Anti Panik! Tips Membawa Bayi Naik Bus untuk Perjalanan Pertama

Rabu, 29 April 2026

Anti Panik! Tips Membawa Bayi Naik Bus untuk Perjalanan Pertama

Naik bus dengan bayi rasanya seperti sebuah misi besar bagi saya, mungkin Sobat Dy juga merasakan hal yang sama. Hal ini pernah saya alami beberapa waktu yang lalu saat saya harus pulang ke Kediri. Sehingga saya mencari berbagai tips membawa bayi naik bus, apalagi saat itu perjalanan pertama kami.

Jujurly, sebelumnya saya tidak pernah membayangkan akan bepergian dengan bayi menggunakan bus. Saat itu, baru memiliki dua anak. Namun, karena sesuatu dan lain hal, saya dan mama memilih menggunakan bus dengan membawa anak-anak, satu bayi dan satu balita. Suami baru bisa menyusul keesokan harinya.

Saya tidak berani mengendarai mobil dalam perjalanan jauh, apalagi di malam hari. Maklumlah saya masih amatiran dalam mengendarai mobil saat itu. Long short story, perjalanan tersebut kami lakukan setelah Maghrib, waktunya anak saya yang masih bayi mulai mengantuk. 

Alhamdulillah bayi tidur dalam gendongan saya selama perjalanan, sedangkan kakaknya duduk bersama utinya aka mama saya dan anteng. Kebetulan anak sulung ini tipe yang gemar berpetualang dan ga rewel selama perjalanan. 

Alhamdulillah tidak ada drama yang berarti selama perjalanan menggunakan bus. Dengan persiapan yang tepat dan sikap yang tenang, perjalanan justru akan menjadi pengalaman yang hangat, tidak hanya untuk si kecil, tetapi juga bagi saya sebagai orang tua.

Sebuah perjalanan tidak hanya tentang tujuan akhir, tetapi juga tentang bagaimana kita menjalani setiap prosesnya. Simak yuk tips membawa bayi naik bus untuk perjalanan pertama hingga akhir artikel ya!


Pentingnya Persiapan Sebelum Bepergian

Tahukah Sobat Dy bahwa bepergian bersama bayi atau anak-anak tentunya tidak sama dengan bepergian bersama orang tua atau orang dewasa maupun sendirian. Bayi belum bisa mengomunikasikan apa maunya atau apa yang dirasakannya. Bayi hanya bisa menangis, gelisah atau tiba-tiba sulit ditenangkan.

Bepergian menggunakan bus sebetulnya ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, di antaranya suara mesin, suhu AC yang terlalu dingin, atau udara yang pengap, berdesakan dengan penumpang lain hingga goncangan kendaraan yang dapat menjadi rangsangan baru bagi bayi. Oleh karena itu persiapan sebelum bepergian dengan bayi sangatlah penting.

Persiapannya tida hanya sekedar memastikan semua barang sudah masuk ke dalam tas. Namun, juga tentang memahami kebutuhan bayi, mengantisipasi segala kemungkinan yang mungkin terjadi serta menyiapkan diri agar tidak mudah panik ketika sesuatu tidak terjadi sesuai rencana.

Persiapan yang baik bukanlah tentang menghilangkan semua masalah, tetapi setidaknya dapat membuat kita lebih siap menghadapi permasalahan. 

Percaya atau tidak percaya, rasa tenang orang tua akan menular pada bayi.


Baca juga : Tips Agar Bayi Tidak Masuk Angin Saat Perjalanan Jauh


Tips Membawa Bayi Naik Bus

Tidal ada perjalanan yang benar-benar sempurna. Setidaknya beberapa tips membawa bayi naik bus berikut dapat membuat perjalanan terasa lebih nyaman, di antaranya :

Pilih jadwal perjalanan yang tepat

Jika memungkinkan untuk memilih waktu perjalanan yang berdekatan dengan jam tidur bayi, sehingga bayi bisa tidur selama perjalanan menyesuaikan dengan ritme tidur bayi.

Sobat Dy juga dapat memilih menghindari jam sibuk sehingga dapat terhindar dari kemacetan. Selain itu suasananya pun lebih tenang sehingga bayi tidak mudah overstimulasi.


Pilih kursi yang nyaman

Sobat Dy dapat memilih kursi di bagian tengah, hindari kursi yang berada di atas ban. Area tersebut minim guncangan sehingga bayi tetap nyaman terutama jika ia sedang tidur.

Saya memilih duduk di kursi dekat jendela untuk menghindari orang yang hilir mudik di lorong bus, entah untuk mencari tempat duduk atau persiapan mau turun dari bus. Namun, jika Sobat Dy memilih untuk duduk di kursi dekat lorong agar memudahkan untuk keluar masuk  pun tak mengapa.


Gunakan gendongan bayi yang nyaman

Saat ini variasi gendongan bayi banyak sekali di pasaran. Sobat Dy dapat memilih sesuai kebutuhan dan kenyamanan, karena tiap ibu memiliki selera yang berbeda dalam memilih gendongan.

Saat itu, saya memilih gendongan depan untuk memudahkan saya memberikan ASI dan mengamati gerak geriknya. Dan sukses, bayi tidak rewel selama perjalanan bahkan cukup lama tertidur.


Bawa perlengkapan wajib

Satu hal yang penting dan haram hukumnya terlupakan adalah perlengkapan bayi. Beberapa perlengkapan yang wajib dibawa di antaranya :

1, Popok

2. Tissue basah

3. Baju ganti

4. Minyak telon

5. Selimut kecil

6. Mainan favorit

7. Kantong plastik untuk pakaian kotor


Barang yang sederhana tapi sangat berarti saat dibutuhkan, bukan.


Siapkan ASI, susu formula atau MPASI

Bayi yang lapar cenderung mudah rewel, oleh karena itu pastikan kebutuhan makan sudah disiapkan sebelum perjalanan. Bagi bayi yang masih menyusui, justru lebih mudah karena jika bayi lapar atau haus tinggal memberikan ASI atau susu formula.

Siapkan susu dan MPASI di lokasi yang mudah dijangkau sehingga bayi tidak sempat rewel. Kadang saat menyusui atau makan dapat menjadi cara yang efektif untuk menenangkan bayi.


Orang tua menggunakan baby carrier saat membawa bayi naik bus agar lebih praktis


Jaga suhu tubuh bayi

Temperatur dalam bus kadang diatur dingin agar penumpang nyaman. Namun, belum tentu bayi nyaman jika udaranya terlalu dingin. Pakaian lengan panjang dengan bahan yang lembut dapat menjadi pilihan untuk dikenakan pada bayi.

Selimut kecil juga bisa menjadi alternatif untuk menjaga bayi tetap hangat dan nyaman selama perjalanan.


Perhatikan kebersihan

Berhubung perjalanan menggunakan bus, maka perlu dipastikan kursi yang akan diduduki bersih. Sobay Dy dapat menggunakan handasanitiser atau tisse untuk membersihkan kursi. Hal ini hanya untuk mengurangi paparan dengan kuman.


Bersikap tenang

Terakhir adalah bersikap tenang. Tidak perlu panik terutama saat bayi rewel dan menangis. Tak perlu panik apalagi sampai memarahi bayi agar  dia cepat tenang. Gendong bayi dan ayun perlahan.


Tips Tambahan Untuk Perjalanan Jauh

Perjalanan panjang mengajarkan kita untuk lebih fleksibel. Tidak semua hal harus berjalan sesuai rencana. Kadang bayi butuh waktu lebih lama untuk tenang. Kadang kita harus berhenti sejenak, menarik napas, dan menyesuaikan ritme.

Tak mengapa, tak perlu merasa bersalah. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu istirahat. Biarkan bayi bergerak atau sekadar merasakan suasana berbeda.

Dan yang tidak kalah penting, jangan terlalu keras pada diri sendiri.Menjadi orang tua di perjalanan bukan tentang kesempurnaan. Tapi tentang kehadiran.


Kesalahan yang Sering Terjadi

Tanpa disadari, beberapa hal kecil justru bisa membuat perjalanan terasa lebih berat. Kurang persiapan sering berujung pada kepanikan. Tapi di sisi lain, membawa terlalu banyak barang juga bisa menyulitkan.

Memilih jadwal tanpa mempertimbangkan ritme bayi bisa membuat mereka kelelahan. Dan yang paling sering, merasa harus selalu terlihat “baik-baik saja”.


Penutup

Tanpa disadari, beberapa hal kecil justru bisa membuat perjalanan terasa lebih berat. Kurang persiapan sering berujung pada kepanikan. Tapi di sisi lain, membawa terlalu banyak barang juga bisa menyulitkan.

Memilih jadwal tanpa mempertimbangkan ritme bayi bisa membuat mereka kelelahan. Dan yang paling sering terjaierasa harus selalu terlihat “baik-baik saja”.  Padahal, perjalanan dengan bayi memang tidak selalu mulus. Dan itu tidak apa-apa.

21 komentar

  1. Aku ter-highlight banget di kutipan ketenangan orang tua itu akan berdampak ke bayi. Ah setuju banget. Kalau persiapan udah matang, ya ibaratnya tinggal berserah dan jalani perjalanannya dengan bismillah yakin Tuhan akan melindungi dan memberi kelancaran.

    Tipsnya penting banget ini dibaca bagi ortu (muda) yang ingin melakukan perjalanan menggunakan bus. Timing dan posisi duduk penting sekali ya. Aku baru ngeh kalau duduk di atas roda tentu guncangannya akan lebih kuat. Hal sederhana yang luput dari pemikiranku dan jadinya kayak direminder lagi lewat tulisan ini. Apiik!

    BalasHapus
  2. Kalo bus jujur saya belum pernah mbak. Tp kalo naik mobil jarak jauh (bekasi - magelang), kebetulan Putri udah pernah ngerasain. Daaaan itu rasanya nano-nano banget si. Di satu sisi ada perasaan gak tega, karena anak sekecil itu harus berjibaku dengan jarak ratusan kilometer. Tapi di sisi lain, kami pun nggak ada pilihan lain.
    Syukurlah anaknya nggak rewel sepanjang perjalanan. Malah. sekarang anaknya udah gedean dikit.. malah lebih repot. Soalnya udah gabisa duduk satu bangku. Kudu dipisaaaah wkwkwkw

    BalasHapus
  3. Duuuuh kasian banget kalo harus bawa bayi naik bis, emang bener banget persiapannya harus bener - bener diperhatikan, kondisi bayi harus fit, kepanasan takut rewel kena AC terus juga takut sakit, perlu juga bawa termos kecil buat air panas, saya juga suka bawa tapi isinya kopi, hehe

    BalasHapus
  4. Aku blm pernah ngajakin bayiku traveling dengan bus 😅. Jujurnya ga confident. Terlalu banyak kuatirnya. Paling ngeri kalau mereka sampai nangis dan ganggu penumpang lain, apalagi sampai muntah . Itu alasan aku blm mau ngajakin mereka pergi dengan bus.

    Tp sebenarnya kalau persiapan lengkap, dan sudah tahu kapan waktu tidur anak, hrsnya aman ya mba.

    BalasHapus
  5. Kebetulan aku belum pernah nih mbak bawa bayi naik bus untuk perjalanan jauh. Pernahnya naik pesawat waktu anak usia 5 bulan dan 8 bulan.

    Dulu anak sulungku pertama naik bus agak jauh waktu udah setahun. Bandung-Garut doang sih hehehe... Tapi tetap menantang karena terjebak macet.

    Tapi naik moda apapun, persiapan yang matang emang penting ya. Dan ketenangan orang tua adalah kunci utama.

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah lancar-lancar ya mbak.
    Dari pengalamannya Dyah, bisa jadi masukan bahwa persiapannya kudu matang ya tatkala orangtua membawa anaknya untuk bepergian jauh, apalagi semisal pakai transportasi umum.
    Semisal rewel atau ada hal² yang tidak diduga, kudu Tenang... Tenang... Tenang.

    BalasHapus
  7. aku belum pernah sih bawa anak naik bus tapi pernah bawa bayi pakai mobil buat ziarah. lumayan juga sih ya persiapannya. paling deg-degan itu pas bawa si sulung ke jakarta buat ke rumah neneknya dan jakarta kan macet parah kalau sore hari. asli deh takut banget anakku jadi rewel di dalam taksi online

    BalasHapus
  8. Memang deg-degan banget pasti bawa bayi pertama kali naik kendaraan umum, apalagi kalau perjalanannya cukup jauh. Tips-tipsnya udah pas banget buat diaplikasikan. Intinya juga orang tuanya harus tenang, supaya bayinya juga chill selama di perjalanan.

    BalasHapus
  9. Bawa anak naik transum memang cukup tricky ya. Sebagai orang tua harus bisa mengenali pola biologis anak. Jam tidur, jam laparnya, jam dia BAB dan BAK biar kita semua nyaman diperjalanan. Bawa mainannya salah satu kunci terjitu sih biar mereka nyaman. Terakhir kali bawa bayi naik transum, pas naik KRL. Itu anakku kepanasan jadi nangis deh, akhirnya kita turun di stasiun terdekat, lanjut perjalanan naik gocar, wkkwkwkw.

    BalasHapus
  10. Membawa bayi naik bus kebayang sih sangat menantang, kalau ada suami atau pendamping lebih better sih ya. Misal harus sendiri, mestilah persiapan nya di matangkan. Jangan sampai ada yang disepelekan atau di skip gitu aja. Terutama terkait tempat duduk nyaman, perlengkapan bayi yang memadai.

    Keren banget sih bagiku para Ibu yang punya bayi dan harus menempuh perjalanan pakai bus, super, pengen kasih dua jempol, salut sekali aku tuh.

    BalasHapus
  11. Membawa bayi naik bus pastinya persiapannya harus ekstra ya, Mbak. Popok, selimut, dan lainnya harus dipersiapkan. terutama kondisi badannya harus sehat. Dan yang dilakukan Mbak Dyah ini sudah pas sekali. Memilih jalan malam agar anak bisa tidur diperjalanan. selain itu juga udara lebih dingin dibandingkan kalau jalan siang hari. memang jangan pilih kursi di atas ban. Orang dewasa saja suka mabuk, termasuk saya hehehe.

    BalasHapus
  12. Anjuran untuk memilih kursi di tengah juga penggunaan gendongan depan itu sangat krusial, ya. Kadang kita terlalu fokus pada barang bawaan sampai lupa bahwa kenyamanan posisi menggendong adalah "penyelamat" agar punggung tidak encok dan bayi tetap merasa aman.
    Diriku sih Setuju banget, kalau perjalanan bukan cuma soal sampai di tujuan, tapi tentang membangun memori manis tanpa perlu drama berlebih.
    Harus rutin sih biar banyak memori bahagia anak yah

    BalasHapus
  13. Bener banget Kak, kudu pilih jam yang tepat saat naik bus bawa baby. Kalau maksain naik bus siang bolong juga kasihan bayinya, takut kepanasan lalu rewel. Jadi mending sore atau malam aja.

    BalasHapus
  14. Memang repot yang membawa bayi menumpang bis Apalagi jarak jauh akan tetapi kalau memang sudah siap dan persiapannya mantap Kenapa tidak karena Biar mereka belajar untuk travelling selama kesehatan ,keamanan dan juga kenyamanannya bisa dijaga Selama perjalanan

    BalasHapus
  15. Banyak sekali ya kak Dyah persiapan buat bawa bayi saat mau naik transportasi umum. Mana banyak lagi penumpangnya kalo naik bus tuh. Kalo ga terbiasa dgn suasana keramaian, takutnya si kecil malah nangis dan bs ganggu penumpang lain.

    Untung persiapannya matang bgt nih. Segala hal kecil diperhatiin. Mknya si kecil ga rewel saat diajak naik bus. Bunda2 wajib lihat nih persiapannya smua di atas. Komplit bgt semua disiapin biar perjalanan lancar.

    Btw, kalo ke Kediri lagi, jgn lupa mampir ke Pare ya kak. Hehe.

    BalasHapus
  16. Aku sudah pernah merasakannya dan memang butuh sabar
    Belum lagi kalau driver-nya tuh ngebut, hadeuh sungguh sangat mengganggu kenyamanan
    Namun harus terbiasa anak bayi dibawa demikian supaya dari kecil tahan gangguan kecil
    Sebab, kita tidak pernah tahu ke depan akan harus seperti apa menjalani hidup

    BalasHapus
  17. Iya membawa anak-anak di bus memang bikin deg-degan ya khawatir rewel karena bosan atau kedinginan.. Alhamdulillah lancar ya pas bawa anak-anak.. kalau aku pokoknya sediakan mainan, camilan dan jaket tebal..

    BalasHapus
  18. Wah challenging banget mbak bawa bayi naik bus, kalau ada pilihan naik KA jujur aku pakai KA aja hehe.
    Tapi emang sih bepergian naik apapun ada plus minusnya. Kalau bawa bayi emang naik apapun kudu disiapkan baik2, terutama sounding dulu sih. Walau bayi, katanya sih paham gitu kalau disounding.
    Setuju, kalau bepergian, sebaiknya jamnya menyesuaikan ritme si anak,terutama pada jam tidurnya,sehingga jam2 segitu anak ngantuk, kalau bisa bobo, jadi nggak seberapa rewel yaa.
    Perlengkapan bayi pun kudu lengkap disiapin. jadi keinget masa2 anak2 bayi, bawa gembolan ransel ke mana hehe.

    BalasHapus
  19. Ohiiyaa beneerr.. seringkali gak bisa mengurangi bawaan dengan dalih "Lebih baik dibawa buat jaga-jaga...daripada ga ada" saat perjalanan.

    Dan dalih ini yang bikin bawaan makin banyaakk dan remfong.
    HUhuhu.. ini pernah ngalamin bangett.. dan makanya butuh suami.. sama dibantu sama anakku yang pertama. Meski waktu itu usianya masih kicik, tapii dia bisa bantu mengoordinasi kebutuhan dia sendiri.. minimal, dia tanggungjawab sama tasnya sendiri yaa..

    BalasHapus
  20. Tulisan ini relatable banget untuk para orang tua, terutama ibu yang baru pertama kali bepergian jauh membawa bayi dengan transportasi umum. Jujur tulisannya keren banget jarena tidak hanya membagikan tips teknis, tetapi juga menyelipkan ketenangan dan rasa percaya diri bagi orang tua agar tidak mudah panik selama perjalanan. Bagian tentang ketenangan orang tua yang bisa menular ke bayi benar-benar ngena. Jadi ingat pengalam 12 tahun silam waktu pertama kali bawa baby twins perjalanan lintas pulau menggunakan transportasi umum, dan ya persiapan sebelum perjalanan akan mengurangi kegugupan ibu.

    BalasHapus
  21. Duh, ngajak bayi naik bis itu sebenarnya PR banget
    Anakku dulu rewel pool, pas bayi mudik naik bis
    Jadi trauma
    Tapi klo tahu tipsnya seperti ini, ya asik saja ya

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih