuk pemula, mulai saja dulu dengan 15 menit dan lakukan setiap hari. Kita juga dapat menggunakan timer saat mulai menulis dan diakhiri jika bunyi timer tanda waktu menulis telah berakhir.


Menulis cepat

Ambil selembar kertas atau dapat menggunakan media apa saja dan mulailah menulis. Tuliskan saja ide yang terlintas, tidak perlu memikirkan banyak hal. Tuliskan saja dengan kecepatan sesuai kemampuan.


Tidak dibaca orang lain

Tidak perlu mengkhawatirkan tulisan akan dibaca orang lain, cukup kita sendiri dan Tuhan yang tahu apa tulisan yang kita buat saat ini. Jika nantinya kita berencana agar tulisan tersebut dibaca orang lain, maka periksa lagi susunan bahasa dan lain sebagainya agar tulisan menjadi nyaman dibaca. 


Tanpa aturan

Menulis saja, tidak perlu mengedit tulisan yang sedang diketik, karena nanti hanya fokus mengedit dan tulisan tidak akan selesai. Abaikan aturan untuk sementara. Selesaikan saja tulisan yang telah dimulai sampai batas waktu yang ditentukan. Edit jika tulisan tersebut akan diterbitkan untuk umum.


Manfaat Free Writing

Ada beberapa manfaat free writing yang dapat kita ambil yaitu kita dapat mengenali diri sendiri, karena kita dapat menuliskan banyak hal yang kita sukai atau kita pelajari. Semakin kita mengenal diri sendiri maka jiwa akan semakin tenang, betul bukan? 

Selain itu kita dapat mengembangkan draft yang sudah ada, brainstorming ide yang terlintas, latihan menulis dan mengatasi writerblock. Free writing salah satu solusi untuk mengatasi writerblock.

Bisa karena biasa, biasa karena dibiasakan. Begitu juga dengan free writing, untuk membiasakan maka perlu latihan. Berikut beberapa cara pembiasaan free writing :

  1. Sediakan waktu 15 menit sehari
  2. pasang alarm, berhenti menulis jika alarm berbunyi
  3. mulailah menulis
Sederhana bukan? Enggak pakai nanti, enggak pakai tapi, yuk mulai menulis.


Target Bertahap

Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau, jadi tidak perlu membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Ukuran sepatu orang lain juga tidak akan pas di kaki kita, maka cukup bandingkan diri sendiri saat ini dengan sebelumnya. Agar tidak merasa tertekan, buatlah target bertahap. Sesuaikan target dengan kebutuhan dan kondisi yang sedang kita hadapi.

Buat perencanaan selama 99 hari atau 14 minggu, karena konon kebiasaan akan terbentuk setelah 99 hari. Mulailah secara bertahap dari 15 menit, jika sudah terbiasa tingkatkan menjadi 30 menit, bertahap ke 45 menit, kemudian menuju 60 menit. Sehingga tidak merasa tertekan dan stress. Begitu juga dengan jumlah kata, mulailah bertahap dari 300 kata, berkembang menjadi 500 kata hingga 1000 kata. 

Bertahap dan pasti, setapak demi setapak. Begitu juga yang telah saya lakukan. Walaupun pelan tapi pasti yang penting terus bergerak.


Perbedaan menulis tangan dan mengetik

Siapa yang suka menulis tangan? Tak mengapa kok, tidak ada yang salah dengan menulis tangan. Ada yang merasa lebih mengalir menulis dengan tangan. Kalau saya saat ini lebih suka mengetik, google doc menjadi andalan saya. Jika curhat atau menuangkan isi kepala dan isi hati, saya menuliskannya di google doc, dengan catatan tulisan tersbeut untuk saya sendiri ya, tidak untuk dibaca umum, apalagi dibagikan di sosial media. Namun jika amarah atau gejolak di hati sudah reda, mungkin saya akan menuliskannya di blog, tetapi dengan sudut pandang yang berbeda dan tidak akan menyinggung pihak lain atau menyudutkan siapapun. 

Baik menulis tangan maupun menulis dengan ketikan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Senyamannya kita saja mau menulis dengan cara seperti apa.

free writing

Tips Free Writing

Bermula dari James Clear, melalui bukunya Atomic Habbit yang membeikan contoh bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan terus menerus secara rutin, akan menjadi sebuah kebiasaan baru. Tips free writing yang dapat dipraktikan, yaitu :

Terlihat

Agar mudah dikerjakan atau agar kita ingat untuk menulis terlihat, maka tempatkan pengingat di tempat yang mudah terlihat. Untuk menulis tangan, mungkin buku dan pena bisa diletakkan di tempat yang mudah dilihat. Untuk menulis dengan cara mengetik, mungkin aplikasi dapat diletakkan di halaman utama telepon pintar atau perconal computer

Menarik

Fokus pada hasil agar lebih menarik. Umumnya jika kita tahu apa hasil yang akan diraih setelah menulis, kita akan tertarik untuk melakukannya.

