Raisha

Senin, 13 Juni 2022

raisha

Namaku Raisha, umurku 9 tahun. Saat ini aku sekolah di SD Nusantara kelas 3. Aku mempunyai banyak teman disana dan mereka semua baik padaku. Aku suka sekolah disana. Bu Asri guruku yang baik, beliau sabar mengajarku dan teman-temanku.

Aku suka melukis, karena dengan melukis aku bisa mengembangkan imajinasiku. Selain itu dengan melukis bisa menghilangkan stres. Awalnya aku suka mewarnai, baik menggunakan pensil warna ataupun krayon. Ibuku membelikanku banyak pensil warna dan krayon, sehingga aku bisa mewarnai sesukaku.

Aku ingin belajar melukis seperti Afandi, seperti yang ada di buku cerita kesukaanku. Afandi adalah maestro pelukis Indonesia. Suatu saat nanti aku ingin menjadi pelukis seperti Afandi.

Aku ingin belajar melukis, sehingga aku meminta ibuku agar mendaftarkanku ke sanggar lukis. Setelah beberapa waktu, akhirnya ibuku mendapatkan guru les lukis untukku. Ternyata rumah guruku tidak jauh dari rumahku, sehingga aku bisa berangkat sendiri les tanpa diantar ibuku. Biasanya aku menggunakan sepeda untuk berangkat les.

Guru lesku namanya pakde Heri. Mengapa aku memanggilnya pakde? Karena beliau lebih suka dipanggil pakde. Saat awal dikenalkan di rumahnya, aku suka dengan lukisan yang ada di rumahnya. Lukisan pakde bagus-bagus, lo.

Pensil warna adalah alat lukis yang pertama kali aku gunakan. Setelahnya aku menggunakan krayon. Kata Pakde kalau mau hasil lukisannya lebih bagus, aku disarankan untuk menggunakan cat air. Akupun belajar menggunakan cat air.

Pakde sabar mengajariku melukis, sehingga aku suka belajar bersama Pakde. Aku bebas memilih mau menggambar apa, sehingga aku bisa mengekspresikan keinginanku. Awalnya hasil lukisanku biasa saja, tetapi lama kelaman hasil lukisanku semakin bagus, lo. Itu menurut ibu dan bapakku, sih.

Aku juga semakin percaya diri dalam memilih warna dan akan melukis apa. Hasil lukisanku sejak aku belajar melukis sampai saat ini masih aku simpan, kata ibuku tidak boleh dibuang agar nanti terlihat proses belajarnya. Aku belajar melukis satu minggu hanya satu kali saja, yaitu di hari minggu, selama satu jam saja, karena hari lainnya aku sekolah dan mengaji.

Setelah melihat hasil lukisanku, adikku juga tertarik ikut les melukis. Entah karena kagum melihat hasil lukisanku atau ikut-ikutan saja. Ibuku pun memenuhi keinginan adikku untuk ikut les melukis. Adikku yang semula belajar melukis dengan menggunakan krayon tertarik untuk menggunakan cat air.

Namun, karena adikku hanya ikut-ikutan saja, dia beberapa kali tidak berangkat les, sehingga aku berangkat les sendiri. Hal itu tidak menggangguku, aku tetap berangkat les walaupun aku berangkat sendiri.

Pandemi yang melanda negeriku membuatku berhenti les selama beberapa waktu. Tidak hanya les melukis yang libur, kegiatan sekolah dan mengaji juga berhenti. Penularan virus Corona cepat sekali, sehingga banyak yang jatuh sakit. Oleh karena itu, semua kegiatan belajar pindah ke rumah.

Aku bosan berada di dalam rumah terus menerus. Selain belajar dan mengaji, aku juga tetap belajar melukis menggunakan cat air ataupun krayon. Setelah beberapa waktu pembatasan karena pandemi berkurang dan kegiatan sekolah berlangsung lagi walaupun sebentar. Begitu juga les melukisku dapat dimulai lagi, tetapi semua kegiatan dilakukan dengan menggunakan masker. Ibuku selalu mengingatkanku untuk menggunakan masker saat berada di luar rumah.

Ternyata aku tidak sendiri. Saat saudara sepupuku, Cinta main ke rumah, dia tertarik ikut les melukis. Akupun mengajaknya les ke Pakde. Hasil lukisannya juga bagus, dia tertarik ikut les. Sayangnya, dia tinggal di Bojonegoro, sehingga hanya bisa ikut les saat main ke rumahku.

Tak mengapa, Cinta tetap bisa belajar melukis. Walaupun tidak setiap minggu sepertiku. Dia juga ingin hasil lukisannya dipasang di dinding rumah seperti punyaku.


Tahukah kamu

Afandi adalah pelukis Indonesia yang paling terkenal di dunia. Pada tahun 1950an beliau banyak mengadakan pameran tunggal di India, Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat. Afandi telah menghasilkan lebih dari 2.000 lukisan


Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Affandi

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih