Ada Apa Dengan Keluarga Cemara

Sabtu, 09 Juli 2022

ada apa dnegan keluarga cemara


Apakah Sobat Dy pernah melihat sinetron atau film  Keluarga Cemara? Ada apa dengan Keluarga Cemara hingga dibuat menjadi sinetron ratusan episode dan diangkat menjadi film?

Sebelumnya simak lirik lagu berikut yuk :

Harta yang paling berharga adalah keluarga

Istana yang paling indah adalah keluarga

Puisi yang paling bermakna adalah keluarga

Mutiara tiada tara adalah keluarga

Selamat pagi Emak

Selamat pagi Abah

Mentari hari ini berseri indah

Terima kasih Emak

Terima kasih Abah

Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti

Sebuah lagu yang pernah dipopulerkan oleh Novia Kolopaking, pemain Emak dalam sinetron Keluarga Cemara yang ditanyagkan di Televisi Republik Indonesia atau yang akrab disebut TVRI. Sedangkan untuk filmnya, soundtrack ini dibawakan oleh Bunga Citra Lestari.

Selain sinetron dan film, cerita keluarga cemara juga dapat dinikmati dalam bentuk buku yang dapat dipinjam di Ipunas maupun audio book Storytell. Dua aplikasi yang dapat diunduh di playstore. Bagi penyuka e-book, mungkin lebih nyaman jika menikmati buku hanya melalui telepon pintar.


Sinopsis Cerita Keluarga Cemara

Film dan sinetron yang dekat dengan keluarga Indonesia ini mengangkat problematika yang jamak dialami keluarga Indonesia. 

Sinopsis ceritanya adalah sebuah keluarga mapan yang tinggal di Jakarta. Abah yang merupakan pengusaha sukses tertipu oleh rekan bisnisnya. Kemudian keluarga mereka harus kehilangan harta bendanya.

Kemudian Abah dan keluarganya pulang ke rumah keluarga yang ada di desa, jauh dari hiruk pikuk Jakarta dan tinggal di sana. Di sinetronnya Abah digambarkan menjadi tukang becak. Sedangkan di film yang pertama Abah tidak mempunyai pekerjaan. Pada film kedua, yang merupakan sekuel film pertama, digambarkan Abah sudah mempunyai pekerjaan di peternakan ayam.

Di film kedua juga mengangkat tentang pandemi Covid -19, sehingga semakin terasa kedekatannya dengan permasalahan yang dihadapi keluarga Indonesia.

Silakan menikmati buku, sinetron atau filmnya. Sobat Dy bisa memilih mana yang nyaman. Bagi saya kisah Keluarga Cemara mempunyai banyak hikmah yang bisa dipetik.

 

Tokoh di Keluarga Cemara

Setidaknya ada tokoh yang selalu ada dalam cerita Keluarga Cemara, yaitu Abah, Emak, Euis, Cemara atau Ara, dan Agil. Kelima tokoh tersebut merupakan keluarga inti yang ada dalam cerita di buku, sinetron maupun film.

Bagaimana dengan tokoh yang lain? Tidak selalu ada dalam setiap cerita yang ditayangkan dalam berbagai platform tersebut. Tak mengapa, toh tokoh utamanya akan selalu ada dan inti ceritanya terkait dengan kelima tokoh tersebut.

Uniknya nama keluarga cemara diambil dari nama anak tengah keluarga tersebut. Biasanya nama sebuah keluarga menggunakan nama anak sulung atau menggunakan nama ayahnya. Hingga artikel ini saya tulis saya juga belum mengetahui alasan penulis untuk menggunakan nama keluarga cemara.

tokoh keluarga cemara

Ada Apa Dengan Keluarga Cemara

Apa sih menariknya Keluarga Cemara? Kok sampai sinetron dibuatnya hingga ratusan episode. Selain itu  ada filmnya telah dibuat juga sekuelnya. Saat ini di bioskop sedang tayang keluarga cemara 2, lo. Apakah Sobat Dy, sudah melihatnya?

Saya coba meresumenya hikmah yang dapat dipetik tentang Keluarga Cemara versi saya ya :

Arti keluarga 

OST (Original Soundtrack Film) yang di awal artikel menunjukkan bahwa arti keluarga sangatlah penting. Coba kita cermati liriknya. Keluarga adalah harta yang paling berharga. Tempat kembali setelah beraktivitas, tempat melepaskan lelah dari hiruk pikuknya dunia. Tempat untuk  menghimpun energi sebagai bekal menaklukkan tantangan hidup.

Tepati janji

Janji, tidak memandang janji kepada siapa janji itu diutarakan. Baik janji kepada anak-anak, jangan disepelekan. Hal ini  akan membekas di pikiran anak-anak. Efek yang ditimbulkan bisa jadi anak tidak lagi mempercayai orang tua atau anak akan mudah mengabaikan janji di masa depannya kelak.

Janji adalah hutang. Hukum hutang adalah wajib membayar. Sehingga janji haruslah ditepati.

Tanggung jawab bersama

Dalam hal mendidik anak dalam keluarga adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab ayah saja atau ibu saja. Sesibuk apapun dalam mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya, tetap luangkan waktu untuk memberikan perhatian dan mendidik anak.

Anak adalah anugerah yang dititipkan Tuhan kepada pasangan yang telah menikah. Nantinya akan diminta pertanggungjawaban terkait anak yang telah dititipkan kepada pasangan tersebut. 

Bekerja sama

Bekerja sama akan membuat suatu pekerjaan yang berat menjadi ringan. Bahu membahu bekerja sama dalam menjemput rezeki. Euis dan Ara tidak malu untuk membawa dagangan emak, opak ke sekolah.

Harapannya adalah agar rezeki yang diperoleh lebih banyak dibandingkan jika Emak berjualan sendiri.

Setiap anak unik

Euis yang mulai mempunyai teman laki-laki dan mempunyai aktivitas dengan teman-temannya, ingin mempunyai waktu sendiri. Ara yang masih sekolah dasar mempunyai permasalahan sendiri karena merasa diabaikan.

Setiap anak itu unik dan mempunyai kepribadian masing-masing. Metode pendekatannya tentu saja akan berbeda-beda.


Sepertinya masih banyak lagi hikmah yang dapat diambil dari cerita Keluarga Cemara. Mungkin nanti jika saya membaca bukunya atau melihat sinetronnya. Berburu lagi yuk ceritanya.


Penutup

Kurang lebih begitulah pendapat saya terkait keluarga Cemara. Terjawab sudah pertanyaan tentang ada apa dengan keluarga Cemara. Bagaimana menurut pendapat Sobat Dy? Tulis di kolom komentar ya.


18 komentar

  1. Auto ikut nyanyi dong, di awal tulisan, hehehe

    BalasHapus
  2. Saya dulu suka flmnya yg d tvri๐Ÿ˜

    BalasHapus
  3. aku lebih suka vibes keluarga cemara jaman dulu daripada yang recycle ulangnya, entah karena terlihat terlalu modern atau bagaimana, cuma untuk alur cerita dan lagunya, dua-duanya tetep keren

    BalasHapus
  4. Keluarga cemara yang di TVRI kesukaan saya, paling saya ingat adegan Euis jualan opak di terminal, waktu kasihan banget sama Euis.

    BalasHapus
  5. Jujur belum pernah lihat sama sekali, dan sekarang jadi pingin lihat filmnya

    BalasHapus
  6. Tontonan saya waktu kecil ini keluarga Cemara

    BalasHapus
  7. Laaah aku bacanya sambil nyanyi mbak wkwkwk :D Film-film yang temanya keluarga gini biasanya selalu menguras emosi penonton ya, apalagi selalu ada pelajaran berharga di dalamnya...

    BalasHapus
  8. Belakangan ini saya sangat sering melihat iklan film/sinetron ini di televisi atau iklan di youtube. Namun, saya belum sekali pun menonton, mungkin karena bukan genre favorit saya.

    BalasHapus
  9. Keluarga Cemara ini memang lagunya menyentuh. Sebetulnya keluarga Indonesia lebih perlu kisah macam ini dibanding yang kumenangiiiiis membayangkan mulu.

    BalasHapus
  10. Tontonan sejak saya masih SD ini keluarga cemara memang bagus ceritanya bahkan sampai sekarang film lain pun belum ada yang mengalahkan keluarga cemara

    BalasHapus
  11. Ini kisah keluarga yang sering ditonton aku dan keluarga. Kalau malam di tvri siap-siap kacang rebus atau kedelai rebus nungguin cerita abah ini. Vibe film sebelumnya menurutku lebih mengena dari yang remake. Dan menurutku memang karena situasinya di era itu sangat relate sama cerita keluarga ini sih.. ๐Ÿ˜

    BalasHapus
  12. Suka banget sama cerita film keluarga cemara. Aku baru tau kalau filmnya adaptasi dari novel ya mbak?

    BalasHapus
  13. Jadi melow baca tentang keluarga ini hooo keluarga emang seharusnya menjadi rumah untuk kita pulang yaa

    BalasHapus
  14. Berharap Indonesia lebih banyak lagi memproduksi sinetron atau kisah-kisah inspiratif seperti di Keluarga Cemara ini. Sangat menyenangkan mengetahui ada kesederhanaan, kasih sayang yang hangat dan doa yang baik dalam sebuah keluarga.

    BalasHapus
  15. keren nih sepertinya ceritannya dari keluarga cemara, kira kira bisa ditonton dimana ya kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau sekarang ada seriesnya di netflix kalau ga salah

      Hapus
  16. aku dah pernah nonton ini, asli keren bgt. apalagi pas papahnya berjuang gtu, ah jadi merasa sebagai laki2 ya apalagi kalo bukan berjuang demi keluarga. ya saling lah,

    BalasHapus
  17. Seru sih ini ceritanya, nonton beberapa kali jga tetap gk bosen

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih