Ada Apa Dengan Cinta dan Rasa?

Selasa, 10 Februari 2026

ada apa dengan cinta dan rasa


Malam yang cerah, tampak beberapa bintang berkilauan memancarkan sinarnya. Wajar jika beberapa orang ingin menikmati indahnya malam dan memilih area outdoor untuk menikmati makan malam, seperti yang dilakukan Ara dan Bayu. Resto yang mereka pilih untuk makan malam kali ini menyediakan area indoor dan outdoor. Namun, suasana hangat malam itu kontras dengan wajah Ara yang sedari tadi tampak murung, dingin.

“Ada apa, Ra? Dari tadi diem aja. Ada masalah di kantor tadi?” tanya Bayu yang sedari tadi memperhatikan wanita berparas ayu di hadapannya.

Pandangan Ara yang semula memandang keluarga kecil di ujung area makan itu pun beralih ke Bayu. Sebuah senyum yang dipaksakan tersungging di bibirnya.

“Bay, kita sampai kapan seperti ini?” tanya Ara sambil menyibakkan rambut panjangnya yang legam ke belakang. Suaranya lirih hampir tak terdengar, kalah dengan suara live music di area tersebut.

Bayu pun terdiam mendengar pertanyaan Ara, tetapi dia berusaha menutupinya dengan pura-pura tidak mendengar pertanyaan Ara. “Maksudnya apa, Ra?” alih-alih menjawab, Bayu justru bertanya balik ke Ara untuk memastikan pertanyaan kekasihnya.

“Mau dibawa ke mana hubungan kita, Bay? Aku lelah dengan hubungan kita yang tak berujung. Lima tahun bukan waktu yang sebentar, Bay,” tutur Ara.

“Aku enggak paham kenapa kamu tiba-tiba bicara seperti ini. Ada yang salah dengan kita? Atau Dimas nembak kamu? Kurang ajar, nekad banget dia!” cecar Bayu yang mulai tak sabar dengan tingkah Ara.

“Kok jadi Dimas? Enggak ada hubungannya dengan dia. Ini tentang kita, jangan mengalihkan perhatian!” jawab Ara kesal. Dimas merupakan rekan kerja Ara yang baru bergabung dalam divisi Ara. Bayu tahu Dimas mendekati Ara dan memberi perhatian lebih, tetapi Ara tidak menanggapinya.

“Lagian Dimas sudah tahu tentang kita,” imbuh Ara.

“Dia sudah tahu kalau kamu pacarku, kan? Syukurlah, awas aja kalau dia berani deketin kamu,” ujar Bayu geram.

“Sudah deh Bay, jangan mengalihkan topik pembicaraan. Dimas enggak ada hubungnnya dengan pertanyaanku. Sampai kapan kita seperti ini? Jika memang kamu mau menikahiku, kapan ke rumah untuk meminangku?” cecar Ara kemudian.

Bayu terdiam, dia tak menyangka Ara akan menanyakan hal ini lagi. Bayu mencintai Ara. Namun, entah dia tak berani melangkah lebih jauh lagi untuk menikahinya. Trauma masa lalunya tentang kedua orang tuanya membuatnya takut untuk melangkah, tetapi dia menutupi hal ini dari Ara dan berdalih bahwa dia belum siap serta menghindar jika Ara membicarakan kelanjutan hubungan mereka.

“Aku sudah memikirkan hal ini berulang Bay dan Aku memutuskan untuk mengakhirinya saja. Kita berbeda. Aku menginginkan sebuah pernikahan, sebuah hubungan yang lebih dibandingkan saat ini. Sedangkan kamu, lebih nyaman seperti ini, buatmu komitmen lebih penting dibandingkan pernikahan. Komitmen seperti apa?” ujar Ara.

“Ra, aku mencintaimu. Apakah selama ini yang selama ini kulakukan belum membuatmu percaya bahwa Aku mencintaimu?” Bayu mencoba meraih tangan Ara, tetapi Ara menarik tangannya menjauh.

“Bukan cinta seperti ini yang kuharapkan, Bay. Maaf, aku menyerah, ternyata aku salah. Perbedaan kita tak bisa disatukan. Seandainya diteruskan, aku yang akan semakin sakit dan aku tidak mau menyakiti diriku lagi. Aku pamit ya,” lanjut Ara.

Ara tersenyum canggung berusaha menutupi hatinya yang bergemuruh dan segera berdiri. Bayu pun segera beranjak dan meraih tangan Ara.

“Ra, jangan tinggalkan aku,” pinta Bayu.

“Maaf, Bay. Aku sudah sangat lelah. Kamu belum yakin mau menikahiku atau tidak, kan?” jawab Ara. Ekor matanya pun kembali menangkap keakraban keluarga kecil yang tadi dilihatnya. Sebuah pemandangan yang ingin dirasakannya juga dan ini membuatnya semakin hancur.

