Ciptakan Bahagiamu, Tak Perlu Mencarinya

Sabtu, 26 Maret 2022

ciptakan bahagiamu

Bahagia itu diciptakan bukan dicari

Apakah teman-teman sering mendengar kalimat tersebut? Ada beraneka macam kata-kata mutiara tentang bahagia, salah satunya adalah kalimat yang saya tuliskan di awal tulisan ini. Bahagia itu dari hati, kita sendiri yang menciptakan, bukan menunggu sesuatu datang pada diri kita, kemudian kita akan bahagia.

Coba bayangkan jika kita menunggu sesuatu datang, selanjutnya kita akan bahagia. Pertanyaannya adalah apakah sesuatu yang kita harapkan akan datang? Bagaimana jika sesuatu itu tidak datang? Atau bagaimana jika sesuatu itu datang, tetapi tidak sesuai harapan? Jadi kapan kita bahagianya, jika menunggu dan menunggu?

Berbeda halnya jika bahagia itu kita ciptakan. Standar atau ukuran bahagia setiap orang berbeda-beda, tidak ada parameter yang jelas. Maka tidak perlu membandingkan bahagia kita dengan bahagia orang lain. 

Duduk dengan tenang, menikmati keheningan pagi saat bangun pagi, menghirup udara segar, bersyukur bangun dalam keadaan sehat. Atau menikmati secangkir teh hangat saat pulang dari bepergian sudah membuat saya bahagia. Hehehe receh banget ya bahagia saya.

Dunia dengan segala kompleksitas masalah yang ada sudah cukup membuat penat, akankah bahagia kita diukur juga dengan cara yang kompleks atau standard yang kita sendiri tidak akan pernah tahu batasannya? Maka saya menciptakan bahagia saya sendiri menurut versi saya, dari sudut pandang saya bukan dari sudut pandang orang lain. Termasuk membuat diri saya bahagia, karena dengan begitu saya mencintai diri sendiri. Mencintai diri sendiri bukan berarti egois, tetapi untuk mengisi tangki kebahagiaan kita agar kita dapat melayani orang lain dengan bahagia.

"Life is an endless process of self discovery" - James Gardner


Self Love

Self love adalah mencintai diri sendiri dengan cara yang benar, salah satu caranya adalah dengan self care. Self care bukan egois, tetapi salah satu bentuk kepedulian pada diri sendiri yang nantinya akan berdampak pada orang lain.

Bayangkan bagaimana jika tangki bahagia kita kosong? Ibarat sebuah teko yang kosong, tidak dapat mengalirkan isinya karena teko tersebut kosong. Tangki bahagia yang kosong tidak dapat mengalirkan kebahagiaan karena dirinya kosong, hampa.

Maka buatlah diri sendiri bahagia terlebih dahulu sebelum kita membahagiakan orang lain. Alih-alih orang lain bahagia, kemungkinan yang ada adalah orang lain akan merasakan ketidaknyamanan karena sikap kita yang tampak tidak bahagia.


Cara Membuat Diri Bahagia

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk membuat diri kita bahagia, diantaranya :

Lakukan hal yang menyenangkan

Melakukan dan menikmati hobi akan membuat kita melupakan penat dan permasalahan yang kita hadapi. Bahkan mendapatkan solusi atas permasalahan hidup, karena hati senang sehingga daoat berpikir lebih jernih.

Berdamai dengan masa lalu

Masa lalu ada yang menyenangkan dan menyakitkan. Tidak mudah untuk melupakan masa lalu yang menyakitkan, tidak cukup.hanya dengan mengabaikannya dan memendamnya di dalam hati.

Ibarat bom waktu, masa lalu menyakitkan yang dipendam saja dalam hati suatu saat akan meledak. Hal ini akan membuat kita cemas dan ketakutan. Maka lupakan masalah tersebut, lakukan secara bertahap.

Cintai diri sendiri

Menerima kelebihan dan kekurangan diri kita apa adanya. Perlakukan diri sendiri dengan simpati yang sama dengan perlakuan diri kita terhadap orang lain akan membantu diri kita bangkit dengan kesabaran yang lebih besar.

Sayangi diri sendiri sehingga kita dapat mengembalikan energi kita untuk mengerjakan tugas dan kewajiban kita. Dengan memberikan kelonggaran dan keleluasaan akan membuat kita dapat bernapas lebih lega.

Berpikir positif

Pikiran kita bukanlah kenyataan. Banyak kejadian yang terjadi dalam hidup, secara alami kita akan mempersepsikan kejadian-kejadian tersebut, sehingga akan mempengaruhi emosi kita. Sebuah kejadian adalah netral, tetapi persepsi atau penafsiran kita terhadap kejadian tersebut yang mengendalikan kita. 

Kata-kata memiliki kekuatan yang besar daripada yang dapat kita bayangkan. Pemikiran kita akan mempengaruhi sikap kita.

Menjadi diri sendiri

Tak perlu membandingkan diri sendiri dengan orang lain, karena setiap orang mempunyai permasalahannya masing-masing. Terinspirasi tanpa terintimidasi. Menjadi sosok orang lain yang diinginkan lingkungan hanya akan membuat diri kita lelah atau mungkin akan membuat kita stres atau tertekan.

Dengan menjadi diri sendiri akan membuat kita dapat berekspresi dan berpendapat tanpa ada yang perlu ditutupi, tentu saja tetap sesuai batasan norma yang berlaku.

"The two most important days in your life are the day you are born, and the day you find out why." - Mark Twain


Penutup

Bahagiakan diri kita sendiri, karena jika kita bahagia kita dapat mentransfer bahagia ke orang lain dan dapat melayaninya lebih baik. 

Yuk temukan bahagiamu dan bahagiakan orang sekitar.


Referensi 

  1. https://www.tipspengembangandiri.com/cara-membahagiakan-diri-sendiri/
  2. Mindful Life, Seni Menjalani Hidup Bahagia dan Bermakna, Darmawan Aji, 2019


29 komentar

  1. Ada yg bilang, bahagia itu sederhana, tapi jadi ribet di era socmed, wkwkwk.

    Padahal, sebenernya bahagia itu simple yet meaningful.
    lakukan tips yg ada di artikel ini aja, ye kaann

    BalasHapus
  2. Paling sulit emang berdamai dgn masa lalu, mencoba berpikir positif kalau semua yang terjadi pasti ada hikmah dan maksud Allah di dalamnya,
    Hmm, sebaiknya mencintai diri sndri dulu ya, jadi kita tahu, segalanya itu emang udah diatur Allah,
    Jd flashback ni gegara baca artikel mbaa 🤗

    BalasHapus
  3. Bahagia memang kita yg ciptkan, ya, mba, bukan dicari. Mau dikelilingi harta yg berlimpah, klo hati kita tak bersyukur, tetap saja tak membuat bahagia. Trimakasih sharingnya, mba.

    BalasHapus
  4. Setelah tercipta, bahagia bisa dibagi... Ah, nambah bahagia pasti rasanya kan

    BalasHapus
  5. Yes betul! Bahagia itu kita yang menciptakan. Kalau bergantung pada sesuatu, yang ada malah capek mikirinnya, keburu bete hehe

    BalasHapus
  6. Bahagia itu datangnya memang harus dari diri sendiri ya, nggak bisa mengandalkan orang lain untuk membuat kita bahagia..

    BalasHapus
  7. Aku selalu bilang ke anak-anakku untuk selalu bahagia, karena bahagia itu menular. Sama halnya dengan kemarahan. Jadi, semoga kita semua bisa menemukan apa yang menjadikan bahagia dan rasa syukur dalam menjalani hari.

    BalasHapus
  8. Bener banget, kalau bisa bahagia nanti sekitar kita jadi ketularan bahagia kita juga

    BalasHapus
  9. Self love ini termasuk me time jg gak ya.. Biasanya kita perlu me time jg nih agar bisa menghindari dr stress kegiagan sehari"..hihii,,

    BalasHapus
  10. Setuju di point ini,buatlah diri sendiri bahagia terlebih dahulu sebelum kita membahagiakan orang lain.

    BalasHapus
  11. Kalimat di bagian penutup ajib banget, Kak.Sukaa deeehhh...
    Jangan berharap orang lain membahagiakan kita ya kak, kita sendiri yang harus membahagiakan diri sendiri, bukan orang lain. Bahagia dari orang lain mah bonus hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget kak karena kita tidak bisa berharap pada orang lain, harus bisa ngatasi diri sendiri lah ya istilahnya tuh

      Hapus
  12. Semoga bisa berbahagia dengan cara dan standar sendiri tanpa harus mendengarkan apa kata orang.

    BalasHapus
  13. Setuju jika membuat diri sendiri bahagia terlebih dahulu sebelum kita membahagiakan orang lain. Karena bahagia kita bisa membuat orang lain pun merasa sama

    BalasHapus
  14. setuju..aku jadi teringat perkataan almarhum ustad harry bahagia itu bukan senang. karena kalau tidak senang kita bisa tidak bahagia. bahagia itu ya kita yang ciptakan, meski kita sedang sedih tapi kita bahagia karena bersyukur

    BalasHapus
  15. sepakat bahwa bahagia itu diciptakan jadi orientasi nya adalah fokus pada diri kita gak sibuk dengan pencapaian oranglain

    BalasHapus
  16. Ah iya
    Benar sekali mbak
    Bahagia itu bukan dicari, bahagia itu bisa diciptakan
    Terima kasih sudah berbagi tips menciptakan bahagia mbak

    BalasHapus
  17. Yeeaayy betuulll, happiness is (from) yourself.
    Penting untuk membuat kebahagiaan diri dulu baru membahagiakan orang lain.

    BalasHapus
  18. sepakat mbak, ada kalanya bahagia memang ruang bahagia kta yang membangun, dengan komunikasi orang-orang yang kita anggap support

    BalasHapus
  19. Saya termasuk yang pernah membandingkan kebahagiaan orang dengan diri sendiri. Ternyata beneran itu enggak enak. Setelah tahu hal itu tidak tepat, saya pun melakukan apa yang mbak tuliskan di atas. Semoga kita selalu diberikan kebahagiaan, keberkahan, dan rezeki yang sesuai kebutuhan ya, mbak, aamiin

    BalasHapus
  20. Sepakat nih, sering kali kita nggak bisa bahagia karena terlalu terpaut dengan masa lalu. Kuncinya ikhlaskan aja deh masa lalu. Semoga jadi lebih baik. Aamiin

    BalasHapus
  21. Berdamai dengan masa lalu, hal yang keliatan gampang banget diucapkan tapi sulit banget dilakuin ya kak. Karena memang musuh terberat itu ya kita di masa lalu

    BalasHapus
  22. Berpikir positif menjadi salah satu penguat psikologis di dalam menghadapi setiap tantangan

    BalasHapus
  23. Masya Allah, kembali kita juga harus bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini ya mbak.

    BalasHapus
  24. Saya sendiri kadang kalau lagi penat, suka memootovasi diri sendiri dengan senyum dan berpikir positif. Dan bahagia itu memang bisa diciptakan sendiri.

    BalasHapus
  25. Semangat untuk selflove, kalau bukan kita siapa lagi yang mau mencintai. Orang-orang yang dipenuhi kasih sayang, mereka mungkin nggak akan ngerti kenapa kita harus berjuang mencintai diri sendiri. Hehe

    BalasHapus
  26. Dimanapun dan kapanpun kita bisa bahagia.Tak perlu mahal yang penting happy

    BalasHapus
  27. Berfikir positif ini sangat membantu kita dalam ciptakan rasa bahagia. Setuju kak. Aku biasanya sering dengerin ceramah yang menggiring pikiran untuk tetap berfikir positif

    BalasHapus
  28. self love, bener banget, klo aku udah kebiasaaan nggak suka nggantungin kebahagiaan dri org lain juga sih mba, bahagia bisa kita ciptakan sendiri, asal pikiran positif gitu

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih