Hai Sobat Dy, pernahkah berada dalam posisi berat menjalani hari-hari? Bukan karena mengkhawatirkan masa depan atau sedang mengalami masalah saat ini, tetapi karena kejadian di masa lalu yang masih tertinggal dan itu tidak menyenangkan.
Jika di artikel sebelumnya saya membahas tentang mengatasi kecemasan yang berlebihan pada ibu, kali ini saya akan membahas tentang berdamai dengan masa lalu. Salah satu insight yang saya petik setelah menonton film Sore : Istri Dari Masa Depan. Dua hal yang bertolak belakang ya tapi mampu memengaruhi kehidupan seseorang dalam menjalani kesehariannya.
Sebagai seorang ibu, saya pernah bertanya pada diri sendiri, apakah saya menyimpan luka masa lalu dan tanpa saya sadari luka itu terbawa hingga saat ini dan berpengaruh pada kehidupan saya? Apakah saya mewariskan luka tersebut ke anak saya?
Dalam film Sore : IStri Dari Masa Depan, saya menemukan potert yang begitu dekat dengan perasaan itu, melalui sosok Jonathan atau Jo. Tanpa Jo sadari beban masa lalunya, kemarahannya pada ayahnya membuatnya merusak hidupnya yang berakibat buruk pada kesehatannya. Efek berikutnya keluarganya kehilangan Jo karena serangan jantung akibat gaya hidupnya yang buruk.
Dari cerita tersebut saya belajar bahwa berdamai dengan masa lalu bukan tentang menghapus ingatan tentang kenangan tersebut, melainkan keberanian untuk berhenti menyalahkan dan perlahan memilih untuk memaafkan. Forgiven but not forgotten. Bukan hal yang mudah lho, butuh keberanian dan kekuatan dari dalam diri untuk melakukannya.
Baca juga : Agus Ringgo Terharu Dengan Panggilan Ayah Dalam Film Panggil Aku Ayah
Deskripsi Film Sore: Istri Dari Masa Depan
Tak kenal, maka kenalan. Bagi Sobat Dy yang belum mengetahui tentang film genre roman ini, kenalan dulu yuk. Setelah itu saya akan menceritakan tentang film apik ini.
Judul film : Sore: Istri Dari Masa Depan
Sutradara : Yandy Laurens
Penulis skenario : Yandy Laurens
Pemain :
Sheila Dara Aisha sebagai Sore
Dion Wiyoko sebagai Jonathan
Goran Bogdan sebagai Karlo
Livio Badurina sebagai Marko, pemilik butik dimana Sore bekerja
Lara Nekic sebagai Elsa
Mathias Muchus sebagai Seno, ayah Jonathan
Maya Hasan sebagai Maya, ibu Jonathan
Produser : Suryana Paramita
Rumah produksi : Cerita Film
Durasi Film : 119 menit
Tayang di bioskop Indonesia : 10 Juli 2025
Simak official trailer Sore: Istri dari Masa Depan berikut ya:Menurut saya Yandy Laurens sukses menggarap film sekaligus serial webnya. Suka deh dengan karyanya, humanis menurut saya. Beberapa pemeran di serial webnya juga turut berperan di filmnya seperti Dion Wiyoko.
Film yang hangat ini diperankan dengan apik oleh Sheila Dara dan Dion Wiyoko. Saya suka dengan genre
Baca juga : Rumus Mengatur Keuangan Ala Keluarga Super Irit
Sinopsis Film Sore:Istri Dari Masa Depan
Siapapun pasti akan terkejut jika saat bangun tidur ada orang asing yang berada di sampingnya. Hal itulah yang dialami Jonathan atau biasa dipanggil Jo. Sore, yang mengaku istrinya dari masa depan tiba-tiba duduk di tempat tidurnya dan memandangi Jo yang masih terlelap.
Jo mengira Sore adalah wanita yang dikirim Karlo, sahabat sekaligus agennya. Ternyata dugaan itu salah. Sikap Jo melunak dan mulai mempercayai kata-kata Sore setelah mengetahui bahwa Sore mengetahui Jo secara detail bahkan rahasia yang tidak diketahui siapapun, Sore mengetahuinya.
Sore hadir dalam kehidupan Jo karena ingin memperbaiki kebiasaan buruk Jo yang gemar minuman beralkohol, merokok, begadang, makan tidak teratur, pokoknya gaya hidupnya tidak sehat.
Awalnya semua berjalan sesuai keinginan Sore, tetapi pada suatu waktu Jo kembali merokok dan ini membuat Sore marah. Selanjutnya Sore mengulang lagi kisahnya agar Jo mau berubah. Sore kembali muncul dengan cara yang sama. Duduk di tempat tidur mengamati Jo tidur sampai akhirnya terbangun dan terkejut lalu kisahnya berulang lagi dan lagi.
Hingga akhirnya Sore menyadari bahwa dia tidak dapat mengubah Jo, hanya dirinya sendirilah yang bisa mengubahnya, termasuk memaksa Jo untuk menemui ayahnya. Salah satu alasan Jo tinggal di Kroasia adalah karena ayahnya, tetapi sekalipun dia belum pernah menemui ayahnya. Semakin dipaksa, Jo semakin marah.
Setelah mengetahui Jo menjadi seperti itu karena ayahnya, Sore mengubah strateginya hingga akhirnya Jo mau menemui ayahnya atas keinginannya sendiri dan Sore mendampingi. Namun, hal tersebut tak pernah terwujud, karena pusaran waktu berlangsung lebih pendek dari sebelumnya, mengulang kejadian yang sama, hingga akhirnya tidak dapat berputar lagi. Sebelum tidak dapat berputar kembali, Sore berpesan pada Jo untuk tidak melupakannya.
Singkat cerita Jo, akhirnya menemui Seno, ayahnya karena keinginannya sendiri tanpa ditemani Sore yang sudah tidak dapat muncul kembali mengulang kisahnya. Namun, Jo tidak menemui ayahnya walaupun sudah berada di rumahnya. Dia hanya melihat ayahnya dari kejauhan. Dia meninggalkan sebuah foto dirinya bersama ayahnya dan menuliskan sebuah pesan di balik foto tersebut. "Apa yang papa lakukan tidak pernah dapat dibenarkan. Tapi terima kasih untuk 4 tahun terbaik yang pernah papa berikan. Saya memaafkan."
Jo telah memaafkan Seno, ayahnya. Kehidupan Jo yang dulunya tidak sehat pun berubah. Dia berhenti merokok dan minum. Sore tak perlu lagi bersusah payah mengubah gaya hidup Jo.
Jo kembali ke Indonesia dengan pola hidup sehat. Melakukan pameran foto dan akhirnya bertemu dengan Sore masa kini.
Cara Berdamai Dengan Masa Lalu Tidak Instan Tetapi Mungkin
Dari film ini saya belajar tentang cara berdamai dengan masa lalu, yaitu :
Menerima bahwa masa lalu tidak bisa diubah
Menerima bukan berarti menyetujui dengan apa yang telah terjadi, tetapi menyadari bahwa sekuat apapun kita mengubahnya, hal tersebut tidak akan berubah. Sebuah langkah yang berat, tetapi juga membebaskan.
Berani menghadapi luka, bukan menghindarinya
Menghindari luka tidak akan menyembuhkannya. Jo merokok dan minum, merusak dirinya sendiri karena menghindari luka. Luka tersebut hanya bersembunyi sementara lalu muncul dalam bentuk lain.
Memaafkan meskipun tidak pernah ada kata maaf
Jo memaafkan ayahnya walaupun ayahnya tak pernah meminta maaf. Memaafkan merupakan cara Jo untuk melepaskan beban yang selama ini dia genggam erat bahkan terlalu erat.
Memilih melanjutkan hidup
Pada akhirnya berdamai bukan tenatng masa lalu lagi, tapi bagaimana kita ingin hidup di masa depan. Jo menunjukkan bahwa saat dia melepaskan beban, hidup tidak serta merta sempurna, tapi terasa lebih ringan.
Dia tidak lagi berjalan sambil menyeret luka melainkan melangkah dengan ruang yang lebih lega di hati.
Dari kisah Jo menyadarkan saya bahwa cara berdamai dengan masa lalu bukan tentang melupakan, tapi tentang melepaskan rasa sakit yang tersimpan.
Baca juga : Jumbo, Salah Satu Film Tentang Bangkit Dari Bullying
Memaafkan Bukan Berarti Melupakan
Tanpa disadari banyak dari kita yang menahan diri untuk tidak memaafkan karena takut seolah-olah kita sedang membenarkan apa yang telah terjadi. Padahal memaafkan dan melupakan merupakan dua hal yang berbeda bukan.
Memaafkan merupakan cara kita mengambil kendali atas hidup kita. Bukan lagi dikendalikan oleh luka, tetapi oleh pilihan untuk sembuh dari luka. Dan mungkin inilah bentuk keberanian yang paling sunyi, ketika kita memilih berdamai, meski tidak ada yang benar-benar berubah di masa lalu.
Satu hal yang pasti, kita tidak dapat mengubah masa lalu, pun masa depan. Pilihannya adalah apakah kita memilih terluka terus atau bangkit dari luka
Melepaskan Agar Bisa Melangkah
Cara berdamai dengan masa lalu bukan tentang menghapus cerita masa lalu yang pernah ada, melainkan memberi makna baru pada cerita tersebut. Kita pernah terluka, tetapi kita pun berhak untuk sembuh.
Saat kita melepaskan luka, saat itulah hidup terasa lebih ringan dan kita benar-benar hadir untuk hari ini.
Apakah Sobat Dy telah menonton film Sore : Istri Dari Masa Depan? Cerita yuk di kolom komentar kesan Sobat Dy setelah menontonnya!




Nggak tahu kenapa, walaupun film ini udah ada di OTT tapi aku belum tertarik menonton mbak hihihi. Mungkin soal selera kali yaa. Tapi biasanya aku "terpaksa" nonton saat udah bingung mau nonton apa, kek aku nonton film apa tuh yang aneh soal suami yang selengki ma ipar yang viral itu wkwk. Jadi, bisa jadi kemungkinan aku akan nonton saat masanya tiba :D
BalasHapusEh eh jadi tokoh Sore ini sebenarnya nggak nyata dan nggak akan pernah nyata even di masa depan kah? Haha jadi penasaran sama endingnya kaaan.
Owalah ternyata lebih ke problem memperbaiki diri dan hubungan antara anak dan ayah ya mbak, ini intinya?
Duh kalau ngobrolin tentang berdamai dengan diri, memaafkan, emang keknya berat ini prenungannya yaa.
aku nangkepnya gitu sih mbak, Sore ini kembali ke masa lalu demi mengubah Jo, tapi Jo merusak dirinya sendiri karena marah pada ayahnya, jadi sekuat tenaga Sore mengubah tidak akan bisa, hingga akhirnya Sore paham penyebab Jo seperti itu dan berusaha mengajak Jo untuk bertemu dengan ayahnya setidaknya menyelesaiakan masa lalunya, tapi tidak pernah terwujud karena pusaran waktunya semakin lama semakin pendekm kurleb begitu
Hapusaku suka dengan plot twistnya sih mbak
Belum pernah nonton filmya, tapi ngikutin Trailernya, terus ada BTS yang dibikin sama Agung Hapsah juga, perjuangan buat dapetin gambar Aurora. nanti Paman akan tonton film ini
BalasHapusSetuju mbaaa memaafkan dan melupakan adalah dua kata atau tindakan yang berbeda karena kita tidak akan bisa melupakan cerita yang pernah kita jalani namun kita bisa memaafkan bukan demi dia namun demi diri kita sendiri agar kita bisa melangkah ke dapan tanpa beban yang berat di pundak
BalasHapusJudulnya saja sudah dalam, dan isi tulisannya juga ikut mengajak merenung. Aku suka bagaimana kamu membahas proses berdamai dengan masa lalu dengan cara yang halus tapi tetap terasa kuat. Baca ini tuh seperti diingatkan untuk lebih ramah ke diri sendiri
BalasHapuswaktu film SORE tayang dibioskop, ini booming juga Mbak. Temasuk tangganya yang vibes itu hehehe. Sayangnya saya tidka sempat nonton di bioskop. Nah, baru pas bulan Maret saya langganan Netflix, eh.. ada nih film Sore. saya pun langsung nonton. Dan filmnya meman bagus. Akting Sheila Dara memang keren. Wajar dia dapat PIala Citra untu pemeran Utama Perempuan Terbaik.
BalasHapusLuka masa lalu akan bisa sembuh, bila yang bersangkutan berdamai dengan dirinya sendiri. Orang lain hanya bisa membantu saja proses penyembuhan luka. Namun semua tergantung pada diri sendiri si pemilik luka itu.
Aku jadi mengerti kenapa Dara bisa sampai menang penghargaan lewat perannya sebagai Sore.
BalasHapusHanya dari review film ini, aku bisa membayangkan betapa emosional sosok Sore kala mendampingi suaminya untuk merubah diri.
Jadi inget sama suami realnya Sore.
Film tentang perjalanan waktu begini memang sering kali mengajak kita merenung juga. Sejauh apa kita bisa memperbaiki masa lalu, dan apa pengaruhnya terhadap diri kita? Apa kira-kira yang terjadi kalau usaha kita mengubah ini gagal ataupun berhasil? Jangan-jangan jadi ada hal lain yang ikut berubah yang sebetulnya tidak kita inginkan.
BalasHapusHal yang luar biasa adalah ketika kita bisa memaafkan, meskipun tidak pernah ada kata maaf dari orang yang telah menyakiti kita. Bisa kuat dan tegar ikhlas dengan itu, mungkin butuh waktu, tapi waktu jugalah yang menyembuhkan.
BalasHapusAguhhh jadi bikin saya merenungi bahwa memaafkan memang bukan untuk mengubah masa lalu, tapi untuk meringankan langkah kita ke depan. Sosok Jo benar-benar pengingat yang kuat; terkadang kita menyakiti diri sendiri hanya karena belum selesai dengan luka lama.
BalasHapusSetuju sekali, forgiven but not forgotten adalah bentuk keberanian yang luar biasa. Terima kasih sudah berbagi insight yang begitu humanis ini. Jadi makin penasaran ingin menonton filmnya dan belajar lebih banyak tentang seni melepaskan.
Betul sekali Mbak. Dari film Sore kita bisa memetik banyak pembelajaran terkait luka masa lalu seorang anak dari ayahnya. Jo, memang cukup tragis akhirnya. Benar adanya, harus berbesar hati untuk mengikhlaskan dan menerima masa lalu, meskipun luka.
BalasHapusDengan penerimaan, hari lapang dan langkah lebih ringan. Maka, bukan hal mustahil bisa hidup lebih sehat dan enjoy. Tips berdamai dengan masa lalu pun sangat ngena dan sesuai.
Masih dlm My List di Netflix ku nih mba, belum sempet2 nontonnya. Nanti weekend jadi pengen nonton .
BalasHapusKalau ttg luka masa lalu, aku pun belajar dari pengalaman. Banyaaaak luka yg dirasain, ntah itu dari orangtua, atau dari mantan suamiku dulu. Aku setuju dengan yg mba tulis.
Cara berdamai ya bukan dengan memaafkan , tapi melepaskan rasa sakit. Mau nunggu sampe kapanpun, orangtua ga akan minta maaf, apalagi generasi babyboomers kan. Pantang mereka minta maaf.
Tapi drpd aku makin sakit hati, aku memilih ya sudah, maafkan saja, toh skr aku sudah bahagia. Dan aku memilih utk tinggal jauh dari orangtua, supaya ga ribut. Kalau jauh kami rindu, tp kalau dekat, kami berantem Mulu 🤣. JD mending jauh ajalah.
Gitu juga dengan luka2 lain. Aku males ingat lagi, mending fokus dengan kebahagiaan yg skr ini.
iya mbak, daripada dekat hanya emmbuat luka kadang menjauh lebih baik untuk saling menjaga kewarasan masing-masing, apalagi jika sama ortu, butuh kesabaran yang luar biasa, karena orang semakin tua, semakin kuat menunjukkan sifat aslinya dan logikanya pun semakin pendek, semakin seperti anak-anak, karena memang siklusnya seperti. Kita anaknya yang logikanya lebih panjang harap maklum adanya
HapusSepakat banget kak. Memaafkan masa lalu itu ga gampang. Apalagi menghapus ingatan tentang kenangan tersebut. Makanya kita harus berani berhenti menyalahkan dan perlahan memilih untuk memaafkan. Susah tapi harus kita lakukan.
BalasHapusKalo ga, efeknya pasti ke masalah kesehatan. Org kalo udh dendam tuh rasanya ngefek bgt ke tubuh. Dan secara emosional, kita pasti terganggu. Males makan, makan seadanya, sakit lambung, ngefek deh ke organ lain kyk ginjal, hati, liver, hingga jantung. Kan serem ya kak.
ada banyak hal yang bisa kita dapat dari film sore, ya. Baik itu dari kisah Jo maupun dari kisah Sore yang harus kehilangan Jo
HapusFilm Inilah satu film yang sukses di Indonesia apalagi bisa membawa perasaan para penontonnya itu menjadi lebih terkesan dengan perjalanan hidup dan juga cerita dari kedua pasangan ini apalagi akting keduanya ini benar-benar bagus sehingga kita terbawa emosi yang ada dalam ceritanya lantaslah pemeran wanitanya benar-benar mendapatkan prestasi terbaik karena aktingnya begitu memukau
BalasHapusDan film sore ini mendapatkan banyak penghargaan , jujur aku blum nonton namun pesan film nya oleh ka dyah sudh ke transfer ke aku
BalasHapusSoal masalalu mungkin 89% bisa dbilang kurng enak aja sih mungkin ya
Dan jujur ada memori masa lalu yg sampai akrng pun itu sedikit memgganggu namun aku tetep berusaha berdamai dan pastinya memaafkan
Kontemplasi yg sangat ciamik.
BalasHapusAku nonton SORE sendirian di Bioskop.
Experience-nya memang WOW sihh
One of the Best movie!!
makasiii udah nulis artikel ini Mbaaa
Terkadang yang tak mengalami dengan mudahnya bilang memaafkan
BalasHapusNamun ada luka yang tidak bisa sembuh hanya dengan kata maaf
Bukan ingin menyimpan luka tetapi Allah juga menciptakan semua ini karena ada maksudnya
Apa pun yang terjadi di masa lalu, sedikit banyaknya memengaruhi masa kini dan masa depan
Aku pengen nonton sore ini tapi belum kesampaian juga karena nggak langganan OTT yang menayangkan.
BalasHapusCeritanya bagus ya dan happy ending. Suka deh. Saya pernah berada di fase itu. Menjalani hari-hari dengan berat karena kejadian di masa lalu. Mukan hanya marah pada orang lain, tapi saya juga marah pada diri sendiri. Dan bagian tersulitnya adalah memaafkan kesalahan diri sendiri.
Tapi sekarang insyaallah sudah memaafkan semua orang termasuk diri saya sendiri di masa lalu yang banyak berbuat salah.
Salah satu film dengan sinematografi terbaik buatan Indonesia ini mbaaak. Apalagi pas ambil Aurora dan beberapa tempat hunting fotonya Jo, beuhhhh indah betul.
BalasHapusUdah gitu jalan ceritanya pun unik, dibawa mondar mandir bolak balik, semakin memperdalam konfliknya berupa masa lalu yang belum usai.
Dan aku setuju mbak. Cara terbaik untuk berdamai dengan masa lalu, tentunya adalah melupakan dan memaafkan. Walaupun tentunya, itu gak akan mudah. Tapi sungguh, itu lebih baik ketimbang memendam rasa amarah selama bertahun lamanya.
Kita memaafkan bukan demi orang lain. Tapi demi kewarasan diri kita sendiri.
Minumnya jamu, makannya bakso urat
Di ruang tamu, eh ada pohon bonsai
Jika harimu masih terasa berat
Mungkin masa lalumu belumlah usai
ini film yang bikin aku ternganga-nganga di bioskop karena plot twistnya. hihi. tapi pesannya memang cukup mendalam sih ya film sore ini sampai waktu itu ada yang membahas dari berbagai sisi psikologi
BalasHapusKetika kita ngobrol lagi sama diri kita sendiri, kita sebenernya menemukan banyak hal yang bisa digali.. hanya kalau tanpa ahlinya, yang disebut luka ini akan kembali menganga.
BalasHapusBiasanya trigger kaya gini yang dihindari yaa...
Tapi melalui film-nya Sheila Dara ini.. aku juga jadi belajar bahwa pentingnya berdamai ((menerima)) mengenai luka tersebut. Dan respon yang cocok buatku adalah memberikan banyak alasan kenapa luka itu bisa terjadi. Mungkin bisa jadi respon aku yang salah atau pelaku yang memang tidak sadar melakukannya padaku.
Memang benar ya, berdamai dengan masa lalu itu bukan berarti kita melupakan apa yang sudah terjadi, tapi lebih ke arah mengikhlaskan dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk tumbuh lebih baik tanpa rasa bersalah yang terus membayangi.
BalasHapusSaya nonton nih filmnya di bioskop. Alurnya sedikit membingungkan dan endingnya kaya sedikit maksa, tapi ya dapat lah maknanya. Intinya sih perubahan itu baru bisa dimulai dari memaafkan dan menerima sesuatu yang sudah terjadi. Dengan awal itu, kita bisa perlahan menjadi pribadi yang lebih baik.
BalasHapusYang bikin lukanya sulit pulih tuh salah satunya karena memang gak bisa balik ke masa lalu.Jadi ada rasa kesal, gregetan, dan lain sebagainya. Ya, memang butuh proses panjang dari rasa marah hingga berubah menjadi menerima, memafkan, dan mengambil pelajaran. Akhirnya mulai bisa berdamai.
BalasHapusFilm Sore, memang bukan hanya tentang sinematografi yang berkelas, indah, tetapi banyak pesan terkandung. Terutama terkait luka di masa lalu.
BalasHapusBanyak pesan yang bisa diambil oleh penonton, berdamai serta melepaskan rasa sakit. Pas scene Jo mau nemuin Bapaknya duh itu nyesek banget.
Saya sudah nonton filmnya. Suka sama ceritanya, walau agak lelah dengan bolak baliknya sheila. Terlalu lama menurut saya. Tapi overall bagus. Dramanya dapet banget. Endingnya suka karena happy ending. Berkesan sih menurut saya ya.
BalasHapusBerdamai dengan masa lalu yang terkesan kurang baik menurut saya susah untuk dilakukan meskipun teorinya kadang ada yang bilang bisa. Tapi kalau kita bisa melawannya, mungkin saja bisa tapi tetap menjadi masa lalu yang berkesan
BalasHapusBelum nonton film Sore, tapi kalau nonton bakalan mewek, deh. Emang relate banget tidak sih sama kehidupan kita, yang mana penyesalan pasti datangnya di akhir. Aku setuju kalau menghapus masa lalu bukan berarti melupakan, kita hanya perlu berdamai.
BalasHapusAku nggak berani nonton film Sore, hehe
BalasHapusMemang berdamai dengan masa lalu itu tidak mudah
Butuh proses ya mbak
Sore ini booming banget..
BalasHapusDan aku justru meng-hilite kehidupan aslinya Sheila Dara dan Vidi rahimahullah..
Beberapa kali terlewat kontennya.. tentu membuat siapa saja yang melihat dan sudah nonton Sore jadi merasa relate.. bahwa seni memaafkan itu membutuhkan proses, bukan sebuah pembiasaan.
Saya belum pernah nonton film ini, walaupun kemarin sedang nge tren ya film ini. Tapi dari sini saya juga sadar kalau berbicara tentang luka masa lalu itu bukanlah hal yang mudah. Perlu waktu dan ruang tersendiri sampai akhirnya kita bisa melepaskan luka-luka itu. I've been there.
BalasHapusSuka sama film ini yang secara tidak langsung mengajari penontonnya untuk menumbuhkan intrapersonal skill kayak gini. Kalau bisa banyakin deh tontonan seperti ini, soalnya anak muda sekarang butuh tontonan yang mengedukasi tentang pentingnya mengenali diri sendiriSaya belum pernah nonton film ini, walaupun kemarin sedang nge tren ya film ini. Tapi dari sini saya juga sadar kalau berbicara tentang luka masa lalu itu bukanlah hal yang mudah. Perlu waktu dan ruang tersendiri sampai akhirnya kita bisa melepaskan luka-luka itu. I've been there.
Suka sama film ini yang secara tidak langsung mengajari penontonnya untuk menumbuhkan intrapersonal skill kayak gini. Kalau bisa banyakin deh tontonan seperti ini, soalnya anak muda sekarang butuh tontonan yang mengedukasi tentang pentingnya mengenali diri sendiri.
Aku pun sering merasa hal yg sama mbak Dy. Bahkan secara nggak sengaja kadang aku mendidik anak dengan cara yg dulu ortu aku ajarkan.
BalasHapusIni filmnya nyesek banget pasti ya. Waktu ngga bisa berulang lagi, cuman dirinya lah yang bisa merubah kebiasaan itu.
Aku cuma denger aja nih film Istri dari Masa Depan ini. Apalagi sejak kepergian Vidi kemarin, kisah Sore banyak diangkat dan muncul di timeline aku. Menarik banget rupanya nih film. Kalau happy ending aku bakalan nonton nih hihi
BalasHapusJujur saya tuh menonton film Sore gak ngerti dan merasa pusing karena alurnya terus berulang. Justru setelah membaca review mbak Dy jadi mengerti film ini maksud dan tujuannya kemana...
BalasHapusSaya belum pernah nonton film
BalasHapus" SORE", tetapi setelah membaca reviewnya isinya sangat mendalam tentang penerimaan untuk memaafkan masa lalu. Jadi pingin nonton. Memaafkan masa lalu tidak gampang,tetapi kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memaafkan diri sendiri juga orang yang pernah menorehkan luka pada kita .
Saya sudah nonton film ini
BalasHapusCukup refreshing untuk alurnya, tidak seperti film romance indonesia umumnya. Bikin sedih sekaligus terpana sama cinematographynya
Hmm, quotesnya ngena banget sih, Mbak. Ternyata emang berdamai dengan masa lalu itu justru bukan tentang melupakan, ya. Tapi ya itu tadi, gimana sih kita bisa ngelepasin semua yang tersimpan. Dan itu sama sekali gak mudah, bakal butuh proses yang panjang.
BalasHapus