Cerita Makanan Khas Indonesia Beserta Asalnya Dalam Buku Tradisi Makan Siang Indonesia

Selasa, 02 Desember 2025

 

Cerita Makanan Khas Indonesia Beserta Asalnya

"Makan siang bukan sekedar rutinitas harian, tetapi juga cerminan perilaku sosial, ekonomi, dan budaya sebuah masyarakat"

- Amanda Katili Niode - 

 

Kalimat di atas merupakan kalimat pembuka Bu Amanda Katili Niode, Ketua Omar Niode Foundation dalam pengantar buku Tradisi Makan Siang Indonesia: Khazanah Ragam dan Penyajiannya.Sayapun sepakat dengan pendapat Bu Amanda.

Hal tersebut juga yang menjadi alasan saya mengikuti lomba yang diadakan Komunitas Food Blogger Indinesia. Jujurly tidak berharap untuk menang, hanya ingin berbagi cerita tentang Sego Buwuhan yang dibungkus daun jati. kuliner khas di kota kelahiran bapak saya almarhum, Bojonegoro.

Apalagi saat itu diinformasikan juga bahwa karya tulis semua peserta akan disusun jadi satu dalam sebuah e-book. Namun, ternyata bukan e-book yang diterbitkan, melainkan sebuah buku yang dicetak secara premium.

Saya tidak menyangka bukunya cantik sekali, terlebih lagi bukunya dicetak dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Selain itu, bangga rasanya bisa sebuku dengan penulis hebat.

Penasaran bukan dengan buku Tradisi Makan Siang Indonesia? Yuk ah kepoin buku yang mendapatkan penghargaan dari Gourmand Awards dengan kategori Best Book in the World ini.


Baca juga : Kesederhanaan Klepon


Kenikmatan Dalam Kesederhanaan

Anganku melayang beberapa tahun silam, saat berkunjung ke rumah kakek di Bojonegoro. Saat itu ada tetangga yang mempunyai hajat dan membagi nasi yang dibungkus daun jati. Bukanlah hal yang sulit untuk mendapatkan daun jati di Bojonegoro, karena lokasinya yang dekat dengan hutan jati.

Bapak, saya, ibu dan adik pun menikmati sego buwuhan bersama. Yup satu bungkus dinikmati kami berempat. Bahagia itu sederhana, hanya sekedar makan bersama dengan lauk sederhana pun rasanya bahagia. Apakah kami kenyang? Tentu saja tidak, satu bungkus dimakan berempat hehehe, tapi nikmatnya luar biasa tak tergantikan. 

Daun jati yang cukup lebar dan kuat tidak mudah sobek tersebut dapat menampung nasi yang dilengkapi momoh tempe, mie kuning dan sayur tewel. Harum daun jati menguar dan berpadu dengan masakan saat saya menyuapkan nasi ke dalam mulut. Rasa yang tak dapat tergantikan jika sobat Dy menggunakan piring porselen sebagai alas makan.

Tak harus makan dengan lauk yang mewah untuk merasakan nikmatnya makan. Dengan lauk yang sederhana pun nikmatnya makan dapat dirasakan. 

Sego Buwuhan Kuliner Khas Bojonegoro


Spesifikasi Buku

Judul buku : Tradisi Makan Siang Indonesia Khazanah Ragam dan Penyajiannya.

Editor : Amanda Katili Niode, Ph. D.

Penerbit: CV. Diomedia

Jumlah Halaman: xxiv + 482 halaman

Cetakan pertama, Agustus 2025

ISBN : 978-634-7208-12-5

Dicetak dalam bahasa Inggris dan Indonesia

Proses penyusunan buku ini memakan waktu cukup lama karena beberapa hal di antaranya:

Transformasi e-book menjadi buku cetak

Awalnya buku ini dicetak dalam bentuk e-book, tetapi pada bulan Februari 2025 rencana itu berubah menjadi buku cetak. Proses yang lebih kompleks pun terpaksa ditempuh demi terwujudnya buku yang eksklusif ini. Perbaikan tulisan agar sesuai dengan konsep buku. Penggantian foto yang resolusinya kecil dan kelengkapan lainnya.


Buku bilingual

Buku bilingual, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, merupakan konsep buku kuliner ini, sehingga diperlukan waktu cukup lama untuk menerjemahkan 40 karya tulis penulis sekaligus halaman epilog, sambutan, testimoni.

Hal ini semakin menambah eksklusivitas buku, karena jangkauan pembaca pun semakin luas, bukan.


Buku premium 

Buku ini dicetak dengan sampul hard cover, full color serta kertas tebal premium. Tentu saja biaya cetaknya tidak murah, bukan. Selain itu, setiap penulisnya akan mendapatkan buku ini secara cuma-cuma. Hmm bisa dibayangkan berapa biaya yang dibutuhkan untuk mencetaknya. Tentu saja tidak sedikit. Oleh karena itu, Bu Amanda memerlukan waktu untuk mencari sponsor.

Jika bukan seseorang yang mempunyai 'pengaruh' tentunya hal ini akan sulit terwujud. Hingga akhirnya buku mendarat dengan cantik di pangkuan penulisnya dan pembaca lainnya.


Baca juga : Kolak Srikaya, Makanan Khas Ramadan Untuk Berbuka Di Sidoarjo


Cerita Makanan Khas Indonesia Beserta Asalnya Dalam Buku Tradisi Makan Siang Indonesia

Ada 40 penulis yang bercerita tentang kuliner Indonesia yang berasal dari 17 provinsi di 8 pulau di Indonesia. Tentunya ada ragam cerita unik tentang kearifan lokal di dalamnya. 

Uniknya kuliner Indonesia mempunyai filosofi masing-masing di balik proses pembuatannya maupun dari sejarahnya. Itulah mengapa saya beberapa kali mengabadikannya dalam tulisan di blog ini, di antaranya kesederhanaan klepon, kolak srikaya kuliner khas ramadhan di Sidoarjo, nasi kuning dengan aneka pelengkap yang berbeda berdasarkan daerahnya hingga rendang, kuliner yang telah mendunia.

Cerita makan siang ini dibuka dengan cerita Simfoni rasa dalam Sajian Makan Siang Pontianak karya Eko Dony Proyogi. Setiap penulis mengisahkan uniknya kuliner di daerahnya masing-masing.

Tidak hanya itu, buku ini juga berisi aneka resep dari masakan yang diceritakan, lengkap dengan bahan dan cara membuatnya. Beneran paket lengkap lho bukunya. Pembaca tidak hanya terpuaskan dengan warna-warni masakan, tetapi juga fantasi membayangkan lezatnya aneka masakan yang diceritakan masing-masing penulis.

Walaupun saya belum pernah berkunjung ke daerah dan mencicipi kuliner yang diceritakan dalam buku, angan saya melayang membayangkan bagaimana nikmatnya makanan tersebut. Sekaligus berharap suatu hari saya dapat mengunjungi kota-kota tersebut.

Indonesia tidak hanya kaya dengan sumber daya alamnya, tetapi juga kaya ragam budaya. Namun, sayangnya perubahan jaman membuat beberapa ragam budaya mulai ditinggalkan.

Salut dengan usaha bu Amanda dari Omar Niode Foundation yang berkolaborasi dengan Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia dan Komunitas Food Blogger Indonesia untuk melestarikan warisan kuliner Nusantara.

Supaya Sobat Dy tidak penasaran apa saja cerita makanan khas Indonesia beserta asalnya dalam buku Tradisi Makan Siang Indonesia, saya bocorkan cerita makan siangnya ya :

  1. Simfoni Rasa dalam Sajian Makan Siang Pontianak 
  2. Sayur Asem, Tradisi Makan Siang ala Ibu Rumah Tangga
  3. Sambal Pindang dan Bayam Buatan Ibu di Blitar
  4. Choi Pan Thjia, Penyambung Tradisi Silaturahmi Singkawang
  5. Garang Asem Ayam Kampung, Sayur Lodeh dan Botok Kelapa Teri
  6. Tradisi Makan Siang Liwetan Menyambut Tahun Baru
  7. Ngidang, Simfoni Rasa dan Kebersamaan dalam Tradisi Kuliner Palembang
  8. Soto Banjar, Tradisi Makan SIang Keluarga yang Tak Pernah Padam
  9. Tradisi Makan Siang bagi Ibu RUmah Tangga, Blogger dan Content Creator
  10. Ketika Cinta dan Berkat Bertemu di Sebuah Kotak
  11. Akulturasi Menu Makan Siang, Berjuta Rasanya
  12. Nasi Tumpeng, Simbol Keakraban dan Rasa Syukur 
  13. Sego Jagung Mbah Sartinah, Kuliner Klasik yang Otentik
  14. Sego Buwuhan, Kuliner Khas Bojonegoro
  15. Papeda, Makanan Tradisional Favorit Kami
  16. Tradisi Makan Siang Indonesia
  17. Aku dan Mnahat Feu di Tengah Musim Panen
  18. Menikmati Segarnya Masakan Khas Melayu Pesisir Riau
  19. Saat Musim Tandur di Cikaso Sukabumi
  20. Nikmatnya Makan Siang dengan Ikan Kembung Goreng Sambal Ijo
  21. Nasi Kuning Masak Habang dan Soto Banjar, Kalimanatan Selatan
  22. Kaldu Kokot, Sambal Tumpang dan Selat Solo
  23. Tradisi Makan Siang dengan Seruit Lampung
  24. Ikatan Kebersamaan dalam Tradisi Makan Balanjuang di Minang
  25. Wisata Kuliner Suryakencana Bogor
  26. Menikmati Lezatnya Keong Daun Singkil di Hamparan Sawah
  27. Uniknya Hubungan Rotu Lapis Belanda dengan Tradisi Botram 
  28. Ngaliwet di Saung Kebun Pepaya
  29. Makan Siang Bersama dalam Tradisi Masyarakat Sunda
  30. Pijok-pijok: Tradisi Kebersamaan dan Kehangatan Saat Makan Siang
  31. Semua Cerita Bertemu di Meja Makan
  32. Tradisi Berharga, Makan SIang Bareng Keluarga
  33. Sensasi Ngidang di Lampung dan Sumatra Selatan
  34. Makan Siang Bersama Teman Lama di Tasikmalaya
  35. Pallumara Suapan Ibu
  36. Kembul Bujana yang Sarat Makna Kebersamaan
  37. Rujak Cingur, Keberagaman yang Ciptakan Kebersamaan
  38. Cinta Dalam Semangkuk Pindang Patin Palembang
  39. Penyetan Protein Arek Suroboyo
  40. Mo Mulayadu - Tradisi Menghambur Benih

Buku ini tidak hanya bercerita tentang khazanah ragam kuliner Indonesia sekaligus penyajiannya, tetapi juga menggambarkan kearifan lokal, nilai sosial dan dinamika budaya yang terdapat dalam tradisi makan siang masyarakat Indonesia.

Jika Sobat Dy ingin mencoba ragam masakan yang diceritakan dalam buku jangan khawatir karena dalam ceritanya juga dilengkapi resep masakan, lengkap dengan bahan dan cara membuatnya, lho.


Buku Tradisi Makan Siang Indonesia Raih Gourmand Awards

Buku Tradisi Makan Siang Indonesia memang unik dan spesial kok. Tak hanya cukup mendapatkan sambutan positif dari masyarakat saat peluncuran buku di Ubud Food Festival, Buku Tradisi Makan Siang Indonesia juga mendapat meraih Gourmand Awards.

Kabar gembira tersebut diumumkan oleh President of Gourmand Awards, Eduard Cointreau di Riyadh dalam acara Saudi Feast Food Festival. Beliau memuji kedalaman riset dan makna kultural yang dihadirkan buku ini.

Buku Tradisi Makan Siang Indonesia berhasil menyingkirkan finalis lain yang berasal dari Australia, France, Tatarstan serta Venezuela,

Berbunga-bunga rasanya saat mengetahui kabar gembira ini. Double hepi lebih tepatnya. Salut deh dengan usaha Bu Amanda dalam mengedit buku ini. Jerih payah banyak pihak yang terlibat dalam penyusunannya terbayar dengan bahagia.

Gourmand Awards


Baca juga : Ciri Khas Rendang, Kuliner Nusantara Yang Mendunia


Tradisi Makan Siang Indonesia Tak Hanya Sekedar Makan Siang

Makan siang bukan hanya sekedar rutinitas yang memuaskan rasa lapar saja, tetapi di Indonesia tradisi makan siang mempunyai makna yang lebih. Proses memasak hingga cara penyajian dengan teknis tertentu memiliki filosofinya dan caritanya masing-masing.

Kearifan lokal yang tak dapat digantikan oleh modernitas akan menjadi ciri khas sebagai salah satu identitas bangsa. Sebuah warisan budaya tak benda yang berharga untuk diwariskan turun temurun.

Cerita makanan khas Indonesia beserta asalnya dapat diperkaya lagi jika banyak pihak yang peduli untuk melestarikan budaya bangsa sekaligus memperkaya khazanah ragam budaya Nusantara. Semoga akan ada buku lainnya yang melengkapi buku kuliner ini karena masih banyak kuliner lain asli Indonesia yang belum terabadikan.

 

Referensi

1. https://mediaindonesia.com/humaniora/778370/buku-tradisi-makan-siang-indonesia-diluncurkan-di-ubud-food-festival-2025

2. https://mediaindonesia.com/humaniora/835893/buku-tradisi-makan-siang-indonesia-raih-gourmand-awards#goog_rewarded

30 komentar

  1. Aku auto buka GrabFood dan mau pilih Masakan Nusantara yg ada di buku eniih

    Sepertinya nasi kuning dan ayam masak habang boleh dicobaaaa.
    Aakkk Kuliner Nusantara memang membanggakan bangett ya

    BalasHapus
  2. Wah keren sekali
    Saya tuh luput ikutan
    Makanya sekarang yang ada cuma menyesal
    Semoga next bisa ikutan kalau ada lagi
    Makan siang memang sesuatu tetapi yang bikin aku batal ikut karena tradisi di kampungku tak ada, hiks

    BalasHapus
  3. Terima kasih untuk semua pihak yang telah melestarikan budaya Indonesia melalui kulinernya.

    Terkhusus semua pihak yang sudah menjadikan buku tradisi makan siang Indonesia.

    Banyak haraoan baik, semoga banyak bertemu pembaca, jadi lebih mengerti makanan bukan sekedar makan, tapi ada banyak makna melapisinya.

    BalasHapus
  4. Waaaaa keren salut buat para penulisnya dan tentu juga buat bu amanda atas dedikasi luar biasanya mengumpulkan para blogger sehingga bisa mengeluarkan buku secantik dan selengkap itu dan juga tentu buat usahanya sehingga buku ini bisa mendapatkan penghargaan internasional...
    Makanan Indonesia memang sekompleks itu ya mbaaa ada berbagai macam jenis karena setiap daerah mempunyai makanan tradisionalnya masing2

    BalasHapus
  5. Beragam judul tulisannya, jadi kebayang masakan nusantara kita yang benar-benar kaya, sehingga wajar aja bisa jadi salah satu menu buat makan siang, dan jadi tradisi turun temurun yang bisa berkesinambungan ke generasi berikutnya

    BalasHapus
  6. Bukunya menarik banget lho. Jadi pengen baca juga.
    Aku pun ingat kalau gastronomi ini pernah ada di salah satu mata kuliahku dulu. Bahkan fenomenanya tuh jauh lebih tua dari istilah gastronomi sendiri.

    Menariknya lagi negara kita tuh kaya akan kuliner, jadi buku ini bisa bikin kita deket dengan masakannya tanpa perlu jauh² ke daerahnya juga. Mirip ensiklopedi.. 😁

    BalasHapus
  7. Keren sekali. Kebayang bukunya pasti kece. Apalagi lengkap ada resepnya juga. Indonesia emang kaya dengan aneka ragam kulinernya.

    Yang saya penasaran, penulis juga mencantumkan foto ya? Harus foto asli jepretan penulis sendiri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga ada ketentuan setahuku fotonya mbak, tapi kalau aku minta tolong adik iparku untuk fotokan secaradia kan stay di Bojonegoro. Kalau fotonya terlalu kecil dan resolusi kurang bagus untuk dicetak, Bu Amanda juga cari foto yang lebih baik sepertinya begitu info yang kudapat

      Hapus
  8. Iiihh aku mauu bukunyaaa!!
    Menarik sangaattt karena menu-menu makan siang ini begitu rumahan, begitu Indonesia... Tapi belinya dmn ya mbak? Infonya tidak ada atau saya kelewat baca?

    Jyujyur, pengen gabung sama komunitas food blogger indonesia tapi kok saya nggak ada relasi dan nggak tau ngontak kemana ya? hehe.

    BalasHapus
  9. Buku ini sangat menarik. Bikin saya yg belum pernah berkunjung ke daerah dan mencicipi kuliner yang diceritakan dalam buku, jadi kepengen banget mencicipinya juga

    Jangan heran kalau angan saya juga melayang membayangkan bagaimana nikmatnya makanan tersebut. Sekaligus berharap suatu hari saya dapat mengunjungi kota-kota yang diceritakan dalam setiap artikelnya

    BalasHapus
  10. Dari sekian judul di buku ini ternyata ada juga yang membahas tentang ngaliwet, ya. Tradisi di Sunda untuk makan siang dengan memasak nasi dan lauk pauknya dengan metode memasak dan memakannya yang unik. Ini mengingatkan saya sendiri berpuluh tahun silam, ketika asih anak-anak. Kadang di akhir pekan dengan teman-teman di SD dulu suka bikin nasi liwet ala-ala, dimasak bersama dan dinikmati bersama pula. Nikmat rasanya, indah kebersamaannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kontak admin di IGnya mbak, bisa kok gabung tapi ada syaratnya, dan ada beberapa jalur masuknya. Saya pun baru gabung gegara ikutan lombanya, jadi diberi info caranya kalau mau gabung

      Hapus
  11. Sebuah kebanggaan tulisannya Bisa dimuat dalam sebuah buku yang amat premium dan menjadi salah satu kumpulan tulisan soal kuliner yang sangat bermanfaat bagi banyak orang terutama untuk dokumentasi kuliner yang bisa dipakai untuk di masa depan

    BalasHapus
  12. Wah, keren banget bukunya lux dan mewah dan juara pula di luar negeri.. pasti bangga banget nih kontributornya pas tahu ada event begini jadi nelangsa karena nggak tahu infonya, ngga ikutan, hiks hiks padahal topiknya seru banget..

    BalasHapus
  13. wih ada masakan soto banjar juga. Penasaran nih saya siapa yang nulis. Indonesia ini memang banyak banget ya tradisi makan siangnya karena memang banyak sekali juga suku dan budaya yang memiliki tradisi dan makanan khasnya masing-masing

    BalasHapus
  14. Dari Indonesia ada ratusan kisah kuliner dari berbagai provinsi, lengkap dengan cerita asal dan resepnya. Tapi ibu ibu setiap hari masih punya masalah yang sama. Bingung hari ini makan/masak apa >.<
    Padahal yo tinggal punya salah satu buku, tiap hari bisa makan beda beda gak mumet
    wkwkwk.. ah dasar aku

    BalasHapus
  15. Penasaran dgn sego buwuh. Itu menu legendaris sih. Apalagi kalo dibungkus daun jati. Cuman skrg tradisi itu udh jarang dan hampir ga ada. Selain susah cari daun jatinya, menunya kdg udh berubah. Ga spt dulu.

    Dan beneran kak. Aku dulu jg dpt sego buwuh dimakan berempat. Dpt tahu satu ya dibagi berempat. Nikmatnya ga terkira. Padahal isinya ya semur tahu sama tumis kecap pepaya. Waktu itu blm ada daging. Kalo ada daging, fix itu pasti org kaya yg punya hajatannya.

    Jadi penasaran dgn menu2nya ini. Komplit bgt dan menggugah selera walau hanya dikasih bocoran nama/judulnya aja.

    BalasHapus
  16. saya mau banget punya buku ini. Daftar makanannya lengkap, bukunya eksklusif dan full colour,,,,mupeeeng pengen punyaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak, bisa hubungi penerbitnya, tapi infonya memang dicetak terbatas, jadi belumcetak lagi dan belum melayani penjualan

      Hapus
  17. MashaAllaah.. barakallaahu fiik, ka Dy..
    Aku ikut senang dengan kolaborasi yang keren ini bisa membawa ke prestasi berikutnya, in syaa Allaah..
    Sukses selalu untuk Buku Tradisi Makan Siang Indonesia-nya.
    Dan aku langsung bisa menemukan tulisan ka Dy nomer #14 yaah..

    BalasHapus
  18. Wah selamat ya mbak
    Keren bukunya
    Ini menambah pengetahuan tentang beragam makanan khas nusantara ya

    BalasHapus
  19. Keren bangetttt.. hebat euy para temen2 blogger, pada produktif dan kereeenn banget sampe bisa bikin Buku ini, hehehe. Ngebayangin ada 40 cerita kuliner dari berbagai daerah, lengkap dengan resep dan filosofi di baliknya, uwow sekalia. Jadi bukan cuma soal makan, tapi juga tentang budaya dan kebersamaan yang bikin kita makin bangga sama kuliner Indonesia.

    Daku suka sama sego buwuhan yang dibungkus daun jati. Simpel tapi bermakna, apalagi kalau dimakan bareng keluarga. Rasanya hangat banget baca cerita kayak gini, bikin kangen suasana makan bareng di kampung dengan lauk seadanya tapi bahagia luar biasa.

    BalasHapus
  20. penasaran sama cerita Saat Musim Tandur di Cikaso Sukabumi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu Kak sekalian visit langsung tempatnya ke Cikaso, Sukabumi yang punya tradisi tandur ini.
      Sebenarnya hampir di semua pesawahan di Sukabumi punya tradisi tandur sih sepengalaman saya waktu kecil, mudah-mudahan masih ada sih sampai sekarang, karena bikin kenangan manis banget yang bisa kita ingat

      Hapus
  21. Daftar 40 cerita makan siangnya benar-benar bikin penasaran dan pengen recook! Indonesia memang kaya banget akan khazanah kuliner dan filosofinya. Ulasan yang sangat menginspirasi untuk lebih mencintai masakan lokal. Sukses terus, Mbak!

    BalasHapus
  22. Kearifan lokal memang harus kita jaga agar identitas bangsa ini tidak hilang. Khususnya kuliner khas nusantara harus dijaga betul ini

    BalasHapus
  23. Seru dan menarik. Apalagi melibatkan 40 penulis yang bercerita tentang kuliner Indonesia yang berasal dari 17 provinsi di 8 pulau di Indonesia. Tentunya ada ragam cerita unik tentang kearifan lokal di dalamnya. Penasaran....

    BalasHapus
  24. Salah satu buku kuliner terbaik yang ku punya. Kayaknya cuma ini yang dwi bahasa. Yang lainnya terjemahan. Makasih bu Amanda sudah menghadirkan buku ini untuk kami. Super keren..penghargaannya sampai international.

    BalasHapus
  25. Aku mencari-cari makanan Aceh. Ternyata nggak ada. Hehehe. Makanan bukan sekedar ngisi perut, tapi bentuk komunikasi antar budaya dalam bentuk nonverbal. Pengen banget nyobain semua makanannya sambil baca bukunya.

    BalasHapus
  26. Makan siang itu ternyata bukan hanya memuaskan dahaga lapar ya tapi ada nilai tradisinya juga. Apalagi setiap daerah menu makan siangnya tentulah berbeda

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih