Kesederhanaan Klepon

Selasa, 22 Maret 2022

 

kesederhanaan klepon

Akhir minggu biasanya kami gunakan untuk berkumpul bersama, main bareng, ngobrol bareng, beraktivitas bareng. Salah satu kegiatan yang disukai anak-anak adalah membuat kudapan. Maklumlah anak-anak saya suka ngemil, apalagi jika mereka dilibatkan langsung dalam proses pembuatannya.

Manfaat yang diperoleh dari kegiatan masak bersama ini banyak, mereka dapat belajar berhitung melalui kegiatan menimbang bahan yang akan digunakan, menstimulasi motorik halus, melatih koordinasi, belajar urutan, life skill. Selain keuntungan tersebut, ada hal yang tak kalah penting yaitu meningkatkan bonding dengan anak. Ibarat pepatah sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Jangan dibayangkan saya bersama anak-anak akan membuat kudapan yang memiliki tahapan rumit dalam proses pembuatannya, karena hal tersebut sulit untuk dilakukan. Selain persiapan bahan yang perlu disiapkan adalah stok sabar, agar mulut saya tidak banyak bicara atau mencela karena anak-anak tidak sesuai melakukan tahapan proses atau menumpahkan sesuatu.

Salah satu kudapan favorit anak-anak adalah klepon, yang merupakan makanan tradisional dari pulau Jawa. Namun, klepon juga dikenal di Sumatera, Sulawesi dan Malaysia dengan sebutan onde-onde. Perbedaan penyebutan nama ini yang akan menyebabkan kerancuan dengan makanan onde-onde. Bentuknya sama-sama bulat, tetapi rasa dan penampilannya beda.


Filosofi Klepon

Klepon berbentuk bola,  berisi potongan gula merah yang legit, di bagian luarnya dibalut parutan kelapa. Rasanya kenyal dan jika digigit, gula merah yang legit akan menyebar di dalam mulut dan legitnya gula merah akan terasa.

Disadur dari Buku Belajar Dari Makanan Tradisional Jawa, klepon adalah lambang kesederhanaan, karena bahan penyusunnya sedikit, mudah diperoleh dan proses pembuatannya yang mudah.

Sederhana adalah sifat terpuji. Kehidupan yang sederhana akan memberikan kedamaian dan kebahagiaan. Harta yang dimilikinya digunakan untuk membantu sesama yang lebih membutuhkan.

Gula aren atau gula jawa dengan rasa manis digunakan sebagai isian klepon melambangkan pentingnya manusia memiliki kebaikan hati. Walaupun kebaikan hati tidak tampak dari luar, tetapi dapat dirasakan oleh manusia di sekitarnya. Sehingga dapat membuatnya dicintai sesama dan Tuhan.

Balutan parutan kelapa pada klepon,  mengingatkan pada tahapan kehidupan manusia. Untuk dapat menikmati daging kelapa yang berwarna putih, sebelumnya kita harus membuka batok kelapa yang keras. Setelah itu ada kulit ari yang berwarna kecoklatan sampai kehitaman tergantung umur buah kelapa. Daging kelapa dapat dinikmati setelah membuang batok kelapa dan kulit ari. Sebelum dinikmati daging kelapa diparut terlebih dahulu.

Filosofi parutan kelapa ini adalah sebelum mendapatkan kebahagiaan, manusia akan melalui tahapan yang keras dan sulit yang dilambangkan dengan batok kelapa yang keras. Tahap berikutnya, manusia harus membersihkan hati dan berhati-hati dalam menjalani kehidupan yang dilambangkan dengan membersihkan kulit ari. Selanjutnya agar manusia dapat meraih kebahagiaan, manusia harus terus memperbaiki diri yang dilambangkan dengan kelapa yang diparut.

Proses pembuatan klepon mudah, tetapi diperlukan ketepatan takaran agar adonan tidak lembek dan dapat dibentuk bulatan. Hal ini melambangkan bahwa dalam melakukan pekerjaan diperlukan ketepatan, ketelitian dan kesabaran, agar mendapatkan hasil yang baik.

filosofi klepon


Resep Klepon

Resep yang akan saya bagikan adalah tesep yang saya peroleh dari Rumah Belajar Boga Ibu Profesional Surabaya Raya. Resep ini merupakan resep yang telah diuji coba oleh banyak anggota Rumbel, sehingga tidak perlu diragukan lagi rasanya yang endeus. Selain itu dalam proses pembuatannya tidak menggunakan rendaman air kapur, yang berfungi untuk membuat kenyal klepon, sehingga lebih sehat. Walaupun begitu klepon yang dihasilkan nanti tetap kenyal dan enak.

Bahan yang digunakan

  • 250 gr tepung ketan
  • 50 gr tepung beras
  • +/- 150 ml air pandan (bisa ganti air hangat biasa +essence pandan secukupnya)
  • garam sedikit
  • gula merah utk isian secukupnya
  • kelapa parut kasar secukupnya

Cara membuatnya

  1. Campur tepung ketan, tepung beras, garam, air pandan. 
  2. Uleni hingga kalis. 
  3. Ambil secukupnya adonan, isi gula merah yan sudah diserut
  4. Bentuk bulat. 
  5. Rebus di air mendidih.
  6. Bila sudah matang, letakkan klepon pada parutan kelapa parut, kemudian baluri dengan kelapa parut.

Klepon dapat disajikan dan dinikmati bersama. Jika saya memasak bersama anak-anak, klepon yang baru matang langsung diambil dan dinikmati mereka, tidak menunggu proses semua adonan selesai dimasak. Ibunya enggak kebagian. Tak apalah, yang penting anak-anak senang.



Referensi

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Klepon
  2. Belajar Dari Makanan Tradisional Jawa, Dawud Achroni, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2017 

26 komentar

  1. waaah ini kesukaan anakku tapi aku belum pernah sekalipun bikin, kalo diajarin anakku juga apsti bisa bikin sendiri. Makasih remindernyaaa... akan aku coba resepnya..

    BalasHapus
  2. Pas banget untuk temen ngopi di sore hari... klepon semoga ga hilang tergilas kudapan2 import dan kekinian....

    BalasHapus
  3. Luar biasa mbaaaa
    penganan kegemaran saya ini kalo dibedah filosofinya jadi ciamik banget ya kan.
    Aaakk, aku jadi pengin jajan klepon nihhh

    BalasHapus
  4. Klepon rasanya alhamdulillah cocok di lidah, mudah dibawa dahulu waktu kuliah. Pasuruan ada tempat produksi klepon favorit.

    BalasHapus
  5. Kecintaan saya ini. Apalagi ceplusnya itu lo, ngangeni.

    BalasHapus
  6. MasyaAllah ternyata klepon ada filosofinya sendiri ya, jadi bangga jadi orang Indonesia dengan keanekaragaman kuliner yang unik dan filosofis

    BalasHapus
  7. Baru tahu ...makanan kesukaan keluarga saya ini
    ..natural taste banget

    BalasHapus
  8. Ya ampun klepon ini jajan tradisional kesukaan saya. Sekarang susah banget nyarinya. Kalau enggak ke pasar enggak ada. Syukurlah belakangan nemu toko online yang jualan kue tradisional ini.

    BalasHapus
  9. Wah, makasih mbak Dyah sudah memberitahukan resep klepon. Kebetulan butuh ini untuk membuat kudapan tambahan di rumah. Sekaligus mengenalkan lagi cemilan tradisional, mantap

    BalasHapus
  10. Aku juga sukaa banget sama jajanan satu iiniii. Dulu sempet pernah nekat nempuh jarak 2jam-an buat nyari klepon super enakkk

    BalasHapus
  11. masya Allah, aku suka skali klepon nihgula merah dan perpaudan parutan kelapa itu lho enakk

    BalasHapus
  12. Ya ampun aku jadi pengen bikin lihat postingan ini. Dulu pernah bikin klepon ini juga tapi pas mata pelajaran muatan lokal pas Smp. Hihi. Kayaknya bisa dicoba pas Ramadan nanti nih

    BalasHapus
  13. Salah satu makanan tradisional favorit, kalau ga pas makannya bisa dapat semburan dari gula merah cair itu 😂😂😂

    BalasHapus
  14. Klepon ini kesukaan anakku. Kebetulan di daerah kami terkenal sebagai penghasil klepon enak juga. Tapi belum pernah masak sendiri. Terima kasih resepnya, Mbak. Bisa nih dicoba untuk menu buka puasa.

    BalasHapus
  15. Ih .. aku jadi ingin makan klepon. Klepon itu kesukaanku juga, Mba.

    BalasHapus
  16. suka banget klepon
    waktu kecil nenek suka bikin
    klu panas2 itu lebih lembut
    sekarang beli aja

    BalasHapus
  17. Klepon kalau dimakan selagi hangat memang enaaak banget.
    Dan aku baru tahu nih ada filosofinya. Jadi belajar banyak hal mengenai kehidupan melalui makanan.

    BalasHapus
  18. Ternyata dalem banget ya filosofi makna dari makanan klepon ini. Orang jaman dahulu memang kalau menciptakan sesuatu ada filosofi yang terpendam di dalamnya ya.

    Saya juga suka klepon mbak, tapi belum pernah membuatnya. Biasa beli kalau pas ke pasar aja

    BalasHapus
  19. Ternyata ada filosofinya. Bagus juga maknanya.
    Yang jelas sih saya suka banget sama klepon. Dulu beberapa kali bikin sendiri. Lebih tepatnya dibantu meracik oleh tetangga tapi mengadoni, menguleni dan membentuk sendiri.
    Kok jadi kangen ya.

    BalasHapus
  20. aku jadi penasaran dengan asal usul kue tradisional klepon, dari tanah jawa kah arau sunda. soalnya di sunda juga ada, hehe. ternyata filosofisnya dalam juga ya, gak nyangka loh. aku sih tahu nya makan aja karena suka banget, hehe

    BalasHapus
  21. Dari pagi sampai sekarang di beliin klepon enak banget itu klepon apalagi dimakan saat pagi sambil minum teh

    BalasHapus
  22. Jadi pengen gigit klepon nih, terus ada sensasi meletus gula merah di mulut, hmm...

    BalasHapus
  23. Ada filosofinya juga ternyata ya hehe.. Bagus kak

    BalasHapus
  24. baru tahu lho nih filosofi dari klepon.
    ternyata dalam juga ya maknanya.
    klepon enak emang, walau ribet buatnya heheh :)

    BalasHapus
  25. wah baru tahu kalau kelepon ada filosofinya, menggambarkan kesederhanaan ya, paling nyes itu bagian parutan kelapanya ya, seperti proses kita meraih kebahagiaan hidup, yang terkadang perlu berjuang menghadapi kerasnya hidup dulu ya, ma syaa Allah
    Makasih Mba sharing inspirasinya, plus resepnya, bisa dicoba ini bikin kue kelepon buat buka puasa

    BalasHapus
  26. Salah satu makanan kesukaan abah. Duh jadi pengen beli, karena males bikin, hehe

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel di blog ini. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Terima kasih