Simak Yuk 6 Cara Menumbuhkan Sikap Empati Pada Anak!

Jumat, 24 Mei 2024

 Cara Menumbuhkan Sikap Empati Pada Anak

Hai Sobat Dy, apakah anak-anak perlu dikenalkan dengan sikap empati sejak dini? Beberapa orang tua menyatakan bahwa hal ini penting karena anak dapat memahami perasaan orang lain dan mampu menempatkan dirinya. 

Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk menumbuhkan sikap empati pada anak sejak dini. Dampak lain yang ditimbulkan adalah anak akan lebih mudah berinteraksi dengan orang lain.

Namun, tidak semua orang tua memahami bagaimana cara menumbuhkan sikap empati pada anak. Sebetulnya hal ini dapat dilakukan dengan memberikan contoh dalam kegiatan sehari-hari. Simak yuk tips cara menumbuhkan sikap empati pada anak!


Empati 

Empati bukanlah sifat turunan seperti gen yang diwariskan orang tua terhadap anaknya dan diperoleh sejak anak lahir ke dunia. Namun, sifat atau sikap simpati dapat menjadi bagian dari diri anak jika orang tua menstimulus dan menumbuhkannya.

Sebelum membahas bagaimana cara menumbuhkan sikap empati, apakah Sobat Dy mengetahui apakah empati itu? Apakah empati sama dengan simpati?

Hal ini kerap terjadi, beberapa orang menganggap bahwa empati adalah simpati. Padahal kedua kata ini mempunyai arti yang berbeda. Empati merupakan kemampuan emosional untuk memahami suatu hal yang dirasakan dan atau dipikirkan oleh orang lain. 

Sedangkan simpati adalah rasa yang muncul karena ikut merasakan keadaan yang dialami oleh seseorang atau kelompok lain, baik itu rasa duka, suka, kecewa, dan sebagainya.

Sikap empati merupakan salah satu hal penting, karena tanpa adanya rasa empati, seseorang cenderung bersikap tidak peduli dengan sekitarnya. Bahkan tidak dapat merasakan penderitaan yang dilamai oleh orang lain.

Selain itu, perasaan menyesal atau bersalah tidak dimiliki oleh seseorang yang telah menyaiti sesama. Sehingga akhirnya sesorang tersebut akan lebih sering merendahkan, meremehkan bahkan mengucilkan orang lain yang sedang mengalami kesulitan. 

Alih-alih bersimpati dengan keadaan orang lain yang sedang mengalami kesulitan, seseorang tersebut justru tidak peduli dengan lingkungan.

Jika hal ini terjadi pada anak-anak, anak akan kesulitan mendapatkan teman karena cenderung dijauhi oleh temannya. Anak pun akan cenderung merendahkan, meremehkan, mengucilkan anak lain yang sedang kesulitan.


Ciri Seseorang Yang Mempunyai Empati  

Tahukah Sobat Dy bahwa empati merupakan salah satu bentuk kecerdasan emosional? Seseorang yang memiliki empati, mempunyai ciri yang mudah dikenali sebagai berikut:

1. Mampu mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik. Sehingga orang lain lebih nyaman untuk bercerita.

2. Dapat menerima sudut pandang orang lain walaupun mungkin berbeda dengan sudut pandangnya.

3. Lebih peka terhadap perasaan orang lain dengan adanya perubahan ekspresi, sikap, cara bicara, bahasa tubuh yang berbeda dibandingkan biasanya.

Jenis EMpati


Jenis Empati

Terdapat beberapa jenis empati yang perlu Sobat Dy ketahui, di antaranya:

Empati kognitif

Empati kognitif merupakan kemampuan menerima sudut pandang atau pemikiran seseorang. Keadaan memahami kondisi mental atau pemikiran seseorang dalam merespon keadaan atau situasi tertentu.


Empati afektif

Empati afektif merupakan kemampuan memahami emosi orang lain dan mampu meresponnya dengan tepat, sehingga seseorang tersebut tidak merasa sendiri dalam menghadapi suatu keadaan.


Empati somatis

Empati somatis merupakan kemampuan memahami kondisi seseorang dan ikut merasakan respon seseorang tersebut secara fisik. Misalnya jika seseorang sedang tegang menunggu pengumuman hingga jantung berdetak lebih kencang, orang berempati somatis dengan ikut merasa tegang dan jantung berdetak lebih kencang. 


Cara Menumbuhkan Sikap Empati Pada Anak

Seorang anak yang memiliki rasa empati akan lebih mudah untuk membangun dan menjalin hubungan dengan anak ataupun orang dewasa lain yang berada di sekitarnya. Walaupun dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menumbuhkan sikap empati pada anak, bukan berarti hal tersebut sulit untuk dilakukan, bukan.

Sobat Dy dapat menstimulus menumbuhkan rasa empati dengan cara yang sederhana sebagai berikut:

Penuhi kebutuhan emosi anak

Sebelum anak dapat merasakan dan mengekspresikan rasa empati pada orang lain, orang tua sebaiknya memenuhi kebutuhan emosi anak. Ibarat sebuah bejana, dia tidak akan mengalirkan apapun jika bejana tersebut kosong, bukan?

Begitu pula dengan empati. Anak tidak akan berempati jika dia kebutuhan emosinya tidak terpenuhi. Misalnya jika anak sedih, orang tua dapat memeluknya untuk menunjukkan bahwa orang tua berempati pada anak.


Ajarkan anak mengendalikan emosi negatif

Setiap orang tentunya memiliki emosi negatif seperti marah-marah, cemburu, termasuk anak-anak. Namun, hal ini sebaiknya dikendalikan dengan cara yang positif. 

Ketika anak memukul salah satu temannya, jangan langsung memarahinya, tetapi lerai dulu dan tungu keduanya tenang. Kemudian ajak keduanya berbicara tentang perasaannya masing-masing dan dnegarkan dengan seksama. 

Selanjutnya berikan pemahaman pada anak bagaimana cara menunjukkan perasaannya dengan cara yang lebih tepat. Misalnya adik merebut mainan kakak, sehingga kakak memukul adik. Orang tua dapat memberikan pemahaman, bahwa dipukul itu sakit, sebaiknya adik diberitahu dulu agar tidak merebut mainan kakak.


Cara menumbuhkan sikap empati


Menjadi role model

Anak merupakan peniru ulung, apapun yang dilakukan orang tua akan dengan mudahnya diikuti anak. Orang tua memberikan contoh bagaimana berempati kepada sesama, sehingga hal ini akan dilihat anak kemudian dicontoh anak.


Tanya perasaan anak saat kondisi anak sedang tidak baik

Kadang anak berada pada kondisi yang tidak baik atau tidak nyaman dan menunjukkan emosi negatif karena suatu hal, misalnya bertengkar, tidak sengaja memukul saudaranya. Orang tua dapat menanyakan perasaan anak 

Selain itu, orang tua juga dapat menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya dapat menyakiti perasaan orang lain atau menyakitinya secara fisik dan hal tersebut tidak baik. Ajak anak untuk berdiskusi, jika anak diperlakukan tidak baik. Seperti "Bagaimana perasaanmu jka mainanmu direbut?"

Sampaikan perasaan yang mungkin dialami anak dan bantu anak untuk memahami emosi dan perasaan tersebut.


Libatkan anak pada aktivitas sosial

Orang tua dapat melibatkan anak pada aktivitas sosial, misalnya berbagi takjil pada bulan Ramadan, mengajak anak untuk memilah mainan atau pakaian yang masih layak pakai untuk diberikan ke panti asuhan, berbagi bingkisan lebaran pada orang tidak mampu, dan lainnya.

Berikan penjelasan pada anak bahwa kegiatan tersebut akan berdampak positif pada orang yang diberi. 


Biasakan anak untuk tidak mencemooh atau membully teman

Ajak anak untuk bersikap baik pada siapapun, termasuk pada anak atau orang lain yang keadaannya kurang beruntung. Berikan pengertian pada anak untuk tidak menyakiti perasaan orang lain dalam bentuk appaun, karena hal tersebut merupakan tindakan yang salah.

Ajarkan pula pada anak untuk meminta maaf ketika anak baik secara sengaja atau tidak mengucapkan kata-kata yang tidak baik, mencemooh atau membully, maupun intimidasi terhadap anak lain. Sehingga anak mengetahui bahwa seseorang yang tampak berbeda juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya. 


Penutup

Menumbuhkan sikap empati pada anak memang bukan pekerjaan mudah dan kilat. Semuanya butuh proses. Sabar berproses bersama anak, akan membuatnya lebih mudah untuk dilakukan.

Pertanyaan atau sikap anak anak hendaknya tidak ditanggapi dengan emosi atau diabaikan, karena anak tidak dapat berproses sendiri. Namun, dengan adanya panduan dan bimbingan orang tua anak akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki empati. Simak juga tentang pentingnya pendidikan moral pada anak sejak dini ya. Semoga bermanfaat.


Referensi

1. https://www.kompas.com/sains/read/2021/10/29/133200423/apa-itu-empati-dan-cara-meningkatkan-empati

2. https://hellosehat.com/parenting/anak-6-sampai-9-tahun/perkembangan-anak/menumbuhkan-rasa-empati-anak/

3.https://www.halodoc.com/artikel/5-tips-mudah-menumbuhkan-rasa-empati-pada-anak

Read More

Apa Saja Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak?

Rabu, 22 Mei 2024

Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak

Hai Sobat Dy, setelah sebelumnya kita membahas tentang tips mendidik anak di era digital, sekarang kita cari tahu apa saja dampak penggunaan gadget pada anak. Agar kita lebih memahami bagaimana cara bersikap pada anak-anak.

Tak dapat dipungkiri bahwa teknologi ibarat pisau bermata dua, di sisi lain menguntungkan dan di sisi lainnya pun merugikan. Selain itu, gadget telah merevolusi cara manusia berinteraksi satu sama lain, metode belajar hingga kegiatan sehati-hari lainnya.

Jika orang tua seperti saya termasuk dalam generasi X, yaitu generasi kelahiran 1964 hingga 1980, generasi yang tumbuh bersama teknologi. Sedangkan anak-anak saya yang merupakan kelahiran 2013  dan setelahnya merupakan generasi alpha. Sebuah generasi yang tumbuh berdampingan bersama teknologi.

Sebagai orang tua tentunya harus kreatif menghadapi gap perbedaan ini dan untuk mengoptimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatifnya, bukan.

Pengertian Gadget


Gadget

Akhir-akhir ini istilah gadget akrab di telinga kita. Apakah gadget hanya terbatas pada telepon selular atau smartphone atau handphone? Tentu saja tidak. 

Namun, karena kemajuan teknologi hampir berbagai jenis gadget ada di smartphone yang ada dalam genggaman kita. Sehingga secara tidak langsung masyarakat mengenal handphone sebagai gadget.

Gadget merupakan perangkat elektronik canggih yang berisi berbagai aplikasi yang berfungsi sebagai sumber informasi, hiburan, berjejaring, berkreasi, dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Selain itu, gadget juga terhubung dengan internet. Tak dapat dipungkiri bahwa gadget banyak membantu kehidupan manusia.

Berikut berbagai jenis gadget berdasarkan fungsinya:

Gadget sebagai alat komunikasi

Gadget yang berfungsi untuk memudahkan manusia berkomunikasi tanpa batas jarak dan waktu. Hal ini didukung dengan terhubungnya gadget dengan internet sehingga dapat terhubung dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun dengan biaya yang lebih terjangkau.

Komunikasi ini dapat dilakukan dalam bentuk teks maupun suara. Jika dulu ada aplikasi mirc, duh ketahuan umurnya deh. Kemudian berkembang hingga saat ini ada WhatsApp. Komunikasinya pun tidak hanya orang per orang, tetapi juga bisa dilakukan dengan beberapa orang sekaligus.

Apalagi saat pandemi, rapat yang biasa dilakukan secara offline berubah menjadi rapat online, menggunakan aplikasi Zoom, Google Meet, Microsoft Team dan masih banyak lagi lainnya. Contoh gadget untuk komunikasi smartphone, tablet, laptop.


Gadget untuk produktivitas

Gadget ini berfungsi untuk membantu aktivitas manusia sehari-hari menghasilkan karya, produk atau sesuatu yang bermanfaat. Contoh gadget untuk produktivitas laptop, smartphone. Kedua perangkat ini dapat membantu manusia untuk bekerja, seperti membuat laporan, mengolah data, dan lainnya.

Selain itu, laptop dapat dibawa kemana saja, karena bentuknya yang ringkas dan tidak seberat personal computer yang berat. Selain itu, laptop juga dapat dipasang beberapa aplikasi yang mendukung aktivitas manusia sehari-hari.


Gadget untuk hiburan

Gadget ini berfungsi untuk menghibur penggunanya, baik dalam bentuk audio visual, visual ataupun audio saja. Contoh gadget untuk hiburan adalah pemutar musik atau pemutar video. Bentuknya ada yang portable ataupun tidak. 


Gadget untuk gaya hidup

Gadget saat ini tidak hanya untuk melakukan komunikasi, meningkatkan produktivitas, dan hiburan saja, tetapi juga untuk mendukung gaya hidup. Kok bisa? Yups, karena seseorang yang memiliki gadget ini akan tampak lebih eksklusif karena gadget ini hanya dimiliki oleh segelintir orang saja.

Contoh gadgetnya seperti drone, konsol game, fitness band, smartwatch. 


Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak 

Dengan begitu banyaknya jenis gadget yang mendukung aktivitas manusia baik manusia dewasa maupun anak-anak, apakah hal ini tidak menimbulkan dampak negatif terutama bagi anak-anak?

Baik atau buruk suatu hal tergantung sudut pandang dalam menyikapinya, bukan. Begitu pula dampak yang ditimbulkan, tentu saja ada dampak positif dan ada pula dampak negatifnya. Berikut dampak penggunaan gadget pada anak baik positif maupun negatif:

Dampak positif

Meningkatkan keterampilan kognitif anak

Keterampilan kognitif merupakan kemampuan anak untuk menerima informasi kemudian mengolah informasi tersebut dengan nalarnya sehingga menjadi sebuah pengetahuan baru dan mengingatnya.

Beberapa permainan dapat mendukung hal ini di antaranya game teka-teki, menggambar, program edukasi lainnya. Media belajar pun juga sudah tersedia dalam bentuk online seperti kursus mengaji, matematika dan bahasa Inggris online.


Salah satu kelengkapan sekolah

Salah satu metode belajar agar memudahkan anak untuk memahami materi pelajaran adalah menggunakan audio visual. Sehingga ada beberapa materi dijelaskan menggunakan video baik yang dibuat sendiri oleh guru maupun lembaga lain, sehingga anak lebih mudah memahami materi pelajaran tersebut.


Mengasah keterampilan motorik

Keterampilan motorik anak merupakan kemampuan anak untuk menggerakkan anggota tubuh, seperti jari tangan, jari kaki, dan anggota tubuh yang dapat bergerak lainnya. Ketika anak bermain game secara tidak langsung juga melatih kecepatan jari tangannya untuk bergerak. Saat melihat video menari, anak akan mengikuti gerakan menarik yang ditayangkan video. 

Gerakan tersebut baik untuk melatih motorik anak, selama dalam durasi waktu yang tidak berlebihan, karena jika berlebihan akan muncul dampak negatif lainnya.

Dampak Penggunaan Gadget


Dampak negatif

Tak dapat dipungkiri dampak negatif saat menggunakan gadget secara berlebihan tentunya juga akan muncul, diantaranya:

Sulit konsentrasi

Penggunaan gadget yang berlebihan akan mempengaruhi perkembangan anak seperti mudah gelisah, tyidak dapat fokus, mudah terdistraksi. Hal ini akan berpengaruh pada proses belajar anak-anak di sekolah maupun di rumah.

Sulit konsentrasi akan menyebabkan anak memahami materi pelajaran hingga efek berikutnya adalah nilai materi pleajaran turun.


Gangguan kesehatan

Penggunaan gadget berlebihan juga berpengaruh pada beberapa masalah kesehatan, di antaranya kesehatan mata, kesehatan mental termasuk mudah depresi dan terlambat bicara. Anak mudah gelisah, sulit tidur, mudah tersinggung, hingga mudah marah dan efek berikutnya adalah meningkatkan risiko depresi.

Selain itu, anak juga reflek menatap layar tanpa berkedip atau menatap gadget denga jarak pandang yang dekat. Hal ini memicu efek mata malas yang berisiko menderita rabun jauh atau myopi.


Obesitas

Obesitas atau kegemukan merupakan resiko yang kerap muncul pada anak yang menggunakan gadget berlebihan baik untuk bermain game maupun menonton video. Sehingga anak kurang bergerak sehingga lebih mudah mengalami obesitas.


Interaksi sosial

Interaksi sosial dapat berupa komunikasi dengan menatap lawan bicara atau berbicara langsung dengan sesama anak maupun orang dewasa. Anak yang berlebihan menggunakan gadget akan merasa lebih nyaman berkomunikasi melalui teks dibandingkan bertemu atau berbicara langsung dengan lawan bicara.

Anak lebih nyaman berkomunikasi melalui teks atau berbicara di media sosial. Tak jarang anak-anak membuat story di media sosial untuk mencurahkan isi hati mereka.


Bullying 

Hal ini terkait dengan kemudahan anak untuk mengakses media sosial dan berkomunikasi melalui media sosial tersebut. Alih-alih mendapatkan solusi justru kadang anak-anak dibully oleh teman-temannya sendiri. 

Di sisi lain, anak juga mudah melakukan bullying dengan komentar negatif tanpa berhadapan langsung dengan pemilik akun tersebut. Sehingga antara pelaku dan korban mungkin dapat dilakukan secara bersamaan. Bullying yang dilakukan di media sosial kerap disebut cyberbullying.


Penutup

Bijak menggunakan gadget adalah sikap bijaksana yang perlu dilakukan. Kecanggihan teknologi tidak dapat dihindari karena hal tersebut termasuk dalam perubahan jaman. 

Hidup berdampingan dengan teknologi dengan memanfaatkannya dan menggunakannya dengan bijak akan memudahkan manusia untuk beraktivitas dan meningkatkan kualitas hidup manusia.

Orang tua dapat menerapkan beberapa aturan terkait pemakaian gadget. Pendampingan dan pengarahan orang tua saat anak menggunakan gadget pun diperlukan.

Dengan begitu dampak penggunaan gadget pada anak yang negatif dapat dikendalikan. Simak lebih lanjut tentang cara menumbuhkan sikap empati pada anak ya. Semoga bermanfaat.


Referensi

1. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-gadget/

2. https://www.ciputramedicalcenter.com/pengaruh-gadget-terhadap-perkembangan-anak/

Read More

Plus Minus Menggunakan Popok Bayi Sekali Pakai

Senin, 20 Mei 2024

Popok Bayi Sekali Pakai


Saat ini pilihan popok bayi bervariasi. Ada popok bayi sekali pakai dan popok bayi yang terbuat dari kain. Bentuk dan bahannya pun bervariasi. Kadang pemilihan popok bayi juga menjadi dilema bagi sebagian orang tua. 

Sebelum memilih popok ada baiknya untuk mencari informasi terkait kelebihan dan kekurangan popok bayi sekali pakai atau popok bayi dari kain. Selanjutnya Sobat Dy dapat memilih merk popok bayi tersebut yang sesuai dengan kenyamanan bayi maupun orang tua, anggaran belanja popok.

Simak artikel ini hingga akhir untuk mengetahui plus minus popok bayi yang akan Sobat Dy pilih untuk ananda. Sehingga bayi nyaman dengan popok pilihan orang tuanya.


Kelebihan dan Kekurangan Popok Kain

Saat ini popok bayi hadir dengan bentuk dan warna yang menarik. Selain itu bahan yang digunakan pun lebih bervariasi. 

Kelebihan popok yang terbuat dari kain

Sebagian orang tua memilih menggunakan popok kain karena mempertimbangkan beberapa kelebihannya sebagai berikut:

-Dapat dipakai berulang kali, sehingga mengurangi sampah dan dianggap lebih ramah lingkungan dan ramah di kantong.

-Dapat disimpan dan digunakan untuk adiknya atau saudara lain

-Dianggap lebih nyaman untuk kulit bayi karena bahannya bebas dari bahan kimia.


Kekurangan popok yang terbuat dari kain

Selain memiliki kelebihan tentunya popok bayi yang terbuat dari kain juga memiliki kekurangan, yaitu:

-Mudah bocor sehingga harus sering menggantinya agar bayi tetap nyaman.

-Tidak praktis, karena popok perlu dicuci dan dijemur dulu hingga kering sebelum digunakan kembali.

-Pengasuh atau orang tua lebih capek, karena harus mencuci dan menjemur popok kain. Jika musim hujan perlu mempertimbangkan popok kain yang tidak kunjung kering. 

-Area dimana bayi buang air kecil (BAK atau buang air besar (BAB) harus segera dibersihkan agar kotorannya tidak terbawa kemana-mana.

-Popok yang terkena urine atau tinja harus segera dibersihkan sebelum dicuci. Selain itu pencuciannya pun tidak dapat dicampur dengan pakaian lain. 

-Mempertimbangkan penggunaan detergen untuk mencuci popok, sebaiknya menggunakan bahan yang tidak menyebabkan ruam pada bayi, terutama jika kulit bayi sensitif.


Kelebihan dan Kekurangan Popok Bayi Sekali Pakai

Saat ini menggunakan popok bayi sekali pakai merupakan pilihan sebagian besar orang tua karena dianggap memudahkan dan praktis. 

Kelebihan popok bayi sekali pakai 

Berikut beberapa kelebihan popok bayi sekali pakai yang menarik perhatian sebagian orang tua untuk memilihnya:

-Dapat menampung urine dalam jumlah banyak sehingga tidak perlu mengganti popok setiap kali bayi BAK.

-Praktis, terutama saat bepergian, tidak bingung jika di tengah jalan anak BAK.

-Anak tetap merasa nyaman dan tidurnya tidak terganggu saat BAK di tengah waktu tidurnya.

-Beberapa merk popok sekali pakai menggunakan bahan dan mendesain popok sehingga ada aliran udara ke kulit bayi untuk mencegah ruam karena pemakaian popok.


Kekurangan popok bayi sekali pakai

Beberapa kekurangan popok bayi sekali pakai yang dapat dipertimbangkan:

-Harga popok sekali pakai lebih mahal jika dibandingkan popok kain yang dapat dipakia berulang kali.

-Popok segera dibuang dan tidak dapat dipakai kembali apalagi disimpan.

-Beberapa merk popok sekali pakai menggunakan bahan yang kurang nyaman bagi bayi dengan kulit sensitif sehingga rawan menimbulkan ruam.


Setelah mengetahui plus minus popok bayi, tentunya Sobat Dy sudah tidak bingung lagi akan memilih popok yang bagaimana untuk buah hati, bukan. Untuk membelinya pun tidak perlu bingung karena market place kesayangan Tokopedia menyediakan berbagai macam kebutuhan, termasuk popok bayi.


Tokopedia 

Tokopedia merupakan perusahaan teknologi di Indonesia yang mempunyai misi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia. Sehingga untuk mendukung misinya Tokopedia turut mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan perorangan untuk mengembangkan usahanya.

Beberapa program untuk mendukung misinya telah dilakukan dan menggandeng partner kerja yang kompeten sehingga hal ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Tak heran jika Tokopedia mendapatkan berbagai macam penghargaan, salah satunya adalah Best Workplaces for Innovators 2022 List pada tahun 2022.


Rekomendasi Popok Bayi Sekali Pakai

Sobat Dy dapat memilih berbagai macam merk popok bayi sekali pakai di marketplace Tokopedia dengan mudah. Pilih kategori, kemudian gunakan filter untuk memudahkan, tanpa menggunakan filter pun juga tidak apa-apa. 

Pilihan filter yang disediakan yaitu lokasi, harga, ekspedisi pengiriman, penawaran (promo), kondisi, rating, durasi pengiriman, jenis toko. Setelah itu Sobat Dy dapat berbelanja sesuai keinginan.

Beberapa rekomendasi popok bayi sekali pakai yang dapat dipilih sebagai berikut :

Makuku

Pampers Makuku merupakan popok sekali pakai dengan teknologi SAP atau Super Absorbent Polymer. Teknologi ini memungkinkan popok tidak menggumpal dan efektif mengurangi ruam. Selain itu pampers Makuku juga dilengkapi dengan bubble belt yang didesain di bagian pinggang sehingga tidak meninggalkan bekas kemerahan di pinggang saat menggunakan popok.

popok bayi sekali pakai pampers makuku

Pampers Makuku tersedia dalam beberapa jenis dan ukuran mulai dari newborn hingga anak dengan berat badan 14 Kg.


Mamypoko Pants

Mamypoko Pants merupakan salah satu produk dari Mamypoko. Variasi popok yang disediakan pun banyak dengan desain unggulan masing-masing.

popok bayi sekali pakai mamypoko pants

Keunggulan Mamypoko pantas adalah 2 kali lebih elastis mampu mengikuti gerak tubuh dan postur bayi pada segala posisi sehingga bayi tidak gatal dan tidak lecet. Daya serapnya pun tinggi hingga 12 jam.

Popok ini juga dilengkapi dengan sirkulasi udara yang maksimal sehingga mampu mengurangi iritasi pada kulit bayi dan teruji secara dermatologi.


Merries

Popok Merries merupakan salah satu produk dari Kao Corporation. Popok Merries tersedia dengan perekat dan pants serta dalam berbagai jenis dan ukuran. Mulai bayi baru lahir hingga anak dengan berat badan 25 kg.

popok sekali pakai popok merries

Keunggulan popok Merries adalah adanya pori sirkulasi udara untuk melepas udara lembab keluar, tetapi cairan tetap tertahan. Permukaan popok yang bergelombang dan lembut berfungsi untuk penyerapan urine secara maksimal dan permukaan dengan serat halus di bagian kanan kiri berfungsi untuk menangkap tinja dan urine agar tidak bocor.

Selain itu, adanya fitur penanda bahwa popok telah penuh memudahkan orang tua mengetahui bahwa popok ananda perlu diganti. Indikator warna yang semula kuning menjadi biru menunjukkan bahwa popok telah penuh.


Penutup

Dengan mengetahui plus minus popok bayi sekali pakai popok bayi sekali pakai dan popok kain, Sobat Dy tidak perlu bingung lagi dalam memilih popok untuk buah hati. Setiap jenis popok mempunyai kelebihan dan kekurangan, tergantung kenyamanan dan anggaran yang ada. 

Read More

Tips Mendidik Anak Di Era Digital

Jumat, 17 Mei 2024

Mendidik Anak di Era Digital

Kecanggihan teknologi ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi menguntungkan, sedangkan di sisi lain merugikan. Hal yang sama juga berlaku di bidang pengasuhan. Sebagian orang tua menganggap bahwa membawa pengaruh yang buruk pada anak. Namun, di sisi lain gadget juga berdampak positif dengan beberapa syarat tentunya.

Kemajuan teknologi tak dapat dihindari, karena teknologi sudah akrab dengan keseharian kita. Apalagi anak-anak dengan mudahnya beradaptasi dengan teknologi terbaru. Dengan adanya kemajuan teknologi seperti saat ini, apakah pola pengasuhan jaman dulu dapat diterapkan untuk saat ini?

Tentu saja tidak bisa karena teknologi yang berkembang pun berbeda. Seperti pesan Ali bin Abi Thalib untuk mendidik anak sesuai dengan zamannya, bukan sesuai dengan zaman kita sebagai orang tuanya.  

Bagaimana mendidik anak di era digital seperti saat ini? Yuk, baca artikel ini hingga akhir ya, yang akan membahas bagaimana cara mendidik anak di era digital.


Tips Mendidik Anak di Era Digital

Kehadiran teknologi digital memberikan banyak manfaat untuk kehidupan manusia, salah satunya di bidang pendidikan, contohnya aplikasi mengenal huruf dan angka, permainan campur warna, sehingga dapat menstimulus kreativitas anak.

Namun, jika teknologi tidak dikendalikan, teknologi dapat memberikan dampak yang negatif bagi anak-anak, misalnya gangguan tidur, anti sosial, dan masih banyak lagi. Cukup rumit ya menghadapi hal ini. 

Simak tips mendidik anak di era digital untuk meminimalisir dampak negatif teknologi:

Mengarahkan penggunaan gadget 

Membuat aturan tentang penggunaan internet dan gadget di rumah. Aturan tersebut dapat berupa syarat tertentu yang harus dilakukan sebelum anak menggunakan gadget, misalnya:

-Gadget hanya digunakan di akhir pekan

-Anak dapat menggunakan gadget setelah membaca 1 buku dan menceritakan isi buku

-Gadget dapat digunakan 15 menit per hari. Sobat Dy dapat memanfaatkan fitur timer agar tidak terlewat.

Aturan lainnya dapat Sobat Dy variasi sesuai kesepakatan dengan anak-anak atau berdiskusi dengan pasangan. Dengan adanya batasan waktu saat menggunakan gadget juga dapat melatih anak untuk disiplin terhadap waktu.


Memberikan batasan screen time

Screen time merupakan durasi untuk menatap layar, baik layar televisi, ponsel, komputer, laptop, maupun perangkat permainan. Hal ini juga terkait dengan kesehatan mata anak. Terlalu lama menatap layar juga dapat membuat mata pedih karena lelah.

Dampak lainnya anak mungkin akan mengalami sulit tidur. Selain itu, semakin lama anak menatap layar, semakin banyak pula informasi yang mungkin tidak sesuai dengan usianya akan diterima anak.


Mendampingi anak saat menggunakan gadget 

Salah satu keuntungan dunia digital adalah kecepatan dan luasnya sebuah informasi yang diperoleh, terlepas informasi tersebut benar atau tidak, valid atau tidak. Oleh karena itu saat anak menggunakan gadget sebaiknya didampingi.

Hal ini bertujuan agar orang tua dapat mengendalikan konten yang boleh ditonton anak-anak. Saat ini konten negatif juga dikemas apik dalam bentuk film kartun sehingga orang tua tidak dapat menduga jika konten yang ditayangkan tersebut negatif.

Oleh karena itu, sebaiknya orang tua tidak membiarkan anak bermain gadget sendirian, apalagi di ruangan terpisah dengan orang tua.

Mendampingi Anak Menggunakan Gadget


Memantau aktivitas anak di dunia maya

Cara lain untuk memantau penggunaan teknologi pada anak adalah dengan memantau aktivitasnya di dunia maya, terutama jika anak sudah mengenal media sosial. Riwayat video yang dilihat di YouTube dapat ditelusuri untuk melihat apakah kontennya sesuai dengan usia anak.

Jika kontennya mencurigakan dan sekiranya dapat berdampak buruk pada anak, situs tersebut dapat diblokir. Selain itu daftar teman di media sosial juga dapat dipantau.


Seimbangkan durasi waktu di dunia nyata dan dunia maya

Fitrah anak adalah bergerak, sehingga mengajak anak untuk melakukan aktivitas fisik merupakan kegiatan yang positif. Selain itu, hal ini juga baik untuk menstimulasi tumbuh kembangnya.

Aktivitas fisik lainnya yang mungkin dapat dilakukan adalah berkebun, berenang, bersepeda atau bermain dengan teman sebayanya. Tidak hanya aktivitas fisik yang dapat dilakukan, sekedar mengobrol bareng bersama anak juga merupakan kegiatan yang menyenangkan, lo.


Menggunakan gadget dengan bijaksana

Orang tua sebagai orang dewasa terdekat dalam ruang lingkup anak sebaiknya menjadi role model atau panutan anak. Sehingga orang tua setidaknya juga memberikan contoh tentang penggunaan gadget yang bijak.

Contohnya adalah tidak menggunakan gadget selama makan bersama, bermain bersama anak dan tidak menggunakan gadget berlebihan. 


Hindari menggunakan gadget untuk merayu anak

Gadget memang perangkat yang sellau menarik perhatian anak. Namun, sebaiknya tidak menggunakan gadget untuk merayu anak agar menuruti permintaan orang tua atau agar tidak mengganggu orang tua.

Contohnya adalah agar anak mau makan, diajak melihat video lucu sehingga tidak fokus pada makan, tetapi makannya bisa habis. Saat anak rewel, diberikan gadget untuk mengalihkan perhatiannya dan anak berhenti menangis dan tidak mengganggu orang tuanya. 

Tips Mendidik Anak Di Era Digital


Penutup

Itulah beberapa tips mendidik anak di era digital. Tidak semuanya kemajuan teknologi berdampak buruk pada anak-anak. Hal ini dapat diminimalkan dengan beberapa aturan yang diciptakan dalam keluarga, karena bagaimanapun juga orang tua bertanggung jawab terhadap pendidikan anak.

Kerjasama Sobat Dy dan pasangan sebagai orang tua sangat diperlukan untuk membuat aturan dan mengawasi aktivitas anak bersama dengan gadgetnya. Semoga artikel ini bermanfaat ya. Simak juga artikel tentang dampak penggunaan gadget pada anak ya. 


Referensi

1. Kiat Mendidik Anak di Era Digital, https://ditsmp.kemdikbud.go.id/kiat-mendidik-anak-di-era-digital/

2. 8 Tips Mendidik Anak Di Era Digital Yang Bisa Dilakukan,

https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/perkembangan-balita/mendidik-anak-di-era-digital/

Read More

Tips Perawatan Kulit Usia 40 Tahun Secara Alami

Rabu, 15 Mei 2024

 Tips Perawatan Kulit Usia 40 Tahun Secara Alami

Hai Sobat Dy, siapa yang sudah memasuki usia 40 tahun atau sudah berusia 40 tahun ke atas? Toss dulu dong. Masalah kulit wajah yang kita alami mungkin sama ya, yaitu mulai muncul keriput, kulit terasa kendur dan beberapa tanda penuaan lainnya. Adakah yang mempunyai tips perawatan kulit usia 40 tahun ke atas?

Setiap wanita tentunya ingin memiliki kulit wajah yang sehat dan cantik, bukan. Oleh karena itu saat ini semakin banyak produk perawatan kulit untuk mengatasinya. Selain menggunakan produk perawatan tersebut, adakah cara lain untuk perawatan kulit usia 40 tahun secara alami? Yuk kita cari tahu bersama di artikel ini ya.


Kondisi Kulit Wajah Usia 40 Tahun

Seiring bertambahnya usia kondisi kulit wajah pun mengalami perubahan. Jika saat berusia 20 tahun kulit wajah berada pada kondisi prima maka lambat laun kondisi ini pun menurun perlahan jika tidak dirawat.

Tanda penuaan seperti garis halus mulai muncul saat menginjak usia usia 30 tahun dan perlahan bertambah seiring bertambahnya usia. Selain itu, flek hitam pun juga mulai bermunculan. 

Walaupun munculnya flek hitam tidak hanya karena bertambahnya usia, tetapi juga karena faktor lain seperti efek penggunaan alat kontrasepsi. Munculnya flek hitam juga dapat disebabkan karena kelembaban kulit yang menurun. Sehingga hal ini pun perlu diatasi agar kondisinya tidak semakin parah.


Masalah Kulit Yang Muncul Pada Usia 40 Tahun

Usia 40 tahun merupakan usia yang istimewa sehingga muncul tagline "Life begins at 40". Umumnya pada usia 40 tahun, emosi dan materi stabil dan matang. Namun, penurunan fungsi fisik mulai menurun walaupun tidak signifikan.

Metabolisme tubuh bekerja lebih lambat, kondisi fisik lebih cepat lelah, penglihatan mulai rabun saat membaca dengan jarak dekat, sehingga memerlukan kacamata membaca. Begitu pula yang terjadi pada kulit. Berikut permasalahan kulit yang muncul pada usia 40 tahun yang dirangkum dari beberapa sumber:

Kulit tampak kusam

Kecepatan proses pergantian sel tubuh berkurang sehingga sel kulit mati menumpuk dan menyebabkan kulit kusam. Untuk meminimalisirnya maka dapat dilakukan eksfoliasi kulit menggunakan AHA dan atau BHA.


Lingkaran hitam di area mata

Mata panda merupakan istilah yang diberikan karena adanya lingkaran hitam di area mata seperti panda. Hal ini disebabkan karena kurang tidur, proses penuaan, kulit yang dehidrasi. Hal ini dapat diminimalisir dengan menggunakan krim mata yang mengandung zat anti aging.


Garis dan kerutan

Garis dan kerutan yang muncul akibat proses penuaan serta paparan sinar matahari tanpa perlindungan sunscreen. Hal ini dapat diminimalisir dengan pemakaian serum dan sunscreen sebelum beraktivitas di luar ruangan.


Kulit lebih mudah kering dan dehidrasi

Produksi minyak alami kulit wajah menurun sehingga kelembaban wajah pun menurun. Hal ini mengakibatkan kulit mudah kering hingga mengalami dehidrasi.


Kerutan di dahi

Kerutan yang berbentuk mirip angka 11 di antara alis mata ini muncul karena adanya gerakan otot wajah saat berpikir atau merenungkan suatu hal. Selain itu, ada juga kerutan yang berbentuk garis horisontal di dahi. Garis ini muncul karena adanya gerakan otot wajah saat melakukan ekspresi tertentu.

Kerutan di dahi dapat diminimalkan dan dikurangi dengan pemakaian pelembab dan serum wajah yang mengandung zat anti-aging.


Kerutan di ujang mata

Kerutan di ujung mata bagian luar umumnya muncul karena otot wajah yang bergerak ketika tertawa dan tersenyum. Elastisitas kulit menyebabkan kerutan ini hilang ketika sudah tidak tertawa atau tersenyum. 

Namun, elastisitas ini menurun dengan bertambahnya usia sehingga kerutan yang semula hilang perlahan tidak hilang dan lama kelamaan semakin jelas dan semakin dalam. Hal ini dapat dikurangi dengan pemakaian krim mata yang mengandung zat anti-aging.


Flek hitam atau noda hitam

Beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya flek hitam di antaranya paparan sinar UV yang berasal dari matahari, proses penuaan, bekas jerawat


Tips Perawatan Kulit Usia 40 Tahun Secara Alami

Ternyata permasalahan kulit yang dialami usia 40 tahun cukup banyak juga. Selain perawatan wajah menggunakan skincare yang sesuai untuk kondisi kulit, ada juga perawatan alami yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Berikut tips perawatan kulit secara alami yang dapat dilakukan yang dirangkum dari berbagai sumber:

Menggunakan masker wajah

Sobat Dy dapat membuat sendiri masker  wajah dengan bahan madu dan putih telur. Kedua bahan ini dipercaya dapat membantu mengencangkan kulit. Kandungan antioksidan pada madu dapat membantu menghilangkan racun yang menumpuk. 

Sedangkan kandungan protein pada putih telur dapat meregenerasi sel-sel kulit yang telah mati dan meningkatkan elastisitas kulit. Madu dan putih telur dicampur rata dalam wadah kemudian dioleskan ke wajah dan dibiarkan selama 15 menit.

 

Scrub menggunakan kopi

Kopi tidak hanya digunakan sebagai minuman yang nikmat, tetapi juga dapat digunakan sebagai scrub alami. Scrub dengan bahan kopi dapat membantu mengencangkan, mencerahkan serta menyehatkan kulit. 

Sobat Dy juga dapat mencampurkan minyak kelapa dengan kopi untuk scrub, sehingga kulit tampak lebih segar. Penggunaan antioksidan seperti kopi dalam jangka waktu lama secara konsisten dapat menjaga kesehatan kulit dan menjaganya tetap berkilau.


Pemakaian lidah buaya

Lidah buaya dipercaya dapat menyegarkan dan membuat kulit lebih rileks. Selain itu kandungan asam malat dalam lidah buaya dapat meningkatkan elastisitas kulit. 

Kupas lidah buaya dan ambil isinya, kemudian dihancurkan. oleskan lidah buaya secraa merata pada kulit wajah. Diamkan beberapa saat kemudian bilas hingga bersih.


Penutup

Perawatan kulit usia 40 tahun secara alami tidak sulit, bukan. Hanya perlu konsisten dalam melakukannya sehingga hasil yang diperoleh pun maksimal. Semoga bermanfaat. Ceritakan perawatan wajah yang telah Sobat Dy lakukan di dalam komentar.


Referensi

1. https://lifestyle.kompas.com/read/2022/12/01/052658720/4-perawatan-rumahan-agar-kulit-kencang-di-usia-40

2. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/perawatan-wajah-untuk-usia-40-tahun-ke-atas

3. https://www.gramedia.com/best-seller/perawatan-wajah-usia-40-keatas/
Read More

10 Faktor Yang Mempengaruhi Pola Asuh Orang Tua

Faktor Yang Mempengaruhi Pola Asuh Orang Tua


Apakah Sobat Dy sudah berdiskusi dengan pasangan untukmenentukan pola asuh yang ingin diterapkan pada anak-anak? Selain itu, mungkin Sobat Dy perlu juga mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua pada anak-anak.

Setiap orang tua tentunya menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya, bukan? Oleh karena itu wajar jika orang tua berusaha mencari informasi tentang pola pengasuhan yang terbaik untuk anaknya. Selain itu juga mencari tahu faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua terhadap anaknya.


Pola Asuh 

Pola asuh merupakan metode pengasuhan orang tua terhadap anak-anaknya. Di dalam metode pengasuhan tersebut terdapat cara orang tua mendidik anak, bersikap, membimbing, mendisiplinkan serta melindungi anak sejak masa anak-anak hingga dewasa sesuai dengan norma dan tuntunan agama yang dianut tiap keluarga.

Sebetulnya setiap orang sudah mengetahui tentang pola asuh yang akan dilakukan untuk anak-anaknya karena hal ini dipengaruhi beberapa hal yang akan kita diskusikan nanti. Namun, apabila pola asuh yang dimilikinya ternyata berbeda dengan pola asuh yang ingin dilakukan untuk anaknya, orang tua pun belajar untuk mengubah diri sendirinya dulu. Sehingga mampu mengasuh anaknya dengan lebih baik.

Harapan terbaik dengan mencari tahu pola asuh yang baik dan faktor yang mempengaruhinya dapat meningkatkan kompetensi orang tua untuk mengasuh anak dan mengantarkannya menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter serta sosok yang bermanfaat bagi sekitarnya.


Faktor Yang Mempengaruhi Pola Asuh Orang Tua

Berdasarkan beberapa teori parenting dari para ahli, ada faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua. Berikut beberapa faktor tersebut yang dikumpulkan dari beberapa sumber :

Karakter kepribadian orang tua

Setiap orang mempnuyai karakter kepribadian masing-masing tak terkecuali orang tua. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap cara orang tua bersikap pada anaknya. 

Orang tua yang berkarakter keras tentunya juga akan bersikap keras pada anaknya. Tidak memperhatikan pendapat anak dan pendapatnya harus dituruti tanpa alasan.

Hal ini tentu berbeda dengan orang tua yang lebih mendengarkan anaknya. Tak jarang orang tua dan anak terlibat dalam forum diskusi yang hangat.


Karakter kepribadian anak

Karakter kepribadian anak juga akan berpengaruh terhadap sikap orang tua. Misalnya orang tua perlu berusaha lebih mendidik anak agar percaya diri pada anak yang pemalu dibandingkan anak yang berani. 

Kondisi kesehatan maupun psikologis anak juga perlu mendapatkan perhatian yang berbeda dari orang tua.


Pola asuh yang diterima orang tua dari orang tuanya

Tanpa disadari orang tua kerap bersikap sama pada anaknya seperti yang dilakukan orang tuanya dulu kepada mereka. Misalnya orang tua yang memberi label buruk, tanpa disadari juga akan memberikan label buruk pada anaknya seperti dasar anak nakal, anak bandel, dan lainnya.


Agama atau kepercayaan

Agama atau kepercayaan pun berperan dalam pengasuhan anak karena dalam setiap agama mempunyai keyakinannya masing-masing atau aturab tertentu. Misalnya pada orang tua yang beragama islam akan mengajarkan salat lima waktu, puasa ramadan dan hal lainnya terkait dengan kepercayaan yang dianutnya. Hal yang sama pun juga akan dilakukan oleh orang tua yang beragama lain.


Pendidikan orang tua

Pendidikan bukan hanya berarti pendidikan yang ditempuh di sekolah formal, tetapi juga termasuk pola pikir orang tua. Bukan berarti orang tua yang bersekolah hingga jenjang tinggi mempunyai pola asuh yang lebih baik jika dibandingkan dengan orang tua yang berpendidikan dengan jenjang du bawahnya.

Orang tua yang memiliki informasi tentang parenting baik dari buku, seminar atau artikel lainnya tentunya mempunyai rujukan lebih banyak dibandingkan orang tua yang tidak mencari informasi tentang pengasuhan pada anak.


Usia orang tua

Tua itu pasti, dewasa itu pilihan. Tagline yang kerap kita dengar. Namun, apakah orang tua dengan usia yang lebih tua akan lebih bijak dalam menagsuh? Tentunya hal ini bukan jaminan. Namun, orang tua yang lebih tua umumnya akan lebih sabar dibandingkan orang tua yang berusia lebih muda, terlepas dari karakter orang tua.

Usia orang tua juga berpengaruh pada pola komunikasi dengan anak dan sikap pada anaknya. Orang tua dengan perbedaan usia yang cukup jauh dengan anak perlu berusaha lebih untuk mendampingi anaknya.


Jenis kelamin orang tua

Ayah umumnya lebih tegas dibandingkan ibu, bukan. Anak membutuhkan karakter maskulin dan feminin dalam proses pengasuhan, sehingga orang tua perlu bekerja sama mendidik anak. 

Sikap berani, tegas, logika umumnya diajarkan ayah pada anaknya. Sedangkan sikap merawat, memelihara umumnya diajarkan ibu pada anaknya.

Pengasuhan ayah dan ibu


Status sosial ekonomi

Tidak hanya cara pandang orang tua, tetapi juga pilihan tempat tinggal yang mempengaruhi pola asuh orang tua. Sehingga lingkungan sekitar pun mau tidak mau juga berperan dalm hal ini. 

Keluarga dengan ekonomi mapan mungkin akan mengantarkan anaknya ke sekolah dengan kendaraan pribadi, sedangkan keluarga dengan ekonomi kurang mapan mengantarkan anaknya dengan berjalan kaki atau anak berangkat ke sekolah menggunakan transportasi umum.

Anak yang tinggal di pelosok desa mungkin tidak sekolah, tetapi dibekali orang tua keahlian untuk bertahan hidup atau mencari uang sejak dini.


Jumlah anak dalam keluarga

Bagi keluarga dengan jumlah anak yang banyak, penerapan pola asuh mungkin kurang maksimal, karena banyaknya perhatian orang tua yang harus dibagi pada anak-anaknya.

Selain itu, orang tua juga disibukkan untuk memberikan perhatian yang lebih pada anak yang lebih kecil atau anak yang membutuhkan perhatian khusus. Sehingga anak yang lebih mandiri atau lebih besar kemungkinan mendapatkan perhatian yang kurang dibandingkan adiknya.


Kultur budaya

Indonesia yang terdiri dari banyak suku tentunya memiliki ragam budaya yang variatif. Budaya timur dan barat juga berperan terhadap pola asuh orang tua.

Orang tua yang tinggal di daerah berbeda dengan saat dirinya dibesarkan juga akan mempunyai pola asuh yang berbeda dengan orang tua yang tinggal di daerah yang sama sejak lahir hingga menua.

Faktor Pola Asuh Orang Tua



Penutup

Itulah beberapa faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua berdasarkan para ahli yang dirangkum dari beberapa sumber. Faktor tersebut berasal dari dalam maupun dari luar orang tua dan anak. Dengan mengetahui faktor tersebut, harapannya Sobat Dy lebih mengenal diri sendiri serta lebih mudah memilih pola pengasuhan yang sesuai.

Simak juga artikel tentang tips mendidik anak di era digital ya. Semoga bermanfaat. 


Referensi

1. Faktor Yang Mempengaruhi Pola Asuh Orang Tua, https://www.gurubk.com/2022/03/faktor-yang-mempengaruhi-pola-asuh.html

2. 10 Faktor Yang Mempengaruhi Pola Asuh Orang Tua Menurut Hurlock, https://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Tips-si-Kecil/3-6-Tahun/10-Faktor-Yang-Mempengaruhi-Pola-Asuh-Orang-Tua-Menurut-Hurlock

Read More

Apa Saja Kegiatan Ibu Rumah Tangga Yang Menghasilkan Uang?

Senin, 13 Mei 2024

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Yang Menghasilkan Uang

Saat ini bekerja tidak hanya dilakukan di luar rumah, lo. Namun, dapat juga dilakukan dari rumah. Salah satunya adalah ibu rumah tangga. Mungkin ada yang bertanya apa iya ada kegiatan ibu rumah tangga yang menghasilkan uang?

Lo, tentu saja ada, bahkan jika dilakukan dengan manajemen yang baik, penghasilannya tidak kalah lo jika dibandingkan penghasilan pekerja kantoran. Bahkan mungkin bisa merekrut karyawan dan berkembang menjadi bisnis keluarga.

Ada banyak pilihan pekerjaan yang dapat dilakukan ibu tanpa meninggalkan rumahnya. Tentu saja tidak mudah melakukannya karena ibu harus mempunyai manajemen waktu dan emosi yang baik. Ruang kerja dan rumah yang menyatu merupakan tantangan besar untuk melakukannya

Apakah Sobat Dy penasaran apa saja kegiatan ibu rumah tangga yang menghasilkan uang? Yuk, simak artikel ini hingga akhir ya.


Kegiatan Ibu Rumah Tangga Yang Menghasilkan Uang

Beberapa jenis pekerjaan yang dapat dilakukan ibu rumah tangga yang menghasilkan uang, tetapi dengan modal yang tidak besar bahkan ada yang tidak menggunakan modal dalam bentuk rupiah.

Berikut beberapa usaha sampingan ibu rumah tangga untuk mendapatkan cuan yang dirangkum dari beberapa sumber:

Berjualan makanan beku atau frozen food

Saat ini frozen food mudah ditemukan dimana-mana, baik di pasar tradisional, toko kelontong, mini market, super market. Ada juga yang dijual di rumah. 

Pilihan frozen food pun semakin variatif mulai dari bahan baku, bentuk, rasa hingga peruntukannya. Pilihan lauk yang ditawarkan crab stick, nugget, sosis ayam atau sapi, olahan ikan. Pilihan snack ada kebab, wafel, donat, kebab, dimsum, singkong, dadar jagung. Pilihan sayur wortel, polong, jagung pipilan.

Selain itu penyajian frozen food cepat, tinggal dicairkan di suhu kamar sebelum digoreng atau dikukus atau dioven atau dipanggang atau direbus. Pilihan yang tepat jika waktu terbatas untuk menyiapkan hidangan untuk keluarga, baik sarapan, snack maupun bekal ke sekolah maupun ke kantor.

Jika melihat keadaan tersebut maka peluang untuk berbisnis frozen food cukup besar. Modal yang perlu disiapkan adalah frezer untuk menyimpan frozen food

Peluang kerja sama dengan pabrik penghasil frozen food juga dapat dilakukan. Selain itu, frozen food juga dapat dibuat sendiri seperti yang dilakukan sahabat saya yang bekerja sama dengan saudara dan temannya untuk membuat frozen food dan kemudian memasarkannya bersama-sama.

Frozen Food


Katering rumahan 

Ibu rumah tangga yang mempunyai keahlian memasak dapat mencoba bisnis katering rumahan. Hal ini pernah dilakukan oleh ibu saya dan adik ipar saya, lo. Masakan mereka berdua mantap dan banyak yang menyukainya, sehingga mengambil kesempatan untuk menerima pesanan makanan. 

Mulai dari nasi box, tumpeng bahkan pernah melayani katering untuk anak kos yang kos di rumah. Teman saya juga ada yang menerima pesanan bento, bahan yang digunakan sebagian merupakan frozen food yang dijualnya di rumah seperti chicken katsu, chicken roll, shrimp dan chicken teriyaki.

Pasar lain yang dapat diambil adalah rumah tangga dimana tidak ada yang memasak atau tidak sempat memasak. Tetangga yang sedang memiliki hajat. Pilihan untuk membuka warung makan pun dapat dilakukan. 


Kue kiloan hingga pesanan kue atau snack box

Usaha ini hampir mirip dengan usaha katering rumahan. Ibu dapat mencoba membeli snack dalam jumlah besar kemudian dikemas sendiri dengan kemasan lebih kecil. 

Pilihan lainnya adalah membuat snack sendiri kemudian dikemas. Peluang lainnya adalah menerima pesanan snack box baik untuk acara di sekolah, masjid, kantor atau lembaga lainnya. Tidak hanya snack, kue tradisional hingga desert pun dapat dicoba sebagai alternatif peluang menjemput rezeki.


Laundry kiloan

Usaha sampingan lainnya yang dapat dilakukan adalah laundry kiloan. Walaupun saat ini laundry self service sudah mulai bermunculan. Laundry kiloan masih mempunyai peluang yang besar karena saat ini lahan rumah yang sempit sehingga mengalami kesulitan untuk mencuci dan menjemur pakaian.

Selain itu waktu yang terbatas sehingga tidak sempat untuk mencuci pakaian bahkan menyetrika pakaian. Hal ini membuat munculnya usaha laundry kiloan baru di area sekitar tempat tinggal saya. Layanan yang diberikan pun bervariasi. 


Penjahit

Usaha menjahit pakaian merupakan peluang usaha bagi Sobat Dy yang mempunyai keahlian menjahit. Walaupun saat ini untuk mendapatkan pakaian tidak perlu merogoh kantong cukup dalam, tetapi usaha menjahit ini tetap ramai dikunjungi pelanggan.

Ada yang ingin menjahit dengan model pilihan. Ada pula yang merombak pakaian model lama sehingga nantinya menjadi pakaian model baru. Ada pula yang membuat seragam untuk acara tertentu, misalnya seragam kerja, seragam pakaian untuk acara pernikahan.

Usaha menjahit dapat dimulai dengan modal kecil, apalagi jika Sobat Dy sudah mempunyai mesin jahit. Selain itu, tidak wajib mempunyai mesin obras, karena bisa dilakukan di toko kain.

Jika Sobat Dy menyukai desain dan mampu mendesain, dapat juga membuat desain pakaian kemudian membuat pola dan mengukur dimensinya.


Jasa penulis lepas, bloger hingga editing tulisan atau naskah

Saat ini beberapa pekerjaan tidak harus dilakukan di kantor, tetapi dapat dikerjakan dimana saja. Termasuk menjadi editor. Hal ini memungkinkan ibu rumah tangga juga mendapatkan penghasilan dengan bekerja menjadi editor dari rumah.

Selain itu, media juga memberikan peluang bagi penulis untuk mendapatkan cuan dengan mengirimkan naskahnya. Jika naskahnya lolos seleksi maka pemilik naskah akan mendapatkan pundi rupiah.

Beberapa media yang menerima naskah diantaranya harian Solopos, harian Merapi. Kompas, Harakatuna dan masihh banyak lahgi  lainnya.

Jasa penulis lepas, bloger hingga editing tulisan atau naskah


Membuat produk handmade

Peluang lain yang dapat dipilih karena belum banyak pesaingnya adalah membuat kerajinan tangan atau produk handmade, sepertitas tas rajutan, kristik, bros dan lainnya. Produk kerjainan tangan termasuk produk yang eksklusif karena langsung dibuat dan tidak sama hasilnya antara satu dengan yang lainnya.


Reseller atau dropsipper

Untuk memulai usaha sebagai reseller atau dropsipper tidak memerlukan modal yang besar. Cukup menggunakan kuota untuk memulainya jika bisnis dilakukan secara online. Bisa juga dengan membeli produk kemudian memasarkannya.

Umumnya media promosi sudah disiapkan oleh produsen barang, sehingga reseller atau dropshipper dapat langsung menggunakan media promosi tersebut untuk memasarkan produk.


Tantangan Ibu Rumah Tangga Yang Bekerja Dari Rumah

Pekerjaan rumah tangga cukup banyak menyita waktu dan tenaga sehingga hal ini menjadi tantangan yang perlu dikendalikan agar ibu rumah tangga dapat bekerja dengan optimal. Berikut beberapa tantangan ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah:

Distraksi

Bekerja di rumah dengan anggota keluarga, terutama jika anak-anak masih kecil bukanlah hal yang mudah. Anak-anak belum memahami bahwa ibunya sedang bekerja. Mereka akan menganggap ibu hadir untuk menemani anak-anak beraktivitas.


Jenuh

Pekerja yang bekerja dari rumah mudah mengalami kejenuhan karena pekerjaan yang dihadapi sepertinya terus menerus ada. Tidak ada jam istirahat untuk menghilangkan kejenuhan.


Kesulitan mengatur waktu

Jika ibu rumah tangga tidak dapat mengatur waktu maka akan kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaan dan akhirnya menumpuk. Setidaknya dengan membuat daftar aktivitas yang dapat dilakukan dapat membuat Sobat Dy mengatur waktu


Lebih sering menunda pekerjaan

Menunda pekerjaan adalah salah satu godaan yang sulit dikendalikan. Apalagi jika tidak ada daftar pekerjaan yang harus diselesaikan. Hal ini dikarenakan kondisi rumah yang nyaman sehingga memudahkan seseorang untuk menunda pekerjaan.


Penutup

Ibu rumah tangga yang ingin mengoptimalkan mengisi waktu luangnya atau ingin menambah pundi rupiah dapat memilih untuk melakukan pilihan pekerjaan yang dapat dilakukan dari rumah. Ikuti juga tips bagaimana memulai bisnis online bagi pemula.

Sobat Dy ingin mencoba pekerjaan yang telah dibahas di artikel ini? Atau Sobat Dy sudah berpengalamain melakukan kegiatan rumah tangga yang menghasilkan uang. Cerita yuk di kolom komentar..

Read More