Perlukah Mengajarkan Anak-anak Mengelola Uang Sejak Dini?

Rabu, 02 Maret 2022

perlukah mengajarkan anak-anak mengelola uang sejak dini


Sore itu, ponsel saya berdering. Sebuah nama muncul, ternyata sepupu saya, anak dari adik ibu saya yang menghubungi. Dia mengabarkan bahwa adik yang kedua akan menikah dan mengundang kami untuk datang. Tentu saja kabar gembira ini segera saya sampaikan ke mama. Kami pun segera merencanakan perjalanan untuk hadir, karena lokasi berada di luar kota.

Acara yang terbilang cukup mendadak, membuat kami terkejut, sekaligus senang dan haru. Orang tuanya pasti senang di alam sana melihat sepupu saya menikah. Keempat sepupu saya adalah yatim piatu sejak beberapa tahun lalu. Saat itu hanya anak sulung yang telah selesai menyelesaikan kuliah S1nya, sedangkan ketiga adiknya masih kuliah, SMA, bahkan ada yang masih SD.

Bagaimana dengan biaya pendidikan dan biaya hidup mereka selama ini? Selain asuransi pendidikan yang telah disediakan, anak sulung dan kedua yang mengelola harta orang tua untuk biaya hidup dan sekolah. Anak sulung menikah saat ibunya masih ada, selang 40 hari setelah pernikahan, sang ibu menyusul ayahnya yang telah berpulang terlebih dahulu.

Anak kedua menikah, setelah kuliah kedokteran anak ketiga selesai dan anak keempat sudah mempunyai biaya untuk menyelesaikan kuliah. Pernikahan mereka pun biaya sendiri. Kami terharu, belum genap usia 30, dia bersama kakaknya membiayai kedua adiknya dan bisa hidup mandiri. 

Teringat bagaimana om saya keras mendidik anak-anaknya, tetapi dia berhasil meninggalkan generasi yang kuat. Tak banyak anak muda saat ini dapat mengelola keuangan dan dapat mandiri di usia yang masih muda. Om saya tidak meninggalkan harta yang berlimpah, tetapi beliau meninggalkan ilmu untuk dapat bertahan hidup.


Anak Ibarat Spons

"Buah tidak akan pernah jatuh jauh dari pohonnya. Anak akan meniru perilaku orang tua, mulai dari cara bersikap, berbicara, berpikir, bahkan cara mengelola keuangan."- Anonim


Pepatah tersebut sering kita dengar. Suatu hal yang wajar jika anak akan meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Anak ibarat spons dia akan meniru apapun yang ada di sekitarnya, termasuk orang tua, karena orang tua adalah orang terdekat anak.

Begitulah yang diajarkan om saya kepada anak-anaknya, beliau memberikan contoh nyata, sehingga anak-anaknya pun meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Saat ini hal ini jamak disebut money parenting, yaitu sebuah proses pembelajaran anak tentang tanggung jawab keuangan dan sosial saat memperoleh uang.


Pengelolaan Uang

Pengelolaan uang adalah sebuah kegiatan mengelola uang yang dapat dilakukan oleh siapapun dan hal ini dapat diajarkan sejak dini pada anak-anak, dimulai dari mengelola uang sakunya. Agar kelak saat dewasa, anak telah terbiasa mengelola uang dan dapat mengatasi masalah keuangan.

Berdasarkan survei yang dilakukan Eastpring Investment yang dilakukan terhadap 10.000 peserta di 9 Negara Asia, menemukan fakta bahwa 95% orang tua meyakini pentingnya mengajari anak mereka menggunakan dan mengelola uang.

mengajarkan anak mengelola uang sejak dini




Cara mengajarkan anak mengelola uang

Mulai sejak dini

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilansir momsmoney.id, usia anak yang tepat untuk mengenalkan money parenting adalah ketika anak menginjak usia tiga tahun. Orang tua dapat mengenalkan kebiasaan belanja yang baik dapat sejak usia 4 tahun. Sedangkan kebiasaan menabung dapat dikenalkan mulai usia 7 tahun.

Berikan contoh

Orang tua yang menjadi panutan berikan contoh nyata pada anak. Contoh nyata yang dapat diberikan adalah bagaimana mengendalikan pengeluaran agar pendapatan yang diperoleh dapat mencukupi kebutuhan hidup. Pembayaran tagihan tepat waktu juga dapat dijadikan contoh.

Mulai dari yang kecil

Hal ini dapat dimulai dengan pemberian uang saku yang sedikit. Hal ini dapat mengajarkan anak memahami batasan dan menghargai apa yang mereka miliki.

Ajarkan tentang pentingnya bekerja untuk mendapatkan uang 

Hal ini agar saat dewasa anak tidak kaget ketika memasuki dunia kerja. Misalnya anak diminta untuk melakukan pekerjaan yang kecil di rumah dan memberikan imbalan uang jika mereka telah menyelesaikan pekerjaannya.

Bimbing anak untuk menabung.

Hal ini dapat dimulai dengan memberikan celengan lucu.


Kesimpulan

Money parenting perlu diajarkan sejak dini pada anak-anak dengan tujuan, agar saat dewasa anak terbiasa mengelola uang dan dapat mengatasi masalah keuangan. Money parenting dapat dilakukan sejak dini dengan memberikan contoh nyata, dimulai dari yang kecil, mengajarkan pentingnya bekerja dan bimbing anak untuk mulai menabung.



Referensi





29 komentar

  1. Mengajari anak literasi keuangan bermanfaaat untuk pertumbuhan dan perkembangan usia sekarang dan nantinya karena keuangan bagian pengaturan ekonomi

    BalasHapus
  2. Semoga bisa memberikan contoh dan arahan yang baik untuk anak termasuk cara mengelola uang. Meskipun sekarang keuangan kami juga masih labil. Tapi semoga ke depannya membaik dan anak pun mendapat manfaat yang baik.

    BalasHapus
  3. menurut aku penting ya mbak, si anak perlu dikenalkan dengan mengelola ung dari kecil, misalnya kalau pengen beli-beli barang yang agak mahal misalnya, kudu diajarin nabung dulu, nabungnya juga bukan dengan nominal yang gede-gede, dari yang nominal kecil aja dulu
    dulu waktu aku SD terbiasa nabung uang koin di taruh di dalam wadah minuman kaleng mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, betul banget kak, semua dimulai dari yang kecil dulu

      Hapus
  4. Wow salut dengan pamanmu Mbak. Walaupun lebih cepat meninggalkan anak-anak, tetapi mereka sudah membekali dengan baik ya, Masya Allah.

    Kami juga mulai menerapkan mengatur keuangan nih kepada anak sulung. Semoga berhasil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin
      iya mbak, Om sy tegas banget, buahnya sekarang, meninggalkan generasi yang kuat

      Hapus
  5. Ini sangat penting bagi anak-anak untuk lebih menghargai nilai uang, jangan sukanya jajan terus yang akhirnya malah merugikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, jajan kelihatannya sepele, tapi fatal akibatnya saat dewasa kelak

      Hapus
  6. Beruntung banget kita para Ipers diajarin juga mengenai mengenalkan literasi keuangan pada anak sedari dini ya Mbak Dyah,, agar ia terbiasa cerdas finansial mengelola uang yg diamanahkan kepadanya kelak ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Mia, jadi emaknya ini ada bekal untuk mendidik anak-anak

      Hapus
  7. Bener bgt mbak, perlu diajarkan sejak sekarang ini yah, mngkin nti kita mereka sudah bekerja mereka tau pentingnya mengelola uang. Makasih ya mbak share ilmunya.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Anak2 yg terbiasa mengelola uang diharapkan tumbuh menjadi anak2 yg mandiri dan berpikiran dewasa. MasyaAllah cerita sepupunya sangat menggugah. Thankyou for sharing, mba.

    BalasHapus
  10. Setuju, Mbak.
    Mengajari anak mengelola uang sejak dini akan sangat berguna untuk masa depannya nanti. Bisa memanfaatkan uang dengan sebaik-baiknya juga salah satu keahlian untuk bertahan hidup, kan ya? 😁

    BalasHapus
  11. Thankyou artikel nya saya juga sedang ajarin anak-anak mengelola uang meski mereka sudah di akhir sekolah dasar, semoga belum terlambat hehe

    BalasHapus
  12. Setuju Mbak. Kalau saya ke anakku, misal mereka minta barang diluar buku dan keperluan sekolah, mereka beli pakai tabungannya. Bukan pelit. Tapi supaya mereka juga menjaga barang pribadinya. Eh beneran akhirnya mereka jaga bener itu barang-barang yang dibeli pakai uangnya sendiri. Tapi kalau untuk pekerjaan rumah, mereka ga dibayar. Beda-beda perlakuannya. Untuk berdagang kadang ada kegiatan selling day di sekolahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sih mbak beda-beda perlakuannya, tapi yang penting mereka dibiasakan mengelola uang sejak dini

      Hapus
  13. Tugas penting sebagai orang tua nih. Saya kalau ngobrol engan anak-anak biasanya suka sharing sest=uatu yang tidak normal. Seperti kenapa perlu menyisihkan uang, menyimpan uang. Ngobrol juga kenapa harus belajar mandiri. Btw, salut dengan mereka yang mandiri dan saling menguatkan sesama saudara.

    BalasHapus
  14. MasyaAllah hebat betul sepupunya mba.. memang ya orangtua harus mendidik anak agar berkarakter kuat.. mampu menghadapi keadaan apapun.. salut

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, meninggalkan generasi yang kuat, dan juni 2022 ini, insyaallah yg no 3 nikah, duh sy ga bisa bayanginnya saat akad nikah nanti, pasti kami nangis berjamaah lagi, nangis bahagia sih

      Hapus
  15. Iya betul sekali ka, apa lagi lingkungan n pergaulan jaman skrg yg cenderung konsumtif, kita harus pintar2 mengajarkan caranya pengelolaan uang pada anak, n org tua juga sih hehee..

    BalasHapus
  16. iya mbak, teknologi membuat orang smeakin konsumtif juga, sedikit miris juga

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel di blog ini. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Terima kasih