Yuk Ketahui Pentingnya Kecerdasan Emosional Anak!

Jumat, 14 Juni 2024

Kecerdasan Emosional Anak

Sobat Dy, apakah seorang anak yang tangguh, percaya diri, memiliki kecerdasan emosi yang baik? Sebetulnya apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosional? Seberapa penting kecerdasan emosional anak untuk menunjang prestasinya?

Pada umumnya orang tua menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang sehat jasmani, rohani dan cerdas. Tidak hanya kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga kecerdasan emosional (EQ). 

Seorang anak yang memiliki kecerdasan emosional baik akan lebih mudah bersosialisasi, menyelesaikan masalah, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Sedangkan seorang anak yang memiliki kecerdasan emosi yang rendah akan lebih sulit mengendalikan emosinya sehingga akan kesulitan memiliki teman. 


Kecerdasan Emosional

Jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kecerdasan memiliki arti perihal cerdas, intelegensi atau kesempurnaan perkembangan akal budi (seperti kepandaian, ketajaman pikiran). 

Mungkin dulu kita hanya mengetahui kecerdasan intelektual (IQ) yang mempengaruhi kesuksesan seseorang, karena nilai IQ yang tinggi dikaitkan dengan nilai akademis yang baik pula. Namun, berdasarkan beberapa penelitian kecerdasan emosional juga mempengaruhi kesuksesan seseorang.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang dalam mengidentifikasi dan mengelola emosinya. Kecerdasan emosional ini dapat membantu seseorang dalam membangun hubungan, menyelesaikan masalahnya, dan mengambil keputusan dalam siotuasi sulit. Hal ini juga berlaku  bagi anak dengan tingkat kesulitan yang berbeda tentunya.

Berdasarkan beberapa sumber menyatakan bahwa kecerdasan emosional dapat dipelajari, ditumbuhkan dan dikembangkan. Kecerdasan emosional juga mencakup beberapa keterampilan, di antaranya:

-Memanfaatkan emosi untuk menyelesaikan masalah.

-Mengelola emosi diri sendiri

-Membantu orang lain untuk mengatur emosinya.

-Mengenali emosi orang lain.

Komponen Kecerdasan Emosi


Komponen Kecerdasan Emosional Anak

Seperti disampaikan sebelumnya bahwa kecerdasan emosional anak dapat dipelajari. Orang tua perlu memahami komponen pendukung kecerdasan emosional yang dimiliki anak-anaknya. 

Ciri anak yang memili kecerdasan emosional yaitu:

Kesadaran diri 

Mawas diri merupakan kemampuan dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi yang dirasakan anak. Anak mampu mengenali emosi dasar dan memberi nama emosinya dengan cara menggambarkan emosi yang dialaminya, marah, sedih, senang, kecewa, takut, terkejut, dan lain sebagainya.


Mampu mengendalikan emosi

Anak mampu mengendalikan emosi yang dialaminya, sehingga anak dapat meredam atau meredakan emosi negatif, seperti marah atau kecewa yang muncul karena sebuah peristiwa. Hal ini bukan berarti anak memendam perasaannya. Mengekspresikan emosi denagn tepat dan tidak berlebihan merupakan salah satu bentuk mengendalikan emosi.

Selain itu, anak lebih tidak reaktif dan impulsif, lebih sabar sebelum bertindak berdasarkan emosi yang dirasakannya. Sehingga anak dapat mengelola konflik denga tepat dan menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapinya.

Seseorang yang dapat mengelola emosinya dan memiliki kesadaran diri yang baik, akan berdampak pada cara anak bertanggung jawab dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain di sekitar mereka.


Motivasi

Anak memiliki motivasi atau semangat dari dalam dirinya sendiri untuk mencapai sebuah target atau tujuan tertentu.


Empati

Empati merupakan sebuah kemampuan untuk memahami perasaan anak atau orang lain. Anak memahami bahwa anak atau orang lain juga memiliki perasaan dan emosi yang sama. Sobat Dy dapat membaca lebih detail tentang empati anak di artikel sebelumnya.

  

Memiliki keterampilan sosial

Anak memiliki keterampilan sosial untuk memulai dan membangun hubungan dengan anak lain atau orang dewasa. Semakin sering anak berinteraksi dengan anak atau orang dewasa lain dan mampu mengendalikan diri, akan membantunya dalam meningkatkan kecerdasan emosional.  


