Agus Ringgo Terharu Dengan Panggilan Ayah Dalam Film Panggil Aku Ayah

Jumat, 16 Januari 2026

Panggilan Ayah

Panggilan Ayah umumnya melekat kuat pada seorang pria yang telah memiliki anak baik anak kandung maupun angkat, bukan? Namun, mungkinkah panggilan Ayah diberikan pada seorang pria yang bukan ayah kandung maupun ayah angkat? 

Jawabannya mungkin, seperti cerita dalam film Panggil Aku Ayah. Sebuah film yang diperankan Agus Ringgo, Boris Bokir, Myesha Lin dan Tissa Biani sebagai pemeran utama bercerita tentang sebuah keluarga yang dibentuk berdasarkan kasih sayang bukan garis keturunan.

Thrillernya menarik sejak awal melihatnya saat kami akan menonton film Jumbo yang tayang saat Idul Fitri 2025. Namun, sayangnya film ini baru tayang 7 Agustus 2025. Kami terpaksa melewatkan film ini karena agenda bulan Agustus cukup padat. Sedih dong tentunya, terpaksa deh harus bersabar menunggu filmnya tayang di Netflix.

Syukurlah filmnya segera tayang di Netflix, kami sekeluarga pun segera menontonnya.dan sukses mmebuat saya terharu sekaligus ngakak. Beberapa kali saya harus menyeka air mata yang hendak keluar itu, kadang juga tertawa lepas karena aksi konyol pemainnya. Intip thrillernya dulu yuk! 


Deskripsi Film Panggil Aku Ayah

Judul film : Panggil Aku Ayah

Sutradara : Brnni Setiawan

Penulis Skenario : Rifki Ardhisa

Pemain :

Ringgo Agus Rahman sebagai Dedi Kosasih

Boris Bokir sebagai Tatang Suratang

Myesha Lin sebagai Intan kecil 

Tissa Biani sebagai Intan besar

Sita Nursanti sebagai Rossalinda

Produser : Visinema Studios

Durasi film : 120 menit

Genre : Drama

Penghargaan : Festival Film Indonesi 2025 untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik -Agus Ringgo Rahman, Aktor Utama Terbaik Genre Drama - Agus Ringgo Rahman dan Aktor Pendukung Terbaik Genre Drama - Boris Bokir


Baca juga : Cinta Kasih Ibu Dalam Air Mata Di Ujung Sajadah


Sinopsis Film

Jika Sobat Dy pernah mendengar bahwa film ini merupakan salah satu film keluarga terbaik atau nonton film ini mulai dari ngakak sampai terharu, memang benar adanya. Film ini sukses membuat kami tertawa karena aksi konyol Kang Dedi dan Kang Tatang. Namun, kalau menangis terharu sepertinya saya aja sih karena saya memang mudah terharu orangnya.

Film ini bercerita tentang sosok Intan yang tinggal, tumbuh dan dibesarkan oleh ibunya, Rossalinda atau Rossa yang merupakan single parent. Tidak diceritakan detail mengapa Ayah Intan pergi meninggalkan mereka berdua.

Rossa pun terpaksa utang sana sini untuk menutupi kebutuhan hidupnyadan akhirnya terjebak pada rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga yang mencekik. Rentenir tersebut memperkerjakan Kang Dedi dan Kang Tatang sebagai Debt Collector yang bertugas menagih utang, salah satunya Rossa.

Dedi dan Tatang mengambil Intan dari pelukan ibunya dan menggunakannya sebagai jaminan. Dedi dan Tatang berasumsi jika Intan diambil, maka Rossa akan membayar utangnya. Alih-alih membayar utang, Rossa justru meninggalkan Intan di rumah Dedi dan Tatang, Ia berjanji akan menjemputnya seminggu kemudian dan membayar utangnya.

Rossa berbohong, dia tidak menjemput Intan seminggu kemudian. Ia justru pergi keluar negeri dan menjadi TKW ilegal. Majikannya tidak pernah memberikan upahnya dan membuatnya tidak bisa kembali ke Indonesia. 

Miris ya, potret sebagian kecil warga Indonesia yang ingin mendapatkan upah dengan bekerja di luar negeri tetapi melalui jalur ilegal. Bukannya untung malah buntung. Hal serupa juga pernah dialami saudara saya  yang menyelinap masuk ke Malaysia dan tidak berhasil pulang membawa uang, sudah untung dapat pulang kembali ke Indonesia dengan selamat.

Intan pun dirawat oleh dua orang penagih tersebut. Mereka berdua bahu membahu merawat Intan, membiayai sekolahnya hingga lulus. Dari sinilah sutradara membuat adegan-adegan yang konyol.

Perlahan tapi pasti ikatan emosional pun muncul dan menjadi sebuah keluarga tanpa mereka sadari. Intan yang tetap memanggil Dedi dan Tatang dengan panggilan 'Kang' sejak mereka bertemu hingga Intan dewasa tak membuat Dedi behenti menyayangi Intan.

Akting Myesha Lin cukup menggemaskan dan berhasil memerankan tokoh Intan dengan baik di usianya yang masih belia. Aktingnya tampak natural, tampak saat Intan sedih dan mencari ibunya ke rumah yang mereka berdua tinggali sebelumnya, celetukannya saat mengajak Dedi dan Tatang sholat.

Suka duka mereka bertiga hadapi bersama layaknya sebuah keluarga dan tentunya tidak ada peran ibu. Dedi mengambil peran sebagai ayah dan ibu sekaligus bagi Intan. 

Suatu hari Intan dan Rossa pun akhirnya bertemu sejenak sebelum akhirnya Rossa meninggal dalam pelukan Intan.


Pemeran Panggil Aku Ayah

Peran Apik Agus Ringgo yang Terharu Dengan Panggilan Ayah

Pertemuan Intan dan ibunya membawa sebuah episode baru. Rossa minta tolong pada Dedi untuk mempertemukan ayah kandung Intan yang selama ini diketahui Intan telah meninggal dengan Intan.

Bukan hal yang mudah lho melakukan hal tersebut, karena jika Dedi melakukannya maka dia harus siap kehilangan Intan. Adegan Dedi galau dan khawatir diperankan apik oleh Agus Ringgo, wajar jika akting apiknya ini mendapatkan penghargaan FFI.

Apakah Intan memilih ayah kandungnya daripada Dedi? Tentu saja tidak, Intan justru menelepon Dedi minta dijemput dan dia memanggil Ayah pada Dedi saat akan menutup teleponnya saat itu..

Terharunya Dedi dengan panggilan Ayah membuatnya menangis sekaligus tersenyum bahagia. Agus membawa penonton ikut terharu, termasuk saya yang saat itu segera mengelap air mata yang tidak bisa ditahan.

Namun, sayang cerita ini ditutup dengan cerita yang sepertinya tampak dipaksakan. Hal ini terasa saat scene Dedi kecelakaan dalam perjalanan menjemput Intan hingga dia ditemukan Intan dalam keadaan lupa ingatan.

Tapi jangan khawatir, Benni sang sutradara tetap membuat film ini berakhir bahagia kok. Hanya saja saya merasa kurang puas, seharusnya ceritanya masih bisa diolah lagi sehingga endingnya tampak lebih apik.

Agus Ringgo berhasil memerankan tokoh Dedi dengan apik. Sosok preman yang lembut hatinya, sosok ayah yang belajar menjadi seorang ayah, mengasuh dan memebsarkan putrinya hingga menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan pekerjaan yang layak.


Pawn dan Panggil Aku Ayah

Film Panggil Aku Ayah merupakan adaptasi dari film Korea Selatan yang rilis tahun 2020 dengan judul Pawn. Penulis dan sutradara menyesuaikan cerita dengan budaya di Indonesia. 

Syuting dilakukan di Sukabumi. Dua tokoh utama diperankan akyir kelahiran tanah pasundan memudahkan mereka berdialog menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu yang mereka perankan.

Sutradara Pawn Kang Dae Kyu, penulis skenario dan beberapa pemain Pawn turut memberikan apresiasi film Panggil Aku Ayah ini.


Baca juga : Peran Kakak Dalam Keluarga di Film 1 Kakak 7 Ponakan


Film Panggil Aku Ayah

Pertemuan yang tak sengaja antara Dedi, Tatang dan Intan hingga akhirnya mereka menjadi sebuah keluarga membuat film ini layak ditonton bersama keluarga. Jika anak-anak masih kecil, beri pendampingan saat menontonya.

Film ni tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pemahaman bahwa sebuah keluarga tidak hanya terbentuk berdasarkan garis keturunan, tetapi juga dapat terbentuk kasih sayang yang tumbuh di antara mereka. Sehingga panggilan ayah pun layak diberikan pada Dedi yang mengasuhdan membesarkan Intan sejak kecil hingga dewasa.

Apakah Sobat Dy telah menontonnya? Yuk bagikan kisahnya di kolom komentar.

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih