Mindful Life yang Menginspirasiku

Rabu, 30 Maret 2022

 

mindful life seni menjalani hidup bahagia dan bermakna

Buku adalah jendela dunia. Pepatah ini benar adanya, karena melalui buku kita akan memperoleh ilmu pengetahuan apapun dan dari manapun, tergantung apa yang ingin kita pelajari atau ingin kita ketahui. 

Apakah kita harus menuntaskan membaca satu buku? Jawabannya, tentu saja tidak. Tergantung apa yang ingin kita ketahui dan pelajari. Mungkin hanya dnegan membaca sebagian buku, kita sudah mendapatkan apa yang kita cari dan tidak ingin menuntaskan membaca, sah-sah saja.

Buku adalah pola pikir penulis yang dituangkan dalam bentuk tulisan sebagai buah karya pemikirannya, sehingga hal tersebut belum tentu sesuai dengan pola pikir kita sebagai pembaca. Setiap buku akan menemukan pembacanya masing-masing. Yuk, temukan satu buku saja dan mari jatuh cinta pada membaca. Seperti quote Najwa Shihab, DUta Baca Indonesia, "Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu. Mari jatuh cinta."


jatuh cinta pada buku

Jatuh Cinta

Saya menemukan buku Mindful Life, Seni Menjalani Hidup Bahagia dan Bermakna dan saya jatuh cinta. Bukan pertemuan yang tidak sengaja terjadi, tetapi saya mengetahui buku ini saat bergabung dalam suatu komunitas. Dan ternyata salah satu sahabat maya saya juga mengincar buku ini, dan kami tertawa bersama saat mengetahuinya. ternyata selera kami dan inti masalah yang kami hadapi hampir sama. 

Saat itu saya sedang mencari referensi mengapa saya rasanya tertekan, merasa ada yang memburu-buru, mengerjakan sesuatu tidak konsentrasi, cemas berlebih dan masih ada beberapa hal lagi yang membuat saya tidak nyaman dan tidak menikmati hidup. Setelah mencari tahu buku ini lebih jauh, sayapun segera memesannya dan tak berapa lama buku ini sudah ada dalam genggaman.


Spesifikasi Buku

Judul         : Mindful Life Seni Menjalani Hidup Bahagia dan Bermakna

Penulis     : Darmawan Aji

Penerbit   : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Cetakan   : pertama, 2019

ISBN        : 978-623-7013-87-7

Tebal buku : 248 halaman


Inspirasi

Saat memilih buku, langkah awal saya adalah membaca blurb yang ada di belakang buku. Blurb biasanya berisi gambaran isi buku. Saat membaca blurb buku ini sedikit menyadarkan saya yang sering mencampuradukkan ketiganya, yaitu merencanakan, menjalani dan melepaskan beberapa hal sekaligus. Berikut blurb yang tertulis di bagian belakang buku.


"Ada kalanya kita merencanakan hidup.
Ada kalanya kita menjalaninya.
Ada kalanya kita melepaskan.
Mencampuradukkan ketiganya adalah sumber frustasi
Bila kita ingin hidup bahagia, rencanakan saat perlu merencanakan, jalani saat perlu menjalani, dan lepaskan saat perlu melepaskan"
-Mindful Life-
Seni Menjalani Hidup Bahagia dan Bermakna


Buku yang saya beli Februari 2020 ini berungkali saya baca di saat saya merasa terpuruk. Sesuai dengan judulnya, buku ini mengajak pembacanya untuk menikmati hidup dengan bahagia dan bermakna. Ada sepuluh bab yang menjelaskan tahapannya dan setiap bab dilengkapi dengan quote yang terkait dengan judul bab.

Salah satu quote yang saya suka adalah "Don't demand that things go as you wish, but wish that they happen as they do happen, and you will go on well."-Epictetus. Kurang lebih jika diterjemahkan artinya sebagai berikut 'Jangan menuntut hal-hal berjalan seperti yang Anda inginkan, tetapi berharap itu terjadi seperti yang terjadi, dan Anda akan berjalan dengan baik'.

Quote ini diletakkan di bab pertama yang membahas tentang Berhentilah Mengendalikan Apa Yang Tidak Dapat Anda Kendalikan. Jika kita berusaha mengendalikan hal di luar kendali kita, maka yang terjadi adalah kita akan mengalami stres. Hal di luar kendali kita misalnya cuaca hari ini, kondisi jalanan macet, kebijakan pemerintah, dan masih banyak lagi.

Wanita, umumnya suka melakukan beberapa pekerjaan secara bersamaan. Misalnya ingin melihat film favorit tetapi merasa lapar. Maka pilihan yang dilakukan adalah makan sambil menonton film. Kita tidak dapat menikmati makanan yang disantap dan tidak terasa berapa banyak makanan yang telah kita konsumsi.

Saat saya membeli buku ini, saya juga mengikuti pelatihan Self Care yang dipandu oleh sahabat maya saya. Dalam pelatihan tersebut juga membahas tentang latihan mindful, sesuai dengan buku yang saya beli dan saya bisa mempraktikkannya langsung. 

Mindful ibarat otot yang harus dilatih agar semakin mudah mempraktikannya. Dengan mindful kita akan lebih menikmati hidup, hidup akan lebih tenang dan lebih fokus pada apa yang diprioritaskan lebih dahulu.

Teringat sebuah quote "Jika semua penting, sesungguhnya semua tidak penting"


Penutup

Buku Mindful Life adalah buku yang menuturkan bagaimana seni untuk menikmati hidup agar hidup bahagia dan bermakna. Sehingga saya ingin membuat resensinya untuk memudahkan saya membaca ulang dan agar Sobat Dy mempunyai gambaran mengenai buku ini. 

Sudahkah teman-teman menemukan sebuah buku yang menginspirasi? Yuk, cari sebuah buku dan silakan jatuh cinta pada buku tersebut. Selamat membaca.

 

49 komentar

  1. Bukubini pas buat nambah literasi di rumah, buku terbitan Tiga Serangkai memang layak buat khasanah pengetahuan dan upgrade

    BalasHapus
  2. Bagaimana seni untuk menikmati hidup agar hidup makin bahagia dan bermakna. Kayaknya cocok banget nih buat pilihan bacaan di Ramasdhan

    BalasHapus
  3. Ada banyak cara untuk menjalani hidup bahagia ya,salah satunya dengan membaca buku favorit. Buku Mindful ini bisa juga sebagai self reminder sebelum mengambil keputusan di dalam hidup.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget, membaca termasuk salah satu me time saya sih kak, jadi nyaman aja

      Hapus
  4. Buku yang menginspirasi bagi saya dan sangat berkesan itu Negeri 5 Menara, Mba. Buku fiksi yang banyak memberikan insight tentang kekuatan impian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah terima kasih rekomendasinya mbak Nia, sepertinya di storytell ada nih, cuzz ah

      Hapus
  5. Jika semua penting, sesungguhnya semua tidak penting.

    Hmm... bener juga ya, kalau semua setara, akhirnya semuanya nggak penting, biasa aja.

    Sepertinya bukunya menarik mbak, jadi pengen baca juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan mbak. bukunya memang menarik kok

      Hapus
  6. "Jika semua penting, sesungguhnya semua tidak penting"...bener banget
    Saya jadi penasaran sama bukunya, apalagi dibilang baca berulangkali saat terpuruk..wah,inspiratif isinya. Judulnya saja sudah menunjukkan ini, Mindful Life Seni Menjalani Hidup Bahagia dan Bermakna!
    Makasih sudah berbagi isi bukunya, Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak, silakan temukan buku yang mbak suka dan mari jatuh cinta

      Hapus
  7. Buku memang jendela dunia, dengan membaca kita merasa bertambah kaya. mindfullness itu arti kata lainnya fokus, kan ya. semoga kita bisa fokus pada apa yang menjadi tujuan kita. thankyou for sharing, mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. l nya satu aja mbak Nita, artinya akan beda antara mindful dan mindfull, yuk kita berlatih mindful aja jangan mindfull, akan lelah kalau mindfull
      terima kasih kembali kakak cantik

      Hapus
  8. Lihat cuplikan blurbnya saja rasanya sudah langsung menusuk. Rencanakan saat perlu merencanakan. Sebagai seorang yang kadang memang senang merencanakan sesuatu, urusan rencana merencana ini memang paling sering buat stress. Terutama ketika akhirnya kita tidak bisa mencapai target. Makasi untuk referensi bukunya ya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak, sy juga masih harus banyak belajar kok, dan buku ini menyadarkan saya

      Hapus
  9. Menarik ya, Mbak, bukunya. Saya juga suka melakukan segala sesuatu secara bersamaan. Kerja sambil makan karena mengejar deadline misalnya. Hasilnya saya malah tertekan, pola makan dan hidup gak sehat. Belakangan saya juga evaluasi diri, termasuk ketika belajar soal mindfull eating (bener gak ya istilahnya?). Akhirnya, kalau waktunya makan, ya saya makan saja. Gak pakai disambi kerja. Belajar lebih santai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak istilahnya, dansaat sy ikut kelas self care, ternyata mindfull ini juga jadi salah satu materinya dan harus dilatih terus menerus

      Hapus
  10. Hallo Mbak dyah. Terima kasih sudah mengulas sedikit tentang buku coach Darmawan Aji. Aku tahu tentang beliau setelah ikut zoom pertama kali tahun baru kemarin itu, jleb aja rasanya��, ini ada salah satu buku karya beliau baru diulas dikit sama Mbak Dyah aja kepala manggut² aje ini��

    BalasHapus
    Balasan
    1. coach Aji ini kata-katanya jleb mbak, sederhana tapi mengena banget dan beliau disiplin lo, berasa deh ikigai dan profesi yang disampaikan saat akhir tahun lalu sudah membaur jadi satu

      Hapus
  11. Aku lagi butuh buku yg insightful seperti ini mba
    terima kasih sudah me-review dgn sangat ciamik.
    kapan2 aku mau baca juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak, silakan temukan bukunya dan selamat jatuh cinta

      Hapus
  12. Bener banget ya, saya melakukan beberapa hal sekaligus dengan alasan ah sekalian. Padahal apakah saya memiliki kebahagiaan saat menjalankan semua itu?
    Hem... Mulai sekarang saya harus memikirkan ulang semuanya nih
    Terimakasih atas ulasan buku ini Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama kak
      kalau mengerjakan bersamaan kemungkinan kita tidak dapat menikmati apa yang sedang kita kerjakan, sehingga tidak meninggalkan makna

      Hapus
  13. Wah baru ngeh ini bukunyaa, aku cuma pernah denger dari podcast soal buku ini blm kebayang covernya se"adem" ini, otw masukin wishlist dlu ahh

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip kak, insyaallah ga kecewa deh sama isinya

      Hapus
  14. Mengena banget ya Mbak Dyah... quote ttg membaca dari Najwa Shihab, bener juga sih rasanya saat membaca lembar terakhir buku abis itu nambah deh pingin baca buku yang lainnya lagi. Mindful Life ini kereeenn. Makasih ulasannya Mbak

    BalasHapus
  15. waah bukunya coach Aji, aku pengen baca...
    mau nyari audiobooknya ah semoga ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sy kurang tahu ada atau tidak, mungkin di ipunas juga sudah ada atau di gramdig

      Hapus
  16. "Jika semua penting, sesungguhnya semua tidak penting". Hmmmm masuk juga ya ternyata di logika. Baru ngeh sama kalimat ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe betul banget kan, ya
      klau memang dirasa penting, kenapa tidak dikerjakan? jangan-jangan hal tersebut bukan hal yang penting

      Hapus
  17. Buku ini tampaknya cocok bagi kita yang ingin terlpeas dari hal-hal yang membingungkan di dunia ini. karena semuanya sesuai dengan langkah per langkahnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih tepatnya untuk orang-orang yang overthinking, multitasking sih kak, supaya bisa lebih menikmati hidup

      Hapus
  18. Mbaca ulasanya jadi ingin mbaca bukunya juga mbak, menarik dan banyak diksi yang jleb jleb

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget, di setiap babnya dilengkapi dnegan quote yang membuat saya merenung lagi dan lagi

      Hapus
  19. Pikiran adalah cerminan diri. Pikiran yang tenang memang dapat membantu diri menjadi nyaman. Wah, jadi ingin membaca bukunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan kak, ga rugi deh baca bukunya coach Aji

      Hapus
  20. Penulisnya aja udah keren banget jadi mau baca deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan kak, bagus sih bukunya menurut saya

      Hapus
  21. Wahh bukunya coach Aji
    Recommended banget pastinya ya mbak
    Bisa melatih kita untuk hidup lebih mindfulness

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Dee, suka buku-buku beliau, ingin punya lagi seri lainnya

      Hapus
  22. Aku selalu suka dengan insight dan tulisan-tulisan dari coach Aji.
    Bukunya ada di gramedia digital gak yaah..
    Penting sekali mempelajari mengenai Mindful Life ini agar bisa lebih memaknai hidup dan menikmatinya tanpa ovt lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. overthinking itu melelahkan teh, dalem banget lo quote-quote coach Aji

      Hapus
  23. Bisa bikin kita ga ngoyo ya, biar bisa lebih bersyukur sama hidup. Ambis boleh tapi jangan sampai merampas ketenangan hati

    BalasHapus
  24. Sepertinya menarik nih bukunya kak. Boleh lah masuk list buku yang akan saya beli hehehe. Terima kasih sharingnya kakakk..

    BalasHapus
  25. Kalau sudah jatuh cinta sama buku, rasanya semua gak boleh nyentuh ya mbak. Sama kayak suamiku yang naruh buku di kardus. Aku pasti marah. Buku itu ditaruh di rak, gak boleh di lantai, megangnya harus hati hati. Gak boleh ngelipet, dll. Pokoknya dijaga banget. Ayang kalah deh. Hehe

    BalasHapus
  26. Hai mbak ternyata kita sama sama orang sidoarjo loh🥰
    Ngomongin buku aku juga cukup menyenangi buku, cuma kalau lagi nggak mood ya buku ditinggal gitu aja,dan bener juga kalau lagi jatuh cinta sama buku udah deh yang lain ditinggalkan

    BalasHapus
  27. sering sekali mencampur adukan yang bisa dikendali dengan tidak juga saya nya. kayaknya buku ini cocok deh buat saya, terima kasih ya kak sudah berbagi

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih