Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengulik Profesi Chef dan Kisah Cintanya Dalam Novel Special Order

Mengulik Profesi Chef dan Kisah Cintanya Dalam Novel Special Order


Hai Sobat Dy, saya kembali lagi dengan review buku genre Metropop. Salah satu genre favorit karena saya merasa nyaman membacanya dan relate dengan keseharian. Kali ini saya memilih novel karangan Alfiana Nufi. 

Hari itu saya sengaja masuk ke Ipunas dan langsung scroll genre metropop yang ada di sana. Sebagian besar terbitan Gramedia. Wajar dong karena genre ini memang dipopulerkan oleh Gramedia. Kisah-kisahnya yang ringan memang pas sebagai selingan bahkan hiburan seperti novel Catatan Harian Menantu Sinting yang sukses membuat saya ngakak.

Saya membaca novel tersebut karena saya mengikuti tantangan membaca dari komunitas ODOP. Alhamdulillah kali ini saya lolos sebagai finisher alias dapat menyelesaikan tantangan 4 minggu membaca buku. Artinya per minggu saya menyelesaikan satu buku dan bonus lainnya reading slumpnya sembuh.

Buktinya saya lanjutkan lagi membaca novel Special Order  dan saya tidak memerlukan waktu satu minggu untuk menyelesaikannya. Walaupun ringan dan tidak terlalu banyak konflik tapi tetap ada insight yang dapat dipetik kok. 

Tak kenal maka kenalan, cuzz simak deskripsi novelnya terlebih dahulu dan tetap simak hingga akhir artikel untuk menemukan apa sih insight yang bisa dipetik dari novel ini.


Spesifikasi Novel Special Order

Judul novel : Special Order

Penulis : Alfiana Nufi

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit : cetakan pertama,2019. 

Jumlah halaman : 272

ISBN : 978-602-06-2158-6 (PDF)

Saya meminjam di Ipunas, jadi saya membaca versi PDF. Tak mengapa dalam bentuk e-book yang penting tidak bajakan, karena menulis buku itu perjuangannya panjang gaes. Yuk tetap membaca versi aslinya. Jika mau versi digitalnya pun ada beberapa aplikasi yang menyediakannya dan tetap pilih yang resmi ya.

Cerita dalam novel ini terbagi dalam 40 bab yang terdiri dari beberapa halaman saja. Dan mungkin karena ceritanya tentang dunia chef maka, setiap babnya selalu dilengkapi dengan kata 'Dish' kemudian urutan babnya dan judul babnya.

Secara harfiah dish dapat diartikan hidangan. Relate kan dengan profesi Chef. Mungkin sudah tergambar dari cover novel yang berwarna merah dan bergambarkan hidangan olahan mie. Covernya sederhana tapi menarik. Selain itu restoran yang menjadi latar belakang cerita adalah restoran The Golden Dish yang disingkat TGD.


Blurb

Ya Tuhan yang Maha Esa ... begitulah Naya bergumam dengan wajah pucat pasi ketika mendapati kepala koki barunya, Nando, adalah cowok yang sempat dia tabok di kereta karena kesalahpahaman. Sejak itu pekerjaan Naya di restoran tidak kenal damai. Nando hobi memarahinya, dan bahkan memecatnya.

Tetapi koki ganteng itu diam-diam menggelitik hati Naya dengan kelakuan rasa nano-nano. Terlenbih waktu Naya menemukan Nando menyimpan luka serupa dengannya dalam dunia perdapuran.

Masalahnya, apa Nando punya perasaan sama? Atau Naya bagi Nando cuma kitchen assistant yang perlu dimentori supaya paham dapur tidaklah semanis drama Korea?

Perasaannya pada Nando mungkin akan jadi special order dalam dapur Naya atau jadi masakan gagal yang harus dibuang.


Mengulik Profesi Chef Dalam Novel Special Order

Awal memilih novel ini sebetulnya karena penasaran dengan judulnya, kok Special Order dan gambarnya spaghetti. Setelah membaca blurbnya kok ada cerita tentang dapur. 

Novelnya tidak terlalu tebal juga. Cuzz la baca. Untungnya waktu itu Ipusnas masih mudah diakses. Aplikasi yang satu ini kadang-kadang mudah ngambek, jadi ya harap sabar ya. Jujurly saya hampir tidak pernah baca di aplikasi lain karena kebanyakan ceritanya tentang perselingkuhan. Lelah hayati bacanya.

Kembali ke laptop. Salah satu hal yang menarik dari novel ini adalah profesi chef yang jarang diangkat sebagai tema cerita. Saya jadi mengenal beberapa istilah perdapuran yang ternyata penting untuk diketahui.

Sobat Dy pernah menonton variaety show MasterChef? Seru dan menarik bukan acara tersebut. Dan demi menyajikan sebuah hidangan yang cantik dan nikmat, perjuangannya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Chef itu siap berdiri berjam-jam dengan dua tangan terus bekerja dan otak yang terus berpikir what next atau bumbu apa yang sudah masuk. Teknik memasak pun penting untuk membuat masakan 'sempurna'. Tidak hanya rasa yang nikmat tetapi juga penampilan yang menarik.

Bukankah 'suka' berasal dari mata kemudian turun ke lidah dan hati? Ditambah aroma masakan yang menggugah selera. Warna dan penampilan yang menarik akan membuat seseorang tertarik untuk mencicipi sebuah makanan atau minuman, bukan?

Sama halnya seperti bayi yang baru mengenal makanan. Dia akan mudah tertarik dengan makanan yang berwarna dan tekstur MPASI yang sesuai dengan tahapan usianya. Ternyata itu wajar dan begitulah fitrahnya.

Tahukah Sobat Dy mengapa chef atau pekerja dapur wajib menggunakan safety shoes? Sesuai namanya safety shoes ini untuk menghindari pekerja di dapur terjatuh karena terpeleset, entah karena minyak atau air yang sempat jatuh di lantai dapur. Selain itu safety shoes juga membantu chef nyaman berdiri lama.

Ada yang tahu hal yang tidak disukai chef? Yup, mereka tidak suka diminta memasak di rumah hanya karena mereka Chef hehehe. Di tempat kerja sudah memasak, masa iya di rumah diminta memasak lagi. Kan capek. Wajar kan ya?

ADa hal lain yang perlu Sobat Dy ketahui yaitu bedanya slice, chopped atau minced. Ketiganya merupakan beberapa variasi bentuk potongan sayur. Sedangkan untuk potongan ikan, beda lagi namanya. Hmm ternyata banyak istilah perdapuran yang tidak saya ketahui dan penulis membuatnya melebur dalam cerita yang mudah untuk dicerna.

Apakah novel ini hanya menceritakan profesi chef dan hebihnya dapur saat membuat dan menyajikan makanan? Tentu saja tidak. Ada dua tokoh utama dalam cerita Special Order, yaitu Nando dan Kanaya atau Naya. 

Latar belakang keduanya berbeda. Nando terusir dari keluarganya demi cita-citanya menjadi Chef, sedangkan Naya menuruti permintaan almarhum ayahnya untuk tidak sekolah kuliner, karena almarhum ibunya meninggal saat bekerja di dapur tempat bekerjanya.

Profesi Chef


Review Novel Special Order

Kedua tokoh utama novel ini merupakan orang yang memperjuangkan mimpinya dengan caranya masing-masing. Nando keluar dari kuliah arsitekturnya demi melanjutkan biro konsultan milik ayahnyaa. Harapan ayahnya, setelah Nando lulus kuliah, Nando yang akan melanjutkan biro tersebut. 

Ternyata, Nando memilih mengikuti kata hatinya dengan memperjuangkan cita-citanya walaupun akhirnya dia harus keluar dari daftar waris keluarganya atau tidak diakui anak oleh ayahnya. Singkat cerita Nando berhasil mewujudkan cita-citanya dan menjadi Chef yang sukses dan terkenal di Singapura.

Sedangkan Naya, tidak menyesal menuruti keinginan ayahnya untuk mengambil kuliah sastra. Sejak ibunya meninggal, Naya berusaha menuruti apapun yang diinginkan ayahnya. Dan dia tidak menyesal menuruti permintaan ayahnya. 

Dia hanya menyesal kenapa dia tidak segera menyelesaikan skripsinya sebelum ayahnya meninggal.Walaupun akhirnya Naya bekerja di restoran tapi dia sempat mekerja sebagai pengajar sesuai permintaan almarhum ayahnya. 

Konflik dalam novel ini termasuk ringan dan tidak komplek. Konflik yang diangkat tidak hanya konflik dunia kerja di dapur, tetapi juga konflik percintaan antara Naya dan Nando. Ada juga konflik keluarga antara Nando dan keluarganya yang melibatkan ego ayah Nando dan ego Nando sendiri.

Apakah keduanya akan berdamai? Baca sendiri ya, hehe saya enggak mau spoiler ah, yang pasti ga ada plot twist yang mengagetkan kok, Justru akhirnya manis semanis gulali. Alfiana meramu konfliknya dengan ringan sehingga tidak membuat pembaca melibatkan emosi yang berlebihan tetapi cukup membuat saya merenung.

Profesi Chef


Insight Dalam Novel Special Order

Ada beberapa insight yang saya peroleh selama membaca novel Special Order, walaupun tidak sebanyak insight novel Dompet Ayah Sepatu Ibu. Berikut insight yang saya peroleh :

Mimpi saja tidak cukup

'Pengen doang nggak cukup buat jadi seorang koki, Kanaya. Dunia kuliner itu jauh lebih rumit dan lebih kejam dari yang orang lain lihat. Bertahan dari seleksi alamnya sulit," (halaman 40). Percakapan tersebut merupakan dialog antara Nando dan Naya.

Naya memang punya kemauan yang keras untuk belajar, tetapi dia ceroboh sehingga sering membuat dapur menjadi berantakan dan hal tersebut tidak disukai Nando. Namun, karena Nando peduli pada Naya, dia mengajari Naya agar semakin terampil di dapur dan mungkin hal ini yang membuat Nando jatuh suka pada Naya.


Mengalah untuk menang

Naya berhasil meluluhkan hato Nando untuk melunak dan meminta maaf pada orang tuanya, terutama ayahnya. Beberapa kali Nando ditemani Naya datang ke rumah orang tua Nando untuk memasak menu kesukaan ayahnya. Ketulusan itupun perlahan berubah sehingga membuat ayah Nando luluh dan menerima Nando kembali.


Menitipkan cita-cita

Pada umumnya orang tua menganggap wajar menitipkan cita-citanya pada anaknya. Entah cita-cita yang sama dengan orang tuanya maupun cita-cita yang dulu tidak dapat diraih orang tuanya. Seperti halnya ayah nando yang menginginkan Nando kuliah arsitek untuk meneruskan biro miliknya.

Apakah nanti saya pun begitu memperlakukan anak saya atau seperti ibu saya yang membebaskan saya memilih cita-cita saya? Saya baru tahu beberapa waktu ini jika ternyata ibu saya menginginkan saya sekolah bakery atau kuliner untuk meneruskan usaha katering yang dimiliki ibu saya. 

Namun, ternyata saya memilih kuliah kimia. Jurusan yang berbeda jauh dengan cita-cita ibu saya. Usaha katering ibu saya sudah tutup beberapa tahun silam sejak ibu saya mengalami kecelakaan. 


Penutup

Pada akhirnya, Special Order bukan hanya bercerita tentang kisah cinta Nando dan Naya atau hiruk-pikuk dunia dapur. Novel ini juga mengingatkan saya bahwa setiap orang punya jalan hidup dan cita-cita yang tidak selalu sama dengan harapan orang-orang di sekitarnya.

Menariknya, justru dari kisah Nando dan Naya yang konfliknya cukup ringan, saya menemukan bahan untuk bercermin. Tentang bagaimana sebuah mimpi perlu diperjuangkan, bagaimana mengalah tidak selalu berarti kalah, dan bagaimana orang tua perlu belajar memberikan ruang bagi anak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Mungkin begitulah kehidupan. Ada cita-cita yang diwariskan, ada yang kita pilih sendiri, dan ada pula yang akhirnya harus kita relakan karena keadaan.

Seperti hidangan di dapur, setiap orang punya resep kehidupannya masing-masing. Ada yang membutuhkan waktu lebih lama untuk matang, ada yang harus mengalami kegagalan terlebih dahulu, dan ada pula yang baru menemukan rasa terbaiknya setelah mencoba berbagai resep.

Jadi, apakah Special Order layak dibaca? Menurut saya, layak, terutama bagi Sobat Dy yang menyukai novel Metropop dengan cerita ringan, romantis, dan dibumbui kehidupan dunia kerja. Jangan berharap konflik yang rumit atau plot twist yang bikin melongo. Namun, kalau sedang mencari bacaan santai sekaligus ingin mengenal sedikit seluk-beluk profesi chef, novel karya Alfiana Nufi ini bisa menjadi pilihan yang menyenangkan.

Posting Komentar untuk "Mengulik Profesi Chef dan Kisah Cintanya Dalam Novel Special Order"