“Kita udahan aja, ya. Aku tahu kau mencintaiku dan tidak ingin menyakitiku. Jadi, kita selesaikan ini baik-baik saja,” lanjut Ara tersenyum tipis dan menatap Bayu lekat.

“Aku pamit,” pungkas Ara dan melangkah meninggalkan Bayu. Ara pun menangis, tetapi berusaha untuk tidak menoleh ke belakang. Walaupun sebagian dari dirinya berharap Bayu akan menyusulnya. Namun, Bayu hanya terpaku memandang Ara pergi meninggalkannya.

Ara menyadari keputusannya sangat menyakitkan, tetapi lebih menyakitkan baginya jika tetap bertahan pada hubungan yang tidak berujung. Dia memilih untuk melepas cintanya.


***

Baca juga : Kutunggu Kau di Keabadian


Ara menikmati minggu sorenya ditemani sebuah buku dan segelas cappucino, di sebuah kafe yang dulu kerap dikunjunginya bersama Bayu. Kedatangannya kali ini bukan untuk mengenang hubungannya bersama Bayu.

Namun, untuk berdamai dengan kenangan dan dirinya sendiri. Dia memilih duduk di sudut yang berbeda tak seperti biasa yang mereka berdua kerap lakukan. Hanya untuk menghalau kenangannya bersama Bayu.

Tak dapat dimungkiri, walaupun hubungannya dengan Bayu telah berakhir lebih dari tiga tahun yang lalu, kenangan itu masih melintas dalam ingatannya. Sosok Bayu belum tergantikan oleh siapa pun. Bayu begitu sempurna bagi Ara.

Di usia Ara tak lagi muda, masih banyak lelaki yang datang, tetapi tak ada satu pun yang singgah di hatinya. Semakin kuat usahanya untuk melupakan Bayu semakin sulit pula melupakannya.

Ara telah menuntaskan makanan malamnya. Namun, dia masih ingin tinggal di kafe itu sambil menikmati secangkir cappucino dan buku favoritnya.

Seorang pramusaji datang membawa klapetart, dessert favoritnya yang sengaja dilewatkan Ara karena dia merasa sangat kenyang dengan menu makan malam yang dipilihnya tadi.

“Saya tidak memesan ini, Mbak,” ujar Ara saat pramusaji meletakkannya di meja Ara.

“Seorang pria memesankan ini untuk Anda, katanya ini makanan favorit Anda,” jawab pramusaji itu.

Ara mengedarkan pandangannya hingga ke sudut kafe dan tidak menemukan sosok yang dicarinya. “Mbak, ke mana orang yang pesan ini untuk saya?” tanyanya pada pramusaji tadi.

“Maaf saya tidak tahu,” jawabnya. Sebuah jawaban yang tidak memuaskan Ara tentunya. “Permisi,” pamitnya sembari meninggalkan Ara yang penasaran.

Belum genap rasa penasarannya, seorang pria menghampirinya. “Mengapa klapetartnya tidak dihabiskan, apakah rasanya sudah tidak enak lagi?” tanya pria tersebut.

“Boleh aku duduk di sini?” tanya pria itu sambil menarik kursi di hadapan Ara tanpa menunggu jawaban Ara dan berhasil membuat Ara terdiam beberapa saat.

“Kamu tambah cantik, Ra dan tampak semakin matang,” lanjutnya.

“Bayu?” tanya Ara tergagap dan hanya dijawab anggukan dan senyuman yang selama ini berusaha dilupakannya.

“Tapi, aku bukan Bayu yang dulu, Ra. Aku sudah berdamai dengan masa laluku dan saat ini aku sudah siap melanjutkan hidupku yang seharusnya,” lanjut Bayu.

Dia pun bercerita bahwa setelah kepergian Ara, dia pun terpuruk. Atas saran neneknya, dia memutuskan menemui psikolog untuk mengonsultasikan kondisinya. Bayu telah berdamai dengan trauma masa lalunya yang menghantuinya dan menghancurkannya perlahan.

“Then this is me, Ra. Aku sudah memaafkan dan berdamai dengan traumaku. Aku pun masih sendiri, Ra. Kamu terlalu sempurna untuk digantikan,” lanjut Bayu. Ara terkesiap mendengarnya dan tersipu.

“Ra, masih adakah ruang di hatimu untukku? Aku berharap suatu saat untuk bertemu denganmu lagi dan berharap kita menikah. Kamu masih sendiri kan, Ra?” selidik Bayu.

“Menikah?” tanya Ara tak percaya dengan yang didengarnya barusan.

“Aku meninggalkan negeri ini untuk menenangkan diri dan melupakanmu, Bay. Aku baru datang kemarin karena aku mengambil cuti tahunan,” lanjut Ara.

“Ternyata justru menemukan cinta lamamu di sini,” sahut Bayu.

“Ra, aku ingin menjadi cintamu kini dan nanti,” lanjut Bayu, sembari meraih tangan Ara dan menggenggamnya. Tatapan Ara melekat tajam pada Bayu seolah tak percaya. Apa yang diinginkannya dulu akhirnya terwujud.

klapetart


Ada Apa Dengan Cinta dan Rasa?

Cerita di atas merupakan karya saya beberapa waktu yang lalu dengan judul Klapetart. Sebuah cerita fiksi yang terangkum dalam antologi Cinta dan Rasa bersama 19 penulis lainnya. Sebuah proyek menulis bareng yang diwadahi KMO. Kebetulan beberapa teman telah bekerja sama dalam proyek antologi sebelumnya. Ada juga yang baru bergabung,

Ada apa dengan cinta dan rasa? Hmm mirip sebuah judul film yang dibintangi Nicholas Saputra dan DIan Sastro lebih dari 2 dekade silam, bukan?

Cinta dan rasa merupakan tema yang diangkat dalam antologi ini dan ternyata juga dipilih sebagai judul buku. Sengaja memilih tema cinta dan rasa, karena cinta itu universal dan berhak dimiliki siapapun terlepas siapa atau apa yang dicintai atau mencintainya.

Sama halnya dengan rasa, setiap orang pun berhak memberikan dan menerima rasa yang ada, baik rasa sakit, sedih, bahagia dan rasa lainnya. Manusia merupakan makhluk yang tidak hanya memiliki otak, tetapi juga hati atau perasaan. Sehingga wajar jika menggunakan perasaan dalam berinteraksi. Selama tidak berlebihan, tak mengapa sih


Baca juga : Pacar Virtual Jose


Cinta dan Rasa Milik Semua Orang

Karya 20 penulis dalam buku Cinta dan Rasa merupakan karya yang ditulis dari hati sang penulis. dengan harapan pembacanya dapat merasakan apa yang ingin disampaikan penulis dalam ceritanya.

Cinta dan rasa milik semua orang. Suatu hal yang kadang sulit dipahami bagi sebagian orang. Namun, lebih mudah dipahami bagi lainnya. 

Semoga karya ini menemukan pembacanya.dan terhibur dengan cerita yang disajikan dengan hati. Sesuatu yang disampaikan dengan hati akan dirasakan juga oleh penerimanya.

Cerita yuk di kolom komentar tentang pengalaman Sobat Dy yang terkait dengan cinta dan rasa selama ini. Jika berkenan memberikan masukan terkait cerita pendek pun dengan senang hati saya terima.

Selamat membaca!

Read More

Agus Ringgo Terharu Dengan Panggilan Ayah Dalam Film Panggil Aku Ayah

Jumat, 16 Januari 2026

Panggilan Ayah

Panggilan Ayah umumnya melekat kuat pada seorang pria yang telah memiliki anak baik anak kandung maupun angkat, bukan? Namun, mungkinkah panggilan Ayah diberikan pada seorang pria yang bukan ayah kandung maupun ayah angkat? 

Jawabannya mungkin, seperti cerita dalam film Panggil Aku Ayah. Sebuah film yang diperankan Agus Ringgo, Boris Bokir, Myesha Lin dan Tissa Biani sebagai pemeran utama bercerita tentang sebuah keluarga yang dibentuk berdasarkan kasih sayang bukan garis keturunan.

Thrillernya menarik sejak awal melihatnya saat kami akan menonton film Jumbo yang tayang saat Idul Fitri 2025. Namun, sayangnya film ini baru tayang 7 Agustus 2025. Kami terpaksa melewatkan film ini karena agenda bulan Agustus cukup padat. Sedih dong tentunya, terpaksa deh harus bersabar menunggu filmnya tayang di Netflix.

Syukurlah filmnya segera tayang di Netflix, kami sekeluarga pun segera menontonnya.dan sukses mmebuat saya terharu sekaligus ngakak. Beberapa kali saya harus menyeka air mata yang hendak keluar itu, kadang juga tertawa lepas karena aksi konyol pemainnya. Intip thrillernya dulu yuk! 


Deskripsi Film Panggil Aku Ayah

Judul film : Panggil Aku Ayah

Sutradara : Brnni Setiawan

Penulis Skenario : Rifki Ardhisa

Pemain :

Ringgo Agus Rahman sebagai Dedi Kosasih

Boris Bokir sebagai Tatang Suratang

Myesha Lin sebagai Intan kecil 

Tissa Biani sebagai Intan besar

Sita Nursanti sebagai Rossalinda

Produser : Visinema Studios

Durasi film : 120 menit

Genre : Drama

Penghargaan : Festival Film Indonesi 2025 untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik -Agus Ringgo Rahman, Aktor Utama Terbaik Genre Drama - Agus Ringgo Rahman dan Aktor Pendukung Terbaik Genre Drama - Boris Bokir


Baca juga : Cinta Kasih Ibu Dalam Air Mata Di Ujung Sajadah


Sinopsis Film

Jika Sobat Dy pernah mendengar bahwa film ini merupakan salah satu film keluarga terbaik atau nonton film ini mulai dari ngakak sampai terharu, memang benar adanya. Film ini sukses membuat kami tertawa karena aksi konyol Kang Dedi dan Kang Tatang. Namun, kalau menangis terharu sepertinya saya aja sih karena saya memang mudah terharu orangnya.

Film ini bercerita tentang sosok Intan yang tinggal, tumbuh dan dibesarkan oleh ibunya, Rossalinda atau Rossa yang merupakan single parent. Tidak diceritakan detail mengapa Ayah Intan pergi meninggalkan mereka berdua.

Rossa pun terpaksa utang sana sini untuk menutupi kebutuhan hidupnyadan akhirnya terjebak pada rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga yang mencekik. Rentenir tersebut memperkerjakan Kang Dedi dan Kang Tatang sebagai Debt Collector yang bertugas menagih utang, salah satunya Rossa.

Dedi dan Tatang mengambil Intan dari pelukan ibunya dan menggunakannya sebagai jaminan. Dedi dan Tatang berasumsi jika Intan diambil, maka Rossa akan membayar utangnya. Alih-alih membayar utang, Rossa justru meninggalkan Intan di rumah Dedi dan Tatang, Ia berjanji akan menjemputnya seminggu kemudian dan membayar utangnya.

Rossa berbohong, dia tidak menjemput Intan seminggu kemudian. Ia justru pergi keluar negeri dan menjadi TKW ilegal. Majikannya tidak pernah memberikan upahnya dan membuatnya tidak bisa kembali ke Indonesia. 

Miris ya, potret sebagian kecil warga Indonesia yang ingin mendapatkan upah dengan bekerja di luar negeri tetapi melalui jalur ilegal. Bukannya untung malah buntung. Hal serupa juga pernah dialami saudara saya  yang menyelinap masuk ke Malaysia dan tidak berhasil pulang membawa uang, sudah untung dapat pulang kembali ke Indonesia dengan selamat.

Intan pun dirawat oleh dua orang penagih tersebut. Mereka berdua bahu membahu merawat Intan, membiayai sekolahnya hingga lulus. Dari sinilah sutradara membuat adegan-adegan yang konyol.

Perlahan tapi pasti ikatan emosional pun muncul dan menjadi sebuah keluarga tanpa mereka sadari. Intan yang tetap memanggil Dedi dan Tatang dengan panggilan 'Kang' sejak mereka bertemu hingga Intan dewasa tak membuat Dedi behenti menyayangi Intan.

Akting Myesha Lin cukup menggemaskan dan berhasil memerankan tokoh Intan dengan baik di usianya yang masih belia. Aktingnya tampak natural, tampak saat Intan sedih dan mencari ibunya ke rumah yang mereka berdua tinggali sebelumnya, celetukannya saat mengajak Dedi dan Tatang sholat.

Suka duka mereka bertiga hadapi bersama layaknya sebuah keluarga dan tentunya tidak ada peran ibu. Dedi mengambil peran sebagai ayah dan ibu sekaligus bagi Intan. 

Suatu hari Intan dan Rossa pun akhirnya bertemu sejenak sebelum akhirnya Rossa meninggal dalam pelukan Intan.


Pemeran Panggil Aku Ayah

Peran Apik Agus Ringgo yang Terharu Dengan Panggilan Ayah

Pertemuan Intan dan ibunya membawa sebuah episode baru. Rossa minta tolong pada Dedi untuk mempertemukan ayah kandung Intan yang selama ini diketahui Intan telah meninggal dengan Intan.

Bukan hal yang mudah lho melakukan hal tersebut, karena jika Dedi melakukannya maka dia harus siap kehilangan Intan. Adegan Dedi galau dan khawatir diperankan apik oleh Agus Ringgo, wajar jika akting apiknya ini mendapatkan penghargaan FFI.

Apakah Intan memilih ayah kandungnya daripada Dedi? Tentu saja tidak, Intan justru menelepon Dedi minta dijemput dan dia memanggil Ayah pada Dedi saat akan menutup teleponnya saat itu..

Terharunya Dedi dengan panggilan Ayah membuatnya menangis sekaligus tersenyum bahagia. Agus membawa penonton ikut terharu, termasuk saya yang saat itu segera mengelap air mata yang tidak bisa ditahan.

Namun, sayang cerita ini ditutup dengan cerita yang sepertinya tampak dipaksakan. Hal ini terasa saat scene Dedi kecelakaan dalam perjalanan menjemput Intan hingga dia ditemukan Intan dalam keadaan lupa ingatan.

Tapi jangan khawatir, Benni sang sutradara tetap membuat film ini berakhir bahagia kok. Hanya saja saya merasa kurang puas, seharusnya ceritanya masih bisa diolah lagi sehingga endingnya tampak lebih apik.

Agus Ringgo berhasil memerankan tokoh Dedi dengan apik. Sosok preman yang lembut hatinya, sosok ayah yang belajar menjadi seorang ayah, mengasuh dan memebsarkan putrinya hingga menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan pekerjaan yang layak.


Pawn dan Panggil Aku Ayah

Film Panggil Aku Ayah merupakan adaptasi dari film Korea Selatan yang rilis tahun 2020 dengan judul Pawn. Penulis dan sutradara menyesuaikan cerita dengan budaya di Indonesia. 

Syuting dilakukan di Sukabumi. Dua tokoh utama diperankan akyir kelahiran tanah pasundan memudahkan mereka berdialog menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu yang mereka perankan.

Sutradara Pawn Kang Dae Kyu, penulis skenario dan beberapa pemain Pawn turut memberikan apresiasi film Panggil Aku Ayah ini.


Baca juga : Peran Kakak Dalam Keluarga di Film 1 Kakak 7 Ponakan


Film Panggil Aku Ayah

Pertemuan yang tak sengaja antara Dedi, Tatang dan Intan hingga akhirnya mereka menjadi sebuah keluarga membuat film ini layak ditonton bersama keluarga. Jika anak-anak masih kecil, beri pendampingan saat menontonya.

Film ni tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pemahaman bahwa sebuah keluarga tidak hanya terbentuk berdasarkan garis keturunan, tetapi juga dapat terbentuk kasih sayang yang tumbuh di antara mereka. Sehingga panggilan ayah pun layak diberikan pada Dedi yang mengasuhdan membesarkan Intan sejak kecil hingga dewasa.

Apakah Sobat Dy telah menontonnya? Yuk bagikan kisahnya di kolom komentar.

Read More

Harga Tiket dan Jam Buka Taman Pintar Yogyakarta, Liburan Edukatif yang Menyenangkan

Selasa, 13 Januari 2026

Harga Tiket dan Jam Buka Taman Pintar Yogyakarta

Sebelumnya saya bercerita tentang sejarah Taman Pintar Jogja hingga wahana yang ada di sana. Kali ini saya akan menceritakan kunjungan saya bersama enam anak. Eits jangan salah, bukan anak saya semua lho, tiga di antaranya adalah anak saya dan tiga lagi keponakan saya. Lokasinya di dekat hotel kami menginap, harga tiket dan jam bukanya juga masih sesuai dengan agenda kami.

Jarak Taman Pintar Jogja  dengan Hotel D'Senopati, tempat kami menginap tidak lebih dari 1 km, tetapi karena saya juga membawa keponakan yang masih TK, saya mengajak anak-anak naik becak saja daripada nanti saya menggendongnya karena kelelahan. Saat itu kami menggunakan tiga becak, saya bersama anak bungsu dan keponakan yang TK, sedangkan dua becak yang lain ditumpangi keponakan dan anak saya lainnya.

Kebetulan saya dan adik memiliki anak dengan jumlah sama serta urutannya pun sama. Cewek, cowok, cewek, anak adik pun begitu juga urutannya, usianya pun tidak terpaut jauh sehingga mereka seperti punya kelompok masing-masing.

Sengaja saya mengajak anak-anak ke Taman Pintar agar mereka dapat belajar dengan cara yang seru dan menyenangkan. Jam bukanya pun pagi, jadi kami bisa berkunjung setelah sarapan dan siangnya kami bisa melanjutkan perjalanan untuk kembali ke rumah masing-masing. Walaupun kami tidak mengunjungi semua wahana setidaknya anak-anak dapat bersenang-senang sekaligus belajar.

Apakah Sobat Dy ingin tahu juga berapa harga tiket dan jam buka Taman Pintar Yogyakarta? Simak hingga akhir artikel ya! Agar liburanmu menyenangkan dan sesuai rencana.


Sekilas tentang Taman Pintar Yogyakarta

Bagi Sobat Dy yang belum membaca artikel sebelumnya tentang Sejarah Singkat Taman Pintar ini, saya akan menceriktakannya sebentar. Taman Pintar Yogyakarta bukanlah destinasi wisata biasa, tetapi merupakan destinasi wisata edukasi. Letaknya berada di pusat kota, tak jauh dari Malioboro.

Taman ini didesain dengan menggabungkan teknologi dan permainan interaktif. Sehingga anak-anak dapat belajar tentang teknologi, tubuh manusia, energi, budaya Indonesia hingga politik dengan cara yang menyenangkan.

Jujurly saat pertama kali masuk saya merasakan suasana yang menyenangkan, ramah anak dan keluarga. Areanya didesain menarik, petunjuknya pun jelas. Tidak hanya anak-anak yang belajar, saya pun turut belajar dengan membaca petunjuk yang disediakan penyelenggara.


Baca juga : Liburan Yang Menyenangkan Dengan Sewa Mobil


Harga Tiket dan Jam Buka Taman Pintar Yogyakarta

Setelah menyelesaikan sarapan di hotel, saya mengajak anak-anak ke Taman Pintar yang lokasinya tidak jauh dari hotel. Daripada mereka hanya bermain gadget. Selain itu masih ada cukup waktu sebelum kami check out dari hotel. Kami berencana check out setelah menunaikan sholat Dhuhur. Lumayan masih ada waktu sekitar 3 jam.

Saat keluar hotel kami sudah disambut oleh beberapa tukang becak yang menawarkan jasanya. Setelah diskusi dengan anak-anak apakah mau naik becak atau jalan kaki saja ke Taman Pintar, beberapa minta untuk naik becak. Kalau yang besar memilih jalan kaki sih sebetulnya. Namun, yang kecil minta naik becak. Oke lah akhirnya diputuskan untuk naik becak saja.

Sebetulnya jarak antara hotel dan Taman Pintar tidaklah jauh, tetapi karena letaknya berseberangan maka harus mencari putar balik terdekat. Tukang becaknya cepat sekali mengayuh becaknya sehingga kami pun tiba di lokasi tidak lebih dari sepuluh menit dengan selamat.

Harga Tiket dan Jam Buka Taman Pintar Yogyakarta

Berhubung Taman Pintar buka jam 08.30, maka saat kami tiba di sana suasana masih lengang. Tanpa berdesakan dan antri saya pun langsung membeli tiket. Saat yang tepat untuk berkunjung ke daerah wisata merupakan hal yang penting, lho.

Terkait harga tiket masuk, ternyata harga tiket masuknya bukan berdasarkan tinggi badan seperti wahana edukasi lainnya, tetapi berdasarkan usia anak. Batasan usianya sampai usia 18 tahun, usia anak setingkat SMA. Waktu itu kami membeli tiket ke Gedung Oval, jika masih ada waktu maka kami akan mencoba wahana lainnya. Sehingga saya cukup membayar 6 tiket anak dan 1 orang dewasa sejumlah Rp. 108.000. Bentuk tiketnya juga dibedakan antara tiket anak dan dewasa.

Harga tiket untuk wahana lainnya berbeda-beda tergantung dengan wahana yang akan dikunjungi. Saya melampirkan harga tiket masuk wahana yang saya peroleh dari situs resmi Taman 

Saat memasuki Gedung Oval kami dibantu petugas untuk menscan tiket masuknya. Satu per satu dari kami memasuki gate masuk setelah tiket discan petugas. Pengunjung akan disambut akuarium besar yang berada di bagian depan Gedung Oval.


Pintu masuk gedung oval


Belajar dengan Cara Menyenangkan di Taman Pintar

Saat berada di akuarium besar, pengunjung dapat mendengar auman dari replika Dinosaurus. Suara auman yang sukses membuat sulungku takut dan tidak mau masuk ke dalam Gedung Oval beberapa tahun lalu.

Hal yang bertolak belakang dengan bungsuku, dia justru tertarik dan melangkah mendekati replika tersebut dan memperhatikannya dari jarak dekat. Gerakan dan aumannya dikendalikan menggunakan sensor gerak, sehingga saat ada pengunjung yang mendekat maka replika tersebut akan mengeluarkan suara. 

Di dalam gedung dibagi berdasarkan tema besar, misalnya tema air, biologi, teknologi, rumah adat dan masih banyak lainnya. Anak-anak pun mencoba berbagai topik, di antaranya simulasi gempa, sepeda kayuh yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik yang dapat menyalakan lampu.

Anak-anak pun mencoba satu per satu alat peraganya. Bungsu saya pun mencoba energi listrik statis yang dapat membuat rambutnya berdiri. Keponakan yang masih TK pun tak mau kalah dengan kakak-kakaknya, dia mencoba juga alat peraga yang sesuai dengan usianya.


Dinosaurus di Gedung Oval



Tips Nyaman Berkunjung ke Taman Pintar Yogyakarta

Datang tepat waktu merupakan hal yang krusial saat berkunjung ke daerah wisata. Oleh karena itu saya menyarankan tips nyaman berkunjung ke Taman Pintar Yogyakarta, di antaranya :

Datang awal

Ibarat pepatah, bangun pagi agar rejeki tidak dipatok ayam. Sama halnya dengan berkunjung ke daerah wisata. Datang lebih pagi lebih baik agar tidak perlu berdesakan atau antri lama saat akan bermain atau mencoba alat peraga.


Pilih wahana yang sesuai dengan usia anak

Tidak semua alat peraga dapat dimainkan anak. Sobat Dy dapat membantu anak untuk memilihkan peraga atau wahana yang sesuai dengan usianya, yag penting anak hepi dan dapat menikmati proses belajarnya. Beri pemahaman dengan bahasa yang mereka mengerti. Beberapa petugas juga berada di dalam wahana dan akan membantu menerangkan alat peraga jika ada yang ingin ditanyakan.


Siapkan waktu yang cukup

Sayangnya waktu kami terbatas sehingga kami hanya dapat mengunjungi Gedung Oval. Anak-anak sudah lelah mengelilingi area di dlaamnya dan berakhir di food court yang berada di lantai bawah. Mereka pun membeli minum dan jajanan kekinian yang ditawarkan di sana. 

Semoga di kesempatan berikutnya kami dapat mengunjungi semua wahana yang ada di Taman Pintar ini. Agar rasa penasaran ini terpuaskan.


Baca juga : Pilihan Tempat Outbond Anak TK Di Jawa Timur


Taman Pintar Yogyakarta, Inovasi Wisata Edukasi  

Jika ada pertanyaan apakah Taman Pintar Yogyakarta layak dikunjungi? Jawaban saya sih iya dong. Tidak hanya anak-anak yang belajar, saya pun juga ikut belajar di sana. Sayangnya saya terlalu menikmati proses belajar sehingga saya lupa mengambil foto, hanya ada foto anak-anak di beberapa alat peraga.

Tempat ini menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga anak dapat memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Harga tiketnya pun terjangkau dan jam bukanya relatif pagi, sehingga anak masih mempunyai energi yang cukup untuk berkeliling menikmati wahana yang ditawarkan.

Bagi Sobat Dy yang akan berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa untuk mampir ke Taman Pintar Yogyakarta dan dapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Siapkan waktu dan atur tiket sesuai kebutuhan. Nikmati momen belajar bersama anak yang tak akan terlupakan dengan cara yang menarik.


Referensi

1. https://tamanpintar.co.id/

2. https://www.1001malam.com/travel/taman-pintar-yogyakarta/

Read More

Inspirasi Dekorasi Kamar Estetik yang Membuat Ruangan Terasa Lebih Hidup

Sabtu, 10 Januari 2026

 

Inspirasi Dekorasi Kamar Estetik yang Membuat Ruangan Terasa Lebih Hidup

Bagi sebagian orang, termasuk saya, kamar tidak hanya sekedar tempat untuk tidur dan beristirahat setelah beraktivitas seharian. Kamar merupakan ruang personal untuk menenangkan diri, mencari inspirasi, sekaligus menciptakan quality time bersama pasangan maupun dengan anak-anak.

Tak heran jika inspirasi dekorasi kamar estetik kini menjadi tren, karena mampu menghadirkan suasana nyaman sekaligus memanjakan mata. Dengan penataan yang tepat serta menggunakan perabotan yang sesuai, kamar yang sederhana pun bisa menjadi lebih hidup dan berkarakter. Mulai dari pemilihan gaya, warna hingga pencahayaan memiliki peran penting dalam dekorasi kamar estetik impian.


Prinsip Dasar Dekorasi Kamar Estetik

Ruang kamar yang tertata rapi dan nyaman dipandang mata dapat menciptakan suasana hati yang lebih tenang serta meningkatkan kualitas istirahat. Elemen penting dalam menciptakan kamar estetik yang ideal dapat dilakukan dengan memperhatikan keselarasan dan keserasian seluruh elemen di dalamnya. 

Elemen tersebut mulai dari tata letak perabotan, pemilihan warna hingga pengaturan cahaya kamar yang saling mendukung untuk menciptakan suasana menyenangkan sekaligus menenangkan. Prinsip dasar dekorasi kamar estetik meliputi keseimbangan antara fungsi dan keindahan.

Perabotan yang digunakan sebaiknya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki fungsi yang jelas. Dengan dekorasi yang tepat, kamar dapat menjadi ruang personal yang merefleksikan Sobat Dy.


Baca juga : Mengenal Jenis-Jenis Stik Golf dan Fungsinya


3 Tema Dekorasi Estetik Populer

Ada tiga tema dekorasi estetik populer, di antaranya:

Minimalis

Ciri khas minimalis adalah menonjolkan kesederhanaan dan fungsional sehingga pemilihan furniture atau perabotan seperlunya saja. Warna netral akan mendominasi tema minimalis, seperti putih, abu-abu dan beige sehingga menciptakan kesan bersih dan rapi.

Tema minimalis sesuai bagi Sobat Dy yang menyukai kamar estetik dengan nuansa modern, teratur dan tenang.


Tema dekorasi minimalis



Bohemian

Ciri khas tema Bohemian adalah menonjolkan kebebasan berekspresi, artistik, warna dan tekstur alami. Elemen utama yang menjadi pilihannya menggunakan karpet bermotif, bantal dekoratif serta tanaman hias sehingga kamar menjadi lebih hidup.

Tema Bohemian sesuai bagi Sobat Dy yang ingin menghadirkan kamar estetik dengan sentuhan artistik dan hangat.


Scandinavian

Ciri khas tema Scandinavian adalah menonjolkan kenyamanan, fungsional dan keindahan alami. Umumnya menggunakan warna cerah, material kayu serta furniture dengan desain sederhana.

Tema Scandinavian sesuai bagi Sobat Dy yang ingin menghadirkan kamar estetik dengan nuansa bebas, santai, artistik serta personal.


Prinsip dasar dekorasi kamar

Menciptakan Suasana Estetik

Pemilihan warna mempunyai peran besar dalam menciptakan suasana kamar yang estetik. Umumnya warna netral seperti putih atau krem dipilih karena dapat memberikan kesan luas dan bersih.. Sedangkan warna pastel yang lembut dapat menghadirkan nuansa lembut dan menenangkan.

Prinsip dasar untuk menciptakan suasana estetik kamar adalah memadukan warna secara seimbang agar kamar nyaman dipandang dan tidak berlebihan. 


Inspirasi Dekorasi Kamar Estetik Dengan Kombinasi Pencahayaan Lampu Hias, String Light, dan Jendela

Salah satu elemen yang kadang terlupakan adalah pencahayaan, padahal kesan estetik dapat diperkuat dengan pemilahan sumber cahaya yang tepat. Beberapa pilihan pencahayaan dapat digunakan, di antaranya :

Natural light

Natural light atau cahaya alami umumnya menggunakan jendela yang besar, sehingga sinar mentari dapat leluasa memasuki sekaligus menghangatkan kamar. Sobat Dy juga dapat memanfaatkan tirai untuk melembutkan sinar matahari yang masuk ke dalam kamar.


cahaya alami kamar tidur



Ambient light

Ambient light atau pencahayaan dasar dapat menggunakan lampu gantung atau lampu plafon, sehingga kamar tidak terlalu gelap saat menjelang petang hingga malam hari.


Task dan accent light

Task dan accent light atau lampu utama dan lampu hias dapat menambah elemen dekoratif kamar dan menjadi focal point atau titik fokus. Misalnya lampu hias meja yang diletakkan di sudut ruangan, dapat berfungsi sebagai sumber cahaya untuk membaca sekaligus menambah elemen dekorasi kamar.


Decorative light

Decorative light atau string light dapat memberikan sentuhan ajaib. Rangkaian lampu-lampu kecil yang disusun dan diletakkan pada bagian tertentu dapat menambah kesan hangat dan cozy. Decorative light tidak digunakan sebagai penerangan utama.


Sobat Dy dapat mengkombinasikan pilihan lampu yang akan digunakan dalam kamar atau memilih salah satu dari pilihan pencahayaan di atas.


Baca juga : Miliki Hunian Nyaman Dekat Danau dan Berfasilitas Lengkap di Tangerang


Inspirasi Dekorasi Kamar Estetik Berawal dari Rumah yang Nyaman

hunian nyaman


Mewujudkan dekorasi kamar yang estetik tidak selalu membutuhkan biaya yang besar, lho. Dengan memahami prinsip dasar dekorasi, memilih tema yang tepat, menggunakan perabotan yang sesuai serta mengoptimalkan pencahayaan, kamar dapat menjadi ruang favorit di rumah.

Semua itu berawal dari rumah yang nyaman dan estetik sejak awal. Salah satunya adalah Summarecon Tangerang, hunian di Tangerang yang nyaman. Tidak hanya lokasinya yang dekat dengan akses Tol Bitung, Tol Jakarta Tangerang, tetapi juga memiliki 6 danau besar yang tersebar di kawasan.

Ada 3 cluster yang tersedia, yaitu Briza Lakes, Havena Lakes dan Rona Homes, tentunya semua dilengkapi dengan one gate system, clubhouse dan kolam renang serta playground. Hunian yang dirancang dengan arsitek kekinian serta menawarkan konsep rumah yang nyaman akan memudahkan penghuninya untuk mendesain kamar estetik sesuai keinginan.

Sebentar lagi kawasan ini juga akan dilengkapi dengan Summarecon Mall Tangerang yang lengkap dengan berbagai fasilitas pendukungnya sehingga membuat penghuni kawasan semakin nyaman untuk tinggal di sana.

Yuk ciptakan dekorasi kamar estetik sesuai keinginan dan impian Sobat Dy. Selamat mencoba.  

Read More