Manfaat Kecerdasan Emosional 

Seorang anak yang memiliki kecerdasan emosional yang baik tentunya akan berdampak pada kesuksesannya di masa depannya kelak. Berikut manfaat kecerdasan emosional yang baik pada anak, yaitu:

Meningkatkan kesadaran diri dan mengendalikan emosi

Anak memiliki pemahaman tentang emosi yang lebih baik. Selain itu, anak juga lebih memahami kelemahan dan kekuatan dirinya. Hal ini merupakan dasar untuk mengelola emosinya dengan lebih baik. Sehingga anak dapat menghadapi keadaan yang lebih sulit saat ini dan masa depannya kelak.

Manfaat Kecerdasan Emosional


Lebih tangguh 

Anak dengan kecerdasan emosi yang baik lebih tangguh dan mampu belajar atau mengambil hikmah dari sebuah kesalahan atau peristiwa. Selain itu, anak dapat menerima kekurangan pribadi dan bangkit dari kesulitan.

Anak pun memiliki motivasi dan keinginan untuk menjadi lebih baik. Hal ini akanmendukunya untuk meraih kesuksesan di masa depannya kelak.


Meningkatkan keterampilan sosial dan empati

Kecerdasan emosi yang baik dapat membuat seorang anak memiliki keahlian dalam membangun dan menjaga hubungan yang sehat dibandingkan teman sebayanya. Selain itu, rasa empati yang dimiliki anak akan emningkat. Sehingga anak dapat memahami dan menyikapi emosi orang lain dengan lebih tepat.


Memiliki lingkungan belajar yang baik

Anak yang emmiliki kecerdasan emosi baik akan memberi perhatian lebih dan mengambil peran aktif di dalam kelas. Hal ini akan mendukungnya untuk mendapatkan lingkungan belajar yang kondusif sehingga prestasi akademiknya pun meningkat.


Penutup

Kecerdasan emosional anak mempunyai peran besar dalam keberhasilannya di masa depan kelak. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk mengenali kecerdasan emosi yang dimiliki anak-anak. 

Sobat Dy dapat membaca cara mengembangkan kecerdasan emosional anak pada artikel berikutnya. Semoga bermanfaat ya.  


Referensi

1. https://www.alodokter.com/kecerdasan-emosional-dan-pengaruhnya-terhadap-prestasi

2. https://www.cikal.co.id/blog?id=pahami-kecerdasan-emosional-anak-dan-bentuk-bentuknya-dalam-praktik-keseharian

3. https://www.family.abbott/id-id/pediasure/tools-and-resources/infos-about-child-growth/child-growth/kecerdasan-emosional.html

4. https://www.gramedia.com/best-seller/kecerdasan-emosional/

8 komentar

  1. Ternyata orang tua perlu banget ya memahami komponen pendukung kecerdasan emosional yang dipunyai anak. Anak yang bisa mengendalikan emosi harus cari tahu dulu, apa benar udah bisa menyalurkan emosinya dengan tepat. Sehingga benar-benar udah bisa mengelola emosinya ya. Emang deh kecerdasan emosional berperan besar buat masa depan anak.

    BalasHapus
  2. Menurutku, emosional ini jadi salah satu elemen yNg penting banget harus bisa dikendalikan dengan baik. Kalau kita udah bisa mengelola dan menempatkan emosi, nah itu bikin kita lebih bijak dan tenang dalam menyikapi sesuatu. Harus mulai ditanamkan sejak sedini mungkin

    BalasHapus
  3. Penting sekali yaa kecerdasan emosi ini. Anak2 harus memiliki kecerdasan emosi saat hendak memasuki jenjang sekolah. Itu mungkin sebabnya kenapa masuk SD harus 7 tahun agar emosi anak sudah matang

    BalasHapus
  4. Kecerdasan intelektual dan emosi ini saling berhubungan ya mbak Dy. Aku masih PR banget nih ngajarin ke anakku soal kecerdasan emosi soalnya anaknya masih suka marah-marah kalau ada keinginan yang tidak terpenuhi.

    BalasHapus
  5. Banyak banget manfaat kecerdasan emosional pada anak ya. Salah satunya yang aku highlight mereka bisa mengendalikan emosi. Aku pernah baca penelitian bahwa kecerdasan emosi (bahkan) jauh lebih penting daripada kecerdasan intelegensia.

    BalasHapus
  6. Engga hanya orang tua, anakpun harus dilatih kecerdasan emosionalnya ya mbak.. PR bersama

    BalasHapus
  7. Jadi inget Di sekolah pas bagi raport anak-anak, Suka gedek sama orang tua siswa yang masih beranggapan kalau kecerdasan intelligence itu yang paling utama, padahal kecerdasan emosi (dan spiritual) juga tak kalah pentingnya, ya

    BalasHapus
  8. Sebagai orang tua memang sepatutnya kita harus mendampingi anak, terutama juga untuk mengelola kecerdasan emosional anak. Sejak dini kecerdasan emosional anak harus dibentuk ya mbak

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih