Kakek dan Nenek Baroto (episode 5)

Minggu, 17 Juli 2022

 

kakek dan nenek baroto

Episode sebelumnya

"Yuk, kita berangkat sekarang," ajak Kakek.

Nenek mengambil duduk di samping Kakek. Sedangkan Aldo, Arman, Zizi, dan Elda duduk di bangku belakang. Kue-kue yang dikemas dalam kemasan kecil telah tertata rapi di karton diletakkan di bagasi mobil

Kakek melajukan mobil perlahan meninggalkan rumah. Kemudian naik bertahap naik hingga melebihi tinggi rumah. Ya, Kakek Baroto memiliki mobil terbang yang siap mengantarkan Kakek dan Nenek pergi kemana saja. 

Oleh karena itu, Arman dan kawan-kawannya suka naik mobil Kakek. Mereka bisa melihat banyak pemandangan dari atas.

"Hei lihat di sebelah sana ada pengembala kambing!" seru Aldo seraya melambaikan tangan pada pengembala kambing. Teman-teman Aldo juga melambaikan tangan pada pengembala kambing. Tampak pengembala kambing juga melambaikan tangan pada mereka.

"Eren, nama pengembala kambing itu. Kemarin belum sempat berkenalan ya. Dia anak yang baik. Ayahnya sudah lama meninggal. Dia dan ibunya tinggal di rumah pamannya. Setiap hari dia membantu tetangganya untuk mengembalakan kambingnya. Upahnya sebotol susu kambing, roti dan sejumlah uang," tutur Kakek.

Anak-anak hanya menganggukan kepala mendengar cerita kakek Baroto.

"Lihat sebelah sana, ada kebun ajaib yang berisi tanaman yang dapat digunakan sebagai obat," tutur Nenek sambil menunjuk kebun yang dimaksud.

"Tanaman apa saja, Nek?" tanya Eda.

"Ada banyak jenisnya. Diantaranya adalah jahe untuk mengahangatkan tubuh. Sereh untuk mengobati batuk. Belimbing wuluh untuk mengobati sariawan, dan masih banyak lagi," lanjut Nenek Baroto.

"Wah seru ya, Nek. Lain kali ajarkan kami tentang tanaman obat ya, Nek," pinta Eda.

"Iya, lain kali kita juga bisa membuatnya sebagai obat," jawab Nenek.

Tak lama perjalanan mereka pun sampai di panti asuhan. Ternyata kedatangan mereka sudah dinanti anak-anak panti. Mereka segera berhamburan menyambut kedatangan rombongan Kakek dan Nenek Baroto.

Kakek dan Nenek Baroto segera disambut pelukan hangat anak-anak panti. Arman dan kawan-kawannya segera membagikan kue yang dibuatnya tadi. Pemberian itupun disambut dengan senyuman dan ucapan terima kasih. Anak-anak panti segera menikmati kue tersebut. 

"Kue buatan Nenek selalu enak," puji Manda, salah satu anak panti yang masih berusia lima tahun.

"Kue-kue ini buatan kak Eda dan Zizi," sahut Nenek seraya menunjuk Eda dan Zizi yang berada tidak jauh dari Nenek Baroto.

"Kalian sudah berkenalan?" tanya Nenek pada anak-anak.

"Belum, Nek," jawab anak-anak panti hampir bersamaan.

"Kak Zizi yang berambut cokelat, rambutnya diikat tinggi ke atas dan berponi. Kak Eda yang berkacamata, rambutnya sebahu dan menggunakan bando. Kak Arman yang menggunakan hoodie, rambutnya berwarna hitam. Kak Aldo yang menggunakan kaos berwarna merah,' ujar Nenek memperkenalkan satu per satu Arman, Eda, Zizi dan Aldo.

Setelah Nenek mengenalkan Arman dan kawan-kawan, anak-anak panti segera memberi salam pada Arman, Eda, Zizi dan Aldo. 

Seperti biasa anak-anak panti selalu menunggu cerita dari Kakek dan Nenek. Mereka segera duduk untuk mendengarkan cerita. Kali ini Kakek dan Nenek bercerita tentang pengembala kambing yang membohongi penduduk bahwa kambingnya dicuri serigala. Penduduk sekitar yang beberapa kali dibohongi tidak mempercayai pengembala kambing yang sering berbohong tersebut, ketika kambingnya diambil serigala. Akhirnya pengembala kambing menyadari kesalahannya yang sering berbohong.

Anak-anak panti menyimak cerita Kakek dan Nenek tersebut. Setelah bercerita, rombongan Kakek dan Nenek pun pamit pulang. Mereka berjanji untuk datang kembali minggu depan dengan membawa kue dan cerita yang lainnya.

Anak-anak pun mengantarkan rombongan Kakek dan Nenek Baroto hingga ke mobil.


 

4 komentar

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih