Cara Menghilangkan Kecemasan yang Berlebihan pada Ibu

Senin, 06 April 2026




Hai Sobat Dy pernahkah merasa lelah, padahal sedang tidak melakukan banyak aktivitas? Tubuh sedang diam, tetapi pikiran justru berkelana kesana kemari. Memikirkan hal yang belum tentu terjadi, mengkhawatirkan sesuatu yang bahkan belum tentu terjadi. Bagaimana ya cara menghilangkan kecemasan yang berlebihan ini?

Jujurly saya pernah berada pada fase tersebut. Tampaknya baik-baik saja, senyum tetap tersunging manis, tapi pikiran carut marut hingga kepala terasa penuh. Ada saja yang dipikirkan. Dan tanpa saya sadari, kecemasan tersebut perlahan-lahan menetap tak mau pergi, hiks.

Tidak hanya itu, semakin lama rasanya pun semakin mengganggu aktivitas harian. Energi rasanya cepat habis dan kelelahan, berujung pada semakin banyak pekerjaan yang belum dapat diselesaikan.

Agar keadaan tidak semakin berlarut saya berusaha mencari informasi terkait kecemasan, bagaimana cara menghilangkan kecemasan yang berlebihan hingga apakah hal ini wajar terjadi pada ibu? Simak rangkuman saya berikut ya.


Kecemasan Berlebihan

Apakah rasa cemas itu wajar? Yup, rasa cemas merupakan hal yang wajar muncul pada setiap manusia. Cemas merupakan perasaan yang dapat muncul jika seseorang menghadapi situasi baru, sesuatu yang penting atau mengancam hingga berada di bawah tekanan.

Namun, kadang kecemasan dapat berubah menjadi berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari karena membuat tidak nyaman. Tak jarang kecemasan berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental.

Kecemasan dapat disebut berlebihan jika :

1. Muncul terus menerus

2. Sulit dikendalikan

3. Mengganggu aktivitas sehari-hari.


Dan sebagai ibu, kecemasan kerap muncul dalam bentuk berikut:

- Overthinking

- Merasa bersalah yang berlebihan

- Mengkhawatirkan hal yang seharusnya tidak perku dikhawatirkan

- Perasaan gelisah, tegang atau mudah tersinggung

- Mudah lelah atau kekurangan energi

- Sakit perut atau masalah pencernaan

Dan masih banyak lagi lainnya.

Hal yang sangat melelahkan, tetapi sayangnya hanya dirasakan diri sendiri, tanpa diketahui oleh orang lain.


Baca juga : Pentingnya Manajemen Stres Ibu Rumah Tangga


Mengapa Ibu Rentan Mengalami Kecemasan?

Disadari atau tidak, menjadi seorang ibu, tidak semudah yang diangankan, karena dengan menjadi ibu, banyak peran yang dilakukan. Seringkali peran tersebut dilakukan secara bersamaan.

Di satu sisi kita ingin menjadi ibu yang baik bagi anak-anak, di sisi lain ingin juga menjadi pasangan yang dirindukan, di saat yang sama juga ingin tetap produktif. Sehingga tanpa disadari kita menuntut diri sendiri terlalu keras agar dapat melakukan semua peran tersebut dengan sempurna.

Sepertinya wajar bukan jika pikiran kaum ibu sudah penuh walaupun fajar baru saja menyingsing dan tidak bertenaga lagi untuk melakukan aktivitas di sepanjang hari.

Jika ditelisik lebih jauh, berikut beberapa penyebab timbulnya rasa cemas yang berlebihan, yaitu:

- Banyaknya aktivitas dan tanggung jawab yang diemban

- Penentuan standar diri yang tinggi, walaupun hal ini relatif tiap individu ya

- Kurangnya atau tidak adanya waktu untuk diri sendiri

- Semua hal dipikirkan sendiri dari hal yang remeh hingga hal yang berat


Wajar ya jika beberapa hal tersebut menimbulkan stress dan kecemasan. Tidak hanya menguras fisik, tetapi juga menguras mental.


Dampak Kecemasan yang Berlebihan

Sesuatu hal ynyelkesehatan badan secaraang berlebihan tentunya tidak baik, termasuk rasa cemas. Efek yang ditimbulkan tidak hanya berdampak pada pikiran semata, tetapi juga berdampak pada kesehatan secara menyeluruh.

Namun, sayangnya hal ini tidak disadari, padahal dampak yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan dapat menurunkan kualitas hidup secara perlahan.

Berikut dampak yang sering dirasakan:

Jantung berdebar

- Napas menjadi cepat atau sesak

- Mudah lelah, walaupun tidak melakukan banyak kegiatan

- Gangguan pencernaan

- Kesulitan fokus dan konsentrasi

- Burnout

- Gangguan tidur

- Tekanan darah tidak stabil 

- Meningkatnya risiko penyakit jantung

Jujurly, hal yang terasa adalah kita jadi sulit menikmati hal-hal sederhana yang terjadi di sekitar kita, Namun, bisa saja hal sederhana tersebut merupakan hal yang berharga.


Baca juga : Apakah Self Care Penting? Penting!


Cara Menghilangkan Kecemasan



Cara Menghilangkan Kecemasan yang Berlebihan pada Ibu

Saya pun belajar bagaimana cara menghilangkan kecemasan yang berlebihan. Walaupun prosesnya bertahap dan tidak bisa menghilang begitu saja. Pelan-pelan dengan cara yang sederhana dan realistis.

Berikut cara menghilangkan kecemasan yang berlebihan, di antaranya:

Sadari dan terima

Langkah pertama adalah menyadari dan menerima. Hentikan menyangkal rasa cemas yang muncul. Rasa cemas yang muncul merupakan hal yang normal. Dengan menerimanya dan memberikan ruang untuk memahami diri sendiri akan membuatnya lebih mudah untuk mengelola rasa cemas.


Batasi overthinking

Di saat pikiran kita penuh dengan berbagai urusan, kadang jawabannya yang dibutuhkan hanyalah menghentikan tubuh sejenak, seperti menuliskan apa saja yang sedang dipikirkan atau mengalihkan fokus pada hal yang bisa dikendalikan saja. DAn satu hal yang pasti, tidak semua hal harus dipikirkan saja.


Lakukan Me Time

Tidak ada salahnya mengambil waktu sejenak untuk diri sendiri. Tidak ada .yang salah dengan hal ini. Cukup 10-15 menit saja hanya untuk duduk tanpa gangguan atau minum minuman favorit atau melakukan hal yang disukai. Kadang hal sederhana ini cukup untuk sekedar 'mengendalikan diri'.


Turunkan standar

Tidak semuanya harus sesuai dengan keinginan dan sempurna. Cobalah untuk menurunkan standard. Tak mengapa rumah tidak rapi, tumpukan piring kotor belum dicuci. Tak perlu membandingkan 'ukuran' kita dengan orang lain karena belum tentu 'ukuran' tersebut sama dan sesuai. Dengan mengganti kata 'sempurna' menjadi 'cukup' bisa sangat melegakan lho.


Berbagi

Berbagi beban dengan menceritakannya pada seseorang yang dapat dipercaya dapat mengurangi beban pikiran yang penuh. Pasangan, teman dekat bahkan sesama ibu yang mempunyai masalah yang sama merupakan teman berbagi yang sesuai.

Namun, jika tak ada satu orangpun yang dapat dipercaya, ada Tuhan yang akan selalu ada untuk kita. Di ujung sajadah, saya mengadukan apapun padaNya.


Latihan pernapasan

Saat rasa cemas datang, sebetulnya tubuh berada dalam keadaan tegang. Oleh karena itu, untuk meredakan ketegangan tersebut, SObat Dy dapat melakukan latihan sederhana, seperti :

- tarik napas dalam dalam hitungan 4 detik

- tahan napas selama 4 detik

- hembuskan perlahan

Lakukan hal ini beberapa kali dan rasakan rasa cemas yang mereda perlahan.


Baca juga : Tips Perawatan Kulit Usia 40 Tahun Secara Alami


Penutup

Kecemasan yang berlebihan memang tidak bisa hilang dalam semalam. Namun, kita bisa belajar mengelolanya, pelan-pelan, tanpa harus memaksa diri.

Sebuah langkah sederhana dan kesadaran diri, kita bisa kembali menemukan rasa tenang, bahkan di tengah banyaknya peran yang harus dijalani. Karena pada akhirnya, menjadi ibu bukan tentang kuat terus-menerus, tetapi tentang tahu kapan harus berhenti, bernapas, dan merawat diri sendiri.

Dengan mengetahui cara menghilangkan kecemasan yang berlebihan merupakan salah satu cara untuk merawat diri sendiri. Jika bukan diri ini yang peduli, siapa lagi yang akan peduli, bukan.


Referensi

1. https://www.halodoc.com/artikel/ini-cara-menghilangkan-cemas-berlebihan-yang-bisa-dilakukan

2. https://www.alodokter.com/5-efek-cemas-berlebih-pada-tubuh-yang-jarang-disadari

5 komentar

  1. Aaah baru aja aku merasakannya lagi sejak Sabtu kemarin
    Kecemasan karena melihat situasi di depan mata kalau suami sakit
    Terbayang banyak hal karena anak masih kecil-kecil
    Namun, selama proses itu selalu saja ada "nasihat" yang masuk dalam bentuk quotes atau reels di media sosial untuk yakin bahwa semua akan baik baik saja

    BalasHapus
  2. Awal² jadi ibu tuh sempat OVT banget sama kondisiku mbak. Plusnya ASIku juga seret dan makin berkurang rasa percaya diri. Sampe akhirnya kukonsul sama seorang kawan yang seorang psikolog dan dapat penanganan dengan teknik grounding.

    Awal² kok susah untuk sadar kalau aku sedang ngalami ABC, butuh lebih dari 3 tahun buat belajar sadar, mengakui dan akhirnya nerima kondisi tersebut. Bahkan sampe sekarang tuh buat sadar itu masih rada² susah kayak otomatis aja perasaan dalam diri itu begitu. Nggak punya nama. 🥹

    BalasHapus
  3. Aku ngerasain kecemasan berlebihan ini pada saat masih kerja. Waaah, itu paling berasa. Kebanyakan Krn masalah kantor semua. Kalau soal anak2 ga pernah, sebab aku ada babysitter yg sangat bisa dipercaya.

    Tp masalah kerjaan ini memang bikin kepala puyeng kadang. Apalagi kalau udah menyangkut komplain nasabah 😂. Baru setelah aku resign, hal2 tadi udh ga terjadi lagi mba.

    Krn memang penyebab masalahnya udah hilang 😁. Kalau yg skr, masalah2 kecil sih pasti ada, tp ga bikin aku stress sampai kayak dulu.

    Salah satu cara latihan pernapasan, itu penting . Aku mulai belajar yoga malah setelah resign. Padahal setelah ngerasain, bgs bgt utk melatih pikiran ttp tenang

    BalasHapus
  4. Rasa rasanya kondisi seperti ini bisa terjadi sama siapa saja termasuk bapak bapak, kadang Overthinking juga bisa melanda apalagi ketika dihadapkan kepada sebuah keadaan yang belum ada kepastian jalan keluarnya, hanya saja kalau bapak bapak mungkin lebih simple cara mengatasinya, kadangkala hanya dengan melamun sambil sebat dan minum kopi, walaupun inipun kurang sehat tapi untuk sementara bisa melarikan diri dari apa yang mereka fikirkan.

    BalasHapus
  5. Ehh iya kadang kita maksa diri sendiri buat tetap produktif, tapi ujung-ujungnya malah overthinking karena target gak tercapai, padahal istirahat juga Investasi penting buat siapapun termasuk ibu²

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih