Kemana Sepeda Andi?

Sabtu, 25 Juni 2022

kemana sepeda Andi

"Bunda, sepedaku hilang!" teriak Andi sambil menangis saat memasuki halaman rumah.

Bunda yang sedang menyiram tanaman di halaman rumah segera menghentikan kegiatannya dan menghampiri Andi dan memeluknya

"Tenang, Mas. Ceritakan pelan-pelan," ujar Bunda lembut.

Andi mengusap air matanya dan tangisnya mereda. "Sepedaku hilang, Bunda," ujar Andi.

"Andi, sudah mencari di sekitar? Tadi pergi kemana?" tanya Bunda.

"Tadi Andi dan Ibra main ke rumah Sultan. Terus bermain layang-layang di lapangan dekat rumahnya," tutur Andi. Bunda pun mendengarkan dengan seksama.

"Sepedanya, Andi taruh di teras rumah Sultan," lanjut Andi.

"Ibra mengajak pulang karena sudah sore. Pas pulang mau ambil sepeda di rumah Sultan, sepedanya sudah tidak ada," lanjut Andi.

"Sudah dicari di sekitar rumah Sultan?" tanya Bunda.

"Sudah, tapi belum ketemu," jawab Andi.

"Besok, kita coba cari lagi ya. Sekarang Andi mandi dulu, hari sudah petang, sebentar lagi adzan Maghrib," ujar Bunda.

"Tapi Bunda, itukan sepeda hadiah ulang tahun dari Kakek. Nanti kalau Kakek marah bagaimana?" tanya Andi sedih.

"Kakek tidak marah selama Andi sudah berusaha menjaganya dan merawatnya. Kadang semua terjadi di luar kehendak kita," tutur Ibu yang mengerti kegelisahan Andi.

Sepeda roda dua berwarna merah dengan bel di bagian setir sebelah kanan merupakan hadiah ulang tahun Andi keenam. Hadiah dari kakeknya yang baru diterimanya dua bulan lalu.

Andi segera masuk rumah dan mandi. Kemudian berangkat ke surau bersama Adit, kakaknya. 


Baca juga : Cerita Inspiratif Untuk Anak SD, Semangat Rara


***


"Sepedanya tadi ditaruh mana?" tanya Adit. "Mungkin kamu lupa menaruhnya," tanya Adit penuh selidik. 

"Enggak kok Kak, Aku taruh di teras rumah Sultan, terus ke lapangan jalan kaki saja," jawab Andi.

"Ya udah, besok kakak temani mencari sepedamu," ujar Adit.


***


Keesokan harinya Adit menemani Andi ke rumah Sultan.

Sultan menyambut mereka berdua di teras. "Sepedanya masih belum ketemu?" tanya Sultan. 

"Kak, itu sepedaku!" seru Andi sambil menunjuk anak yang sedang menuntun sepeda masuk ke halaman rumah Sultan.

Sultan pun melihat anak yang dimaksud Andi. " Raka itu sepeda Andi! Kamu ambil dari teras ya?"

Raka kaget, " Iya ... aku kira itu sepedamu Sultan. Aku pinjam sebentar .. tapi lupa bilang. Langsung aku pakai."

"Kalau mau pinjam harus izin dulu," sahut Andi.

"Maaf ya," jawab Raka dan mengembalikan sepeda Andi.

Andi tersenyum lega saat memegang kembali sepedanya. Bel kecil di setir kanan dibunyikannya. Kring ... kring


Baca juga : Kakek dan Nenek Baroto


***


Sesampainya di rumah, Andi segera menceritakannya pada Bunda. "Bunda, sepedanya ketemu. Ternyata Raka meminjamnya tanpa izin. DIa langsung pakai saja!" cerita Andi.

"Alhamdulillah, sepedanya ketemu. Andi juga belajar sesuatu hari ini ya," tutur Bunda sambil mengelus kepala Andi.

"Iya Bunda. Kalau mau pinjam barang, harus izin dulu, enggak boleh langsung pakai," jawab Andi.

Andi tersenyum. Kini dia tidak hanya senang karena sepedanya kembali, tetapi juga belajar hal penting hari itu.


Catatan

Cerita di atas merupakan cerita anak untuk usia 6-8 tahun. Salah satu naskah saya berlatih menulis cerita anak. Bagaimana menurut Sobat Dy? Ditunggu kritik dan sarannya di kolom komentar ya.

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih