Tips Agar Bayi Tidak Masuk Angin Saat Perjalanan Jauh

Senin, 30 Maret 2026

Tips Agar Bayi Tidak Masuk Angin Saat Perjalanan Jauh

Perjalanan jauh bersama bayi selalu mempunyai cerita tersendiri. Saya masih ingat beberapa tahun silam saat bepergian jauh bersama anak-anak yang masih balita. Perjalanan yang awalnya terasa tenang, karena si kecil tertidur pulas, tiba-tiba berubah ketika ia mulai gelisah, menangis, dan sulit ditenangkan. Auto ingin mencoba berbagai tips agar bayi tidak masuk angin saat perjalanan jauh. 

Sebagai ibu, tentunya rasanya campur aduk deh perasaan ini. Antara khawatir, bingung, sekaligus merasa bersalah. Apalagi saat awal menjadi ibu. Sepertinya dulu saya banyak cemasnya deh ketika bayi mulai rewel, perut kembung atatu terlihat tidak nyaman.

Apakah anak merasa kedinginan? Masuk angin? Atau sekedar lelah karena perjalanan yang terlalu panjang? Tanpa disadari kondisi yang terjadi saat itu dapat memicu bayi masuk angin.

Walaupun kondisi tiap anak berbeda-beda ya. Kebetulan tiga anak saya kondisi kesehatannya berbeda-beda tapi setidaknya ada garis merahnya. Kebetulan juga jarak antara mereka tidak terlalu jauh. Sehingga jika salah satunya bermasalah tentunya akan berdampak juga pada saudaranya. 

Dari pengalaman itu, saya pun belajar bahwa bayi cenderung lebih sensitif terhadap perubahan, terutama saat bepergian jauh. Bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagaimana caranya menjaga tubuh kecilnya tetap hangat dan tidak masuk angin. Walaupun bepergian menggunakan transportasi umum, hal ini juga dapat dilakukan.

Saya pernah melakukan perjalanan menggunakan kereta api saat si bungsu berusia satu bulan dan alhamdulillah dia nyaman, kedua kakaknya pun tampak bahagia. Saat itu berarti bepergian dengan 1 bayi, 1 batita dan 1 balita. Lumayan rungsing ya, padahal naik kereta api, karena pak suami sedang lelah menyetir jarak jauh.

Oleh karena itu penting rasanya mengetahui tips agar bayi tidak masuk saat perjalanan jauh. Agar bayi dan anak- anak tetap hangat dan nyaman selama perjalanan. Sehingga dapat menikmati perjalanan.


Kenapa Bayi Rentan Masuk Angin Saat Perjalanan Jauh?

Bayi belum memiliki sistem imun yang lengkap layaknya orang dewasa. Sistem imunnya masih berkembang sehingga wajar jika tubuhnya mungilnya lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan. Selain itu, organ pencernaannya pun belum sempurna.

Perubahan suhu yang mendadak, misal dari suhu udara panas ke ruangan berAC ataupun sebaliknya bisa membuat tubuh bayi 'kaget' karena sistem tubuhnya belum dapat mengatur suhu. Selain itu, paparan angin secara langsung baik AC, kipas angin ataupun berada di ruangan terbuka yang berangin dapat membuat bayi kembung atat merasa tidak nyaman.

Perjalanan jauh tanpa istirahat, juga dapat membuat bayi kelelahan sehingga dapat menurunkan daya tahan tubuhnya. Selain itu, perjalanan jauh mungkin juga dapat menggeser jam makan dan minumnya, sehingga bayi kelaparan dan rawan masuk angin.

Agar bayi tidak rewel serta terhindar masuk angin selama perjalanan jauh, Sobat Dy dapat melakukan beberapa persiapan. 


