
Hai Sobat Dy pernahkah merasa lelah, padahal sedang tidak melakukan banyak aktivitas? Tubuh sedang diam, tetapi pikiran justru berkelana kesana kemari. Memikirkan hal yang belum tentu terjadi, mengkhawatirkan sesuatu yang bahkan belum tentu terjadi. Bagaimana ya cara menghilangkan kecemasan yang berlebihan ini?
Jujurly saya pernah berada pada fase tersebut. Tampaknya baik-baik saja, senyum tetap tersunging manis, tapi pikiran carut marut hingga kepala terasa penuh. Ada saja yang dipikirkan. Dan tanpa saya sadari, kecemasan tersebut perlahan-lahan menetap tak mau pergi, hiks.
Tidak hanya itu, semakin lama rasanya pun semakin mengganggu aktivitas harian. Energi rasanya cepat habis dan kelelahan, berujung pada semakin banyak pekerjaan yang belum dapat diselesaikan.
Agar keadaan tidak semakin berlarut saya berusaha mencari informasi terkait kecemasan, bagaimana cara menghilangkan kecemasan yang berlebihan hingga apakah hal ini wajar terjadi pada ibu? Simak rangkuman saya berikut ya.
Kecemasan Berlebihan
Apakah rasa cemas itu wajar? Yup, rasa cemas merupakan hal yang wajar muncul pada setiap manusia. Cemas merupakan perasaan yang dapat muncul jika seseorang menghadapi situasi baru, sesuatu yang penting atau mengancam hingga berada di bawah tekanan.
Namun, kadang kecemasan dapat berubah menjadi berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari karena membuat tidak nyaman. Tak jarang kecemasan berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental.
Kecemasan dapat disebut berlebihan jika :
1. Muncul terus menerus
2. Sulit dikendalikan
3. Mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dan sebagai ibu, kecemasan kerap muncul dalam bentuk berikut:
- Overthinking
- Merasa bersalah yang berlebihan
- Mengkhawatirkan hal yang seharusnya tidak perku dikhawatirkan
- Perasaan gelisah, tegang atau mudah tersinggung
- Mudah lelah atau kekurangan energi
- Sakit perut atau masalah pencernaan
Dan masih banyak lagi lainnya.
Hal yang sangat melelahkan, tetapi sayangnya hanya dirasakan diri sendiri, tanpa diketahui oleh orang lain.
Baca juga : Pentingnya Manajemen Stres Ibu Rumah Tangga
Mengapa Ibu Rentan Mengalami Kecemasan?
Disadari atau tidak, menjadi seorang ibu, tidak semudah yang diangankan, karena dengan menjadi ibu, banyak peran yang dilakukan. Seringkali peran tersebut dilakukan secara bersamaan.
Di satu sisi kita ingin menjadi ibu yang baik bagi anak-anak, di sisi lain ingin juga menjadi pasangan yang dirindukan, di saat yang sama juga ingin tetap produktif. Sehingga tanpa disadari kita menuntut diri sendiri terlalu keras agar dapat melakukan semua peran tersebut dengan sempurna.
Sepertinya wajar bukan jika pikiran kaum ibu sudah penuh walaupun fajar baru saja menyingsing dan tidak bertenaga lagi untuk melakukan aktivitas di sepanjang hari.
Jika ditelisik lebih jauh, berikut beberapa penyebab timbulnya rasa cemas yang berlebihan, yaitu:
- Banyaknya aktivitas dan tanggung jawab yang diemban
- Penentuan standar diri yang tinggi, walaupun hal ini relatif tiap individu ya
- Kurangnya atau tidak adanya waktu untuk diri sendiri
- Semua hal dipikirkan sendiri dari hal yang remeh hingga hal yang berat
Wajar ya jika beberapa hal tersebut menimbulkan stress dan kecemasan. Tidak hanya menguras fisik, tetapi juga menguras mental.
Dampak Kecemasan yang Berlebihan
Sesuatu hal ynyelkesehatan badan secaraang berlebihan tentunya tidak baik, termasuk rasa cemas. Efek yang ditimbulkan tidak hanya berdampak pada pikiran semata, tetapi juga berdampak pada kesehatan secara menyeluruh.
Namun, sayangnya hal ini tidak disadari, padahal dampak yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan dapat menurunkan kualitas hidup secara perlahan.
Berikut dampak yang sering dirasakan:
- Jantung berdebar
- Napas menjadi cepat atau sesak
- Mudah lelah, walaupun tidak melakukan banyak kegiatan
- Gangguan pencernaan
- Kesulitan fokus dan konsentrasi
- Burnout
- Gangguan tidur
- Tekanan darah tidak stabil
- Meningkatnya risiko penyakit jantung
Jujurly, hal yang terasa adalah kita jadi sulit menikmati hal-hal sederhana yang terjadi di sekitar kita, Namun, bisa saja hal sederhana tersebut merupakan hal yang berharga.
Baca juga : Apakah Self Care Penting? Penting!
Cara Menghilangkan Kecemasan yang Berlebihan pada Ibu
Saya pun belajar bagaimana cara menghilangkan kecemasan yang berlebihan. Walaupun prosesnya bertahap dan tidak bisa menghilang begitu saja. Pelan-pelan dengan cara yang sederhana dan realistis.
Berikut cara menghilangkan kecemasan yang berlebihan, di antaranya:
Sadari dan terima
Langkah pertama adalah menyadari dan menerima. Hentikan menyangkal rasa cemas yang muncul. Rasa cemas yang muncul merupakan hal yang normal. Dengan menerimanya dan memberikan ruang untuk memahami diri sendiri akan membuatnya lebih mudah untuk mengelola rasa cemas.
Batasi overthinking
Di saat pikiran kita penuh dengan berbagai urusan, kadang jawabannya yang dibutuhkan hanyalah menghentikan tubuh sejenak, seperti menuliskan apa saja yang sedang dipikirkan atau mengalihkan fokus pada hal yang bisa dikendalikan saja. DAn satu hal yang pasti, tidak semua hal harus dipikirkan saja.
Lakukan Me Time
Tidak ada salahnya mengambil waktu sejenak untuk diri sendiri. Tidak ada .yang salah dengan hal ini. Cukup 10-15 menit saja hanya untuk duduk tanpa gangguan atau minum minuman favorit atau melakukan hal yang disukai. Kadang hal sederhana ini cukup untuk sekedar 'mengendalikan diri'.
Turunkan standar
Tidak semuanya harus sesuai dengan keinginan dan sempurna. Cobalah untuk menurunkan standard. Tak mengapa rumah tidak rapi, tumpukan piring kotor belum dicuci. Tak perlu membandingkan 'ukuran' kita dengan orang lain karena belum tentu 'ukuran' tersebut sama dan sesuai. Dengan mengganti kata 'sempurna' menjadi 'cukup' bisa sangat melegakan lho.
Berbagi
Berbagi beban dengan menceritakannya pada seseorang yang dapat dipercaya dapat mengurangi beban pikiran yang penuh. Pasangan, teman dekat bahkan sesama ibu yang mempunyai masalah yang sama merupakan teman berbagi yang sesuai.
Namun, jika tak ada satu orangpun yang dapat dipercaya, ada Tuhan yang akan selalu ada untuk kita. Di ujung sajadah, saya mengadukan apapun padaNya.
Latihan pernapasan
Saat rasa cemas datang, sebetulnya tubuh berada dalam keadaan tegang. Oleh karena itu, untuk meredakan ketegangan tersebut, SObat Dy dapat melakukan latihan sederhana, seperti :
- tarik napas dalam dalam hitungan 4 detik
- tahan napas selama 4 detik
- hembuskan perlahan
Lakukan hal ini beberapa kali dan rasakan rasa cemas yang mereda perlahan.
Baca juga : Tips Perawatan Kulit Usia 40 Tahun Secara Alami
Penutup
Kecemasan yang berlebihan memang tidak bisa hilang dalam semalam. Namun, kita bisa belajar mengelolanya, pelan-pelan, tanpa harus memaksa diri.
Sebuah langkah sederhana dan kesadaran diri, kita bisa kembali menemukan rasa tenang, bahkan di tengah banyaknya peran yang harus dijalani. Karena pada akhirnya, menjadi ibu bukan tentang kuat terus-menerus, tetapi tentang tahu kapan harus berhenti, bernapas, dan merawat diri sendiri.
Dengan mengetahui cara menghilangkan kecemasan yang berlebihan merupakan salah satu cara untuk merawat diri sendiri. Jika bukan diri ini yang peduli, siapa lagi yang akan peduli, bukan.
Referensi
1. https://www.halodoc.com/artikel/ini-cara-menghilangkan-cemas-berlebihan-yang-bisa-dilakukan
2. https://www.alodokter.com/5-efek-cemas-berlebih-pada-tubuh-yang-jarang-disadari


Aaah baru aja aku merasakannya lagi sejak Sabtu kemarin
BalasHapusKecemasan karena melihat situasi di depan mata kalau suami sakit
Terbayang banyak hal karena anak masih kecil-kecil
Namun, selama proses itu selalu saja ada "nasihat" yang masuk dalam bentuk quotes atau reels di media sosial untuk yakin bahwa semua akan baik baik saja
Awal² jadi ibu tuh sempat OVT banget sama kondisiku mbak. Plusnya ASIku juga seret dan makin berkurang rasa percaya diri. Sampe akhirnya kukonsul sama seorang kawan yang seorang psikolog dan dapat penanganan dengan teknik grounding.
BalasHapusAwal² kok susah untuk sadar kalau aku sedang ngalami ABC, butuh lebih dari 3 tahun buat belajar sadar, mengakui dan akhirnya nerima kondisi tersebut. Bahkan sampe sekarang tuh buat sadar itu masih rada² susah kayak otomatis aja perasaan dalam diri itu begitu. Nggak punya nama. 🥹
Aku ngerasain kecemasan berlebihan ini pada saat masih kerja. Waaah, itu paling berasa. Kebanyakan Krn masalah kantor semua. Kalau soal anak2 ga pernah, sebab aku ada babysitter yg sangat bisa dipercaya.
BalasHapusTp masalah kerjaan ini memang bikin kepala puyeng kadang. Apalagi kalau udah menyangkut komplain nasabah 😂. Baru setelah aku resign, hal2 tadi udh ga terjadi lagi mba.
Krn memang penyebab masalahnya udah hilang 😁. Kalau yg skr, masalah2 kecil sih pasti ada, tp ga bikin aku stress sampai kayak dulu.
Salah satu cara latihan pernapasan, itu penting . Aku mulai belajar yoga malah setelah resign. Padahal setelah ngerasain, bgs bgt utk melatih pikiran ttp tenang
Rasa rasanya kondisi seperti ini bisa terjadi sama siapa saja termasuk bapak bapak, kadang Overthinking juga bisa melanda apalagi ketika dihadapkan kepada sebuah keadaan yang belum ada kepastian jalan keluarnya, hanya saja kalau bapak bapak mungkin lebih simple cara mengatasinya, kadangkala hanya dengan melamun sambil sebat dan minum kopi, walaupun inipun kurang sehat tapi untuk sementara bisa melarikan diri dari apa yang mereka fikirkan.
BalasHapusWah kalo overthinking mah, gak cuma terjadi di ibu-ibu aja mbak. saya as bapack-bapack pun sering mengalami hal seperti ini. Kadang kalo lagi kumat, gangguan kecemasan gini bikin produktivitas saya turun, perkara moodnya ambyar. bahkan sampai berhari-hari.
BalasHapusKalo saya sih, biasanya me time dulu. Ngabur ke cafe, sendirian aja, Sambil pelan-pelan ngerapihin semua yang ada di kepala, dimasukkan ke aplikasi note atau todolist.
Abis itu ya udah, kembali ke kehidupan biasa lagi. yah kita mah rakyat jelata, gabisa unmood terlalu lama. Kudu propesyonel mulu wkwkwk
Baju kerah warnanya merah
Motifnya hati, dapatnya percuma
Kala jiwa lelah dan hilang arah
Ajak bestie, lalu gibahlah bersama
Aku juga pernah mengalami itu mbak. Bahkan sampai ditahap merasa butuh pertolongan. Akhirnya aku coba konsultasi online dengan psikolog. Masukannya kurang lebih sama seperti yang mbak tulis. Latihan pernapasan, meditasi, olahraga, me time, menulis jurnal emosi dan masih banyak lagi. Alhamdulillah setelah menerapkan itu lumayan mendingan. Tapi kalau lalai, mulai deh muncul lagi.
BalasHapusBener banget..kita tu seringnya over thinking..blm dikerjakan namun segala kemungkinan sudah muncul di kepala dr a b c d dst..padahl sebenaenya ya udab kita fokus aja dgn apa yg kita kerjakan sambil berusaha berdoa smg hasilnya baik..aku skrg sedang belajar buat lebih fokus soalnya gampang banget terdistraksi
BalasHapusKetika kecemasan datang kepada siapa saja, memang perlu untuk sejenak diam dulu. Menepi sambil mencari udara segar, sehingga bisa lebih tenang jiwanya.
BalasHapusAtau bisa juga ngobrol dengan orang terdekat yang terpercaya. Sebab berbagi masalah, bisa jadi salah satu jalan keluar biar kecemasan itu tidak menumpuk
ku akui ku juga pernah di fase itu pas awal2 beres prsalinan teh , padhal aku tipe orng yang bisa melwan keadaan kalau dibilang. Tpi settelah melahirkan masya Allah karena aku terlalu sombong dan pura2 tangguh akhirnya itu runttuh juga cemas mendalam ya karena beberapa hal terutama masalah keluarga ( suami dan anak )
BalasHapuskalau di bilang baby blues kyknnya enggak ttapi kalau cemas ya aku akui. Cemas takut ini takut itu , namun alhamdulilllah nya ku punya support suami jadi aku bisa melewati kecemasan yang berlebih itu
Menjadi seorang ibu memang tidak mudah. Tugasnya banyak dan berat. Makanya wajr sekali seorang Ibu mudah atau merasa kecemasan berlenbihan. termasuk cemas kalau tanggung jawab atau kewajiban tidak bisa dilaksanakan dengan baik. Akhirnya cemas karena berpikir dampaknya pada anggota keluarga.
BalasHapusJadi kuncinya memang dari diri sendiri, bagaimana menurunkan kecemasan.Saya setuju salah stau poinnya menurunkan standar. Jangan menuntut aatau ingin kesempurnaan.
Tulisan yang terasa dekat dan menenangkan. Kecemasan itu sering datang diam-diam, dan membaca ini seperti diingatkan bahwa kita tidak sendiri. Aku suka karena penyampaiannya lembut, tidak menghakimi, tapi justru menguatkan.
BalasHapusKecemasan berlebihan memang sangat menggangu dan membuat tidak nyaman ya Mbak. Makanya, harus di upayakan dan diatasi dengan tepat.
BalasHapusNah, salah satu latihan pernafasan ini tuh emang oke sekali. Beneran ampuh lagi atasi overthinking. Makasih banyak sharingnya. Setidaknya bukan hanya seorang Ibu sih yang mengalami kecemasan berlebihan, kadang di usia 20-30 an pun sering mendapati banyak pikiran karena tuntutan sekitar dan target diri. Berbagi dengan orang yang tepat pun bisa jadi salah satu cara yang cukup ampuh.
Me time INI tuh yang rasanya hilang Dari kehidupan ibu. Kayak all the time di hidupnya hanya buat keluarga.
BalasHapusMakanya, cemas berlebih seneng banget mampir.
Menjadi seorang ibu merupakan peran yang sangat mulia. Tanggung jawab sedari hamil hingga melahirkan tentu kadang men trigger cemas seorang calon ibu. Jadi peran suami dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan oleh mereka
BalasHapusBapak2 jg bs cemas loh kak. Sama sih spt ibu tp biasanya kecemasan pada ibu tuh lbh besar krn otak perempuan emg lbh emosional drpd bapak2 yg rasional. Apa2 selalu dipikir, dimasukin hati, bahkan sampe capek sndiri. Itu yg menyebabkan kecemasan hdp.
BalasHapusTp berhubung genku tuh mewarisi sifat ibu, ya otomatis sifatnya jg menurun. Termasuk kecemasan diri. Baik urusan pribadi hingga karier, smua kupikir. Bahkan rambutku sampe ubanan sejak SMP akibat kerasnya mikir. Wkwkwk. Terbiasa mikir berat sejak kecil nih. Wkwk
Mengatasi kecemasan itu bukan tentang langsung hilang, tapi tentang proses, pelan-pelan belajar mengenali, menerima, dan mengelola. Kadang hal sederhana seperti tarik napas, distraksi positif, atau cerita ke orang terdekat aja sudah bisa bantu banget
BalasHapusJadi ibu2 di masa now keknya emang berat banget yaa. Aku akui siih. Tapi jujur ini bukan soal pribadi sebagai ibu, kalau aku lebih ke mikirin anak2. Apalagi di sosmed banyak ortu pamer pencapaian anak, terutama anak nih yang aku HL haha. Kadang kita tu kepikirannya apakah anak2 kita akan survive di masa depan? Apalagi kita bukan siapa2, nggak ada kenalan channel pejabat juga haha, abisnya zaman sekarang keknya meritokrasi hilang, kalau nggak ada ordal sulit.
BalasHapusYeah aku lebih ke kepikiran nasib anak2.
Tapi emang bener, kata pak ustad fokes aja ke masa sekarang, biar masa depan Allah yang atur. semoga masa depan anak2 tu lebih baik segala2nya.
Pikiran itu pasti ngeganggu kesehatan fisik, kalo akutuu.. ka Dy.
BalasHapusTapi alhamdulillahnya, Allah beri kemudahan untuk istirahat. Di saat sering ovt dan biasanya cenderung lebih ke triggering emosi tertentu, aku istighfar, sholat, dan bobok.
Pikiran memang berat.. dan pasti ini juga salah satu ujianNya yaa...
Semoga Allah mudahkan para Ibu untuk bisa lebih sehat dan tau cara merawat pikiran agar lebih sehat.
namanya rasa cemas itu memang wajar ya hadir dalam diri seorang ibu. Tapi kalau sampai berlebihan sampai mengganggu kesehatan memang sebaiknya segera diatasi sih rasa cemasnya bisa dengan ke psikolog atau dengan melakukan tips-tips di atas
BalasHapusEhh iya kadang kita maksa diri sendiri buat tetap produktif, tapi ujung-ujungnya malah overthinking karena target gak tercapai, padahal istirahat juga Investasi penting buat siapapun termasuk ibu²
BalasHapusSaya sebagai ibu rumah tangga dan anak-anak sudah besar kadang kecemasan yang menyergapnya adalah saat mereka jauh dari saya dan suami. Bagaimana kondisi mereka di kosan , apalagi kalau sakit. Duuh gak tenang banget. Makasih tipsnya mbaak
BalasHapusDari semua informasi yang disampaikan soal cara menghilangkan kecemasan, hal yang paling aku garis bawahi soal turunkan standar.
BalasHapusBuatku itu kunci karena benar adanya semakin tinggi standar, peluang cemas makin tinggi karena takut tidak terwujud. Dan juga perlu diingatkan pada diri bahwa kalau-pun tidak terwujud tidak apa-apa juga.
Kecemasan berlebihan pada Ibu memang harus disadari dan diatasi ya. Kalau nggak bisa bahaya, nanti jadi rawan sakit bahkan berpotensi depresi.
BalasHapusCara yang mba jabarkan sangat detail serta aplikatif sekali.
Sepertinya gak hanya ibu-ibu saja, tapi bapak-bapak juga sering ngalami seperti ini. Banyak yang dipikirkan menjadi seorang ibu dan bapak untuk anak-anaknya. Anak sakit pun bapak pun sangat khawatir. Hanya saja cara mengekspresikannya dengan cara yang berbeda.
BalasHapusMemang benar, menjadi ibu itu sering kali membuat banyak terjebak dalam ekspektasi untuk tampil sempurna di semua peran, padahal "cukup" itu sudah lebih dari cukup. Poin tentang menurunkan standar benar-benar menyentuh, karena terkadang musuh terbesar adalah pikiran sendiri.
BalasHapusTulisan ini jadi pengingat lembut bahwa sebelum menjaga orang lain, kita harus selesai dengan ketenangan diri sendiri dulu. Sehat selalu
Menurunkan standar pada diri sepertinya sangat ngebantu banget ya Kak. Secara kita sebagai ibu itu cemas nggak dianggap sempurna di mata orang lain, padahal yang menjalani dan melakoni peran ibu dan istri itu diri sendiri bukan orang lain.
BalasHapusMe time sama turunkan standar itu bagian yang paling ampuh buat saya. Karena ekspektasi terlalu tinggi justru bikin kita jadi ovt dan stress sendiri.
BalasHapusSering banget, di kepala banyak yang dipikirkan. Apalagi setelah jadi ibu, dan akhirnya emosi malah tidak terkendali. Badmood, bawannya malah pengin marah. Ternyata, beresiko penyakit jantung juga, ya.
BalasHapusRelate banget sama bagian 'tubuh diam tapi pikiran lari maraton'. Kadang orang nggak paham kalau mikir atau cemas berlebihan itu capeknya jauh lebih dahsyat daripada kerja fisik. Tips soal mengalihkan fokus ke hal yang bisa dikendalikan itu insightful banget sih buat siapa aja.
BalasHapusSebagai seorang dewasa dengan ADHD, ini saya banget, pikirannya kayak ngebut banget. Loncat-loncat juga. Jadi tubuhnya diam, atau malah emang udah otw mau tidur, tapi isi kepala banyak banget yang pernah dipikir. Huhuhu
BalasHapusIyayah... bisa jadi pikiran yang mengganggu itu hanya trigger..
BalasHapusKudu tau penyebabnya dan coba langkah yang ditulis ka Dy..
Akupun merasa kalo sedang cemas berlebihan kudu mengurangi banyak "beban" aktivitas ga berguna.. detoks dulu dan menikmati waktu yang berlalu.
Saya pernah mengalami kecemasan berlebih setelah menjadi ibu. Terkadang kita memang butuh diingatkan bahwa merasa cemas itu manusiawi dan ada cara-cara sehat untuk menghadapinya. Saya setuju kalau teknik pernapasan dan mindfulness sangat membantu untuk menenangkan pikiran.
BalasHapusSeorang ibu tuh memang perlu banget punya Me-Time buat relaksasi biar bisa tetap menjalani aktivitas kesehariannya dengan lebih santai tanpa kecemasan berlebih. Soalnya ibu yang bahagia dan sehat tuh bisa bikin bahagia seluruh keluarga juga.
BalasHapusSetuju banget sama tips-tips yang Mba Dyah tulis. Aku setiap minggu selalu usahakan ada waktu me time, entah nonton, ngafe, atau bikin scrapbook. :) Kadang kita juga suka lupa ya buat atur napas. Padahal itu yang paling dasar menurutku dan nggak perlu biaya. Latihan napas jadi bisa lebih tenang.
BalasHapus