Mengulik Profesi Chef dan Kisah Cintanya Dalam Novel Special Order
Hai Sobat Dy, saya kembali lagi dengan review buku genre Metropop. Salah satu genre favorit karena saya merasa nyaman membacanya dan relate dengan keseharian. Kali ini saya memilih novel karangan Alfiana Nufi.
Hari itu saya sengaja masuk ke Ipunas dan langsung scroll genre metropop yang ada di sana. Sebagian besar terbitan Gramedia. Wajar dong karena genre ini memang dipopulerkan oleh Gramedia. Kisah-kisahnya yang ringan memang pas sebagai selingan bahkan hiburan seperti novel Catatan Harian Menantu Sinting yang sukses membuat saya ngakak.
Saya membaca novel tersebut karena saya mengikuti tantangan membaca dari komunitas ODOP. Alhamdulillah kali ini saya lolos sebagai finisher alias dapat menyelesaikan tantangan 4 minggu membaca buku. Artinya per minggu saya menyelesaikan satu buku dan bonus lainnya reading slumpnya sembuh.
Buktinya saya lanjutkan lagi membaca novel Special Order dan saya tidak memerlukan waktu satu minggu untuk menyelesaikannya. Walaupun ringan dan tidak terlalu banyak konflik tapi tetap ada insight yang dapat dipetik kok.
Tak kenal maka kenalan, cuzz simak deskripsi novelnya terlebih dahulu dan tetap simak hingga akhir artikel untuk menemukan apa sih insight yang bisa dipetik dari novel ini.
Spesifikasi Novel Special Order
Judul novel : Special Order
Penulis : Alfiana Nufi
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : cetakan pertama,2019.
Jumlah halaman : 272
ISBN : 978-602-06-2158-6 (PDF)
Saya meminjam di Ipunas, jadi saya membaca versi PDF. Tak mengapa dalam bentuk e-book yang penting tidak bajakan, karena menulis buku itu perjuangannya panjang gaes. Yuk tetap membaca versi aslinya. Jika mau versi digitalnya pun ada beberapa aplikasi yang menyediakannya dan tetap pilih yang resmi ya.
Cerita dalam novel ini terbagi dalam 40 bab yang terdiri dari beberapa halaman saja. Dan mungkin karena ceritanya tentang dunia chef maka, setiap babnya selalu dilengkapi dengan kata 'Dish' kemudian urutan babnya dan judul babnya.
Secara harfiah dish dapat diartikan hidangan. Relate kan dengan profesi Chef. Mungkin sudah tergambar dari cover novel yang berwarna merah dan bergambarkan hidangan olahan mie. Covernya sederhana tapi menarik. Selain itu restoran yang menjadi latar belakang cerita adalah restoran The Golden Dish yang disingkat TGD.
Blurb
Ya Tuhan yang Maha Esa ... begitulah Naya bergumam dengan wajah pucat pasi ketika mendapati kepala koki barunya, Nando, adalah cowok yang sempat dia tabok di kereta karena kesalahpahaman. Sejak itu pekerjaan Naya di restoran tidak kenal damai. Nando hobi memarahinya, dan bahkan memecatnya.
Tetapi koki ganteng itu diam-diam menggelitik hati Naya dengan kelakuan rasa nano-nano. Terlenbih waktu Naya menemukan Nando menyimpan luka serupa dengannya dalam dunia perdapuran.
Masalahnya, apa Nando punya perasaan sama? Atau Naya bagi Nando cuma kitchen assistant yang perlu dimentori supaya paham dapur tidaklah semanis drama Korea?
Perasaannya pada Nando mungkin akan jadi special order dalam dapur Naya atau jadi masakan gagal yang harus dibuang.
Mengulik Profesi Chef Dalam Novel Special Order
Awal memilih novel ini sebetulnya karena penasaran dengan judulnya, kok Special Order dan gambarnya spaghetti. Setelah membaca blurbnya kok ada cerita tentang dapur.
Novelnya tidak terlalu tebal juga. Cuzz la baca. Untungnya waktu itu Ipusnas masih mudah diakses. Aplikasi yang satu ini kadang-kadang mudah ngambek, jadi ya harap sabar ya. Jujurly saya hampir tidak pernah baca di aplikasi lain karena kebanyakan ceritanya tentang perselingkuhan. Lelah hayati bacanya.
Kembali ke laptop. Salah satu hal yang menarik dari novel ini adalah profesi chef yang jarang diangkat sebagai tema cerita. Saya jadi mengenal beberapa istilah perdapuran yang ternyata penting untuk diketahui.
Sobat Dy pernah menonton variaety show MasterChef? Seru dan menarik bukan acara tersebut. Dan demi menyajikan sebuah hidangan yang cantik dan nikmat, perjuangannya tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Chef itu siap berdiri berjam-jam dengan dua tangan terus bekerja dan otak yang terus berpikir what next atau bumbu apa yang sudah masuk. Teknik memasak pun penting untuk membuat masakan 'sempurna'. Tidak hanya rasa yang nikmat tetapi juga penampilan yang menarik.
Bukankah 'suka' berasal dari mata kemudian turun ke lidah dan hati? Ditambah aroma masakan yang menggugah selera. Warna dan penampilan yang menarik akan membuat seseorang tertarik untuk mencicipi sebuah makanan atau minuman, bukan?
Sama halnya seperti bayi yang baru mengenal makanan. Dia akan mudah tertarik dengan makanan yang berwarna dan tekstur MPASI yang sesuai dengan tahapan usianya. Ternyata itu wajar dan begitulah fitrahnya.
Tahukah Sobat Dy mengapa chef atau pekerja dapur wajib menggunakan safety shoes? Sesuai namanya safety shoes ini untuk menghindari pekerja di dapur terjatuh karena terpeleset, entah karena minyak atau air yang sempat jatuh di lantai dapur. Selain itu safety shoes juga membantu chef nyaman berdiri lama.
Ada yang tahu hal yang tidak disukai chef? Yup, mereka tidak suka diminta memasak di rumah hanya karena mereka Chef hehehe. Di tempat kerja sudah memasak, masa iya di rumah diminta memasak lagi. Kan capek. Wajar kan ya?
ADa hal lain yang perlu Sobat Dy ketahui yaitu bedanya slice, chopped atau minced. Ketiganya merupakan beberapa variasi bentuk potongan sayur. Sedangkan untuk potongan ikan, beda lagi namanya. Hmm ternyata banyak istilah perdapuran yang tidak saya ketahui dan penulis membuatnya melebur dalam cerita yang mudah untuk dicerna.
Apakah novel ini hanya menceritakan profesi chef dan hebihnya dapur saat membuat dan menyajikan makanan? Tentu saja tidak. Ada dua tokoh utama dalam cerita Special Order, yaitu Nando dan Kanaya atau Naya.
Latar belakang keduanya berbeda. Nando terusir dari keluarganya demi cita-citanya menjadi Chef, sedangkan Naya menuruti permintaan almarhum ayahnya untuk tidak sekolah kuliner, karena almarhum ibunya meninggal saat bekerja di dapur tempat bekerjanya.
Review Novel Special Order
Kedua tokoh utama novel ini merupakan orang yang memperjuangkan mimpinya dengan caranya masing-masing. Nando keluar dari kuliah arsitekturnya demi melanjutkan biro konsultan milik ayahnyaa. Harapan ayahnya, setelah Nando lulus kuliah, Nando yang akan melanjutkan biro tersebut.
Ternyata, Nando memilih mengikuti kata hatinya dengan memperjuangkan cita-citanya walaupun akhirnya dia harus keluar dari daftar waris keluarganya atau tidak diakui anak oleh ayahnya. Singkat cerita Nando berhasil mewujudkan cita-citanya dan menjadi Chef yang sukses dan terkenal di Singapura.
Sedangkan Naya, tidak menyesal menuruti keinginan ayahnya untuk mengambil kuliah sastra. Sejak ibunya meninggal, Naya berusaha menuruti apapun yang diinginkan ayahnya. Dan dia tidak menyesal menuruti permintaan ayahnya.
Dia hanya menyesal kenapa dia tidak segera menyelesaikan skripsinya sebelum ayahnya meninggal.Walaupun akhirnya Naya bekerja di restoran tapi dia sempat mekerja sebagai pengajar sesuai permintaan almarhum ayahnya.
Konflik dalam novel ini termasuk ringan dan tidak komplek. Konflik yang diangkat tidak hanya konflik dunia kerja di dapur, tetapi juga konflik percintaan antara Naya dan Nando. Ada juga konflik keluarga antara Nando dan keluarganya yang melibatkan ego ayah Nando dan ego Nando sendiri.
Apakah keduanya akan berdamai? Baca sendiri ya, hehe saya enggak mau spoiler ah, yang pasti ga ada plot twist yang mengagetkan kok, Justru akhirnya manis semanis gulali. Alfiana meramu konfliknya dengan ringan sehingga tidak membuat pembaca melibatkan emosi yang berlebihan tetapi cukup membuat saya merenung.
Insight Dalam Novel Special Order
Ada beberapa insight yang saya peroleh selama membaca novel Special Order, walaupun tidak sebanyak insight novel Dompet Ayah Sepatu Ibu. Berikut insight yang saya peroleh :
Mimpi saja tidak cukup
'Pengen doang nggak cukup buat jadi seorang koki, Kanaya. Dunia kuliner itu jauh lebih rumit dan lebih kejam dari yang orang lain lihat. Bertahan dari seleksi alamnya sulit," (halaman 40). Percakapan tersebut merupakan dialog antara Nando dan Naya.
Naya memang punya kemauan yang keras untuk belajar, tetapi dia ceroboh sehingga sering membuat dapur menjadi berantakan dan hal tersebut tidak disukai Nando. Namun, karena Nando peduli pada Naya, dia mengajari Naya agar semakin terampil di dapur dan mungkin hal ini yang membuat Nando jatuh suka pada Naya.
Mengalah untuk menang
Naya berhasil meluluhkan hato Nando untuk melunak dan meminta maaf pada orang tuanya, terutama ayahnya. Beberapa kali Nando ditemani Naya datang ke rumah orang tua Nando untuk memasak menu kesukaan ayahnya. Ketulusan itupun perlahan berubah sehingga membuat ayah Nando luluh dan menerima Nando kembali.
Menitipkan cita-cita
Pada umumnya orang tua menganggap wajar menitipkan cita-citanya pada anaknya. Entah cita-cita yang sama dengan orang tuanya maupun cita-cita yang dulu tidak dapat diraih orang tuanya. Seperti halnya ayah nando yang menginginkan Nando kuliah arsitek untuk meneruskan biro miliknya.
Apakah nanti saya pun begitu memperlakukan anak saya atau seperti ibu saya yang membebaskan saya memilih cita-cita saya? Saya baru tahu beberapa waktu ini jika ternyata ibu saya menginginkan saya sekolah bakery atau kuliner untuk meneruskan usaha katering yang dimiliki ibu saya.
Namun, ternyata saya memilih kuliah kimia. Jurusan yang berbeda jauh dengan cita-cita ibu saya. Usaha katering ibu saya sudah tutup beberapa tahun silam sejak ibu saya mengalami kecelakaan.
Penutup
Pada akhirnya, Special Order bukan hanya bercerita tentang kisah cinta Nando dan Naya atau hiruk-pikuk dunia dapur. Novel ini juga mengingatkan saya bahwa setiap orang punya jalan hidup dan cita-cita yang tidak selalu sama dengan harapan orang-orang di sekitarnya.
Menariknya, justru dari kisah Nando dan Naya yang konfliknya cukup ringan, saya menemukan bahan untuk bercermin. Tentang bagaimana sebuah mimpi perlu diperjuangkan, bagaimana mengalah tidak selalu berarti kalah, dan bagaimana orang tua perlu belajar memberikan ruang bagi anak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
Mungkin begitulah kehidupan. Ada cita-cita yang diwariskan, ada yang kita pilih sendiri, dan ada pula yang akhirnya harus kita relakan karena keadaan.
Seperti hidangan di dapur, setiap orang punya resep kehidupannya masing-masing. Ada yang membutuhkan waktu lebih lama untuk matang, ada yang harus mengalami kegagalan terlebih dahulu, dan ada pula yang baru menemukan rasa terbaiknya setelah mencoba berbagai resep.
Jadi, apakah Special Order layak dibaca? Menurut saya, layak, terutama bagi Sobat Dy yang menyukai novel Metropop dengan cerita ringan, romantis, dan dibumbui kehidupan dunia kerja. Jangan berharap konflik yang rumit atau plot twist yang bikin melongo. Namun, kalau sedang mencari bacaan santai sekaligus ingin mengenal sedikit seluk-beluk profesi chef, novel karya Alfiana Nufi ini bisa menjadi pilihan yang menyenangkan.



Aku selalu suka novel atau film yang berhubungan dengan makanan. Apalagi ini jelas2 tentang dunia chef, ya
BalasHapusIya memang, urusan mimpi bukan hanya sekadar ungkapan aja, tapi harus diperjuangkan buat menggapainya. Semisal ga tercapai pada plan A, maka gapailah pakai rencana berikutnya.
BalasHapusPas baca bagian perbedaan antara slice, chopped dan minced saya jadi inget waktu belajar masak di rumah majikan. Karena majikan pramugari dan pramugara mereka lebih nyaman komunikasi dengan bahasa inggris daripada bahasa Mandarin
BalasHapusDisitulah istilah slice, chopped dan minced saya pelajari
Membayangkan kisah cinta Nando dan Naya dalam special order ini pasti seru
Plus dapat pelajaran tambahan terkait dunia resep dan istilah masakan lainnya pastinya ya
Saya juga suka baca di Ipusnas, tapi untuk bacaan tertentu yang dibutuhkan aja. Semoga kedepannya ada waktu baca novel juga di sana
Nah bener Teh, bisa sekalian juga dapat insight terang istilah apa aja yang ada di bidang kuliner. Ini keunikannya membaca novel, suka ada aja sesuatu yang bisa menambah wawasan.
HapusSoalnya dunia masak, kerap pakai istilah asing ya alias bahasa Inggris, jadinya lebih mengenal lagi dunia chef, atau pas nonton tayangan master chef.
Jadi inget mata kuliahku tentang F&B yang mengupas Chopper, slice, minded hingga potongan kentang/wortel dengan beragam variasi.
HapusSumpah ini relate bgt ama yg suka makanan dan proses di baliknya. Apalagi ada cerita kisah cinta di balik Special Order ini. Makin menarik tuh.
Btw, baca review novel tentang chef ini jadi lapar duluan. 😂 Tapi ternyata yang dimasak di ceritanya bukan cuma makanan, ada juga urusan mimpi, keluarga, dan pilihan hidup.
Jadi penasaran sama Special Order. Siapa tahu setelah baca, bukan cuma dapat cerita, tapi juga dapat inspirasi menu makan malam. 😂
Udah lama nggak baca novel nih kak. Nah nanya dong novel ini kan jadi bagian dari challenge kamu ya kak, cara bacanya dalam satu minggu gimana? Aku itu kalau baca novel ringan kayak profesi chef dengan kisah cintanya yang kamu review ini aku malh maunya buru- buru habisin ha ha ha. Apalagi part kita baru akan menemukan rasa terbaik setelah mencoba betkali kali resep,ini kan ya dengan perumpamaan kita bisa kayak sekarang ya dengan berbagai sikon yang kita alami?
BalasHapusIzin bantu jawab untuk Kak Gita, ya. Kebetulan saya mengikuti tantangan yang sama dengan Mbak Dyah di RCO (Reading Challenge ODOP) dari Komunitas ODOP. Jadi, kita memang ditantang untuk membaca minimal satu buku satu pekan. Cara nyelesein tantangannya kalau saya pribadi menggunakan rumus jumlah seluruh halaman di bagi 6. Jadi misal dapat buku dengan 120 halaman, jadinya 20 halaman tiap hari. Hari ke-7 nya istirahat dulu
Hapuseh, aku sempet baca2 via iPusnas, tapi akhir2 ini udah gak lagi karena setiap kali mau baca, katanya gadgetku gak bisa diverifikasi. Eh, kok jd curcol di sini. Tapi aku setuju sih dgn membaca buku yang resmi, walau hanya meminjam baik yang bentuk fisik maupun yang e-book. Hmmm, walau buku ini sepertinya not my cup of tea, tapi aku suka kesimpulan yang diambil dari ceritanya. Aku kutip ya: Seperti hidangan di dapur, setiap orang punya resep kehidupannya masing-masing. Ada yang membutuhkan waktu lebih lama untuk matang, ada yang harus mengalami kegagalan terlebih dahulu, dan ada pula yang baru menemukan rasa terbaiknya setelah mencoba berbagai resep.
BalasHapusJadi jangan membandingkan diri dengan orang lain krn masing2 punya cerita dan perjuangan masing2 ^_^
Alhamdulillah, selamat Mbak Dy bisa menjadi salah satu finisher di program Reading Challenge ODOP tahun ini. Sayang sekali saya tidak ikut lulus, gugur di pekan ke-3. Mudah-mudahan tahun depan bisa ikutan lagi program tantangan dari Komunitas One Day One Post ini.
BalasHapusSepertinya efek dari pemangkasan anggaran di Perpustakaan Nasional, sampai aplikasi Ipusnas pun sering gangguan akhir-akhir ini. Tak hanya Mbak Dy yang merasakan, cukup banyak juga anggota Ipusnas yang mengalami pengalaman serupa.
Pas baca sekilas blurb Special Order ini tetiba ingat drama Bon Apetit, Your Majesty. Padahal ceritanya jauh berbeda, tapi sama-sama tentang dunia chef dan dinamika permasakan di dapur plus drama-drama cintanya.
Suka dengan insight versi Mbak Dy. Mudah-mudahan para penikmat cerita Special Order juga mengamini dan mengalami pengalaman serupa ketika membaca novel dari Alfiana Nufi ini.
baru tahu juga kalau latar belakang ceritanya seputar dunia dapur restoran. Selama ini taunya chef itu ya tinggal masak aja di tv, ternyata perjuangannya di balik layar capek banget ya harus berdiri berjam jam. Pas banget nih buat bacaan akhir pekan kalau lagi jenuh sama cerita perselingkuhan yang bikin emosi.
BalasHapusNaaaah masalahnya ipusnas itu suka error, dan sebelnya di situ. Aku tuh berkali2 mba, install, uninstall, install lagi, dan skr masih di tahap uninstall.
BalasHapusTapi setelah baca review mba, jadi tertarik dan pengen install. Harap2 aja ga sedang eror.
Menarik sih. Walaupun aku ga bisa masak, tapi sukaaaa banget baca buku, atau nonton drama yg bertema kuliner. Dunia chef itu kayaknya keras banget yaaa, kalah liat dr drama Korea hahahaha . Tapi sepertinya memang para chef ini dituntut utk selalu disiplin dalam hal pekerjaan, juga kuat mental . Apalagi panjang perjalanannya sebelum bisa menjadi ketua chef.
Daku juga kerap membaca keluhan dari yang akses ipusnas kerap error bilangnya. Jadinya yang mau baca buku terhalang deh.
HapusPaling sih bisa baca langsung di tempat mungkin Kak, misal di perpustakaan nasional atau perpustakaan daerah. Biasanya buku novel seperti itu ada tersedia di perpustakaan
Aku sepertinya baru membaca satu novel bergenre metropop dan langsung menyukainya. Ceritanya relatif ringan tentang keseharian, ya. Tidak ada kejutan yang bikin melongo, tetapi ada kehangatan yang mengalir memenuhi dada. Wah, jadi pengen baca juga Spesial Order ini.
BalasHapusMenarik ini bagi aku yang nggak suka di dapur. Setidaknya belajar mengenal beberapa istilah dapur bagus juga sebagai pengetahuan kan haha
BalasHapusBtw, aku juga sering mikir sih: apa nanti aku bisa membebaskan anakku memilih cita-citanya sendiri atau justru malah melanjutkan estafet cita-citanya kami (orangtuanya) yang belum terwujud. Karena memang akhirnya, anak-anak lah yang menjalani hidunya. Mereka berhak menentukan pilihan.
Congrats mbak, udah bisa kelarin tantangan ODOP dengan baik. Keren asli. Seminggu satu buku yaa.
BalasHapusMenarik nih novel metropop yang satu ini. Bener, jarang sekali ada novel berlatar dunia chef. Makanya nggak heran kalau mbak tertarik baca. Lihat covernya simple, unik. Bikin orang pengen baca. Bener, terkait baca buku, usahakan yang asli atau ya cari di aplikasi resmi. Jadi jangan baca yang bakalan, no..no..no ya.
Novel Special Order, banyak pembelajaran dan pengingat berharga. Terutama buat para ortu nih. Seringkali ortu tuh menitipkan mimpi ke anaknya dengan cara yang lumayan keras. Nanti kalau senggang aku mau baca, penasaran sama endingnya.
Termasuk unik juga sebenarnya cerita dalam novel ini tentang dunia koki. Kita mah biasanya tahunya makanan sudah jadi dan terhidang di atas meja makan, tetapi ternyata kehidupan koki bisa diangkat menjadi suatu cerita tersendiri seperti di novel ini.
BalasHapusBeberapa kali saya menemukan novel yang menarik banget tentang kehidupan Chef. Dua di antaranya itu karya Santi Miladiana dan Ayu Rianna. Membaca ulasannya ini saya jadi kepengin menelusuri novel ini juha. Ulasan yang menarik, Mbak. Langsung menuju iPusnas untuk ikut membaca buku yang sama. Makasih udah berbagi, MBak.
BalasHapusJarang sekali orang mengucapkan... Ya Tuhan yang Maha Esa. Biasanya hanya Ya, Tuhan atau My God. Dan begitulah, masih banyak orang tua yang bersikeras agar anaknya mengikuti keinginannya. Kalau tidak, keluar dari rumah dan dicoret dari daftar ahli waris. padahal anak juga punya keinginan dan yang menjalankan nanti anak. Jadi hanya 2 pilihan. Menurut walau kadang batin tertekan atau menentang demi mengikuti kata hati.
BalasHapusNovel-novel metropop ini salah satu keunggulannya memang info tambahan yang diperoleh pembaca, ya. Biasanya bisa dari setting lokasi yang spesifik atau profesi tertentu kayak gini. Jadi serasa ikut belajar juga, gitu. Nah soal menitipkan cita-cita, jadi ingat juga pernah nulis soal ini, ada saja ortu yang ingin bahkan mengharuskan anaknya punya pekerjaan sesuai dengan keinginan mereka dulu yang tidak terpenuhi. Dan ini adalah salah satu contoh dari perilaku yang diistilahkan sebagai vicarious fulfillment.
BalasHapusAwalnya aku kira tuh bakal penuh cerita dapur, istilah masakan, dan kisah cinta Nando-Naya. Eh, ujung-ujungnya malah ketemu pertanyaan yang lebih dekat dengan kehidupan kita sehari2: seberapa jauh kita boleh mengejar mimpi sendiri ketika orang tua sudah punya “resep” untuk masa depan kita? Hiks.
BalasHapusBagian ini yang menurut aku paling menarik sih. Profesi chef cuma jadi pintu masuk, sementara ceritanya bicara soal keberanian memilih jalan, kegagalan, keluarga, dan berdamai dengan pilihan masing-masing.
Dan analogi resep kehidupan di akhir tulisan pas banget mbak Dyah. Emang benar, hidup kayak masakan: kadang kebanyakan bumbu, kadang gagal matang, tapi tetap harus dicoba lagi sampai ketemu rasanya yang pas.
Biasanya saya sellau tertarik dengan tema kuliner. Apalagi kalau kulinernya diceritakan cukup banyak dan detil. Selain cerita romansanya yang juga bikin menarik.
BalasHapusTernyata kedua karakternya sebenarnya berasal dari bidang yang jauh dari masak-memasak yaa, sampai akhirnya ketemu karena bekerja di restoran yang sama.
BalasHapusMasing2 punya cerita mengapa akhirnya meninggalkan aktivitas lamanya dan menurutku ini yang membuat jalan ceritanya menarik, terlepas nanti apakah keduanya juga terkoneksi dengan hubungan romansa.
Secara keseluruhan keknya aku juga bakal menikmati kalau baca novel ini, apalagi aku suka deh kegiatan bekerja di resto terutama bagian dapurnya.
Plus konfliknya juga kyknya nggak terlalu lebay ya mbak TFS.
Woaaa profesi chef ternyata bisa jadi bagian menarik dalam cerita novel juga ya Mbaaa. Aku kok jadi penasaran sama Special Order ini, apalagi kalau ada gambaran tentang dunia dapur dan kehidupan chef di balik layar. Soalnya kebayang seru seperti banyak reality show yang biasa aku tonton
BalasHapusSeru juga membaca review novel ini, apalagi ternyata bukan hanya membahas kisah cinta Nando dan Naya, tetapi juga banyak cerita tentang perjuangan mengejar cita-cita dan hubungan anak dengan orang tua. Bagian tentang “menitipkan cita-cita” cukup ngena karena memang kadang orang tua punya harapan terbaik untuk anak, tetapi belum tentu jalan yang dipilih anak sama dengan yang diharapkan. Saya juga baru tahu ternyata dunia dapur seorang chef cukup berat dan banyak istilah yang menarik. Analogi di bagian penutup tentang resep kehidupan juga bagus banget, sederhana tapi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jadi penasaran dengan novel Special Order ini.
BalasHapusAku ada beberapa kali membaca novel bertema dapur dan restoran tapi kayaknya yang ini belum baca deh. Cuss ah cari juga di Ipusnas. Seru sih membaca novel bertema masak gini soalnya jadi nambah ilmu juga ya, mbak dalam urusan dapur apalagi ini juga genre metropop yang merupakan kesukaanku
BalasHapusAkhir-akhir ini aku juga suka baca novel metropop mbak. Enak aja ringan ceritanya. Dan banyak yang lucu.
BalasHapusSpecial Order ini tropenya enemy to lover kayanya ya. Seru kayanya. Apalagi later belakangnya chef dan restoran. Cari ah bukunya.
Aaah,,,mau baca bukunyaa mbak,,,ceritanya menarik sekali....temanya unik tentang dunia masak dan chef,,,,eh aplikasi ipusnas sudah normal lagi yaa,,,saya belum sempat instal lagi setelah HP memorinya kepenuhan. Ini jadinya buka ipusnas di laptop saja. tapi jadi gak bebas. COa saya cari di ipusnas juga deh bukunya...
BalasHapusEhhh, menarik nih bukunya. Premisnya juga seru. Secara aku jarang nemu profesi chef ini diangkat dalam novel indo. Kayaknya pernah baca yang sejenis profesi chef, lebih tepatnya kayak ahli kuliner gitu. Novelnya Laksmi Pamuntjak.
BalasHapusSuka banget kalau baca novel tuh yang kisahnya tuh dekat sama realita. Kayak nggak ngawang² tapi juga tetep dramatis ngagk berlebihan. Dannn.. emang bener kalau mimpi aja nggak cukup, tapi butuh effort juga. Realistis nggak cuma materialistis. Ya semacam itu lah.. 😍
Iya ya mbak. Buku novel Special Order ini termasuk buku yang menarik sekali. Bahkan dari cover, premis cerita, dan mengangkat profesi chef yang masih jarang di ceritakan.
HapusYap, terkait mimpi. Nggak cukup kalau hanya punya impian tanpa berusaha keras atau memperjuangkannya dengan maksimal.
Ternyata novel Special Order bukan sekadar menyajikan kisah cinta yang manis, tetapi juga memperkenalkan kerasnya dunia kerja seorang chef serta perjuangan tokohnya dalam meraih impian. Dari tulisan ini dapat pesan yang ngena banget sih, bahwa mimpi tidak cukup hanya diinginkan, melainkan harus diperjuangkan dengan keberanian, latihan, dan ketekunan. Jadi panasaran pingin ikutan baca bukunya. Langsung otw berburu buku he...he...
BalasHapusUdah lama nggak install lagi aplikasi Ipusnas soalnya agak lemot kalau pakai WiFi, kalau pakai data, cepat, tapi kadang buku yang diincar sedang masuk antrian, jadi milih yang sedang bisa diakses atau tidak begitu banyak antrian
BalasHapusPoin dari novel Special Order ini ada bagian yang bikin keinget sesuatu, terkait insight menitipkan cita cita, soalnya erat banget dengan kehidupan nyata
Di satu sisi, kadang titipan cita-cita orang tua bisa jadi beban buat anak, tapi di sisi yang lain juga bisa jadi berkah. Kuncinya ada di komunikasi, dan memberi ruang diskusi kepada anak untuk menentukan pilihannya.
BalasHapusAku belum baca "Special Order" ini, tapi menarik karena menggeluti profesi tertentu seperti chef, sangat filmis sekali ceritanya.
Kirain kalo dia chef dirumahnya masih tetep suka masak hehehe. Kaya pelawak, masa dirumah juga harus ngelawak hehehe
BalasHapusProfesi chef ternyata bisa jadi bagian yang menarik untuk dieksplorasi lewat novel. Aku suka ketika sebuah profesi nggak hanya menjadi latar cerita, tapi ikut membentuk karakter, konflik, dan jalan cerita tokohnya. Jadi selain menikmati novelnya, kita juga bisa dapat gambaran tentang dunia kerja di balik profesi tersebut.
BalasHapusKapan yaa terakhir kali baca novel metropop gini. Satine-nya Ika Natassa termasuk gak sih? Kalau iya, berarti itu terakhir yang saya baca. Topik terkait profesi chef dan seluk-beluk dunia dapur gini nampaknya menarik juga
BalasHapusUlasan yang menarik, Mbak Dy! Jadi penasaran sama novelnya, apalagi latar belakang dunianya tentang kehidupan chef yang unik. Selamat juga atas keberhasilan menuntaskan tantangan ODOP-nya ya
BalasHapusKayaknya novel ini bagus dibaca buat yang memiliki mimpi ingin menjadi chef ya, biar tahu gambaran bagaimana perjuangan seorang Chef , karena memang dunia Chef itu keras tidak semudah yang terlihat
BalasHapusAku juga pernah dengan tentang statement kalau seorang chef nggak suka disuruh masak di rumah.
BalasHapusAwalnya, aku agak gimana gitu ya. Chef kok nggak mau disuruh masak. Tapi, kemudian aku paham.
Bekerja di bidang lain juga pasti nggak mau disuruh melakukan pekerjaannya di rumah. Hehehe...
Kayaknya menarik nih novel Special Order. Cuma, kadang buka ipusnas tuh butuh kesabaran ekstra.
Ulasan yang menarik. Terus terang, novel genre metropop begini biasanya jarang masuk radar buku bacaan saya sih. Tapi setelah baca ulasan ini jadi tertarik untuk membacanya. Sepertinya novel ini oke banget buat selingan buku2 sejarah dan psikologi yang sedang kubaca.
BalasHapusMba Dy keren sekaliiii, satu minggu satu buku.. Aku suka masih kesulitan buat bagi waktu baca buku huhu.. Sekarang Ipusnas suka trouble ya mba.. Katanya yang anggarannya dikurangin :(
BalasHapusBtw, pas baca ringkasan cerita novel ini menarik banget ya bahas soal dunia masak dan ada cerita romantisnya juga. Aku dulu sempet kerja di media kuliner juga dan memang sebanyaaaak itu istilah-istilah di dunia masak. Memang kalau mau nulis novel tentang tema tertentu mau nggak mau mesti tahu dan riset ya meskipun penulisnya bukan ada di dunia tersebut.
Hmm lama tak baca novel
BalasHapusSoalnya hari hari dipenuhi rutinitas anak tiga
Me time baca buku fiksi diganti jadi non fiksi
Makanya aku penasaran mau baca langsung
Jadi ingat drakor drakor yang bercerita seputar Chef
Siapa tahu sama
Salut masih konsisten seminggu menamatkan satu buku minimal
BalasHapusApalagi buku fisik
Saya sekarang baca buku digital
Banyak pelajaran ya yg bisa kita ambil dari novel bertemakan kuliner ini seperti sikap mengalah untuk menang.
Itu saat Naya berhasil meluluhkan hati Nando untuk melunak dan meminta maaf pada orang tuanya, terutama ayahnya.
Beberapa kali Nando ditemani Naya datang ke rumah orang tua Nando untuk memasak menu kesukaan ayahnya. Ketulusan itupun perlahan berubah sehingga membuat ayah Nando luluh dan menerima Nando kembali. Cieee... Perjuangannya membuahkan hasil kan ya
Mbak Dyah, menarik juga ya, dari novel ringan kita bisa belajar tentang perjuangan meraih mimpi dan memberi ruang bagi anak menentukan pilihannya sendiri. Kadang orang tua punya harapan terbaik, tetapi jalan hidup anak belum tentu sama. Jadi penasaran juga dengan kisah Nando dan Naya, apalagi dibalut dunia dapur yang ternyata penuh tantangan.
BalasHapusmelalui novel ini dan belajar dari sosok nando dan naya, kita diajak untuk mengikuti ritme yang rumit tapi mengasyikkan. mengambil kesempatan untuk bisa meraih apa yang menjadi harapan masa depan membutuhkan daya juang dan kreativitas yang tinggi, apalagi dengan profesi sebagai chef yang mengharuskan bisa seimbang antara kejelian gerak tangan dan kemampuan analisa pikiran dalam meracik bumbunya. benar-benar bacaan yang direkomendasikan bagi kita yang selalu haus validasi tapi lupa akan daya juang diri.
BalasHapusBaca ini, aku jadi ingat satu drama yang ceritanya mirip. Chef dan asistennya. Aku lupa judulnya. Yang kuingat, ahjussi yang jadi pemeran utamanya sudah meninggal.
BalasHapusAku termasuk yang suka menonton orang masak. Masterchef, drama yang bercerita tentang profesi chef, termasuk baca novel yang latar belakangnya dunia perdapuran macam Special Order ini.
Aku suka nih insight yang tentang mimpi saja nggak cukup. Keinginan kuat yang disertai dengan usaha dan kegigihan dalam berusaha itu yang penting. Nando, kamu keren.
Menarik juga ya mbak Dyah, sebuah novel bisa membawa kita mengenal dunia profesi yang mungkin selama ini cuma kita lihat dari balik meja makan.
BalasHapusAku selalu berpikir kalo jadi chef tuh bukan cuman jago masak dan menyajikan makanan yang enak.
Ada kreativitas, ketelitian, tekanan kerja, dan proses panjang yang mungkin nggak terlihat oleh orang yang menikmati hasil masakannya saja.
Lewat cerita seperti ini, kita jadi bisa melihat sisi lain dunia kuliner dari sudut pandang yang berbeda.
Apalagi kalau profesi dan konflik di dalam novel dikemas dengan detail yang bikin pembaca merasa ikut masuk ke dalam ceritanya.
Jadi penasaran, apakah novel Special Order ini juga menyuguhkan detail dunia dapur profesional yang bikin pembaca ikut lapar sekaligus penasaran dengan kelanjutan kisahnya? 😄
Suka banget semua karya yang berkaitan sama makanan...Jadi baca novel sambil kenalan sama dunia chef. Ternyata jadi chef tuh gak cuma soal jago masak ya Mbaaa, tapi ada banyak hal yang harus dikuasai juga. Jadi penasaran sama cerita di novel Special Order ini, apalagi kalau dunia kulinernya banyak ambil porsi
BalasHapusWah saya malah tertarik untuk ikut membaca bukunya. Tapi jujur saya sepakat bahwa mimpi memang perlu diperjuangkan, entah bagaimana nanti endingnya yang penting kita sudah berusaha untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita,sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari.
BalasHapusAkhirnya aku baca novel ini di ipusnas. Hehe. Ceritanya seru juga yaa khas kisah metropop gitu deh. Ada bagian yang bikin ngikik juga waktu Naya diminta Nando buat bersih-bersih di rumah dia sebagai ganti Nando membantu Naya resign dari bimbel tempatnya bekerja
BalasHapusAku suka novel metropop. Rata-rata ringan dan romansanya itu manis. Apalagi di sini mengangkat profesi chef ya. Pasti seru ada bahasan tentang makanan-makanan juga. Banyak juga kan film ato drama dengan tema sejenis. Kalau buku kayaknya masih jarang. Atau aku saja yang belum pernah baca hehehe...
BalasHapusBeneeer benerrr pilihan bacaan yang "gak sengaja" beginiii.. meski genrenya metropop, malah bikin hati hangaattt yaah..
BalasHapusDan jadi tau banyak istilah, apalagi yang ada hubungannya sama dunia memasak.
Gak mudah bikin cerita dan karakter yang konsisten dengan latar belakang "trauma". Jadi pingin incip.. semoga iPusnasku uda sehaatt.. kenapa sering eror kalo di HP yaah?? (((sediiih)))