Sejarah Singkat Taman Pintar Yogyakarta Sebagai Sarana Edukasi

Minggu, 30 November 2025

Sejarah Singkat Taman Pintar Yogyakarta Sebagai Sarana Edukasi


"Bu, kalau kita Taman Pintar, kita jadi pintar dong," celetuk bungsuku saat kami berencana pergi ke Taman Pintar Yogyakarta. Sontak kami yang mendengarnya tertawa. Eh, tapi celetukannya enggak salah, lho. Ternyata ada sejarah singkat Taman Pintar Yogyakarta sebagai sarana edukasi pelajar. Taman yang unik, bukan seperti Taman Ngronggo di Kediri yang kami kunjungi sebelumnya.

Sebetulnya kunjungan ke Taman Pintar Yogyakarta bukan yang pertama bagi saya. Saat itu anak sulung takut dengan suara dinosaurus yang terletak di dekat pintu masuk gedung Oval, salah satu wahana di Taman Pintar. Sehingga dia tidak melanjutkan memasuki gedung Oval dan bermain di area PAUD dan playground. Saat itu pak suami yang mendampinginya bermain di sana. Alhasil suami belum mengetahui isi Gedung Oval.

Sedangkan kondisi kedua saat berkunjung kesana lagi, pak Suami memilih untuk beristirahat sebelum mengemudi lagi kembali ke Sidoarjo. Yup, setelah dari Taman Pintar kami berencana kembali ke Sidoarjo siang harinya. Rasa penasaran mengetahui isi dalam Gedung Oval terkalahkan dengan rasa lelahnya.

Anak kedua dan ketiga hepi dong tentunya, secara saat pertama berkunjung anak kedua masih berusia sekitar setahun dan anak ketiga belum lahir. Bagaimana dengan anak pertama? Dia sudah tidak takut lagi dengan suara dinosaurus wkwkwk. Sehingga dia dapat memasuki Gedung Oval tanpa takut lagi.

Cerita tentang kunjungan kedua, jam buka hingga harga tiketnya akan saya ceritakan terpisah ya. Kali ini saya cerita dulu tentang sejarah singkat Taman Pintar Yogyakarta. Sobat Dy ingin mengetahuinya juga, bukan? Simak hingga akhir artikel ya!


Sejarah Singkat Taman Pintar Yogyakarta

Saat melangkah masuk ke area Taman Pintar Yogyakarta aura edukasi sudah terasa. Pengunjung akan disambut dengan air mancur yang dibelah oleh jalan yang dapat dilewati pengunjung. Saya lupa apa tepatnya, tetapi di sebelah kanan dan kiri menuju Gedung Oval juga sudah tersedia media belajar.

Saya tidak menyangka jika area edukasi ini merupakan kawasan pertokoan yang usang dan nyaris tidak relevan lagi di era modern. Di balik wahana interaktif tersebut, tidak banyak orang yang mengetahui bagaimana pemerintah Yogyakarta mengubah kawasan lama menjadi pusat pembelajaran sains yang modern dan menyenangkan.

Indonesia mengalami lonjakan signifikan terhadap perkembangan sains dan teknologi. Hal inipun disadari oleh pemerintah Yogyakarta untuk menyediakan sarana edukasi bagi pelajar sehingga dapat menstimulasi minat anak untuk belajar sains sejak dini. Hingga muncullah ide untuk menghadirkan taman sains interaktif yang dapat diakses oleh semua kalangan.

Kawasan Shopping Centre Yogyakarta merupakan pusat perbelanjaan yang berada di jantung kota. Namun, sayangnya masa jayanya telah terlampaui, sehingga aktivitas perdagangan di kawasan tersebut perlahan menurun. 

Kawasan strategis tersebut berdekatan dengan benteng Vredeburg, Taman Budaya Yogyakarta, kawasan Malioboro. Kawasan yang sesuai untuk menjadikannya ruang publik edukatif yang bermanfaat. Hal ini secara tidak langsung  membuat Taman Pintar sebagai titik penting dalam zona wisata budaya dan edukasi.


Tahapan Pembangunan

Transformasi Taman Pintar terbagi menjadi tiga tahap besar, di antaranya:

Tahap 1 (2004-2006) 

Pada tahap 1  pembangunan dimulai dengan membuat area playground serta Gedung Paud Timur dan Barat. Tanggal 20 Mei 2006 yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional dilakukan soft opening tahap 1.


Tahap 2 (2007)

Pada tahap 2 pembangunan yang dilakukan adalah Gedung Oval lantai 1 dan 2 yang menjadi ikon utama serta Gedung Kotak lantai 1. Tanggal 9 Juni 2007 digelar soft opening tahap 2.


Tahap 3 (2008)

Pada tahap 3 pembangunan yang dilakukan adalah menyelesaikan pembangunan Gedung Kotak lantai 2 dan 3 serta pembangunan Gedung Memorabilia. Pada tahap ini juga, dibuatlah Tapak Presiden yang memuat tanda tangan para presiden RI.

Tanggal 16 Desember 2008, Taman Pintar Yogyakarta resmi dibuka dan diresmikan oleh Presiden Bambang Susilo Yudhoyono.


Filosofi Pendidikan Tri-N Ki Hajar Dewantara

Sobat Dy tentunya sudah akrab dengan semboyan pendidikan Ki Hajar Dewantara, bukan? Itu lho 'Ing ngarsa sung tuladha' (di depan memberi teladan), 'Ing madya mangun karsa (di tengah membangun semangat), dan Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan).

Selain tiga semboyan tersebut ada pula tiga filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang digunakan pemerintah Yogyakarta sebagai dasar untuk merancang Taman Pintar. Ketiga filosofi tersebut di antaranya:

Niteni

Niteni dalam bahasa Jawa artinya mengamati. Pengunjung dapat memperhatikan dengan seksama dan menggunakan seluruh inderanya saat mengunjungi atau mempelajari peraga yang disiapkan.


Niroake

Niroake dalam bahasa Jawa artinya menirukan. Pengunjung dapat menirukan kegiatan atau aktivitas yang ditampilkan melalui peraga yang disiapkan. Beberapa petunjuk yang jelas disiapkan untuk memudahkan pengunjung melakukan kegiatan sesuai saran. Ada beberapa peraga pula yang dijelaskan oleh petugas.


Nambahi

Nambahi dalam bahasa Jawa artinya mengembangkan. Pengunjung dapat mengembangkan kreativitasnya berdasarkan yang dipelajari dari peraga yang disediakan.


Dengan menggunakan filosofi pendidikan ini, diharapkan terjadi interaksi antara pengunjung dengan alat peraga yang disediakan. Proses belajar menjadi lebih menarik, tidak monoton dan terasa membosankan bagi pengunjung. Pengalaman belajar yang diperoleh pengunjung dapat meninggalkan jejak baik dalam ingatan bahwa proses belajar itu menarik jika mengetahui caranya.


Wahana Edukatif yang Menjadi Daya Tarik

Wahana edukatif yang menjadi daya tarik wisata edukasi di Yogyakarta terdiri dari beberapa wahana. Namun, pembangunannya bertahap mengikuti tahapan pembangunan yang telah disampaikan sebelumnya. Wahana edukatif tersebut di antaranya

Zona pengolahan sampah

Wahana zona pengolahan sampah terletak di bagian barat Gedung Oval dan diresmikan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi pada 20 Mei 2019.

Pengunjung akan mendapatkan informasi tentang pengolahan sampah organik yang menggunakan berbagai macam media, di antaranya biopori, komposter komunal, cacing, dan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly 

Zona pengolahan sampah


Wahana bahari

Pengunjung dapat mempelajari tentang perairan Indonesia yang dikenal juga dengan sebutan negara Bahari. Tersedia kapal mini yang dapat digunakan untuk mengelilingi miniatur perairan Indonesia.

Wahana Bahari


Playground

Playgrpund merupakan wahan tidak berbayar. Pengunjung dapat bermain dengan berbagai macam permainan yang disediakan. Permainan yang ada di wahana Playground di antaranya :

Pipa bercerita

Pipa bercerita merupakan peraga yang terdiri dari beberapa pipa yang ditanam. Pipa akan merambatkan suara dari ujung pipa yang satu ke ujung pipa yang lain dengan catatan pipa yang dipilih berwarna sama. Sehingga seseorang di ujung pipa dapat mendengarkan suara seseorang di ujung pipa lainnya.

Jika Sobat Dy pernah mengetahui permainan telepon menggunakan kaleng susu yang dihubungkan benang. Permainan atau peraga ini mirip seperti itu.


Area bermain

Area bermain ini terdiri dari beberapa permainan dan beralaskan pasir lembut.


Permainan putaran 

Permainan putaran mirip dengan komidi putar. Permainan sekaligus alat peraga ini menjelaskan tentang gerak rotasi. Permainan putaran dapat dilakukan oleh minimal dua anak. Satu anak menaiki papan sedangkan anak lainnya memutar papan.


Dinding berdendang

Sesuai dengan namanya, beberapa gendang yang memiliki ragam nada mulai dari nada rendah hingga tinggi ditempel pada sebidang dinding. Semakin lebar diameter gendang maka semakin rendah nada suara yang dihasilkan. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil diameter gendang, maka semakin tinggi nada suara yang dihasilkan.

Wahana Playground Taman Pintar Jogja

Jungkat jungkit

Jungkat jungkit merupakan permainan atau alat peraga yang menjelaskan tentang kesetimbangan. Permainan ini minimal dilakukan oleh dua anak, masing-masing anak berada pada sisi yang berlawanan. 

Permainan ini dapat dilakukan jika berat badan kedua anak yang bermain sama, sehingga anak akan merasakan keseimbangan saat memainkannya.


Katrol

Katrol merupakan permainan atau alat peraga untuk membantu pengunjung memahami Hukum Newton. Ada 4 jenis katrol sederhana yang dirancang untuk mengangkat beban. Pengunjung dapat mencoba katrol satu per satu.


Koridor air

Koridor air berada dekat pintu masuk Taman Pintar. Koridor air merupakan alat peraga yang memberikan tampilan pada sejumlah obyek bening panjang yang berloncatan diudara, sehingga air tampak bertemu di udara. Air tersebut mengalir secara seragam.


Pembangkit listrik tenaga matahari

Jika di Gedung Oval pengunjung dapat melihat peraga pembangkit listrik tenaga air, maka di area Playground ini pengunjung dapat melihat peraga pembangkit listrik tenaga matahari. Untuk mendapatkan gelombang sinar matahari, pembangkitnya diletakkan di area terbuka yang memungkinkan terpapar sinar matahari.

Energi listrik diperolah dari panel yang terbuat dari bahan semi konduktor, fungsinya untuk menangkap gelombang sinar matahari. Elektron dalam panel akan bergerak sehingga menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan manusia.

Wahana Playground Taman Pintar Jogja

Perpustakaan Taman Pintar

Tak lengkap rasanya jika sebuah TamanPintar tidak dilengkapi dengan perpustakaan. Sebuah ruangan yang didesain unik dan luas membuat pengunjung perpustakaan nyaman berada di dalamnya. 

Pengunjung tidak hanya dapat meminjam dan membaca buku, tetapi juga dapat mengakses ensiklotepi menggunakan beberapa perangkat komputer yang tersedia. Selain itu juga ada pertunjukkan panggung boneka yang diadakan sekelaid alam seminggu.

Perputakaan Taman Pintar


Kampung Kerajinan

Di dalam wahan Kampung Kerajianan ada beberapa wahana yang dapat dicoba oleh pengunjung. Wahana ini berbayar ya karena memang diperlukan bahan untuk mencobanya. Berikut kegiatan yang dapat dilakukan di dalam wahana ini, yaitu :

Kreasi batik

Batik nerupakan kain tradisional khas Indonesia dan termasuk dalam warisan budaya. Pengunjung dapat mencoba membuat batik dengan cara melukis kerangka, mengisinya dengan ornamen, menutup bagian tertentu dengan lilin atau malam, mewarnai, terakhir menghilangkan lapisan lilin dengan cara merebusnya dalam air hangat.


Kreasi gerabah

Gerabah merupakan hasil kerajinan yang berasal dari tanha liat dan dibentuk secara manual menggunakan tangan. Pengunjung dapat membuat aneka gerabah, seperti vas, asbak dan lainnya. Hasil kerajinan tersebut dapat dibawa pulang.


Lukis gerabah

Sesuai namanya, lukis gerabah merupakan kegiatan melukis yang menggunakan media gerabah. Pengunjung dibebaskan untuk mewarnainya. Hasilnya dapat dibawa pulang pengunjung.


Lukis kaos

Tidak hanya melukis gerabah, pengunjung juga dapat lmelukis kaos. Pengunjung dapat mendesain dan mewarnai kaos sesuai keinginan dan kreativitas masing-masing. Hasil kaos yang telah diwarnai dapat dibawa pulang.


Gedung PAUD

PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini, pembelajaran yang dilakukan dengan cara yang menyenangkan sesuai konsep perkembangan anak usia dini dan komunikatif. Pengelola menyediakan wahan bermain atau peraga sains dan teknologi yang interaktif sesuai untuk anak usia 3 hingga 7 tahun.

Ada 2 gedung PAUD yaitu PAUD Timur dan Paud Barat, wahana keduanya tentu saja berbeda-beda. 

Gedung PAUD


Planetarium

Planetarium Taman Pintar memperagakan benda langit dan suasana langit Yogyakarta di malam hari menggunakan proyektor digital. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film tentang perjalanan manusia di bulan. 


planetarium taman pintar


Gedung Kotak

Gedung Kotak berisi aneka ragam alat peraga yang terbagi dalam beberapa zona, di antaranya :

Zona kebaikan air

Zona kebaikan air berisi informasi tentang menjaga kualitas dan kuantitas air dengan tagline PIJAR yaitu Pilih, Jaga dan Rawat. Selain itu juga ada edukasi untuk minum air agar tubuh tetap terhidrasi. Ajakan ini diberi nama AMIR atau Ayo Minum Air.


Zona Indonesiaku

Zona Indonesia berisi miniatur Cnadi Borobudir, koleksi beberapa keris, beberapa bentuk wayang serta gamelan yang dapat dimainkan pengunjung. Ada juga cerita wayang dalam bentuk audio visual. 


Zona olahraga

Zona olahraga menampilkan beberapa jenis olahraga dan ada stadion mini. Beberapa olahraga yang dapat dimainkan pengunjung basket. 


Zona nuklir

Zona nuklir menampilkan peraga yang menjelaskan tentang teknologi nuklir, sehingga masyarakat dapat mengetahui sisi positif nuklir.


Fun Lab (Hand On Science)

Fun Lab, sesuai dengan namanya, zona ini mempraktikan ilmu sains. Pengunjung dapat melihat dan melakukan percobaan sains yang didampingin oleh petugas yang terlatih. Pengunjung juga dapat membawa pulang peralatan dan melakukan percobaan sendiri di rumah.


Zona Menara Eiffel

Zona ini dibangun oleh Kedutaan Besar Perancis yang ada di Indonesia. Zona ini menjelaskan proses membangunnya dan sejarah revolusi Perancis. Miniatur menara Eiffel dibangun setinggi dua meter.


Zona KPU

Zona KPU merupakan peraga yang menjelaskan proses demokrasi yang terjadi di Indonesia. Peraga dilengkapi dengan tata cara proses Pemilu hingga pentingnya pemilu dilaksanakan. Berhubung anak-anak saya belum cukup umur, tidak banyak pertanyaan dari mereka. Saya pun hanya menjelaskan sebagian saja sesuai pemahaman mereka.


Zona panas bumi geothermal

Panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang tersedia cukup banyak dan ramah lingkungan, karena minim emisi. Pada zona ini ditampilkan proses penelitian, pengeboran hingga pengolahannya.

Namun, sayangnya ada beberap display yang kurang berfungsi, tapi penjelasannya cukup mudah dimengerti anak-anak.


Beberapa zona di gedung Kotak berkolaborasi dengan pihak industri maupun pemerintah untuk mengedukasi masyarakat.


Gedung Oval

Gedung Oval berisi aneka peraga sains dan teknologi, di antaranya

Akuarium air tawar

Akuarium air tawar merupakan akuarium besar yang berada di pintu masuk Gedung Oval. Jalan masuk melewati akuarium, sehingga pengunjung dapat merasakan sensasi dikelilingi ikan yang berada di bagian atas maupun samping.


Zona kehidupan purba

Zona ini menampilkan dinosaurus, hewan purba yang hodup sekitar 250 juta tahun silam. Dinosaurus yang ditampilkan jenis T-Rex yang ditampilkan dengan teknologi robotik yang menggerakkan bagian leher dan kepala. Selain itu juga dapat membuka dan menutup mulut serta mengeluarkan suara


Zona cuaca, iklim dan gempa bumi

Zona ini tersedia simulator gempa bumi yang akan bergetar seolah-olah terjadi gempa bumi. Pengunjung dapat merasakan simulasi jika terjadi gempa bumi. Selain itu juga tersedia miniatur alat pengukur yang digunakan oleh BMKG.


Zona tata surya

Zona ini menjelaskan tentang tata surya sehingga pengunjung dapat mengetahui planet sekaligus informasi tata surya.


Zona listrik

Zona ini terdiri dari berbagai macam alar peraga terkait kelistrikan. Ada generator pedal, generator Van De Graaf, pembangkit listrik tenaga air dan lainnya. Pengunjung dapat mencoba berbagai macam peraga tersebut untuk memudahkan pemahaman tentang listrik.


Masih ada zona lainnya di Gedung Oval yang dapat dikunjungi. 

Gedung Oval dan Gedung Kotak ini terhubung ya, tetapi saya tidak menyadari dimana terhubungnya. Seingat saya hanya jalan saja mengikuti petunjuk dan rasa penasaran berkunjung dari satu ke zona lainnya


Taman Edukasi Interaktif

Pemerintah Yogyakarta mengubah kawasan pertokoan lama yang hampir telupakan menjadi taman edukasi interaktif sekaligus menginspirasi. Sejarah membuktikan bahwa sebuah kota dapat memadukan kreativitas ruang publik dengan kebutuhan pendidikan dan teknologi.

Sejarah Taman Pintar Yogyakarta bercerita tentang makna perkembangan wajah pendidikan sehingga meninggalkan jejak pada generasi muda bahwa sains itu mudah untuk dipelajari sehingga melekat di hati dan pikiran. Pastikan untuk berkunjung ke Taman Pintar Yogyakarta yang terletak di Jl. Panembahan Senopati No. 1-3, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hanya 2 menit dari Titik Nol Kilometer, dekat Malioboro dan Benteng Vredeburg.  Sehingga Sobat Dy dan keluarga dapat menikmati perjalanan belajar yang menyenangkan.

Semoga cerita sejarah singkat Taman Pintar Yogyakarta bermanfaat ya. Sampai jumpa di cerita berikutnya tentang harga tiket dan jam buka Taman Pintar Yogyakarta.


Baca juga : Pilihan Tempat Outbond Anak TK Di Jawa Timur


Referensi

1. https://tamanpintar.co.id/

2. https://fip.unesa.ac.id/mengulik-filosofi-tri-n-konsep-pendidikan-ki-hajar-dewantara-yang-tak-lekang-waktu/


43 komentar

  1. Wah, menarik sekali tempatnya.
    Sayang sekali kemarin saya nggak singgah ke tempat ini.

    BalasHapus
  2. Aku penasaran juga sama si Taman Pintar ini mbaa, isinya apa saja gitu apakah semacam museum sains gt kah?....tapi kalo dewasa kesana tanpa anak2 boleh kah?haha soalnya kmrn ada rencana mo ke jogja sama teman trus mikir mo kemana aja nanti kira2 gitu hehe....

    BalasHapus
  3. Menggunakan filosofi pendidikan mengamati, menirukan, mengembangkan cara tepat untuk membangkitkan proses kreatif. Menurutku ya.

    Belum pernah ketempat ini, dengan penjelasan tulisan ini jadi penasaran kesana. Semoga nanti sempat mampir.

    BalasHapus
  4. Sayang sekali waktu saya ke Yogyakarta bareng keluarga belum sempat main dan belajar ke Taman Pintar.
    Memang Yogya ini ga bakalan cukup dijelajahi dalam satu hari, ya karena lumayan banyak tempat-tempat ikonik yang bisa kita sambangi di sana. Mudah-mudahan nanti bisa datang lagi ke Yogyakarta lebih lama lagi untuk menjelajah tempat-tempat wisata dan edukasi, termasuk Taman Pintar

    BalasHapus
  5. saya tahun berapa ya, ke Taman Pintar bareng krucil. sekarang anaknya sudah bujang kelas 1 SMK hehehe. tapi saya ingat itu liburan akhir tahun. Kebetulan sayaa masih tinggal di kebumen. Jadi ke Yogya dekat naik kereta saja hehehe.
    Dan dia happy selama di sana. Banyak pengetahuan yang bisa dia dapatkan. terus kami juga mampir di rumah terbalik. selanjutnya naik becak keliling kota. Termasuk melewati jalan Malioboro

    BalasHapus
  6. Meski lagi bertahap membangun, tentu nantinya makin lengkap Taman Pintar ini buat menemani masyarakat menambah edukasi yang brilian, dan jadi spot wisata edukasi pilihan

    BalasHapus
  7. Waahhh, taman pintarnya menarik buat destinasi ramah anak ya.

    Biasanya orang ke Jogja tuh kenalnya malioboro. Nah, ada taman pintar ini bisa jadi alternatif wisata yang kidsfriendly. Secara kalau ke malioboro kadang anak² sering tantrum karena kan wisata belanja dan jarang ada hal² yg menarik buat anak. 😅

    BalasHapus
  8. Ternyata seperti ini sejarahnya. Saya pertama kali ke sana tahun 2009 berarti masih tergolong baru ya. Seru sekali main di sana. Liburan kenaikan kelas kemarin mau ke sana lagi tapi belum sempat. Semoga lain kali bisa mampir ke sana lagi. Penasaran seperti apa kondisinya sekarang.

    BalasHapus
  9. Belum keturutan ke sana, pengen deh ke taman pintar di Jogja ngajak anak. Agar dia bisa belajar (tanpa baca buku). Alhamdulillah taman pintar benar2 membuat masyarakat makin pintar ya.

    BalasHapus
  10. Aku baru nih sejarah taman pintar ini ternyata asalnya dari pusat perbelanjaan ya, mbak. Aku kemarin pas ke jogja cuma sempat lihat bangunannya tapi belum sempat masuk ke dalamnya

    BalasHapus
  11. Menarik banget sejarah terkait Taman Pintar Yogyakarta. Ternyata dulunya memang sangat keren sekali ya, jadi salah satu area perkembangan sains dan ilmu pengetahuan.

    Semboyan Ki Hajar pun ada disana, bahkan lebih mendalam lagi. Bener juga celetukan anak mba ya. Auto pinter pulang dari Taman Pintar Yogyakarta.

    Jadi pengen mampirin misal Januari nggak ada halangan kepingin jelajah Jogja.

    BalasHapus
  12. Teman pintarnya adalah salah satu wisata edukasi yang menjadi pelopor tempat yang mengusung tema ini. Dan menurut saya konsepnya menarik sekali dan bisa menyatukan antara wisata dan juga belajar sehingga anak-anak bisa senang mengunjunginya dan bisa belajar banyak hal di sana

    BalasHapus
  13. Aku udah sering denger Taman Pintar sejak zaman aku mahasiswa, cuma dulu nggak sempat mampir. Baru ke sana pertama kalinya saat jadi blogger-nya Danone karena waktu itu Danone kerjasama merevitalisasi tempat ini.
    Trus kedua kalinya keknya pas liburan ke Yogya, lupa 2 apa 3 tahun lalu yaaa haha, ngajakin anak2ku ke sana, tapi sayang udah mulai usang beberapa medianya, nggak sebagus pas aku ke sana sama Danone.
    Meski demikian tempatnya masih tetep menarik, apalagi buat anak2. Anak2ku suka banget aku ajakin ke sana.
    Semoga tahun ini Taman Pintarnya udah jadi lebih cantik lagi. Pengen ke sana lagi kalau ada rezeki aamiin :D

    BalasHapus
  14. Lengkap juga yaa fasilitas taman pintar ini. Saya koq belum pernah ke Taman Pintar saat ke Yogja. Waah harus dijadikan destinasi kunjungan niiih kalau ke Yogyakarta lagi.

    BalasHapus
  15. Anak-anak pas masih kecil beberapa kali ke Taman Pintar dan selalu senang apa lagi wahana air mancur di mana mereka bisa main air yaa.. kangen deh pengen jelajahi Taman Pintar lagi..

    BalasHapus
  16. Pas banget disebut sebagai Taman Pintar krn emg bs bikin pintar pengunjung. Taman spt ini hrs lbh banyak dibangun. Selain bs mengenang pahlawan pendidikan kita, jg sbg wahana rekreasi dan edukasi. Coba juga nih museum diberikan taman interaktif sehingga kita tdk spt hny melihat benda mati doank.

    Kalo bs dgn filosofi 3N spt yang diutarakan Ki Hajar Dewantara, museum dan taman pintar spt ini bakalan rame pengunjung deh.

    BalasHapus
  17. Aku pernah main ke Taman Pintar ini...kalo ngga kliru jaman masih ada program Mombassador dari SGM/Sari Husada

    Baguss bgt emang konsepnya. Edutainment dengan cara yg smart dan kreatif bangetttt

    BalasHapus
  18. Baru tau nih, jadi seru banget bacanya..Ternyata Taman Pintar bukan cuma tempat main biasa tapi ruang belajar yang bikin ilmu jadi lebih nyantol di kepala karena dipraktekin langsung. Pasti bikin betah ya Mbaa

    Jadi nambah informasi lagi, dari sejarah awal berdirinya sampai peran edukatifnya sekarang. Aku jadi kebayang betapa pentingnya tempat kayak gini, khususnya buat anak-anak yang masih suka belajar sambil main. Semoga makin banyak keluarga yang tau yaaa dan jadi bisa juga ajak anak-anak ke sana biar pengalaman belajarnya makin berkesan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daku juga baru tahu kak.
      Terlebih penasaran sama Pipa Bercerita ini, ternyata seseru itu buat disimak. Cuss bisa ajak keluarga nih kunjungan edukasi ke sana

      Hapus
  19. Saya pernah ke taman pintar, seru loh padahal cuman berdua sama paksu. Apalagi kalau sama anak-anak ya..bisa bermain sambil belajar.

    BalasHapus
  20. Masuk akal sih apa yang dikatakan si sulung mbak. Kalau ke Taman Pintar otomatis kita jadi pintar, minimal kita jadi tahu sejarah pendidikan di Indonesia ya kan? Si kakak emang cerdas. Nanti kalau ke Jogja aku mau juga mampir ke Taman Pintar ini deh.

    BalasHapus
  21. Tahun 2013 aku pernah ke taman pintar waktu antar murid study tour, kalau skrg kesana lagi tentu sudah banyak perubahan dari terakhir kulihat ya pasti, jadi mau bawa Atala main kesana deh

    BalasHapus
  22. Wah, baru tau juga sejarah Taman Pintar itu ternyata dari kawasan pertokoan lama yang diubah jadi taman edukasi. Seru banget kalau anak-anak bisa belajar sains sambil main-main. Kayaknya pas banget buat liburan keluarga sambil tetap edukatif. Penasaran pengen liat Gedung Oval sama wahana interaktifnya nih!

    BalasHapus
  23. Aku ke Jogja belum pernah main ke sini. Paling banter tuh pasti ke Malioboro, Prambanan, Borobudur, Keraton, gitu. Padahal ya masih banyak juga destinasi wisata selain ke sana yak! Heheh.. :D

    Ternyata pas ngebangunnya tuh bertahap ya, nggak langsung jadi satu kawasan. Ini bisa kubilang taman kawasan edukasi ya. Banyak banget wahana edukasi yang ada di sana. Lengkap. Jadi pengen ke sana pas liburan keluarga.. :D

    BalasHapus
  24. Dulu sempat ke sini waktu kecil dan kesannya menyenangkan banget. Tempat belajar yang dibikin interaktif memang lebih mudah nempel dibanding cara konvensional

    BalasHapus
  25. Wahananya menarik banget untuk dijelajahi sama anak-anak, aku belum pernah ke sana. Insya Allah kalo ke JOja bisa mampir ke Taman Pintar pas libur panjang

    BalasHapus
  26. Kalau ada waktu dan kesempatan buat main ke Taman Pintar Yogyakarta, aku sudah berencana mau fokus ke Zona Pengolahan Sampah sama Planetarium. Aku penasaran sama apa yang tersaji di dua tempat itu.

    BalasHapus
  27. Pasti sekarang tanbah bagus dan berkembang ya kak. Pernah ajak anak2 kesana saat mereka masih SD dan balita, memang bagus banget utk edukasi anak2.

    BalasHapus
  28. Pasti sekarang tanbah bagus dan berkembang ya kak. Pernah ajak anak2 kesana saat mereka masih SD dan balita, memang bagus banget utk edukasi anak2.

    BalasHapus
  29. Taman Pintar Yogyakarta berhasil membuktikan bahwa kita bisa menjadi pintar melalui hal menyenangkan. Pintar di sini berarti berpengetahuan dan berwawasan luas. Bidang pengetahuan yang ditampilkan pun beragam. Pulang dari sini tiba-tiba saja jadi banyak lampu di kepala, ya.

    BalasHapus
  30. Senang banget berkesempatan bisa mengunjungi Taman Pintar di Yogyakarta
    Waktu kami ke sana juga langsung ke wahana simulasi gempa
    Anak sampai ketakutan dikira gempa beneran. Tapi malah ketagihan setelah dijelaskan itu tuh semacam latihan.
    Main ke Taman Pintar memang mengedukasi sekali ya

    BalasHapus
  31. waah..Taman Pintar Jogja. Ini salah satu tempat yg sdh lamaaaa tak kukunjungi karena bocil2 Jogja sdh dewasa haha.. Terima kasih sharingnya, juga remindernya ttg Filosofi 3 N dr Ki Hajar Dewantara

    BalasHapus
  32. Setuju banget, Taman Pintar itu paket lengkap buat liburan keluarga. Tulisan Kak Dyah ini ngebantu banget buat yang pengen tahu lebih dalam soal sisi historisnya. Jadi berasa dapet tour guide gratis nih pas baca, mwehehe.

    BalasHapus
  33. Lengkap banget nih Taman Pintar Yogyakarta. Rasanya mau ke sana juga buat lihat dan nyobain. Sering kali sarana gini paling seru buat belajar dan gampang diingat oleh semua orang

    BalasHapus
  34. Penjelasannya bikin kebayang kalau Taman Pintar ini bukan cuma wisata biasa, tapi emang ruang belajar yang dikemas seru buat semua umur. Lokasinya juga strategis banget, habis jalan-jalan Malioboro bisa sekalian mampir ya. Seru banget…

    BalasHapus
  35. Jadi kepo deh gimana bentuknya taman pintar ini. Karena menurut saya lumayan lengkap fasilitasnya dan ada zonanya pula. Kayaknya kalau saya dan keluarga ke sana bakalan betah deh bermainnya hihihi

    BalasHapus
  36. Wuah ternyata selengkap itu ya Taman Pintar Yogyakarta. Kayanya bisa jadi rekomendasi saat berkunjung ke kota pelajar apalagi punya ponakan yg usianya lagi seneng eksplore
    Nah kalau ke tempat ini kan jadi beemain sambil belajar

    BalasHapus
  37. Waaah banyak sekali yaa ternyata wahananya. Belum pernah ke Taman Pintar euy, semoga ada rezeki main ke sana ajak anak-anak

    BalasHapus
  38. Makasih sudah dibahas lengkap. Terakhir ke Taman pintar tahun 2007, ternyata masih ada pembangunan tahap ketiganya lagi ya.
    Yang saya ingat, Selalu ramai pengunjung apalagi kalau datang saat musim liburan anak sekolah

    BalasHapus
  39. wah sepertinya area taman pintar ini luas banget yaa. Aku kemarin cuma sempat lihat aja dari jalan dan nggak sempat masuk ke sana. ini cocok banget memang kalau ngajak anak-anak main ke taman pintar ini kalau ke yogyakarta

    BalasHapus
  40. Di saat gempuran digital ituuu.. Taman Pintar Yogyakarta masih menampilkan sisi-sisi klasik yang alami dan bisa dinikmati bersama keluarga. Senangnyaa... anak-anak banyak belajar dari alam, yang sejatinya adalah sahabat kita.
    Gak cuma alam yaa.. paket lengkap banget, berkunjung ke Taman Pintar Yogyakarta.

    BalasHapus
  41. Di Yogya itu memang banyak banget tempat serunya, Mbak. Saya saja sudah beberapa kali ke Yogya, tapi belum sempat benar-benar eksplor semua tempat wisatanya. Saya jadi tahu kalau Taman Pintar ternyata punya sejarah dan konsep edukasi yang ceritanya tuh panjang. Bahkan pembangunannya melewati beberapa tahap. Menarik banget. Kalau ada taman seperti ini, rasanya saya jadi nggak perlu galau lagi cari tempat liburan yang ada playground dan edukasinya.

    BalasHapus
  42. Taman Pintar ini sudah masuk list tujuan wisata kalau aku dan keluarga ke Jogja lagi mbak. Makasii banyak sudah share info Teman Pintar ini ❤️

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih