Seni Mencari Jodoh Dalam Film Seni Memahami Kekasih
Malam itu suami saya tertawa cukup keras saat menonton Netflix. Saya pun mendekatinya demi memuaskan rasa penasaran apa yang membuatnya tertawa. Suami pun mengajak saya menonton film yang menurutnya unik dan lucu. "Film tentang mencari jodoh," celetuk suami.
Ternyata judul filmnya Seni Memahami Kekasih. Saya pikir film pendek karena beberapa dialog dalam bahasa jawa, tetapi ternyata bukan dan pernah tayang di bioskop. Saya pun memintanya untuk memutar ulang filmnya. Memang unik lho filmnya antara sedih dan komedi jadi satu, Sukses membuat saya ngakak dan terharu selama film diputar.
Konyolnya lagi saya baru ingat setelah hampir menonton film selama hampir satu jam bahwa ini film yang pernah dipromosikan salah satu mentor menulis di kelas Literasi saat mengikuti lomba BRI. Beliau adalah Agus Mulyadi atau lebih dikenal dengan nama Agus Magelangan.
Artikel Penting, 5 Alasan Mengapa Anak Di Bawah Umur Tidak Boleh Mengendarai Motor dikritik habis oleh beliau, karena cacat logika menurutnya. Apakah saya down setelahnya? O tentu saja tidak, justru saya merasa beruntung artikel saya mendapat kurasi dari beliau.
Kembali ke laptop. Film Seni Memahami Kekasih ternyata adaptasi dari buku karya Agus Mulyadi dengan judul Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih. Jeihan angga, sutradaranya sukses menafsirkan drama dan humor dari buku aslinya. Sebuah kisah cinta sederhana yang tetap menginspirasi.
Jujurly saya belum membaca bukunya. Sempat mencarinya di toko online tapi belum menemukannya. Jika Sobat Dy mempunyai referensi dimana memperolehnya, tolong berkabar ya, secara penasaran ingin membaca kisah kasih Agus Mulyadi bersama sang istri Kalis Mardiasih.
Deskripsi Film Seni Memahami Kekasih
Judul Film : Seni Memahami Kekasih
Sutradara : Jeihan Angga
Rumah Produksi : IDN Pictures :
Pemeran :
Elang El Gibran sebagai Agus Mulyadi
Febby Rastanty sebagai Kalis Mardiasih
Devina Aurel sebagai Yana
Sisca Saras sebagai Rahayu
Jordan Omar sebagai Nurcholis
Agus Mulyadi sebagai Pemilik Toko Kelontong
Kalis Mardiasih sebagai Pengunjung Toko Kelontong
Tayang di bioskop : 5 September 2024
Simak thrillernya yuk supaya semakin ada gambaran tentang filmnya!
Pemilik kisahnya juga turut berperan dalam filmnya lho, walaupun hanya sebagai peran pembantu. Walaupun nama penulis bukunya Agus Magelangan, tetapi filmnya tidak banyak menceritakan tentang Magelang. Lokasi film sebagian besar menggunakan latar belakang Jogja.
Seni Mencari Jodoh Dalam Film Seni Memahami Kekasih
Film ini dibuka dengan dialog antara Kalis yang bercerita tentang tambatan hatinya, Agus pada sahabatnya Rahayu. DIalog tersebut dalam bahasa Jawa tapi tenang ada teks yang menjelaskan apa perbincangan antara Rahayu dan Kalis.
Rahayu yang telah mengalami KDRT dan hubungannya kandas bersikap apatis dan menganggap bahwa semua lelaki sama saja seperti mantan suaminya. Nasib Kalis lebih beruntung dibandingkan teman-teman masa kecilnya. Dia dapat menempuh pendiidkan hingga kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang layak.
Rahayu terpaksa menitipkan anak semata wayangnya, Nurcholis pada seorang kyai di sebuah pondok pesantren. Dia pun pergi ke luar negeri untuk menjadi TKW. Mirip dengan kisah Intan atau Pacil dalam film Panggil Aku Ayah. Adegan yang hampir selalu mengundang rasa haru. Perpisahan ibu dan anak karena keadaan ekonomi.
Kisah Rahayu ini hanya menjadi kisah tambahan tetapi cukup menjadi perbandingan antara kisah Kalis dan Agus. Plot twist kisah Rahayu dan mantannya pun cukup mengena, setidaknya menggambarkan bahwa lelaki sejati adalah lelaki yang mau mengakui kesalahannya lalu meminta maaf seperti yang dilakukan akmal, suami Rahayu.
Setelah menyelesaikan kuliahnya Kalis bekerja di sebuah kantor media yang mempertemukannya dengan Agus, seorang redaktur di media yang sama. Pertemuan Agus dengan kalis membawa perubahan besar pada kehiudpan agus. Dialog-dialog yang dipilih terasa ringan dan akrab dengan keseharian kita.
Saya pun terlarut dalam alurnya dan ngakak dengan diksi serta adegan konyol antara Kalis dan Agus. Apalagi ketika kalis menghindari Agus. Pertemuan tidak snegaja di toko kelontong membuat Kalis berpikir untuk bersembunyi dalam ember besar dan berjalan perlahan. Alhasil aksinya membuat toko kelontong berantakan dan merusak beberapa barang jualan. Dialog pemilik toko kelontong yang disahut oleh pengunjung ini pun konyol dan ternayat diperankan si pemilik cerita.
dalam perjalanan hubungan mereka ada kalanya manis ada kalanya berantem. Layaknya hubungan antara kekasih. Hingga Kalis dan Agus pun juga membuat perjanjian akan membuat toko buku.
Sebagai seorang wanita, Kalis pun menginginkan hubungannya berlanjut. Namun, hal tersbeut tidak bersambut baik oleh Agus. Hingga akhirnya Kalis pulang ke kampung halamannya. Agus akhirnya menyusul dan berkenalan dengan orangtua Kalis.
Kalis pun mengembalikan semuanya pada Agus dan emmberikan tenggat waktu untuk melamarnya. Dalam penantiannya ayah Kalis pun memberi nasehat : Jodoh itu ada seninya, seni memahami kekasih. Seni untuk mengikhlaskan hatimu menerima masa lalu pasanganmu untuk menyiapkan masa depan. Menggenapi yang kurang, meluruskan yang bengkok, dan membenarkan yang salah. Semuanya harus lewat kesabaran dan kasih sayang
Sudah bisa ditebak bagaimana akhirnya? Yup, Agus datang untuk melamar Kalis dan pernikahan pun digelar sederhana. Diceritakan juga prosesi pernikahan adat jawa, walaupun tidak seribet pernikahan Kaesang dan Erina, tapi penonton dapat menyaksikan tahapan prosesi pernikahan adat Jawa.
Penutup
Bagi saya, Seni Memahami Kekasih bukan sekadar film romantis yang mengundang tawa. Di balik dialog-dialog jenaka dan adegan-adegan yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, tersimpan pesan bahwa membangun hubungan tidak cukup hanya dengan rasa cinta. Dibutuhkan keberanian untuk bertumbuh, belajar memahami pasangan, dan kesabaran untuk menerima kekurangan satu sama lain.
Film ini juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan mencari jodohnya masing-masing. Ada yang dipertemukan dengan mudah, ada pula yang harus melalui berbagai keraguan, penantian, bahkan luka sebelum akhirnya menemukan seseorang yang tepat. Mungkin benar seperti nasihat ayah Kalis, jodoh itu ada seninya. Seni untuk menerima masa lalu, memperbaiki masa kini, dan bersama-sama menata masa depan.
Kalau Sobat Dy sedang mencari tontonan yang ringan tetapi tetap meninggalkan kesan hangat setelah kredit penutup bergulir, saya sangat merekomendasikanfilm tentang seni mencari jodoh, Seni Memahami Kekasih. Siapkan camilan, karena film ini akan membuat Sobat Dy bergantian tertawa, terharu, lalu tersenyum sendiri.
Kalau sudah menonton, jangan lupa ceritakan di kolom komentar ya. Adegan mana yang paling membuat Sobat Dy tertawa atau justru paling membekas di hati? Saya penasaran mendengar pendapat Sobat Dy.


Posting Komentar untuk "Seni Mencari Jodoh Dalam Film Seni Memahami Kekasih"
Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.
Terima kasih