Mudah

Cukup sediakan waktu 15 menit sehari atau disesuaikan dengan kemampuan untuk menulis.

Memuaskan

Rayakan pencapaian kecil, membuat checklist. Kita memberi hadiah untuk diri sendiri jika sudah mencapai sesuatu. Mendapatkan badge, walaupun badge dasar setelah mengumpulkan tulisan di KLIP di setiap bulannya, saya sudah cukup senang. Bahagia itu sederhana ya.


Penutup

"Menulis akan merangsang pemikiran, jadi saat tidak dapat menuliskan sesuatu untuk ditulis tetaplah mencoba menulis" - Barbara Fine Clouse

Yuk, mulai dari sekarang saja menulisnya tidak perlu nanti dan tanpa tapi. Coba deh, nanti akan ketagihan, tidak percaya? Coba saja sekarang. Selamat menulis. Selamat berkarya dan hidup seribu tahun lagi, karena karya kita akan tetap ada, walaupun kita telah tiada.

Read More

Pentingnya Mengenal Diri Sendiri dan Peran Keluarga Dalam Berkarya

Sabtu, 05 Februari 2022

quote menulis

Bagi saya menulis adalah salah satu cara saya untuk healing, menghibur diri sekaligus cara saya untuk meninggalkan jejak. Salah satu cara saya untuk berbagi adalah melalui tulisan, menuliskan beberapa hal yang baik dan positif menurut saya yang kemudian saya bagikan, semoga tulisan tersebut dapat bermanfaat untuk orang lain, bukankah sharing is caring? Saya berbagi karena saya peduli.

Saya memilih untuk menulis artikel dan cerita anak karena itulah keseharian saya. Cerita anak, karena anak saya masih kecil dan kerap minta dibuatkan cerita sendiri, tidak mau dibacakan dari buku cerita yang telah saya sediakan di rumah. Sedangkan artikel berdasarkan pengalaman pribadi, resensi buku yang dibaca atau film yang saya tonton, sudut pandang saya terhadap suatu masalah dan tentang review perjalanan yang saya lakukan.

Dan saya mengizinkan diri untuk TIDAK SEMPURNA, dengan mengizinkan diri untuk tidak sempurna, menurut saya memberi kesempatan diri untuk bertumbuh dan belajar menjadi lebih baik. Tidak perlu sempurna untuk memulai sesuatu, mulai saja dulu, seiring waktu semuanya akan berproses untuk menjadi lebih baik dan nikmati prosesnya.


KLIP

2022 adalah tahun ketiga saya mengikuti program di Kelas Literasi Ibu Profesional yang lebih dikenal dengan KLIP. KLIP adalah wadah untuk melatih konsistensi menulis secara online bagi perempuan selama satu tahun. KLIP merupakan bagia dari komunitas Ibu Profesional. Apakah untuk menjadi anggota KLIP harus menjadi anggota Ibu Profesional terlebih dahulu? Tentu saja tidak, yang penting perempuan bukan laki-laki, baik yang sudah menikah maupun belum menikah.

Saya lupa kapan tepatnya saya mulai bergabung di KLIP, tetapi saya mulai serius mengikuti KLIP sejak 2020. Mengapa saya akhirnya memutuskan untuk ikut KLIP secara serius? karena saya ingin melatih konsistensi diri untuk menulis setiap hari dan saya membutuhkan komunitas untuk memacu saya untuk tetap menulis. Menulis adalah perjalanan panjang, walaupun menulis adalah salah satu 'me time' saya, tetapi saya merasa hal ini harus saya perjuangkan. Menulis adalah salah satu cara saya untuk bahagia, karena kebahagiaan itu diciptakan bukan ditunggu.

Kebahagiaan itu diciptakan bukan ditunggu

- Septi Peni Wulandani -


Kegiatan KLIP tidak hanya setoran tulisan harian. Kegiatan lainnya adalah Klub buku, kenal lebih dekat, tema tulisan mingguan dan ruang berbagi.


Kelas Persiapan

KLIP merupakan perjalanan panjang, karena proses melatih konsistensi menulis ini akan berlangsung selama satu tahun. Sehingga diperlukan sebuah kelas persiapan. Kelas yang bertujuan untuk menyiapkan peserta menyusun startegi menulis agar tetap konsisten setahun ke depan. Tidak hanya semangat di awal saja untuk menulis dan mengumpulkan link hasil tulisan di awal tahun kemudian menurun seiring waktu,

Kelas persiapan yang diadakan pengurus KLIP terbagi dalam dua sesi dengan tema yang berbeda, yaitu "Pentingnya Mengenal Diri Sendiri dan Peran Keluarga Dalam Berkarya" dengan pemateri Ibu Septi Peni Wulandani, seorang wanita yang telah menginspirasi ribuan wanita Indonesia dan bahkan dunia, termasuk saya. Tema kedua adalah Mengenal Free Writing dengan pemateri Teh Shanty Dewi Arifin, seorang inisiator KLIP.

Kelas persiapan ini khusus untuk peserta KLIP yang terdaftar pada periode 2022. Saya merasa beruntung ikut daftar KLIP 2022 dan semoga tetap konsisten menulis hingga periode ini berakhir.


Perempuan Berdaya

Perempuan berdaya adalah perempuan yang mempunyai jati diri, mandiri dan berdaulat penuh atas keputusan yang diambilnya. Perempuan yang mempunyai jati diri adalah perempuan yang tidak terombang-ambingkan oleh siapapun, paham akan dirinya sehingga akan memiliki jati diri dan rasa percaya diri yang tinggi. Perempuan mandiri tidak akan bergantung pada siapapun kecuali pada Allah, mampu membawa dan menghadapi perubahan, karena dunia akan selalu berubah. Perepuan yang berdaulat penuh atas dirinya, mampu membuat keputusan untuk dirinya, tidak bergantung pada orang lain dan tidak akan menyalahkan orang lain jika sesuatu hal tidak berjalan sesuai rencana.

perempuan berdaya


Perempuan dan Rumah

Rumah adalah tempat belajar, perempuan dengan intellctual curiosity tinggi akan membawanya pada kreativitas dan imajinasi, paham learn how to learn. Rumah adalah tempat untuk tumbuh, perempuan yang menjadikan rumah tempat bertumbuh akan fokus pada perkembangan dirinya dulu dan sekarang. Rumah tempat berkarya, perempuan berdaya akan sanggup berkarya menyelesaikan tantangan yang ada di sekitar dan penuh bermartabat.


Belajar, Tumbuh, Berkembang dari Rumah

Perempuan adalah makhluk dengan banyak potensi, maka perlu memetakan potensi yang ada agar terlihat potensi apa saja yang belum terlihat. Selain itu perempuan adalah creator sejati, sehingga perlu diberikan ruang  ekspresi sebagai tempat bermain dan mengeluarkan potensinya sehingga menjadi kreasi. Setelah itu beri apresiasi, karena perempuan senang diberi apresiasi, maka ciptakan apresiasi untuk diri sendiri jika telah mencapai sesuatu. Cukup selebrasi yang mungkin remeh, misalnya membeli coklat karena berhasil menyelesaikan target membersihkan rumah tepat waktu. Setiap pencapaian aktualisasi perlu apresiasi, walaupun sederhana.


Dari Rumah untuk Dunia

Mungkinkah dari rumah untuk dunia? Mungkin saja, mengapa tidak? Harta karun dari rumah untuk dunia yang dapat dieksplorasi lagi adalah manajemen waktu, tantangan di rumah, aksi menjadi solusi.

Setiap dari kita sama-sama mempunyai waktu 24 jam, maka dengan adanya manajemen waktu akan menentukan produktivitas kita sebagai perempuan. Secara aktivitas perempuan tidak ada berhentinya sejak membuka mata di pagi hari hingga menutup mata untuk bersitirahat di malam hari, sepertinya 24 jam tidak cukup untuk melakukan semua hal. Mencuci baju, seterika, menyiapkan sarapan untuk anggota keluarga, berangkat kerja, berjualan dari rumah, dan masih banyak aktivitas lain yang perlu dikerjakan. Pilah waktu bahagia kita, kemudian perpanjang dan perpendek waktu tidak bahagia kita.

Setiap perempuan mempunyai permasalahan hidup masing-masing dan permasalahan akan selalu ada. Maka tugas selanjutnya adalah bagaimana permasalahan yang ada diubah menjadi tantangan. Caranya dengan menerima masalah yang ada kemudian mencintai permasalahan tersebut.

Empati terhadap permasalahan yang ada kemudian mengubahnya menjadi aksi dan apabila dijalankan akan menjadi solusi


Penutupperan keluarga

Closing statement dari Bu Septi saat mengakhiri kelas cukup menohok, tetapi benar adanya bahwa dari rumah pun kita sebagai perempuan, istri dan ibu tetap dapat berkarya. Pernikahan adalah sebuah anugerah bukan kutukan, maka tugas kita untuk mencari kebahagiaan itu. Kebahagiaan itu diciptakan bukan ditunggu, Septi Peni Wulandani.

Salah satu tahapan kelas persiapan telah saya ikuti, semoga pada periode kali ini saya lebih baik menjalaninya dari tahun kemarin. Kira-kira apa ya skripsinya nanti? Entahlah, jika tahun lalu skripsi saya berisi tentang kumpulan cerita anak yang saya buat sebagai e-book dan saya sebarkan. Dinikmati saja prosesnya dengan bahagia agar tidak menjadi beban. Selamat berkarya.

Read More