Hai Sobat Dy, pernahkah berada dalam posisi berat menjalani hari-hari? Bukan karena mengkhawatirkan masa depan atau sedang mengalami masalah saat ini, tetapi karena kejadian di masa lalu yang masih tertinggal dan itu tidak menyenangkan.
Jika di artikel sebelumnya saya membahas tentang mengatasi kecemasan yang berlebihan pada ibu, kali ini saya akan membahas tentang berdamai dengan masa lalu. Salah satu insight yang saya petik setelah menonton film Sore : Istri Dari Masa Depan. Dua hal yang bertolak belakang ya tapi mampu memengaruhi kehidupan seseorang dalam menjalani kesehariannya.
Sebagai seorang ibu, saya pernah bertanya pada diri sendiri, apakah saya menyimpan luka masa lalu dan tanpa saya sadari luka itu terbawa hingga saat ini dan berpengaruh pada kehidupan saya? Apakah saya mewariskan luka tersebut ke anak saya?
Dalam film Sore : IStri Dari Masa Depan, saya menemukan potert yang begitu dekat dengan perasaan itu, melalui sosok Jonathan atau Jo. Tanpa Jo sadari beban masa lalunya, kemarahannya pada ayahnya membuatnya merusak hidupnya yang berakibat buruk pada kesehatannya. Efek berikutnya keluarganya kehilangan Jo karena serangan jantung akibat gaya hidupnya yang buruk.
Dari cerita tersebut saya belajar bahwa berdamai dengan masa lalu bukan tentang menghapus ingatan tentang kenangan tersebut, melainkan keberanian untuk berhenti menyalahkan dan perlahan memilih untuk memaafkan. Forgiven but not forgotten. Bukan hal yang mudah lho, butuh keberanian dan kekuatan dari dalam diri untuk melakukannya.
Baca juga : Agus Ringgo Terharu Dengan Panggilan Ayah Dalam Film Panggil Aku Ayah
Deskripsi Film Sore: Istri Dari Masa Depan
Tak kenal, maka kenalan. Bagi Sobat Dy yang belum mengetahui tentang film genre roman ini, kenalan dulu yuk. Setelah itu saya akan menceritakan tentang film apik ini.
Judul film : Sore: Istri Dari Masa Depan
Sutradara : Yandy Laurens
Penulis skenario : Yandy Laurens
Pemain :
Sheila Dara Aisha sebagai Sore
Dion Wiyoko sebagai Jonathan
Goran Bogdan sebagai Karlo
Livio Badurina sebagai Marko, pemilik butik dimana Sore bekerja
Lara Nekic sebagai Elsa
Mathias Muchus sebagai Seno, ayah Jonathan
Maya Hasan sebagai Maya, ibu Jonathan
Produser : Suryana Paramita
Rumah produksi : Cerita Film
Durasi Film : 119 menit
Tayang di bioskop Indonesia : 10 Juli 2025
Simak official trailer Sore: Istri dari Masa Depan berikut ya:Menurut saya Yandy Laurens sukses menggarap film sekaligus serial webnya. Suka deh dengan karyanya, humanis menurut saya. Beberapa pemeran di serial webnya juga turut berperan di filmnya seperti Dion Wiyoko.
Film yang hangat ini diperankan dengan apik oleh Sheila Dara dan Dion Wiyoko. Saya suka dengan genre
Baca juga : Rumus Mengatur Keuangan Ala Keluarga Super Irit
Sinopsis Film Sore:Istri Dari Masa Depan
Siapapun pasti akan terkejut jika saat bangun tidur ada orang asing yang berada di sampingnya. Hal itulah yang dialami Jonathan atau biasa dipanggil Jo. Sore, yang mengaku istrinya dari masa depan tiba-tiba duduk di tempat tidurnya dan memandangi Jo yang masih terlelap.
Jo mengira Sore adalah wanita yang dikirim Karlo, sahabat sekaligus agennya. Ternyata dugaan itu salah. Sikap Jo melunak dan mulai mempercayai kata-kata Sore setelah mengetahui bahwa Sore mengetahui Jo secara detail bahkan rahasia yang tidak diketahui siapapun, Sore mengetahuinya.
Sore hadir dalam kehidupan Jo karena ingin memperbaiki kebiasaan buruk Jo yang gemar minuman beralkohol, merokok, begadang, makan tidak teratur, pokoknya gaya hidupnya tidak sehat.
Awalnya semua berjalan sesuai keinginan Sore, tetapi pada suatu waktu Jo kembali merokok dan ini membuat Sore marah. Selanjutnya Sore mengulang lagi kisahnya agar Jo mau berubah. Sore kembali muncul dengan cara yang sama. Duduk di tempat tidur mengamati Jo tidur sampai akhirnya terbangun dan terkejut lalu kisahnya berulang lagi dan lagi.
Hingga akhirnya Sore menyadari bahwa dia tidak dapat mengubah Jo, hanya dirinya sendirilah yang bisa mengubahnya, termasuk memaksa Jo untuk menemui ayahnya. Salah satu alasan Jo tinggal di Kroasia adalah karena ayahnya, tetapi sekalipun dia belum pernah menemui ayahnya. Semakin dipaksa, Jo semakin marah.
Setelah mengetahui Jo menjadi seperti itu karena ayahnya, Sore mengubah strateginya hingga akhirnya Jo mau menemui ayahnya atas keinginannya sendiri dan Sore mendampingi. Namun, hal tersebut tak pernah terwujud, karena pusaran waktu berlangsung lebih pendek dari sebelumnya, mengulang kejadian yang sama, hingga akhirnya tidak dapat berputar lagi. Sebelum tidak dapat berputar kembali, Sore berpesan pada Jo untuk tidak melupakannya.
Singkat cerita Jo, akhirnya menemui Seno, ayahnya karena keinginannya sendiri tanpa ditemani Sore yang sudah tidak dapat muncul kembali mengulang kisahnya. Namun, Jo tidak menemui ayahnya walaupun sudah berada di rumahnya. Dia hanya melihat ayahnya dari kejauhan. Dia meninggalkan sebuah foto dirinya bersama ayahnya dan menuliskan sebuah pesan di balik foto tersebut. "Apa yang papa lakukan tidak pernah dapat dibenarkan. Tapi terima kasih untuk 4 tahun terbaik yang pernah papa berikan. Saya memaafkan."
Cara Berdamai Dengan Masa Lalu Tidak Instan Tetapi Mungkin
Dari film ini saya belajar tentang cara berdamai dengan masa lalu, yaitu :
Menerima bahwa masa lalu tidak bisa diubah
Menerima bukan berarti menyetujui dengan apa yang telah terjadi, tetapi menyadari bahwa sekuat apapun kita mengubahnya, hal tersebut tidak akan berubah. Sebuah langkah yang berat, tetapi juga membebaskan.
Berani menghadapi luka, bukan menghindarinya
Menghindari luka tidak akan menyembuhkannya. Jo merokok dan minum, merusak dirinya sendiri karena menghindari luka. Luka tersebut hanya bersembunyi sementara lalu muncul dalam bentuk lain.
Memaafkan meskipun tidak pernah ada kata maaf
Jo memaafkan ayahnya walaupun ayahnya tak pernah meminta maaf. Memaafkan merupakan cara Jo untuk melepaskan beban yang selama ini dia genggam erat bahkan terlalu erat.
Memilih melanjutkan hidup
Pada akhirnya berdamai bukan tenatng masa lalu lagi, tapi bagaimana kita ingin hidup di masa depan. Jo menunjukkan bahwa saat dia melepaskan beban, hidup tidak serta merta sempurna, tapi terasa lebih ringan.
Dia tidak lagi berjalan sambil menyeret luka melainkan melangkah dengan ruang yang lebih lega di hati.
Dari kisah Jo menyadarkan saya bahwa cara berdamai dengan masa lalu bukan tentang melupakan, tapi tentang melepaskan rasa sakit yang tersimpan.
Baca juga : Jumbo, Salah Satu Film Tentang Bangkit Dari Bullying
Memaafkan Bukan Berarti Melupakan
Tanpa disadari banyak dari kita yang menahan diri untuk tidak memaafkan karena takut seolah-olah kita sedang membenarkan apa yang telah terjadi. Padahal memaafkan dan melupakan merupakan dua hal yang berbeda bukan.
Memaafkan merupakan cara kita mengambil kendali atas hidup kita. Bukan lagi dikendalikan oleh luka, tetapi oleh pilihan untuk sembuh dari luka. Dan mungkin inilah bentuk keberanian yang paling sunyi, ketika kita memilih berdamai, meski tidak ada yang benar-benar berubah di masa lalu.
Satu hal yang pasti, kita tidak dapat mengubah masa lalu, pun masa depan. Pilihannya adalah apakah kita memilih terluka terus atau bangkit dari luka
Melepaskan Agar Bisa Melangkah
Cara berdamai dengan masa lalu bukan tentang menghapus cerita masa lalu yang pernah ada, melainkan memberi makna baru pada cerita tersebut. Kita pernah terluka, tetapi kita pun berhak untuk sembuh.
Saat kita melepaskan luka, saat itulah hidup terasa lebih ringan dan kita benar-benar hadir untuk hari ini.
Apakah Sobat Dy telah menonton film Sore : Istri Dari Masa Depan? Cerita yuk di kolom komentar kesan Sobat Dy setelah menontonnya!


Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.
Terima kasih