Mungkinkan Produktif Dari Rumah?

Selasa, 29 Maret 2022

produktif dari rumah


"Assalamualaikum," sapa seorang wanita dari balik pagar. Saya yang mendengarnya segera mempersilahkan wanita tersebut masuk. Wanita dan seorang anak usia sekitar sepuluh tahunan mengikuti di belakangnya. Mbak Yuli, panggil saja begitu adalah teman adik ipar saya yang biasa membantunya mengirimkan pesanan pizza maupun kue lainnnya ke pelanggan.

Sebuah usaha yang dilakukan dari rumah, tetapi menghasilkan rupiah sekaligus bermanfaat untuk orang lain. Usaha dari rumah tentu saja membutuhkan kurir untuk mengirimkan produk, bukan? Abang-abang atau mbak-mbak ojek online sangat dibutuhkan untuk memperlancar pengiriman produk ke pelanggan.


Memilih Peran

Ada dua pilihan untuk wanita yang sudah menikah dan bekerja jika dirinya dan keluarganya dianugerahi seorang anak. Akankah terus bekerja atau memilih mengundurkan diri agar dapat merawat buah hatinya. Adik ipar saya memilih yang kedua yaitu mengundurkan diri. Tidak perlu mendebatkan antara ibu bekerja dan ibu yang tidak bekerja karena semua ibu pada dasarnya adalah ibu bekerja hanya ranahnya saja yang berbeda.

Apapun pilihannya setiap keluarga mempunyai kebijakannya masing-masing dan ada konsekuensi masing-masing yang harus diambil. Apakah dengan berada di rumah seorang wanita tidak lagi menjadi produktif? Hmm tentu saja tidak. 

Produktif adalah melakukan sesuatu yang menghasilkan produk atau karya, tidak hanya uang. Dan hal tersebut tentunya bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang di sekitarnya.


Pizza Home Made Menggugah Selera 

Berawal dari  sebuah rasa ingin membuat kudapan sendiri untuk keluarga tercinta, percobaan membuat pizza pun dilakukan, kenapa Pizza? Karena Pizza adalah kudapan favorit, tetapi mahal, kan, kalau harus beli terus. 

Setelah berselancar di berbagai media digital, beruntung ya dunia digital itu memudahkan, akhirnya taraaa dapatlah sebuah resep rahasia pizza. Resep yang membedakan pizza yang dibuat ipar saya berbeda dari pizza yang ada di pasaran. Selain itu dia menggunakan nanas sebagai topping. Rasa segar nanas yang unik.

pizza home made


Pelanggan pertama dan utama tentu saja keponakan dan adik saya, yang siap menjadi kelinci percobaan, hehehe lebay amat ya, kok menjadi kelinci percobaan. Apakah percobaan berhasil? Tentu saja ... belum berhasil, roti pizzanya bantat, tetapi secara rasa hmm ... enak, keponakan sampai minta dibuatkan lagi dan lagi. Pizza buatan ipar saya favorit anak-anak saya juga, lo. Saya belum bisa membuatnya hehehe.

Bukan berarti gagal kemudian berhenti, kan. Kegagalan yang ada dipelajari, apa penyebab utamanya yang membuat gagal dan akhirnya diperoleh pizza yang mantul rasa dan penampilannya. Untungnya ipar saya tidak gampang menyerah, rasa penasarannya mengelahkan lelahnya. Proses belajar pun terekam di akun media sosial miliknya. Setiap membuat pizza, ipar saya mengunggahnya pada status WhatsApp ataupun Facebook. 


Kesempatan Itupun Datang

Status-status di akun media sosial ipar saya pun membuat teman-temannya tertarik untuk memesan pizza buatannya. Tidak ada salahnya mencoba bukan dan permintaan pembuatan pizza pun mulai dilayani. Belum banyak yang menjual pizza di Bojonegoro, kota di mana adik saya dan keluarganya tinggal yang merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur. Sehingga masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan. 

Bermula dari pizza kemudian iseng-iseng belajar kue tart. Untuk desain dia mencarinya di media sosial dan mencontohnya. Semua dilakukan hanya berdasarkan belajar mandiri. Dapur menjadi playgroundnya untuk mengekspresikan imajinasi dan karyanya. 

aneka tart


Roti tart ibarat kertas kanvas baginya dan dengan cepat dia menyelesaikan gambarnya. Teringat formula 4E tentang bakat dari Abah Rama, easy (mudah dilakukan), enjoy (menikmati apa yang dilakukan), excellent (bakat yang dilakukan memperoleh hasil yang bagus), earn (mendapatkan hasil dari bakat yang dilakukan)


Produktif Dari Rumah

Berdasarkan kisah adik ipar saya di atas, produktif dari rumah mungkin bukan? Mengutip sebuah quote Bu Septi, founder Ibu Profesional bahwa Mendidik anak, menjemput rezeki dan berkarya adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan, apalagi dikorbankan, karena pernikahan itu  bukan pengorbanan, pernikahan itu adalah mencari kebahagiaan. 

Tidak perlu mengkambinghitamkan keluarga karena tidak produktif. Sejatinya rumah adalah tempat belajar, perempuan dengan intellctual curiosity tinggi akan membawanya pada kreativitas dan imajinasi, paham learn how to learn. Rumah adalah tempat untuk tumbuh, perempuan yang menjadikan rumah tempat bertumbuh akan fokus pada perkembangan dirinya dulu dan sekarang. Rumah tempat berkarya, perempuan berdaya akan sanggup berkarya menyelesaikan tantangan yang ada di sekitar dan penuh bermartabat.

mendidik anak dan produktif tidak dapat dipisahkan

Penutup

Produktif dari rumah mungkin, bukan? Agar produktif maka jadikan rumah sebagai tempat belajar, bertumbuh dan berkarya. Mendidik anak, menjemput rezeki dan berkarya adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan, apalagi dikorbankan.




37 komentar

  1. Setujuh Mba Dyah, setiap ibu adalah pekerja, hanya ranahnya saja yg berbeda. Thankyou for sharing mba. Inspiratif

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak, terima kasih sudah berkunjung

      Hapus
  2. Kok jadi ngiler ya, Mbak. Bisa masak itu memang suatu anugerah. Lebih tepatnya kelebihan yang perlu dioptimalkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak betul banget, kadang dengan bumbu yang sama, beda yang masak, cita rasa hasil masakan bisa beda ya mbak

      Hapus
  3. Bener banget mbak sebagai seorang ibu yang pengen tetap produktif maka jadikan rumah sebagai tempat belajar, bertumbuh dan berkarya. Abis lihat gambar pizza sama kue tart nya auto ngiler nih mana lucu-lucu banget lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk buat mbak, sy juga belum bisa nih seperti ipar saya hehehe

      Hapus
  4. Wah aku baru tahu nenas bisa jadi topping pizza. Kapan-kapan coba ah. Thx infonya ya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa mbak, jadi seger lo rasanya, sy juga tahunya dari ipar sy, selamat mencoba mbak

      Hapus
  5. Kalau sudah memaksimalkan usaha dalam menjemput rezekiNya pasti ada aja jalanNya. Keren banget mbak Dyah inspirasi dari usaha iparnya, semoga lancar dan sukses terus usahanya

    BalasHapus
  6. Yups sangat mungkin untuk produktif dari rumah, udah banyak banget buktinya. Btw, pizzanya bikin ngiler deh mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk, bisa dipesan mbak, kirimnya ya yang susah hehehe
      buat sendiri yuk mbak

      Hapus
  7. Yuk produktif dengan kapasitas masing-masing

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk mbak, temukan cara yang pas dengan kita ya

      Hapus
  8. Quotes yang menyejukkan dari Ibu Septi Peni dan saya setuju banget. Pernah bekerja di luar rumah dan sekarang bekerja di dalam rumah. Saya tetap merasa bisa produktif walaupun hanya dari rumah. Alhamdulillah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak sepakat, sy juga suka karena menyejukkan quote-quote beliau

      Hapus
  9. Tetap bisa sukses dari rumah kok kak. Produktif dan inspiratif.

    BalasHapus
  10. pengen belajar bikin pizza, tapi khawatir gunain oven nangkring, belum bisa huhu

    BalasHapus
  11. Wah inspiratif banget nih mbak, produktif dari rumah. Aku naksir dengan kue tartnya, dari dulu buat bolu saja belum berhasil, semoga lebaran ini buat sendiri dan berhasil

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau masalah hias menghias kue tart nyerah sy mbak, secara sy belum bisa gambar, la ini ipar sy, kue tart seperti kertas gambar aja, lihat foto contoh, terus tinggal gambar aja di tartnya, hasilnya persis pula

      Hapus
  12. Mungkinkah? Mungkin banget dong. Orang-orang sekitar saya pun banyak nih yang tetap bisa produktif dari rumah. Ya, setiap orangnya pastinya punya jalannya masing-masing. Salut ih sama kerja keras adik iparnya mbak \^^/

    BalasHapus
  13. Mungkin banget dong. Hehehe. Bismillah pokoknya mah niat ya mbaa. Btw keren dehh sama kerja kerasnya inii, jadi termotivasi akutuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, produktif bisa dari mana aja ya

      Hapus
  14. Bisa yok bisa, saya dulu juga memutuskan berhenti bekerja setelah menikah. Dan kini tetap bisa produktif dari rumah sambil jualan online.

    BalasHapus
  15. masya Allah keren deh, bisa produktif dari rumah itu cita citaku. mengaush anaktapi tetap berdaya . sesuai dengan pasion apalgi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak Hamim juga keren kok, terima kasih sudah berkunjung

      Hapus
  16. Produktif dari rumah tu memang sangat memungkinkan jika mau. Saya dulu sempat berhenti kerja karena fokus urus anak, tapi tetap menulis dan mengerjakan job dari teman

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat kakak, yang penting kita tetap produktif dengan cara kita masing-masing ya

      Hapus
  17. pas buka pizza pas lagi puasa, menggugah selera untuk bikin pizza niy nanti pas buka kak Dyah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, maaf ya jadi tergoda, yuk buat kak

      Hapus
  18. Kreatif sekali adik iparnya mbaa. Saya setuju banget, menjadi ibu rumah tangga bukanlah halangan buat kita untuk tetap bisa menghasilkan income dari rumah.

    BalasHapus
  19. Tetap semangat dan produktif selalu dengan berbagai cara

    BalasHapus
  20. Setuju banget mbak, dari rumah kita bisa banget produktif, freelance terkadang juga bisa kerja dari rumah. Tetep semangat

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih