Naik bus dengan bayi rasanya seperti sebuah misi besar bagi saya, mungkin Sobat Dy juga merasakan hal yang sama. Hal ini pernah saya alami beberapa waktu yang lalu saat saya harus pulang ke Kediri. Sehingga saya mencari berbagai tips membawa bayi naik bus, apalagi saat itu perjalanan pertama kami.
Jujurly, sebelumnya saya tidak pernah membayangkan akan bepergian dengan bayi menggunakan bus. Saat itu, baru memiliki dua anak. Namun, karena sesuatu dan lain hal, saya dan mama memilih menggunakan bus dengan membawa anak-anak, satu bayi dan satu balita. Suami baru bisa menyusul keesokan harinya.
Saya tidak berani mengendarai mobil dalam perjalanan jauh, apalagi di malam hari. Maklumlah saya masih amatiran dalam mengendarai mobil saat itu. Long short story, perjalanan tersebut kami lakukan setelah Maghrib, waktunya anak saya yang masih bayi mulai mengantuk.
Alhamdulillah bayi tidur dalam gendongan saya selama perjalanan, sedangkan kakaknya duduk bersama utinya aka mama saya dan anteng. Kebetulan anak sulung ini tipe yang gemar berpetualang dan ga rewel selama perjalanan.
Alhamdulillah tidak ada drama yang berarti selama perjalanan menggunakan bus. Dengan persiapan yang tepat dan sikap yang tenang, perjalanan justru akan menjadi pengalaman yang hangat, tidak hanya untuk si kecil, tetapi juga bagi saya sebagai orang tua.
Sebuah perjalanan tidak hanya tentang tujuan akhir, tetapi juga tentang bagaimana kita menjalani setiap prosesnya. Simak yuk tips membawa bayi naik bus untuk perjalanan pertama hingga akhir artikel ya!
Pentingnya Persiapan Sebelum Bepergian
Tahukah Sobat Dy bahwa bepergian bersama bayi atau anak-anak tentunya tidak sama dengan bepergian bersama orang tua atau orang dewasa maupun sendirian. Bayi belum bisa mengomunikasikan apa maunya atau apa yang dirasakannya. Bayi hanya bisa menangis, gelisah atau tiba-tiba sulit ditenangkan.
Bepergian menggunakan bus sebetulnya ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, di antaranya suara mesin, suhu AC yang terlalu dingin, atau udara yang pengap, berdesakan dengan penumpang lain hingga goncangan kendaraan yang dapat menjadi rangsangan baru bagi bayi. Oleh karena itu persiapan sebelum bepergian dengan bayi sangatlah penting.
Persiapannya tida hanya sekedar memastikan semua barang sudah masuk ke dalam tas. Namun, juga tentang memahami kebutuhan bayi, mengantisipasi segala kemungkinan yang mungkin terjadi serta menyiapkan diri agar tidak mudah panik ketika sesuatu tidak terjadi sesuai rencana.
Persiapan yang baik bukanlah tentang menghilangkan semua masalah, tetapi setidaknya dapat membuat kita lebih siap menghadapi permasalahan.
Percaya atau tidak percaya, rasa tenang orang tua akan menular pada bayi.
Baca juga : Tips Agar Bayi Tidak Masuk Angin Saat Perjalanan Jauh
Tips Membawa Bayi Naik Bus
Tidal ada perjalanan yang benar-benar sempurna. Setidaknya beberapa tips membawa bayi naik bus berikut dapat membuat perjalanan terasa lebih nyaman, di antaranya :
Pilih jadwal perjalanan yang tepat
Jika memungkinkan untuk memilih waktu perjalanan yang berdekatan dengan jam tidur bayi, sehingga bayi bisa tidur selama perjalanan menyesuaikan dengan ritme tidur bayi.
Sobat Dy juga dapat memilih menghindari jam sibuk sehingga dapat terhindar dari kemacetan. Selain itu suasananya pun lebih tenang sehingga bayi tidak mudah overstimulasi.
Pilih kursi yang nyaman
Sobat Dy dapat memilih kursi di bagian tengah, hindari kursi yang berada di atas ban. Area tersebut minim guncangan sehingga bayi tetap nyaman terutama jika ia sedang tidur.
Saya memilih duduk di kursi dekat jendela untuk menghindari orang yang hilir mudik di lorong bus, entah untuk mencari tempat duduk atau persiapan mau turun dari bus. Namun, jika Sobat Dy memilih untuk duduk di kursi dekat lorong agar memudahkan untuk keluar masuk pun tak mengapa.
Gunakan gendongan bayi yang nyaman
Saat ini variasi gendongan bayi banyak sekali di pasaran. Sobat Dy dapat memilih sesuai kebutuhan dan kenyamanan, karena tiap ibu memiliki selera yang berbeda dalam memilih gendongan.
Saat itu, saya memilih gendongan depan untuk memudahkan saya memberikan ASI dan mengamati gerak geriknya. Dan sukses, bayi tidak rewel selama perjalanan bahkan cukup lama tertidur.
Bawa perlengkapan wajib
Satu hal yang penting dan haram hukumnya terlupakan adalah perlengkapan bayi. Beberapa perlengkapan yang wajib dibawa di antaranya :
1, Popok
2. Tissue basah
3. Baju ganti
4. Minyak telon
5. Selimut kecil
6. Mainan favorit
7. Kantong plastik untuk pakaian kotor
Barang yang sederhana tapi sangat berarti saat dibutuhkan, bukan.
Siapkan ASI, susu formula atau MPASI
Bayi yang lapar cenderung mudah rewel, oleh karena itu pastikan kebutuhan makan sudah disiapkan sebelum perjalanan. Bagi bayi yang masih menyusui, justru lebih mudah karena jika bayi lapar atau haus tinggal memberikan ASI atau susu formula.
Siapkan susu dan MPASI di lokasi yang mudah dijangkau sehingga bayi tidak sempat rewel. Kadang saat menyusui atau makan dapat menjadi cara yang efektif untuk menenangkan bayi.
Jaga suhu tubuh bayi
Temperatur dalam bus kadang diatur dingin agar penumpang nyaman. Namun, belum tentu bayi nyaman jika udaranya terlalu dingin. Pakaian lengan panjang dengan bahan yang lembut dapat menjadi pilihan untuk dikenakan pada bayi.
Selimut kecil juga bisa menjadi alternatif untuk menjaga bayi tetap hangat dan nyaman selama perjalanan.
Perhatikan kebersihan
Berhubung perjalanan menggunakan bus, maka perlu dipastikan kursi yang akan diduduki bersih. Sobay Dy dapat menggunakan handasanitiser atau tisse untuk membersihkan kursi. Hal ini hanya untuk mengurangi paparan dengan kuman.
Bersikap tenang
Terakhir adalah bersikap tenang. Tidak perlu panik terutama saat bayi rewel dan menangis. Tak perlu panik apalagi sampai memarahi bayi agar dia cepat tenang. Gendong bayi dan ayun perlahan.
Tips Tambahan Untuk Perjalanan Jauh
Perjalanan panjang mengajarkan kita untuk lebih fleksibel. Tidak semua hal harus berjalan sesuai rencana. Kadang bayi butuh waktu lebih lama untuk tenang. Kadang kita harus berhenti sejenak, menarik napas, dan menyesuaikan ritme.
Tak mengapa, tak perlu merasa bersalah. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu istirahat. Biarkan bayi bergerak atau sekadar merasakan suasana berbeda.
Dan yang tidak kalah penting, jangan terlalu keras pada diri sendiri.Menjadi orang tua di perjalanan bukan tentang kesempurnaan. Tapi tentang kehadiran.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Tanpa disadari, beberapa hal kecil justru bisa membuat perjalanan terasa lebih berat. Kurang persiapan sering berujung pada kepanikan. Tapi di sisi lain, membawa terlalu banyak barang juga bisa menyulitkan.
Memilih jadwal tanpa mempertimbangkan ritme bayi bisa membuat mereka kelelahan. Dan yang paling sering, merasa harus selalu terlihat “baik-baik saja”.
Penutup
Tanpa disadari, beberapa hal kecil justru bisa membuat perjalanan terasa lebih berat. Kurang persiapan sering berujung pada kepanikan. Tapi di sisi lain, membawa terlalu banyak barang juga bisa menyulitkan.
Memilih jadwal tanpa mempertimbangkan ritme bayi bisa membuat mereka kelelahan. Dan yang paling sering terjaierasa harus selalu terlihat “baik-baik saja”. Padahal, perjalanan dengan bayi memang tidak selalu mulus. Dan itu tidak apa-apa.



Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.
Terima kasih