"Bu, kalau kita Taman Pintar, kita jadi pintar dong," celetuk bungsuku saat kami berencana pergi ke Taman Pintar Yogyakarta. Sontak kami yang mendengarnya tertawa. Eh, tapi celetukannya enggak salah, lho. Ternyata ada sejarah singkat Taman Pintar Yogyakarta sebagai sarana edukasi pelajar. Taman yang unik, bukan seperti Taman Ngronggo di Kediri yang kami kunjungi sebelumnya.
Sebetulnya kunjungan ke Taman Pintar Yogyakarta bukan yang pertama bagi saya. Saat itu anak sulung takut dengan suara dinosaurus yang terletak di dekat pintu masuk gedung Oval, salah satu wahana di Taman Pintar. Sehingga dia tidak melanjutkan memasuki gedung Oval dan bermain di area PAUD dan playground. Saat itu pak suami yang mendampinginya bermain di sana. Alhasil suami belum mengetahui isi Gedung Oval.
Sedangkan kondisi kedua saat berkunjung kesana lagi, pak Suami memilih untuk beristirahat sebelum mengemudi lagi kembali ke Sidoarjo. Yup, setelah dari Taman Pintar kami berencana kembali ke Sidoarjo siang harinya. Rasa penasaran mengetahui isi dalam Gedung Oval terkalahkan dengan rasa lelahnya.
Anak kedua dan ketiga hepi dong tentunya, secara saat pertama berkunjung anak kedua masih berusia sekitar setahun dan anak ketiga belum lahir. Bagaimana dengan anak pertama? Dia sudah tidak takut lagi dengan suara dinosaurus wkwkwk. Sehingga dia dapat memasuki Gedung Oval tanpa takut lagi.
Cerita tentang kunjungan kedua, jam buka hingga harga tiketnya akan saya ceritakan terpisah ya. Kali ini saya cerita dulu tentang sejarah singkat Taman Pintar Yogyakarta. Sobat Dy ingin mengetahuinya juga, bukan? Simak hingga akhir artikel ya!
Sejarah Singkat Taman Pintar Yogyakarta
Saat melangkah masuk ke area Taman Pintar Yogyakarta aura edukasi sudah terasa. Pengunjung akan disambut dengan air mancur yang dibelah oleh jalan yang dapat dilewati pengunjung. Saya lupa apa tepatnya, tetapi di sebelah kanan dan kiri menuju Gedung Oval juga sudah tersedia media belajar.
Saya tidak menyangka jika area edukasi ini merupakan kawasan pertokoan yang usang dan nyaris tidak relevan lagi di era modern. Di balik wahana interaktif tersebut, tidak banyak orang yang mengetahui bagaimana pemerintah Yogyakarta mengubah kawasan lama menjadi pusat pembelajaran sains yang modern dan menyenangkan.
Indonesia mengalami lonjakan signifikan terhadap perkembangan sains dan teknologi. Hal inipun disadari oleh pemerintah Yogyakarta untuk menyediakan sarana edukasi bagi pelajar sehingga dapat menstimulasi minat anak untuk belajar sains sejak dini. Hingga muncullah ide untuk menghadirkan taman sains interaktif yang dapat diakses oleh semua kalangan.
Kawasan Shopping Centre Yogyakarta merupakan pusat perbelanjaan yang berada di jantung kota. Namun, sayangnya masa jayanya telah terlampaui, sehingga aktivitas perdagangan di kawasan tersebut perlahan menurun.
Kawasan strategis tersebut berdekatan dengan benteng Vredeburg, Taman Budaya Yogyakarta, kawasan Malioboro. Kawasan yang sesuai untuk menjadikannya ruang publik edukatif yang bermanfaat. Hal ini secara tidak langsung membuat Taman Pintar sebagai titik penting dalam zona wisata budaya dan edukasi.
Tahapan Pembangunan
Transformasi Taman Pintar terbagi menjadi tiga tahap besar, di antaranya:
Tahap 1 (2004-2006)
Pada tahap 1 pembangunan dimulai dengan membuat area playground serta Gedung Paud Timur dan Barat. Tanggal 20 Mei 2006 yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional dilakukan soft opening tahap 1.
Tahap 2 (2007)
Pada tahap 2 pembangunan yang dilakukan adalah Gedung Oval lantai 1 dan 2 yang menjadi ikon utama serta Gedung Kotak lantai 1. Tanggal 9 Juni 2007 digelar soft opening tahap 2.
Tahap 3 (2008)
Pada tahap 3 pembangunan yang dilakukan adalah menyelesaikan pembangunan Gedung Kotak lantai 2 dan 3 serta pembangunan Gedung Memorabilia. Pada tahap ini juga, dibuatlah Tapak Presiden yang memuat tanda tangan para presiden RI.
Tanggal 16 Desember 2008, Taman Pintar Yogyakarta resmi dibuka dan diresmikan oleh Presiden Bambang Susilo Yudhoyono.
Filosofi Pendidikan Tri-N Ki Hajar Dewantara
Sobat Dy tentunya sudah akrab dengan semboyan pendidikan Ki Hajar Dewantara, bukan? Itu lho 'Ing ngarsa sung tuladha' (di depan memberi teladan), 'Ing madya mangun karsa (di tengah membangun semangat), dan Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan).
Selain tiga semboyan tersebut ada pula tiga filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang digunakan pemerintah Yogyakarta sebagai dasar untuk merancang Taman Pintar. Ketiga filosofi tersebut di antaranya:
Niteni
Niteni dalam bahasa Jawa artinya mengamati. Pengunjung dapat memperhatikan dengan seksama dan menggunakan seluruh inderanya saat mengunjungi atau mempelajari peraga yang disiapkan.
Niroake
Niroake dalam bahasa Jawa artinya menirukan. Pengunjung dapat menirukan kegiatan atau aktivitas yang ditampilkan melalui peraga yang disiapkan. Beberapa petunjuk yang jelas disiapkan untuk memudahkan pengunjung melakukan kegiatan sesuai saran. Ada beberapa peraga pula yang dijelaskan oleh petugas.
Nambahi
Nambahi dalam bahasa Jawa artinya mengembangkan. Pengunjung dapat mengembangkan kreativitasnya berdasarkan yang dipelajari dari peraga yang disediakan.
Dengan menggunakan filosofi pendidikan ini, diharapkan terjadi interaksi antara pengunjung dengan alat peraga yang disediakan. Proses belajar menjadi lebih menarik, tidak monoton dan terasa membosankan bagi pengunjung. Pengalaman belajar yang diperoleh pengunjung dapat meninggalkan jejak baik dalam ingatan bahwa proses belajar itu menarik jika mengetahui caranya.
Wahana Edukatif yang Menjadi Daya Tarik
Wahana edukatif yang menjadi daya tarik wisata edukasi di Yogyakarta terdiri dari beberapa wahana. Namun, pembangunannya bertahap mengikuti tahapan pembangunan yang telah disampaikan sebelumnya. Wahana edukatif tersebut di antaranya
Zona pengolahan sampah
Wahana zona pengolahan sampah terletak di bagian barat Gedung Oval dan diresmikan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi pada 20 Mei 2019.
Pengunjung akan mendapatkan informasi tentang pengolahan sampah organik yang menggunakan berbagai macam media, di antaranya biopori, komposter komunal, cacing, dan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly
Wahana bahari
Pengunjung dapat mempelajari tentang perairan Indonesia yang dikenal juga dengan sebutan negara Bahari. Tersedia kapal mini yang dapat digunakan untuk mengelilingi miniatur perairan Indonesia.
Playground
Playgrpund merupakan wahan tidak berbayar. Pengunjung dapat bermain dengan berbagai macam permainan yang disediakan. Permainan yang ada di wahana Playground di antaranya :Pipa bercerita
Pipa bercerita merupakan peraga yang terdiri dari beberapa pipa yang ditanam. Pipa akan merambatkan suara dari ujung pipa yang satu ke ujung pipa yang lain dengan catatan pipa yang dipilih berwarna sama. Sehingga seseorang di ujung pipa dapat mendengarkan suara seseorang di ujung pipa lainnya.
Jika Sobat Dy pernah mengetahui permainan telepon menggunakan kaleng susu yang dihubungkan benang. Permainan atau peraga ini mirip seperti itu.
Area bermain
Area bermain ini terdiri dari beberapa permainan dan beralaskan pasir lembut.
Permainan putaran
Permainan putaran mirip dengan komidi putar. Permainan sekaligus alat peraga ini menjelaskan tentang gerak rotasi. Permainan putaran dapat dilakukan oleh minimal dua anak. Satu anak menaiki papan sedangkan anak lainnya memutar papan.
Dinding berdendang
Sesuai dengan namanya, beberapa gendang yang memiliki ragam nada mulai dari nada rendah hingga tinggi ditempel pada sebidang dinding. Semakin lebar diameter gendang maka semakin rendah nada suara yang dihasilkan. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil diameter gendang, maka semakin tinggi nada suara yang dihasilkan.
Jungkat jungkit
Jungkat jungkit merupakan permainan atau alat peraga yang menjelaskan tentang kesetimbangan. Permainan ini minimal dilakukan oleh dua anak, masing-masing anak berada pada sisi yang berlawanan.
Permainan ini dapat dilakukan jika berat badan kedua anak yang bermain sama, sehingga anak akan merasakan keseimbangan saat memainkannya.
Katrol
Katrol merupakan permainan atau alat peraga untuk membantu pengunjung memahami Hukum Newton. Ada 4 jenis katrol sederhana yang dirancang untuk mengangkat beban. Pengunjung dapat mencoba katrol satu per satu.
Koridor air
Koridor air berada dekat pintu masuk Taman Pintar. Koridor air merupakan alat peraga yang memberikan tampilan pada sejumlah obyek bening panjang yang berloncatan diudara, sehingga air tampak bertemu di udara. Air tersebut mengalir secara seragam.
Pembangkit listrik tenaga matahari
Jika di Gedung Oval pengunjung dapat melihat peraga pembangkit listrik tenaga air, maka di area Playground ini pengunjung dapat melihat peraga pembangkit listrik tenaga matahari. Untuk mendapatkan gelombang sinar matahari, pembangkitnya diletakkan di area terbuka yang memungkinkan terpapar sinar matahari.
Energi listrik diperolah dari panel yang terbuat dari bahan semi konduktor, fungsinya untuk menangkap gelombang sinar matahari. Elektron dalam panel akan bergerak sehingga menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan manusia.
Perpustakaan Taman Pintar
Tak lengkap rasanya jika sebuah TamanPintar tidak dilengkapi dengan perpustakaan. Sebuah ruangan yang didesain unik dan luas membuat pengunjung perpustakaan nyaman berada di dalamnya.
Pengunjung tidak hanya dapat meminjam dan membaca buku, tetapi juga dapat mengakses ensiklotepi menggunakan beberapa perangkat komputer yang tersedia. Selain itu juga ada pertunjukkan panggung boneka yang diadakan sekelaid alam seminggu.
Kampung Kerajinan
Di dalam wahan Kampung Kerajianan ada beberapa wahana yang dapat dicoba oleh pengunjung. Wahana ini berbayar ya karena memang diperlukan bahan untuk mencobanya. Berikut kegiatan yang dapat dilakukan di dalam wahana ini, yaitu :
Kreasi batik
Batik nerupakan kain tradisional khas Indonesia dan termasuk dalam warisan budaya. Pengunjung dapat mencoba membuat batik dengan cara melukis kerangka, mengisinya dengan ornamen, menutup bagian tertentu dengan lilin atau malam, mewarnai, terakhir menghilangkan lapisan lilin dengan cara merebusnya dalam air hangat.
Kreasi gerabah
Gerabah merupakan hasil kerajinan yang berasal dari tanha liat dan dibentuk secara manual menggunakan tangan. Pengunjung dapat membuat aneka gerabah, seperti vas, asbak dan lainnya. Hasil kerajinan tersebut dapat dibawa pulang.
Lukis gerabah
Sesuai namanya, lukis gerabah merupakan kegiatan melukis yang menggunakan media gerabah. Pengunjung dibebaskan untuk mewarnainya. Hasilnya dapat dibawa pulang pengunjung.
Lukis kaos
Tidak hanya melukis gerabah, pengunjung juga dapat lmelukis kaos. Pengunjung dapat mendesain dan mewarnai kaos sesuai keinginan dan kreativitas masing-masing. Hasil kaos yang telah diwarnai dapat dibawa pulang.
Gedung PAUD
PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini, pembelajaran yang dilakukan dengan cara yang menyenangkan sesuai konsep perkembangan anak usia dini dan komunikatif. Pengelola menyediakan wahan bermain atau peraga sains dan teknologi yang interaktif sesuai untuk anak usia 3 hingga 7 tahun.
Ada 2 gedung PAUD yaitu PAUD Timur dan Paud Barat, wahana keduanya tentu saja berbeda-beda.
Planetarium
Planetarium Taman Pintar memperagakan benda langit dan suasana langit Yogyakarta di malam hari menggunakan proyektor digital. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film tentang perjalanan manusia di bulan.
Gedung Kotak
Gedung Kotak berisi aneka ragam alat peraga yang terbagi dalam beberapa zona, di antaranya :
Zona kebaikan air
Zona kebaikan air berisi informasi tentang menjaga kualitas dan kuantitas air dengan tagline PIJAR yaitu Pilih, Jaga dan Rawat. Selain itu juga ada edukasi untuk minum air agar tubuh tetap terhidrasi. Ajakan ini diberi nama AMIR atau Ayo Minum Air.
Zona Indonesiaku
Zona Indonesia berisi miniatur Cnadi Borobudir, koleksi beberapa keris, beberapa bentuk wayang serta gamelan yang dapat dimainkan pengunjung. Ada juga cerita wayang dalam bentuk audio visual.
Zona olahraga
Zona olahraga menampilkan beberapa jenis olahraga dan ada stadion mini. Beberapa olahraga yang dapat dimainkan pengunjung basket.
Zona nuklir
Zona nuklir menampilkan peraga yang menjelaskan tentang teknologi nuklir, sehingga masyarakat dapat mengetahui sisi positif nuklir.
Fun Lab (Hand On Science)
Fun Lab, sesuai dengan namanya, zona ini mempraktikan ilmu sains. Pengunjung dapat melihat dan melakukan percobaan sains yang didampingin oleh petugas yang terlatih. Pengunjung juga dapat membawa pulang peralatan dan melakukan percobaan sendiri di rumah.
Zona Menara Eiffel
Zona ini dibangun oleh Kedutaan Besar Perancis yang ada di Indonesia. Zona ini menjelaskan proses membangunnya dan sejarah revolusi Perancis. Miniatur menara Eiffel dibangun setinggi dua meter.
Zona KPU
Zona KPU merupakan peraga yang menjelaskan proses demokrasi yang terjadi di Indonesia. Peraga dilengkapi dengan tata cara proses Pemilu hingga pentingnya pemilu dilaksanakan. Berhubung anak-anak saya belum cukup umur, tidak banyak pertanyaan dari mereka. Saya pun hanya menjelaskan sebagian saja sesuai pemahaman mereka.
Zona panas bumi geothermal
Panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang tersedia cukup banyak dan ramah lingkungan, karena minim emisi. Pada zona ini ditampilkan proses penelitian, pengeboran hingga pengolahannya.
Namun, sayangnya ada beberap display yang kurang berfungsi, tapi penjelasannya cukup mudah dimengerti anak-anak.
Beberapa zona di gedung Kotak berkolaborasi dengan pihak industri maupun pemerintah untuk mengedukasi masyarakat.
Gedung Oval
Gedung Oval berisi aneka peraga sains dan teknologi, di antaranya
Akuarium air tawar
Akuarium air tawar merupakan akuarium besar yang berada di pintu masuk Gedung Oval. Jalan masuk melewati akuarium, sehingga pengunjung dapat merasakan sensasi dikelilingi ikan yang berada di bagian atas maupun samping.
Zona kehidupan purba
Zona ini menampilkan dinosaurus, hewan purba yang hodup sekitar 250 juta tahun silam. Dinosaurus yang ditampilkan jenis T-Rex yang ditampilkan dengan teknologi robotik yang menggerakkan bagian leher dan kepala. Selain itu juga dapat membuka dan menutup mulut serta mengeluarkan suara
Zona cuaca, iklim dan gempa bumi
Zona ini tersedia simulator gempa bumi yang akan bergetar seolah-olah terjadi gempa bumi. Pengunjung dapat merasakan simulasi jika terjadi gempa bumi. Selain itu juga tersedia miniatur alat pengukur yang digunakan oleh BMKG.
Zona tata surya
Zona ini menjelaskan tentang tata surya sehingga pengunjung dapat mengetahui planet sekaligus informasi tata surya.
Zona listrik
Zona ini terdiri dari berbagai macam alar peraga terkait kelistrikan. Ada generator pedal, generator Van De Graaf, pembangkit listrik tenaga air dan lainnya. Pengunjung dapat mencoba berbagai macam peraga tersebut untuk memudahkan pemahaman tentang listrik.
Masih ada zona lainnya di Gedung Oval yang dapat dikunjungi.
Gedung Oval dan Gedung Kotak ini terhubung ya, tetapi saya tidak menyadari dimana terhubungnya. Seingat saya hanya jalan saja mengikuti petunjuk dan rasa penasaran berkunjung dari satu ke zona lainnya
Taman Edukasi Interaktif
Pemerintah Yogyakarta mengubah kawasan pertokoan lama yang hampir telupakan menjadi taman edukasi interaktif sekaligus menginspirasi. Sejarah membuktikan bahwa sebuah kota dapat memadukan kreativitas ruang publik dengan kebutuhan pendidikan dan teknologi.
Sejarah Taman Pintar Yogyakarta bercerita tentang makna perkembangan wajah pendidikan sehingga meninggalkan jejak pada generasi muda bahwa sains itu mudah untuk dipelajari sehingga melekat di hati dan pikiran. Pastikan untuk berkunjung ke Taman Pintar Yogyakarta yang terletak di Jl. Panembahan Senopati No. 1-3, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hanya 2 menit dari Titik Nol Kilometer, dekat Malioboro dan Benteng Vredeburg. Sehingga Sobat Dy dan keluarga dapat menikmati perjalanan belajar yang menyenangkan.
Semoga cerita sejarah singkat Taman Pintar Yogyakarta bermanfaat ya. Sampai jumpa di cerita berikutnya tentang harga tiket dan jam buka Taman Pintar Yogyakarta.
Baca juga : Pilihan Tempat Outbond Anak TK Di Jawa Timur
Referensi
1. https://tamanpintar.co.id/
2. https://fip.unesa.ac.id/mengulik-filosofi-tri-n-konsep-pendidikan-ki-hajar-dewantara-yang-tak-lekang-waktu/

