Baca juga : Ini Lho Perbedaan Tes Cara Mengetahui Bakat Diri Sendiri vs Bakat Anak


Persiapan Sebelum Melakukan Perjalanan

Dari beberapa kali perjalanan jauh yang kami lakukan sekeluarga, ternyata dengan persiapan yang matang, perjalanan dengan bayi dapat berjalan dengan lancar. Beberapa hal berikut dapat dilakukan sebagai persiapan sebelum melakukan perjalanan, di antaranya:

Memilih waktu perjalanan

Suami kerap memilih perjalanan di jam yang jarang dipilih orang dengan dalih jalanan lebih lengang saat jam tersebut dan suami lebih nyaman karena telah beristirahat sebelumnya. Suami saya lebih banyak memilih memulai perjalanan subuh atau menjelang subuh.

Ternyata jam tersebut merupakan jam anak-anak masih terlelap sehingga perjalanan dapat dilalui tanpa drama. Sobat Dy juga dapat memilih jam lain yang kira-kira bayi terbiasa terlelap, misalnya malam hari.

Suami saya jarang memilih perjalanan jauh di malam hari, karena dia sendiri juga sudah lelah.


Bayi dan anggota keluarga lain tidak sakit

Sebaiknya sebelum memulai perjalanan jauh, periksa kondisi kesehatan bayi dan anggota keluarga, karena bepergian dalam keadaan tidak fit tentunya tidak nyaman.


Persiapan yang baik

Melakukan persiapan perjalanan dengan baik atau jauh-jauh hari dapat membuat kita tidak terburu-buru dan dapat memastikan bahwa tidak ada perlengkapan yang ketinggalan.


Beberapa persipan sederhana tetapi penting untuk dilakukan karen adampaknya besar selama perjalanan.

 

Tips Agar Bayi Tidak Masuk Angin Saat Perjalanan Jauh

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan agar bayi nyaman dan tidak masuk angin selama perjalanan, di antaranya:

Jaga tubuh bayi tetap hangat

Kenakan pakaian yang nyaman pada bayi, nyaman dan tidak terlalu tipis serta mudah menyerap keringat. Kaos kaki dan selimut juga dapat digunakan sebagai perlengkapan pendukung untuk menemani selama perjalanan.


Gunakan minyak telon atau minyak kayu putih

Balurkan minyak telon atau minyak kayu putih pada bagian punggung, perut dan telapak kaki. Hangatnya minyak dapat membantu menjaga tubuh bayi tetap hangat.

Selain itu aromanya pun menenangkan sehingga bayi merasa rileks dan mudah tidur selama perjalanan.


Atur suhu kendaraan

Atur suhu kendaraann sejuk, tidak terlalu dingin agar nayi tetap nyaman. Selain itu pastikan hembusan angin fan nya tidak mengaarah langsung ke bayi.


Cukupi kebutuhan makan dan minum anak

Walaupun dalam perjalanan sebaiknya waktu makan bayi tidak berubah. Bayi yang lapar dan haus lebih rewel. Bepergian dengan bayi yang masih menyusu lebih mudah dibandingkan dengan bayi yang sudah mengonsumsi MPASI, karena saat bayi lapar dan haus kita tinggal memberikan ASI tanpa bingung memberikan makanan.

Jika bayi sudah mengonsumsi MPASI, bawalah makanan yang biasa dikonsumsi. Selain itu, hindari mencoba makanan baru selama perjalanan agar anak lebih mudah makan.

Saya un masih membawa camilan hingga makanan 'berat' hingga saat ini. Hal ini untuk memastikan anak-anak tetap nyaman selama berpergian.


Rutin istirahat jika melakukan perjalanan darat

Jika menggunakan kendaraan pribadi, usahkan berhenti setiap 2-3 jam agar bayi maupun penumpang lain dapat meregangkan badan. Jika bepergian denngan kereta, Sobat Dy dapat mengajak bayi berjalan di lorong kereta agar bayi tidak bosan.

Hal ini tetap saya dan suami lakukan hingga saat ini, mengingat bungsu saya masih berusia 8 tahun dan ibu saya berusia lebih 74 tahun. Dengan berhenti sejenak, penumpang dan penegendara dapat beristirahat sejenak.


Pastikan bayi tetap nyaman dan tidak overstimulated

Pastikan pencahayaan dan suasana perjalanan tetap tenang sehingga bayi merasa nyaman. Terlalu banyak pencahayaan dan suara yang berisik dapat  membuat bayi cepat lelah.


Tips Agar Bayi Tidak Masuk Angin Saat Perjalanan


Baca juga : Tekstur MPASI 6 Bulan dan Cara Memberikannya agar Bayi Nyaman Makan


Tanda Bayi Mulai Tidak Nyaman atau Masuk Angin

Sobat Dy dapat mengenali beberapa tanda berikut yang menandakan bayi tidak nyaman atau masuk angin, yaitu:

1. Bayi mulai rewel tanpa sebab yang jelas

2. Perutnya terasa kembung

3. Sulit tidur

4. Tubuhnya terasa dingin

5. Menangis lebih sering dari biasanya

Jika tanda tersebut muncul, biasanya kami berhenti sejenak, menenangkan bayi atau sekedar mencari tahu apa yang membuat bayi tidak nyaman.


Hal Yang Sebaiknya Dihindari Saat Bepergian Dengan Bayi

Selain melakukan berbagai persiapan sebelum bepergian, pastikan Sobat Dy menghindari hal berikut, yaitu :

1. Bayi menggunakan pakaian terlalu tipis atau terlalu tebal.

2. Menyetel AC terlalu dingin dan membiarkan bayi terpapar angin terlalu lama.

3. Perjalanan tanpa jeda, sehingga tidak ada waktu istirahat selama perjalanan

4. Terlambat memberi makan dan atau minum

Beberapa hal remeh, tetapi cukup berpengaruh dan dampaknya cukup signifikan. SObat Dy juga dapat menyimak Tips Membawa Bayi Naik Bus.


Baca juga : Ibu Wajib Tahu, Porsi Makan Bayi 6 Bulan Berapa Sendok!


Penutup

Perjalanan jauh bersama dengan bayi memang bukanlah hal yang selalu mudah. Ada rasa lelah, momen panik hingga cemas berlebihan. Apapun itu menjadi catatan kecil bagi kita sebagai proses menjadi orang tua.

Bagi saya, menikmati proses yang terjadi tersebut merupakan salah satu cara untuk memahami si kecil. Saya menjadi lebih paham apa kebutuhan ananda sekaligus juga memahami karakternya.

Dengan memberikan perhatian seperti memastikan tubuhnya tetap hangat, cukup istirahat dan tidak kelaparan maupun kehausan merupakan salah satu cara memberikan perlindungan terbaik padanya. 

Bagi seorang ibu, sebuah perjalanan tidak hanya sekedar sampai tujuan dengan selamat, tetapi juga memastikan anggota keluarga termasuk si kecil nyaman dan aman selama perjalanan. Bukankah begitu? Bagaimana pengalaman Sobat Dy selama ini? Yuk ceritakan di kolom komentar. Jangan lupa untuk berkunjung di artikel berikutnya tentang ibu hamil yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat ya.

Semoga bermanfaat.

23 komentar

  1. Wah jadi inget, anakku dulu juga pernah aku bawa ngikut ke Magelang pas umurnya masih 1 tahunan. Mana mobilnya Grand Max, dan padet pulak isinya. Sepanjang jalan sungguh terasa dagdigdug, takut kenapa-kenapa. Tapi syukurlah, anaknya sehat walafiat sedari perjalanan berangkat maupun pulang. Jadi pengalaman tak terlupakan, hihihi.
    Salah satu yang terpenting, menurutku adalah menggunakan telon sih. Lumayan membantu agar tubuh bayi bisa tetap merasa hangat. kalau perlu guyur dah sekalian, hahaha

    Wong priyayi keturunannya sunan
    masak di teflon dan kompor tungku
    Agar bayi tak merasa kedinginan
    Guyur telon adalah jalan ninjaku

    BalasHapus
  2. Ini nih emang kalo bawa bayi diajak jalan jauh harus disiapin bener - bener kebutuhannya, cara diatas sangat efektif untuk jaga - jaga takutnya terjadi hal seperti itu.
    lagian bayinya juga sih kalo masuk angin ga ngomong, jadi sulit mendeteksinya anginya masuk darimana.
    Kalo bisa bayinya jangan disuruh minum Tolak Angin Cair apalagi Minyak Kayu Putih

    BalasHapus
  3. Jangankan bayiii ..manusia lansia prematur kayak diriku juga gampil masuk angin 🤣 super hepiii pas ngetrippp...tapi kadang malesin juga kalo kudu berdjoeang melawan masuk angin.

    Kendati begitu, tips²nya mantuull mba. Tingkyu

    BalasHapus
  4. Hebat banget Mbak Dy naik kereta bawa satu bayi, satu batita, dan satu balita. Aku pernah naik kereta Bandung–Garut dengan dua anak: sembilan tahun dan enam tahun. Aku sampai nangis di kereta, loh, Mbak. Hhe, kacaww. Sampai sekarang belum mau lagi menempuh perjalanan cukup jauh kalau tidak bersama ayah mereka.

    BalasHapus
  5. Ya Allah aku jadi inget berita mudah bertahun-tahun lalu, ada sekeluarga yang mudik motoran, anaknya di taruh di depan. Pas sampai kota mana gitu lupa, anaknya udah nggak ada, hiks. Persiapan saat membawa bayi emang perlu banget nget. Nggak boleh ada orang tua yang menyepelekan, lewat jalur apapun itu. Kita tidak tahu tingkat kerentanan masing-masing bayi atau anak, makanya memang lebih baik berjaga-jaga dengan persiapan sebaik mungkin :(

    BalasHapus
  6. Kalau bawa bayi banget belum pernah tapi kyknya anak pertamaku pertama kali ke luar kota naik pesawat tu usia2 9 bulanan. Kalau yang kedua udah agak gedhean lagi, soalnya jarang bepergian pas anak udah dua hehe. Baru pas anak kedua agak gedean mulai jalan2 lagi.
    Emang kudu dipersiapkan baik2 yaa kalau bawa bayi/ balita. Paling OK sih bawa kendaraan pribadi biar bisa mengatur kapan berkendara kapan istirahat dan nggak ketemu banyak orang.
    Namun kalaupun terpaksa naik moda transportasi umum yang AC-nya dingin, lalu juga barengan sama strangers ya, karena kita nggak tahu mereka bawa virus apa aja, trus baby juga imunnya masih belum terlalu kuat.
    Mungkin salah satu tipsnya adalah bepergian saat jam2 si anak tidur, kyk misalnya waktu malam hari. Trus no 1 keknya ortunya jangan panikan kalau tiba2 anaknya rewel di jalan ya. Soalnya ortu panik, kadang anak bisa ngrasain dan makin menjadi rewelnya.

    BalasHapus
  7. Setuju banget, Mbak, kunci utamanya memang ada di persiapan dan "peka" sama sinyal anak. Pengalaman Mbak bawa bayi 1 bulan naik kereta itu hebat banget! Tips soal menjaga suhu dan jadwal makan ini sering dianggap sepele, padahal kalau terlewat sedikit saja, urusannya bisa panjang sepanjang jalan. Terima kasih sudah berbagi tips yang sangat relatable dan humanis ini. Sehat selalu untuk Mbak Dy dan keluarga, ditunggu cerita perjalanan berikutnya

    BalasHapus
  8. Wah mbak 1 bulan udah diajak naik kereta? Nggak kebayang rempongnya yaa apalagi bawa batita dan balita, kalau aku udah khawatir berlebih, huhu. Persiapannya harus lebih yaa biar anak nggak masuk angin. Nggak nyaman kalau sampai masuk angin, apalagi anak tuh belum bisa menyampaikan apa yg dirasakannya.

    BalasHapus
  9. Saat perjalanan jauh, memang sangat riskan membawa bayi. Kalau bayi rewel, akan susah ditenangkan karena secara logika bayi hanya bisa nangis saja. Orang tua pun kadang bingung. Tapi masih mending kalau perjalanan dengan kendaraan pribadi. Kalau naik bus atau kereta, bisa jadi tak enak hati dengan penumpang lain.
    Jadi persiapan memang harus maksimal. Terutama keadaan bayi sehat, terus perlengkapannya lengkap sampai minyak telon.
    Adik saya juga sukanya jalan subuh biar di jalan tidak padat, jasdi perjalanan lancar. terus memang harus sering-sering berhenti istirahat. anak-anak suka menikmati pemandangan di suatu tempat. Alahmdulillah 3 bocilnya anteng sejak bayi dibawa ke mana-mana.

    BalasHapus
  10. Naah, kalau saya minyak telon teh atau minyak kayu putih harus sedia selalu saat membawa bayi dalam sebuah perjalanan. Mereka kan rentan masuk angin yaa karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa. Sering-sering balurin ke badannya agar tetap hangat terus.

    BalasHapus
  11. Wah mbak Dy pernah pakai transum sambil nuntun 2 anak dan gendong satu bayi yaa. Aku pernah ngalamin ini mbak. Emang kuncinya adalah cukup makan dan istirahat, dijamin anak-anak aman selama perjalanan. Kemarin aku nyoba lagi bawa 3 anak perjalanan Mobil pas mudik. Waah mulai tak terkondisikan lagi. Kayaknya aku kemarin aku juga serba dadakan sih haha

    BalasHapus
  12. Hal seperti ini yang perlu diingat oleh orangtua atau pun keluarga yang memiliki bayi, sehingga tetap nyaman saat bepergian, no drama club!

    Inget waktu ponakan masih baby, kakak ipar daku menyiapkan perlengkapannya yang cukup banyak itu tapi ya memang begitulah adanya, kalau nggak ke bawa kan bikin gawat

    BalasHapus
  13. Salut banget aku tuh sama para ortu yang berani ajak anak bayi buat bepergian jauh menggunakan transportasi umum, termasuk kereta Api. Pastinya tidak mudah, banyak persiapan dan harus siaga melihat sikon anak bayi.

    Seperti memastikan makan tepat waktu, pakaian, bahan pakaian yang dikenakan, kalau bayi kena masuk angin, aduh berabe dan kasian, pasti bakalan rewel.

    Aku pernah sih ajak keponakan pulang ke kampung halaman Mama, bareng Bapak dan Mama juga, pas dia masih Balita. Memang ekstra banget, perjalanannya jadi lebih santai, nggak bisa terburu-buru.

    BalasHapus
  14. pas berkunjung ke tanggerang ade 2 thun , itu sih yg ku rasa masuk angin hebat perubahan cuaca emg ngefek ternyata, Bandung yang dingin pas ke tanggerang masya Allah panas , ampe dia kegerahan jdinya pake baaju kutung gitu teh lah udh nya dia masuk angin pas pulangnya , autto di urut dulu teh anaku

    BalasHapus
  15. aku juga pernah baca mbak kalau mengajak bayi dalam perjalanan jauh itu bagusnya di jam tidur mereka yaa jadinya nggak cranky bayinya. selain itu juga pastinya selalu siap dengan berbagai perlengkapan bayi dalam perjalanan biar nggak pusing saat bayi rewel

    BalasHapus
  16. Paling heboh kalau bawa bayi dalam perjalanan karena persiapannya sangat banyak supaya bayi tetap sehat dan juga happy dalam perjalanan ini yang pasti dia akan menjadi prioritas utama sebab bisa sehat karena Kenapa saya setuju dengan semuanya dalam tips ini dan bawa minyak telon atau kayu putih untuk dibalur banyak-banyak ke anak kita supaya tidak masuk angin ya

    BalasHapus
  17. Penting bgt nih tipsnya. Terutama buat yg pnya si kecil. Dan tanda2nya kalo si kecil rewel tuh bener sekali sih. Emg ga selalu masuk angin, tapi ya minimal kalo dia mulai rewel hingga nangis, berarti emg ada sesuatu yg ga enak di tubuhnya sih.

    Sbg ortu ya hrs ngerti kalo kondisi si kecil sesuai dgn tanda2 di atas tuh. Mknya kita hrs siap2 tuh segala persiapan, terutama kalo perjalanan jauh biar si kecil nyaman, ga sampe masuk angin. Kalo pun kena, kita udh bs mengantisipasi dan mengobatinya.

    BalasHapus
  18. Baru baca tulisan ini setelah tadi liat berita ada anak 1,5 tahun yang hipotermia di gunung... Huhuuuw Ya Allah sedih banget rasanya. Padahal memang anak umur segitu masih rentan, ya. Jangankan ke gunung, traveling ke tempat biasa aja juga ada aja batpil sampai masuk angin...

    Sampai anakku sekarang udah pre teen, minyak telon sama minyak kayu putih selalu aku bawa soalnya aku juga suka pakai.. Hehe... Jadi iget dulu pernah ngajak anakku naik kereta jarak jauh masih enam bulan.. Alhamdulillah aman mba. Tapi emang bawaannya rempong banget, segala apa dibawa... :D

    BalasHapus
  19. Bawa bayi pas perjalanan memang kudu banyak banyak berdoa yaa, ka Dy...
    Selain sehat dan waras iBunya, bayinya pun bisa diajakin kerjasama.

    Tapiii.. biasanya kalau safar kan hormon "happy"nya meningkat yaa.. jadi in syaa Allah positive vibes ini.. bikin orangtua makin tenang.. ((meskipun lelah)) tapii.. banyaknya pengalaman dan pemandangan baru yang dilihat, tentu bisa menjadi penghiburan tersendiri.

    Buat orang dewasa, AC ituu.. is a must yaa.. apalagi ke daerah atau kota yang supeerr cuacanya. Tapi ternyata, engga buat bayi.. mereka tetap butuh suhu yang nyaman.

    BalasHapus
  20. Mengajak anak bayi melakukan perjalanan itu memang butuh banyak persiapan ya mbak
    Harus disiapkan semuanya agar si kecil nyaman dalam perjalanan, termasuk terhindar dari masuk angin

    BalasHapus
  21. Bepergian sama bayi emang harus dipikirkan matang-matang ya. Persiapannya harus ekstra. Karena tubuh bayi masih cukup rentan.

    Anak sulungku waktu bayi tuh lebih kuat, malah setelah di atas usia 1 tahun, sering sekali ada keluhan kalau bepergian. Kalau kecapekan, malah malamnya nggak bisa tidur dia. Jadi kalau ngajak dia jalan selalu deg-degan.

    Syukurlah adiknya nggak begitu. Jadi lebih tenang kalau bepergian.

    BalasHapus
  22. mengajak bayi pergi jauh perlu persiapan yang matang ya, setuju banget kalau kondisi tiap anak berbeda. Malah ada temenku yang bilang, ada yang udah diajak camping, jalan-jalan dari kecil, biar pas gede udah terbiasa. tapi semua balik lagi ke mindset orang tuanya.

    BalasHapus
  23. Menjaga suhu tubuh bayi dan memastikan perlengkapannya cukup—karena memang bayi lebih sensitif terhadap perubahan cuaca dan kondisi selama perjalanan . Hal kecil seperti pakaian yang pas, selimut, sampai jadwal istirahat itu ternyata punya pengaruh besar supaya bayi nggak gampang “drop”

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih