Sejarah Singkat Taman Pintar Yogyakarta Sebagai Sarana Edukasi

Minggu, 30 November 2025

Sejarah Singkat Taman Pintar Yogyakarta Sebagai Sarana Edukasi


"Bu, kalau kita Taman Pintar, kita jadi pintar dong," celetuk bungsuku saat kami berencana pergi ke Taman Pintar Yogyakarta. Sontak kami yang mendengarnya tertawa. Eh, tapi celetukannya enggak salah, lho. Ternyata ada sejarah singkat Taman Pintar Yogyakarta sebagai sarana edukasi pelajar. Taman yang unik, bukan seperti Taman Ngronggo di Kediri yang kami kunjungi sebelumnya.

Sebetulnya kunjungan ke Taman Pintar Yogyakarta bukan yang pertama bagi saya. Saat itu anak sulung takut dengan suara dinosaurus yang terletak di dekat pintu masuk gedung Oval, salah satu wahana di Taman Pintar. Sehingga dia tidak melanjutkan memasuki gedung Oval dan bermain di area PAUD dan playground. Saat itu pak suami yang mendampinginya bermain di sana. Alhasil suami belum mengetahui isi Gedung Oval.

Sedangkan kondisi kedua saat berkunjung kesana lagi, pak Suami memilih untuk beristirahat sebelum mengemudi lagi kembali ke Sidoarjo. Yup, setelah dari Taman Pintar kami berencana kembali ke Sidoarjo siang harinya. Rasa penasaran mengetahui isi dalam Gedung Oval terkalahkan dengan rasa lelahnya.

Anak kedua dan ketiga hepi dong tentunya, secara saat pertama berkunjung anak kedua masih berusia sekitar setahun dan anak ketiga belum lahir. Bagaimana dengan anak pertama? Dia sudah tidak takut lagi dengan suara dinosaurus wkwkwk. Sehingga dia dapat memasuki Gedung Oval tanpa takut lagi.

Cerita tentang kunjungan kedua, jam buka hingga harga tiketnya akan saya ceritakan terpisah ya. Kali ini saya cerita dulu tentang sejarah singkat Taman Pintar Yogyakarta. Sobat Dy ingin mengetahuinya juga, bukan? Simak hingga akhir artikel ya!


Sejarah Singkat Taman Pintar Yogyakarta

Saat melangkah masuk ke area Taman Pintar Yogyakarta aura edukasi sudah terasa. Pengunjung akan disambut dengan air mancur yang dibelah oleh jalan yang dapat dilewati pengunjung. Saya lupa apa tepatnya, tetapi di sebelah kanan dan kiri menuju Gedung Oval juga sudah tersedia media belajar.

Saya tidak menyangka jika area edukasi ini merupakan kawasan pertokoan yang usang dan nyaris tidak relevan lagi di era modern. Di balik wahana interaktif tersebut, tidak banyak orang yang mengetahui bagaimana pemerintah Yogyakarta mengubah kawasan lama menjadi pusat pembelajaran sains yang modern dan menyenangkan.

Indonesia mengalami lonjakan signifikan terhadap perkembangan sains dan teknologi. Hal inipun disadari oleh pemerintah Yogyakarta untuk menyediakan sarana edukasi bagi pelajar sehingga dapat menstimulasi minat anak untuk belajar sains sejak dini. Hingga muncullah ide untuk menghadirkan taman sains interaktif yang dapat diakses oleh semua kalangan.

Kawasan Shopping Centre Yogyakarta merupakan pusat perbelanjaan yang berada di jantung kota. Namun, sayangnya masa jayanya telah terlampaui, sehingga aktivitas perdagangan di kawasan tersebut perlahan menurun. 

Kawasan strategis tersebut berdekatan dengan benteng Vredeburg, Taman Budaya Yogyakarta, kawasan Malioboro. Kawasan yang sesuai untuk menjadikannya ruang publik edukatif yang bermanfaat. Hal ini secara tidak langsung  membuat Taman Pintar sebagai titik penting dalam zona wisata budaya dan edukasi.


Tahapan Pembangunan

Transformasi Taman Pintar terbagi menjadi tiga tahap besar, di antaranya:

Tahap 1 (2004-2006) 

Pada tahap 1  pembangunan dimulai dengan membuat area playground serta Gedung Paud Timur dan Barat. Tanggal 20 Mei 2006 yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional dilakukan soft opening tahap 1.


Tahap 2 (2007)

Pada tahap 2 pembangunan yang dilakukan adalah Gedung Oval lantai 1 dan 2 yang menjadi ikon utama serta Gedung Kotak lantai 1. Tanggal 9 Juni 2007 digelar soft opening tahap 2.


Tahap 3 (2008)

Pada tahap 3 pembangunan yang dilakukan adalah menyelesaikan pembangunan Gedung Kotak lantai 2 dan 3 serta pembangunan Gedung Memorabilia. Pada tahap ini juga, dibuatlah Tapak Presiden yang memuat tanda tangan para presiden RI.

Tanggal 16 Desember 2008, Taman Pintar Yogyakarta resmi dibuka dan diresmikan oleh Presiden Bambang Susilo Yudhoyono.


Filosofi Pendidikan Tri-N Ki Hajar Dewantara

Sobat Dy tentunya sudah akrab dengan semboyan pendidikan Ki Hajar Dewantara, bukan? Itu lho 'Ing ngarsa sung tuladha' (di depan memberi teladan), 'Ing madya mangun karsa (di tengah membangun semangat), dan Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan).

Selain tiga semboyan tersebut ada pula tiga filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang digunakan pemerintah Yogyakarta sebagai dasar untuk merancang Taman Pintar. Ketiga filosofi tersebut di antaranya:

Niteni

Niteni dalam bahasa Jawa artinya mengamati. Pengunjung dapat memperhatikan dengan seksama dan menggunakan seluruh inderanya saat mengunjungi atau mempelajari peraga yang disiapkan.


Niroake

Niroake dalam bahasa Jawa artinya menirukan. Pengunjung dapat menirukan kegiatan atau aktivitas yang ditampilkan melalui peraga yang disiapkan. Beberapa petunjuk yang jelas disiapkan untuk memudahkan pengunjung melakukan kegiatan sesuai saran. Ada beberapa peraga pula yang dijelaskan oleh petugas.


Nambahi

Nambahi dalam bahasa Jawa artinya mengembangkan. Pengunjung dapat mengembangkan kreativitasnya berdasarkan yang dipelajari dari peraga yang disediakan.


Dengan menggunakan filosofi pendidikan ini, diharapkan terjadi interaksi antara pengunjung dengan alat peraga yang disediakan. Proses belajar menjadi lebih menarik, tidak monoton dan terasa membosankan bagi pengunjung. Pengalaman belajar yang diperoleh pengunjung dapat meninggalkan jejak baik dalam ingatan bahwa proses belajar itu menarik jika mengetahui caranya.


Wahana Edukatif yang Menjadi Daya Tarik

Wahana edukatif yang menjadi daya tarik wisata edukasi di Yogyakarta terdiri dari beberapa wahana. Namun, pembangunannya bertahap mengikuti tahapan pembangunan yang telah disampaikan sebelumnya. Wahana edukatif tersebut di antaranya

Zona pengolahan sampah

Wahana zona pengolahan sampah terletak di bagian barat Gedung Oval dan diresmikan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi pada 20 Mei 2019.

Pengunjung akan mendapatkan informasi tentang pengolahan sampah organik yang menggunakan berbagai macam media, di antaranya biopori, komposter komunal, cacing, dan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly 


Wahana bahari

Pengunjung dapat mempelajari tentang perairan Indonesia yang dikenal juga dengan sebutan  negara Bahari.


Taman Edukasi Interaktif

Pemerintah Yogyakarta mengubah kawasan pertokoan lama yang hampir telupakan menjadi taman edukasi interaktif sekaligus menginspirasi. Sejarah membuktikan bahwa sebuah kota dapat memadukan kreativitas ruang publik dengan kebutuhan pendidikan dan teknologi.

Sejarah Taman Pintar Yogyakarta bercerita tentang makna perkembangan wajah pendidikan sehingga meninggalkan jejak pada generasi muda bahwa sains itu mudah untuk dipelajari sehingga melekat di hati dan pikiran. Sobat Dy dapat mennikmati perjalanan belajar yang menyenangkan jika berkunjung ke Yogyakarta.

Semoga cerita sejarah singkat Taman Pintar Yogyakarta bermanfaat ya. Sampai jumpa di cerita berikutnya tentang jam buka, harga tiketnya ya! 


Baca juga : Pilihan Tempat Outbond Anak TK Di Jawa Timur


Referensi

1. https://tamanpintar.co.id/

2. https://fip.unesa.ac.id/mengulik-filosofi-tri-n-konsep-pendidikan-ki-hajar-dewantara-yang-tak-lekang-waktu/


22 komentar

  1. Wah, menarik sekali tempatnya.
    Sayang sekali kemarin saya nggak singgah ke tempat ini.

    BalasHapus
  2. Aku penasaran juga sama si Taman Pintar ini mbaa, isinya apa saja gitu apakah semacam museum sains gt kah?....tapi kalo dewasa kesana tanpa anak2 boleh kah?haha soalnya kmrn ada rencana mo ke jogja sama teman trus mikir mo kemana aja nanti kira2 gitu hehe....

    BalasHapus
  3. Menggunakan filosofi pendidikan mengamati, menirukan, mengembangkan cara tepat untuk membangkitkan proses kreatif. Menurutku ya.

    Belum pernah ketempat ini, dengan penjelasan tulisan ini jadi penasaran kesana. Semoga nanti sempat mampir.

    BalasHapus
  4. Sayang sekali waktu saya ke Yogyakarta bareng keluarga belum sempat main dan belajar ke Taman Pintar.
    Memang Yogya ini ga bakalan cukup dijelajahi dalam satu hari, ya karena lumayan banyak tempat-tempat ikonik yang bisa kita sambangi di sana. Mudah-mudahan nanti bisa datang lagi ke Yogyakarta lebih lama lagi untuk menjelajah tempat-tempat wisata dan edukasi, termasuk Taman Pintar

    BalasHapus
  5. saya tahun berapa ya, ke Taman Pintar bareng krucil. sekarang anaknya sudah bujang kelas 1 SMK hehehe. tapi saya ingat itu liburan akhir tahun. Kebetulan sayaa masih tinggal di kebumen. Jadi ke Yogya dekat naik kereta saja hehehe.
    Dan dia happy selama di sana. Banyak pengetahuan yang bisa dia dapatkan. terus kami juga mampir di rumah terbalik. selanjutnya naik becak keliling kota. Termasuk melewati jalan Malioboro

    BalasHapus
  6. Meski lagi bertahap membangun, tentu nantinya makin lengkap Taman Pintar ini buat menemani masyarakat menambah edukasi yang brilian, dan jadi spot wisata edukasi pilihan

    BalasHapus
  7. Waahhh, taman pintarnya menarik buat destinasi ramah anak ya.

    Biasanya orang ke Jogja tuh kenalnya malioboro. Nah, ada taman pintar ini bisa jadi alternatif wisata yang kidsfriendly. Secara kalau ke malioboro kadang anak² sering tantrum karena kan wisata belanja dan jarang ada hal² yg menarik buat anak. 😅

    BalasHapus
  8. Ternyata seperti ini sejarahnya. Saya pertama kali ke sana tahun 2009 berarti masih tergolong baru ya. Seru sekali main di sana. Liburan kenaikan kelas kemarin mau ke sana lagi tapi belum sempat. Semoga lain kali bisa mampir ke sana lagi. Penasaran seperti apa kondisinya sekarang.

    BalasHapus
  9. Belum keturutan ke sana, pengen deh ke taman pintar di Jogja ngajak anak. Agar dia bisa belajar (tanpa baca buku). Alhamdulillah taman pintar benar2 membuat masyarakat makin pintar ya.

    BalasHapus
  10. Aku baru nih sejarah taman pintar ini ternyata asalnya dari pusat perbelanjaan ya, mbak. Aku kemarin pas ke jogja cuma sempat lihat bangunannya tapi belum sempat masuk ke dalamnya

    BalasHapus
  11. Menarik banget sejarah terkait Taman Pintar Yogyakarta. Ternyata dulunya memang sangat keren sekali ya, jadi salah satu area perkembangan sains dan ilmu pengetahuan.

    Semboyan Ki Hajar pun ada disana, bahkan lebih mendalam lagi. Bener juga celetukan anak mba ya. Auto pinter pulang dari Taman Pintar Yogyakarta.

    Jadi pengen mampirin misal Januari nggak ada halangan kepingin jelajah Jogja.

    BalasHapus
  12. Teman pintarnya adalah salah satu wisata edukasi yang menjadi pelopor tempat yang mengusung tema ini. Dan menurut saya konsepnya menarik sekali dan bisa menyatukan antara wisata dan juga belajar sehingga anak-anak bisa senang mengunjunginya dan bisa belajar banyak hal di sana

    BalasHapus
  13. Aku udah sering denger Taman Pintar sejak zaman aku mahasiswa, cuma dulu nggak sempat mampir. Baru ke sana pertama kalinya saat jadi blogger-nya Danone karena waktu itu Danone kerjasama merevitalisasi tempat ini.
    Trus kedua kalinya keknya pas liburan ke Yogya, lupa 2 apa 3 tahun lalu yaaa haha, ngajakin anak2ku ke sana, tapi sayang udah mulai usang beberapa medianya, nggak sebagus pas aku ke sana sama Danone.
    Meski demikian tempatnya masih tetep menarik, apalagi buat anak2. Anak2ku suka banget aku ajakin ke sana.
    Semoga tahun ini Taman Pintarnya udah jadi lebih cantik lagi. Pengen ke sana lagi kalau ada rezeki aamiin :D

    BalasHapus
  14. Lengkap juga yaa fasilitas taman pintar ini. Saya koq belum pernah ke Taman Pintar saat ke Yogja. Waah harus dijadikan destinasi kunjungan niiih kalau ke Yogyakarta lagi.

    BalasHapus
  15. Anak-anak pas masih kecil beberapa kali ke Taman Pintar dan selalu senang apa lagi wahana air mancur di mana mereka bisa main air yaa.. kangen deh pengen jelajahi Taman Pintar lagi..

    BalasHapus
  16. Pas banget disebut sebagai Taman Pintar krn emg bs bikin pintar pengunjung. Taman spt ini hrs lbh banyak dibangun. Selain bs mengenang pahlawan pendidikan kita, jg sbg wahana rekreasi dan edukasi. Coba juga nih museum diberikan taman interaktif sehingga kita tdk spt hny melihat benda mati doank.

    Kalo bs dgn filosofi 3N spt yang diutarakan Ki Hajar Dewantara, museum dan taman pintar spt ini bakalan rame pengunjung deh.

    BalasHapus
  17. Aku pernah main ke Taman Pintar ini...kalo ngga kliru jaman masih ada program Mombassador dari SGM/Sari Husada

    Baguss bgt emang konsepnya. Edutainment dengan cara yg smart dan kreatif bangetttt

    BalasHapus
  18. Baru tau nih, jadi seru banget bacanya..Ternyata Taman Pintar bukan cuma tempat main biasa tapi ruang belajar yang bikin ilmu jadi lebih nyantol di kepala karena dipraktekin langsung. Pasti bikin betah ya Mbaa

    Jadi nambah informasi lagi, dari sejarah awal berdirinya sampai peran edukatifnya sekarang. Aku jadi kebayang betapa pentingnya tempat kayak gini, khususnya buat anak-anak yang masih suka belajar sambil main. Semoga makin banyak keluarga yang tau yaaa dan jadi bisa juga ajak anak-anak ke sana biar pengalaman belajarnya makin berkesan

    BalasHapus
  19. Saya pernah ke taman pintar, seru loh padahal cuman berdua sama paksu. Apalagi kalau sama anak-anak ya..bisa bermain sambil belajar.

    BalasHapus
  20. Masuk akal sih apa yang dikatakan si sulung mbak. Kalau ke Taman Pintar otomatis kita jadi pintar, minimal kita jadi tahu sejarah pendidikan di Indonesia ya kan? Si kakak emang cerdas. Nanti kalau ke Jogja aku mau juga mampir ke Taman Pintar ini deh.

    BalasHapus
  21. Tahun 2013 aku pernah ke taman pintar waktu antar murid study tour, kalau skrg kesana lagi tentu sudah banyak perubahan dari terakhir kulihat ya pasti, jadi mau bawa Atala main kesana deh

    BalasHapus
  22. Wah, baru tau juga sejarah Taman Pintar itu ternyata dari kawasan pertokoan lama yang diubah jadi taman edukasi. Seru banget kalau anak-anak bisa belajar sains sambil main-main. Kayaknya pas banget buat liburan keluarga sambil tetap edukatif. Penasaran pengen liat Gedung Oval sama wahana interaktifnya nih!

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih