Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seni Mencari Jodoh Dalam Film Seni Memahami Kekasih

Seni Mencari Jodoh Dalam Film Seni Memahami Kekasih

Malam itu suami saya tertawa cukup keras saat menonton Netflix. Saya pun mendekatinya demi memuaskan rasa penasaran apa yang membuatnya tertawa. Suami pun mengajak saya menonton film yang menurutnya unik dan lucu. "Film tentang mencari jodoh," celetuk suami.

Ternyata judul filmnya Seni Memahami Kekasih. Saya pikir film pendek karena beberapa dialog dalam bahasa jawa, tetapi ternyata bukan dan pernah tayang di bioskop. Saya pun memintanya untuk memutar ulang filmnya. Memang unik lho filmnya antara sedih dan komedi jadi satu, Sukses membuat saya ngakak dan terharu selama film diputar. 

Konyolnya lagi saya baru ingat setelah hampir menonton film selama hampir satu jam bahwa ini film yang pernah dipromosikan salah satu mentor menulis di kelas Literasi saat mengikuti lomba BRI. Beliau adalah Agus Mulyadi atau lebih dikenal dengan nama Agus Magelangan. 

Artikel Penting, 5 Alasan Mengapa Anak Di Bawah Umur Tidak Boleh Mengendarai Motor dikritik habis oleh beliau, karena cacat logika menurutnya. Apakah saya down setelahnya? O tentu saja tidak, justru saya merasa beruntung artikel saya mendapat kurasi dari beliau.

Kembali ke laptop. Film Seni Memahami Kekasih ternyata adaptasi dari buku karya Agus Mulyadi dengan judul Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih. Jeihan angga, sutradaranya sukses menafsirkan drama dan humor dari buku aslinya. Sebuah kisah cinta sederhana yang tetap menginspirasi.

Jujurly saya belum membaca bukunya. Sempat mencarinya di toko online tapi belum menemukannya. Jika Sobat Dy mempunyai referensi dimana memperolehnya, tolong berkabar ya, secara penasaran ingin membaca kisah kasih Agus Mulyadi bersama sang istri Kalis Mardiasih.


Deskripsi Film Seni Memahami Kekasih

Judul Film : Seni Memahami Kekasih

Sutradara : Jeihan Angga

Rumah Produksi : IDN Pictures :

Pemeran :

Elang El Gibran sebagai Agus Mulyadi

Febby Rastanty sebagai Kalis Mardiasih

Devina Aurel sebagai Yana

Sisca Saras sebagai Rahayu

Jordan Omar sebagai Nurcholis

Agus Mulyadi sebagai Pemilik Toko Kelontong

Kalis Mardiasih sebagai Pengunjung Toko Kelontong

Tayang di bioskop : 5 September 2024


Simak thrillernya yuk supaya semakin ada gambaran tentang filmnya!

Pemilik kisahnya juga turut berperan dalam filmnya lho, walaupun hanya sebagai peran pembantu. Walaupun nama penulis bukunya Agus Magelangan, tetapi filmnya tidak banyak menceritakan tentang Magelang. Lokasi film sebagian besar menggunakan latar belakang Jogja.


Seni Mencari Jodoh Dalam Film Seni Memahami Kekasih

Film ini dibuka dengan dialog antara Kalis yang bercerita tentang tambatan hatinya, Agus pada sahabatnya Rahayu. DIalog tersebut dalam bahasa Jawa tapi tenang ada teks yang menjelaskan apa perbincangan antara Rahayu dan Kalis.

Rahayu yang telah mengalami KDRT dan hubungannya kandas bersikap apatis dan menganggap bahwa semua lelaki sama saja seperti mantan suaminya. Nasib Kalis lebih beruntung dibandingkan teman-teman masa kecilnya. Dia dapat menempuh pendiidkan hingga kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Rahayu terpaksa menitipkan anak semata wayangnya, Nurcholis pada seorang kyai di sebuah pondok pesantren. Dia pun pergi ke luar negeri untuk menjadi TKW. Mirip dengan kisah Intan atau Pacil dalam film Panggil Aku Ayah. Adegan yang hampir selalu mengundang rasa haru. Perpisahan ibu dan anak karena keadaan ekonomi. 

Kisah Rahayu ini hanya menjadi kisah tambahan tetapi cukup menjadi perbandingan antara kisah Kalis dan Agus. Plot twist kisah Rahayu dan mantannya pun cukup mengena, setidaknya menggambarkan bahwa lelaki sejati adalah lelaki yang mau mengakui kesalahannya lalu meminta maaf seperti yang dilakukan akmal, suami Rahayu.

Setelah menyelesaikan kuliahnya Kalis bekerja di sebuah kantor media yang mempertemukannya dengan Agus, seorang redaktur di media yang sama. Pertemuan Agus dengan kalis membawa perubahan besar pada kehiudpan agus. Dialog-dialog yang dipilih terasa ringan dan akrab dengan keseharian kita.

Saya pun terlarut dalam alurnya dan ngakak dengan diksi serta adegan konyol antara Kalis dan Agus. Apalagi ketika kalis menghindari Agus. Pertemuan tidak snegaja di toko kelontong membuat Kalis berpikir untuk bersembunyi dalam ember besar dan berjalan perlahan. Alhasil aksinya membuat toko kelontong berantakan dan merusak beberapa barang jualan. Dialog pemilik toko kelontong yang disahut oleh pengunjung ini pun konyol dan ternayat diperankan si pemilik cerita. 

dalam perjalanan hubungan mereka ada kalanya manis ada kalanya berantem. Layaknya hubungan antara kekasih. Hingga Kalis dan Agus pun juga membuat perjanjian akan membuat toko buku. 

Sebagai seorang wanita, Kalis pun menginginkan hubungannya berlanjut. Namun, hal tersbeut tidak bersambut baik oleh Agus. Hingga akhirnya Kalis pulang ke kampung halamannya. Agus akhirnya menyusul dan berkenalan dengan orangtua Kalis.

Kalis pun mengembalikan semuanya pada Agus dan emmberikan tenggat waktu untuk melamarnya. Dalam penantiannya ayah Kalis pun memberi nasehat : Jodoh itu ada seninya, seni memahami kekasih. Seni untuk mengikhlaskan hatimu menerima masa lalu pasanganmu untuk menyiapkan masa depan. Menggenapi yang kurang, meluruskan yang bengkok, dan membenarkan yang salah. Semuanya harus lewat kesabaran dan kasih sayang

Sudah bisa ditebak bagaimana akhirnya? Yup, Agus datang untuk melamar Kalis dan pernikahan pun digelar sederhana. Diceritakan juga prosesi pernikahan adat jawa, walaupun tidak seribet pernikahan Kaesang dan Erina, tapi penonton dapat menyaksikan tahapan prosesi pernikahan adat Jawa.

Film Seni Memahami Kekasih

Penutup

Bagi saya, Seni Memahami Kekasih bukan sekadar film romantis yang mengundang tawa. Di balik dialog-dialog jenaka dan adegan-adegan yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, tersimpan pesan bahwa membangun hubungan tidak cukup hanya dengan rasa cinta. Dibutuhkan keberanian untuk bertumbuh, belajar memahami pasangan, dan kesabaran untuk menerima kekurangan satu sama lain.

Film ini juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan mencari jodohnya masing-masing. Ada yang dipertemukan dengan mudah, ada pula yang harus melalui berbagai keraguan, penantian, bahkan luka sebelum akhirnya menemukan seseorang yang tepat. Mungkin benar seperti nasihat ayah Kalis, jodoh itu ada seninya. Seni untuk menerima masa lalu, memperbaiki masa kini, dan bersama-sama menata masa depan.

Kalau Sobat Dy sedang mencari tontonan yang ringan tetapi tetap meninggalkan kesan hangat setelah kredit penutup bergulir, saya sangat merekomendasikanfilm tentang seni mencari jodoh, Seni Memahami Kekasih. Siapkan camilan, karena film ini akan membuat Sobat Dy bergantian tertawa, terharu, lalu tersenyum sendiri.

Kalau sudah menonton, jangan lupa ceritakan di kolom komentar ya. Adegan mana yang paling membuat Sobat Dy tertawa atau justru paling membekas di hati? Saya penasaran mendengar pendapat Sobat Dy.

55 komentar untuk "Seni Mencari Jodoh Dalam Film Seni Memahami Kekasih"

  1. Waah.. Jadi pengin nonton. Saya tidak terlalu mengikuti sepak terjang mas agus dan mbak kalis, tapi ya bukan juga sama sekali tidak tahu tentang pasangan unik ini. Terimakasih sudah mengulasnya mbak Dyah.

    BalasHapus
  2. Wah saya belum nonton film Seni Memahami Kekasih ini, tapi kok jadi tertarik setelah baca ulasan Mbak Dyah ini. Masukin watch list ah.

    Saya jadi inget mas Agus Magelangan ini. Kita sepertinya di grup yang sama waktu lomba BRI itu. Kehadirannya jadi memotivasi untuk perbaikan tulisan, ya.

    Senang banget baca simpulan artikel ini. Jadinya tak sebatas nonton film, ya. Tapi bisa memetik hikmah tentang dinamika dalam hubungan

    BalasHapus
  3. Melihat trailernya saja ada sudah ketemu bagian-bagian yang bikin ngakak. Pantas saja kalau film ini bisa dibilang sebagai film komedi dan romantis. Tapi ternyata jodoh itu ada seninya, ya. Bukan hanya menerima yang bagusnya saja dari calon pasangan kita, tapi juga menerima masa lalunya dia dan kita, mau memperbaiki masa kini, dan menata masa depan bersama-sama.

    BalasHapus
  4. Aku mulai mengikuti akun mas agus setelah beliau menjadi juri di salah satu lomba blog. Sejak mengikuti akunnya, aku jadi sedikit paham guyonan Javanese khas mas Agus..bolooo..haha
    Emang auranya udah kocak banget, ternyata banyak juga karya beliau yg difilmkan. Keren ini mas Agus.

    BalasHapus
  5. menarik juga nih mbak, apalagi aku sebagai wong Jowo, terus dengerin obrolan bahasa Jawa yang difilmkan dan bikin komedi juga, sepertinya bakalan ngakak juga nih kalau liat nanti.
    Masukin wishlist tontonan dulu ah

    BalasHapus
  6. Film ini wara-wiri ada di layar netflix saya tapi belum sempat saya menontonnya, cuzz ah saya langsung nonton niiih abis baca artikel Mbak Dy,,

    BalasHapus
  7. Aku pernah lihat trailer-nya dan langsung amazed sama Mas Agus. Ternyata salah satu mentor menulisku telah melangkah sejauh itu di dunia seni. Ni aku baru tahu ternyata Mas Agus punya nama alias: Agus Magelangan.

    BalasHapus
  8. Ngakak banget dan sudah pasti menghibur, ya. Terkadang kita butuh porsi humor lebih banyak daripada porsi romantisnya. Ntah bagaimana ceritanya kalau semua film di dunia ini thriller.

    BalasHapus
  9. Waaaajadi tertarik buat lihat nie apalagi berdasarkan kisah nyata dengan bumbu komedi yaa...suami mb dy aja sampe ketawa ngakak kan aku jadi kepo selucu apa nie film hehehe...makasih buat referensi nya mbaa...autio cek di netflix ;)

    BalasHapus
  10. aku juga baru nonton film ini di netflix. ini kan kisah nyata, ya. aku juga beberapa kali ketemu sama mas agus langsung. jadi ya setiap membayangkan adegan dalam film itu kejadian beneran ya geli sendiri

    BalasHapus
  11. Sering lihat di Netflix nih, jadi kepo mau nonton. Ceritanya sederhana tapi 'ngena' ya, gak neko2 juga karakter pemainnya . Baru tau kalau penulis nya salah satu juri lomba nulis BRI.

    BalasHapus
  12. Sempet nonton trailernya. Kayaknya emang lucu yah. Apalagi buat yg ngerti bahasa Jawa. Kadang kan lebih lucu ngerti dialognya langsung. Wow...pengen nonton nih...

    BalasHapus
  13. Wajib nonton sih film ini aku kebayang deh dari novelnya trus difilmkan pasti ketawa terus bawaannya

    BalasHapus
  14. Aku belum nonton filmnya di Netflix sepertinya seru banget ya kak. Kebayang banget banyak kejadian lucu disana

    BalasHapus
  15. Mbak aku belum nonton film ini, setelah baca ulasan mbak Dyah jadi penasaran banget. Kayaknya kalo nonton filmnya langsung bakal pecah banget ketawa wkwk

    BalasHapus
  16. oh ini yang ada di netflix itu ya, ketika saya buka netflix sering kali muncul film ini.. jika saya baca alur nya di artikel ini, film tersebut layak di tonton

    BalasHapus
  17. Alhamdulilah kalau ada di Netflix soalnya pas tayang di bioskop daku belum nonton. Nahh kenal mbak Kalis emang dari web itu (Mojok) dan happy karena kisah cintanya dengan mas Agus dijadikan film komedi, eh ini masuknya komedi romantis ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah kenalnya duluan dari X hehe. Abis itu ternyata baru tahu suami istri penulis artikel mojok itu ya.
      Emang asyik kalau pasangan sefrekuensi gitu yaa. Mana toko bukunya juga makin dikenal. Katanya agak tersembunyi lokasinya. Moga2 kapan2 ada kesempatan bisa ke sana :D

      Hapus
  18. Saya belum menonton film seni memahami kekasih ini Mbak... Tau Mas Agus Magelangan aja cuma dari internet
    Tapi yakin karyanya emang bagus
    Apalagi kalau dibuat film itu tandanya emang berkualitas ya
    Penasaran banget, apalagi ini berdasarkan kisah nyata

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Teh aku juga jadi penasaran lanjutin nonton film ini kemarin aku nonton baru beberapa belas menit kayaknya

      Hapus
  19. Sayangnya saya baru tau ada film ini, wah kemana aja saya nih.
    Membaca tulisan ini menjadi tertarik buat nonton filmnya nih, yang merupakan kisah nyata dari pasangan penulis.
    film seseru ini tentu saja berawal dari kisah dalam bukunya yang seru, apalagi dua- duanya seorang penulis udah pasti kualitas ceritanya bagus nih.
    Dari judulnya saja sudah menunjukan bahwa film ini seru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya yakin Mang Duyeh punya pengalaman lebih banyak soal pasangan dan kekasih. Betul kan Mang? Mang Duyeh kan tokoh masyarakat di sana pasti banyak yg naksir
      Sebelum jadi istri yg sekarang pasangannya punya kenangan juga kan?
      Ayo Mang, dikisahkan siapa tahu nanti jadi film yang menginspirasi juga

      Hapus
  20. Sepertinya ini film yang cucok ditonton buat mereka yang mau mutusin nikah atau bahkan ragu2 menikah. Zaman sekarang gitu, lho, sering dapat cerita dari genzet kalau mereka khawatir menikah, takut salah ketemu jodoh.
    BTW ini dari novel yang isinya kisah nyata penulisnya juga kah mbak? Kok nama2nya sama dengan yang di dunia nyata?
    Aku malah penasaran sama kisah Rahayu-nya? Ealah di akhir maaf2an lagi sama mantan suaminya kah? Weleh. Biasanya pelaku KDRT mah wataknya susah diubah sih yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Mbak April. Selain ikut kelas pra pernikahan di KUA, nonton film Seni Memajami kekasih ini bisa jadi alternatif lainnya agar menguatkan dan lebih memahami dinamika dunia pernikahan.

      Bantu jawab poin kedua, latar cerita dalam film ini memang berdasar cerita dari Mas Agus Magelangan dan beliau pun ikut terlibat dalam film ini, walaupun karakter yang dimainkannya menjadi orang lain, bukan dirinya

      Hapus
  21. Jujur aja mbak, aku tuh jarang banget nonton film Indonesia tapi setelah baca sinopsis dari mbak Dyah, malah akku pengen nonton banget apalagi mengusung genre komedi romantis Film seperti ini relate banget sama kondisi masyarakat kita ya mbak (maria tanjung sari)

    BalasHapus
  22. Kalau diangkat dari permasalahan nyata kehidupan, pastinya menarik, karena jadi seperti nonton kisah nyata bukan karangan. Apalagi ini persoalan jodoh yang seninya itu penuh warna, dan berbeda pada masing-masing orang.

    BalasHapus
  23. Aku belum sempat nonton nih mbak, tapi habis baca review ini jadi makin tertarik. Suka karena mengangkat pesan tentang hubungan dan jodoh. Kalimat "jodoh itu ada seninya" itu bikin senyum-senyum sendiri, sebab ngalamin sendiri dengan pertemuan dengan suami. Thank you rekomendasinya mbak.

    BalasHapus
  24. Agus Mulyadi dan Kalis Mardiasih ini pasutri paporitkuuuuu
    Dua-dua punya profil dan karakter yg menarik.
    Yg satu super serius dan sangat membela kaum perempuan dgn beragam aksinya.
    Sementara, Agus tu konyol, unik, lucu, dan out-of-the box banget dah.
    Saluuuttt, bisa jadi tayangan audio visual yak

    BalasHapus
  25. Filmnya terdengar seru dan hangat banget, Mbak. Aku suka karena kisah pencarian jodohnya tidak hanya dibalut dengan adegan romantis, tetapi juga komedi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Kadang kita memang terlalu sibuk mencari pasangan yang terlihat sempurna, padahal hubungan justru tumbuh dari kesediaan untuk memahami kebiasaan, kekurangan, dan cara berpikir satu sama lain. Dari ulasannya, film ini sepertinya tidak hanya membuat penonton tertawa, tetapi juga mengajak merenungkan arti menjadi pasangan yang saling menerima.

    Cocok nih jadi tontonan malam minggu bareng PakSu.. :D

    BalasHapus
  26. Belum nonton ni mba, tp aku udh masukin dalam list to watch di NF 😄. Ntr kalau dah sempat memang mau nonton kok.

    Pernah baca review-nya beberapa kali, juga lihat trailer, dan memang tertarik. Kliatan lucunya ada, apalagi akh sukaaa degan cerita yg related Ama kisah nyata begini. Kadang ada aja yg bisa diambil pelajaran nya.

    Apalagi untuk memahami kekasih memang ga mudah, ada seninya kan 😄. Jadi inget zaman2 pacaran, aku pun sering ga jelas, sering ngambek.. sementara suami tipe cuek hahahah.

    Tp skr mah, dah laah, udah paham karakter masing2 😄

    BalasHapus
  27. pas tayang di bioskop, sayang sekali kurang mendapat sambutan ya. Padahal sosok Mas Agus dan Mbak Kalis, di timeline saya seringkali FYP. dari judul pun sebetulnya unik. Kalau saya pas nonton, cukup suka. Karena cukup percaya pada gaya penyutradaraan Jeihan Angga setelah ia memukau lewat "Mekah I'm Coming". Romantic comedy berbalut kearifan lokal ini memang jagoannya Jeihan.

    BalasHapus
  28. Scene ember di toko kelontong itu emang juara sih konyolnya, apalagi pas tahu yang punya toko ternyata Mas Agus aslinya. Relate banget juga sama pesan dari ayahnya Kalis, kalau jodoh emang butuh seni buat saling melengkapi.
    Oya, untuk bukunya, coba sesekali cek di Mojok Store atau marketplace pas official store mereka lagi restock. Suka nyempil di sana!

    BalasHapus
  29. Pertemuan dengan jodoh ini memang gak sesederhana itu yaa..
    Ada kisahnya dan lembarannya masing-masing. Suka banget membalutnya dalam sebuah film yang santai dan tetap bisa dinikmati bersama pasangan.

    "Seni Memahami Kekasih" memang bikin penasaran baca bukunya juga yaa, ka Dy..

    BalasHapus
  30. Nggak sempat nonton ini di bioskop jadi berharap muncul di OTT, dan langsung antusias waktu ada notifikasi mulai tayang. Tapi sayangnya belum sempat-sempat jugaaa ini nontonnya. Semoga akhir pekan ini ada waktu deh, banyak review positif jadi tambah penasaran.

    BalasHapus
  31. Aku juga setuju dengan apa yang dibilang bapaknya Kalis. Urusan jodoh memang bukan cuma urusan perasaan. Harus mau memahami, menerima kekurangan, dan mau bertumbuh untuk masa depan yang lebih baik.

    Kayaknya, keren filmnya. Seni mencari jodoh. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku ikutan ngerasain kehebohan ka Dy saat ngobrolin Seni Memahami Kekasih.
      Sedihnya tuu NF-ku tuh lagi belum diperpanjang sama ketua kelompok langganan kami.. huhuhu... Jadi sementara cari di tempat langganan lain dan pingin juga baca bukunya..
      Sayangnya bukunya belum bisa dinikmati di platform online baca buku yaa..

      Hapus
  32. Aku suka review yang nggak terlalu banyak spoiler seperti ini. Jadi tetap bikin penasaran tanpa mengurangi rasa ingin menonton. Dari ulasannya, film ini sepertinya bukan sekadar soal mencari pasangan, tapi juga perjalanan mengenal diri sendiri. Terima kasih sudah berbagi sudut pandang yang menarik. Jadi masuk daftar tontonan berikutnya.

    BalasHapus
  33. Kayaknya perlu banget buat ditonton ini..Kebetulan saya dan suami, perjalanan kami menuju jenjang suami istri, sebagiannya mirip dengan kekonyolan yang mbak Dy kisahkan dari review film Seni Memahami Kekasih di atas.
    Bisikin suami saya buat ikutan menonton ah..

    BalasHapus
  34. Saya jadi senyum-senyum sendiri membacanya. Ternyata mencari jodoh memang bukan sekadar soal bertemu orang yang tepat, tapi juga tentang memantaskan diri dan menikmati prosesnya. Semoga yang masih menunggu dipertemukan di waktu terbaik.

    BalasHapus
  35. Momen yang memorable buat saya dari film Seni Memahami Kekasih, pas dilangsungkan lamaran. Film ini bagus, komedinya pas, lalu banyak pesan baiknya, mendidik tanpa menggurui.

    Penonton hanyut ikut dalam ceritanya. Sangat oke, apalagi ini kan diadaptasi dari buku juga.

    BalasHapus
  36. Ouhh boleh nih ditonton saat senggang dan selingan di antara drama Korea. Kayaknya filmnya sarat pesan kehidupan ya, bahwa jodoh memang rahasia Tuhan. Nggak tau akan cepat atau lebih lama datangnya lalu bagaimana prosesnya ada yang mudah ada yang berliku-liku.

    BalasHapus
  37. ada banyak kisah sehari2 yang bisa diangkat jadi film ya. Salah satunya film ini Seni Mencari Jodoh. Dengan segala kisah lucu campur sedih tentang pasangan yang sedang saling belajar satu sama lain. Kemauan untuk mengerti dan memahami kelebihan serta kekurangan pasangan. Cerita yang menarik pastinya untuk ditonton.

    BalasHapus
  38. Memang mencari jodoh itu ada 'seni'-nya ya, antara ikhtiar, menyelaraskan value, sama berserah diri. Sebelum sibuk mencari orang yang tepat, memang kita yang harus belajar jadi pribadi yang tepat dan selesai dulu dengan diri sendiri. Saya juga suka membaca tulisan mas Agus dari sebelum menikah dnegan Mbak Kalis. Memang sepertinya keduanya sosok yang unik tapi tepat dan saling melengkapi.

    BalasHapus
  39. Eh.. semalam saya buka Netflix, dan film ini masih ada di daftar putar, Mbak. Dan setelah membaca reviewnya, saya langsung tertarik nonton nih. ternyata mencari jodoh sampai akhirnya bertemu, ada seninya juga ya. Tentu saja tidak hanya saat PDKT, tapi setelah... bagaiman saling memahami satu sama lain, saling menerima kekurangan dan kelebihan, sampai akhirnya ke pelaminan. Pastinya kalau tak jodoh, ada juga seni untuk menerimanya hehehe

    BalasHapus
  40. Penasaran dialog antara Agus dan Kalis saat di toko kelontong itu. Apalagi Agus sampe masuk ember gede buat sembunyi. Apakah dia emg diam2 menyukai Kalis tapi malu? Apa ini emg trik Agus dlm seni mencari jodohnya? Ada2 aja nih.

    Film lokal kyk gini emg relate sih dgn kondisi kekinian. Yg berasa bgt mencari jodoh kok kyknya sulit. Eh ini dikasih pandangan menarik dr Agus, Kalis dan Rahayu. Jadi pgn kulik Netflix buat nonton filmnya nih.

    BalasHapus
  41. Saya belum menonton film "Seni Memahami Kekasih", tetapi setelah membacatulisan ini malah jadi penasaran ingi nonton he...he... karena ada aroma komedi, biasanya yang seperti ini tidak membosankan. kalau bicara tentang jodoh memang tidak hanya soal menemukan orang yang tepat, tetapi juga belajar menerima, memahami, dan bertumbuh bersama. Jadi bukan tentang siapa yang paling cepat atau siapa yang lebih lambat, karena sebenarnya menemukan jodoh itu bukan perlombaan.

    BalasHapus
  42. Liat trailernya aja kok aku merasa banyak tersentil ya mbaaak. Banyak banget quotes dan potongan dialog, yang menurutku masukk banget buat para pasutri yang tahun nikahannya belum tua-tua amat ini, hihihi.

    Karena bahkan, setelah menikah pun itu kan bukan otomatis dirimu itu 100% jodohya. Karena yang bisa mengabadikan, jelas ada di keduanya. barangsiapa yang bisa mengerti satu sama lain, maka kian langgenglah hubungannya.

    Aihhh.. ntr tak ajak bojoku nonton bareng ah, hihihi

    BalasHapus
  43. Saya belum pernah dengar film Seni Memahami Kekasih ini mbak. Bukunya pun belum tahu. Tapi kayanya menarik ya. Ringan, lucu, tapi kaya pesan. Cocok kayanya ditonton bareng pasangan.

    BalasHapus
  44. Hmm menarik juga baca review dari mbak Dyah. Aku belum nonton filmnya mbak. Cuma baca reviewnya jadi pengen nonton. Okelah ntar weekend nonton sama suami

    BalasHapus
  45. Wah ternyata ada di Netflix ya jadi pengen nonton film kisah hidup pasangan penulis favoritku ini kebayang dialog bahasa jawanya.. makasih sharingnya yaa..

    BalasHapus
  46. Jujur, aku suka sekali nonton film Seni Memahami Kekasih. Banyak berbalut komedi kearifan lokal yang membumi, tetapi tetap punya nilai dan pesan moral yang bagus. Terutama prihal jodoh.

    Jadi pengen nonton lagi sih. Momen pas Kalis celingak celingukan di event buku, terus dia salah Nerima sapaan, itu komedinya dapet banget.

    Seni Memahami Kekasih, film yang worth it buat ditonton berkali-kali.

    BalasHapus
  47. Setelah baca review dari kak dyah, aku jadi penasaran sama filmnya. Nambah watchlist di netflix nih hehehe
    Apalagi setelah aku tonton trailernya, cerita yang di bawa ga cuma cinta-cintaan aja tapi masih dibumbui komedinya juga

    BalasHapus
  48. Belum pernah nonton film ini, sering lihat pas dibahas di akun IGnya Mas Agus, tapi gak ngeh kalau ternyata udah tayang sejak 2024. Saya pikir baru-baru ini, entah 2025 atau 2026 itu. Ternyata udah 2 tahunan yaa

    BalasHapus
  49. Aih, ini kalau ditonton jomblo bagai menemukan sesuatu, seni mencari jodoh. Seru nih buat tontona hiburan karena komedi, dan aku suka juga nonton komedi selain film laga

    BalasHapus
  50. Film komedi tapi ada pesan hidupnya kaya gini tuh, bakalan memorable banget. Memahami pasangan memang perlu proses, itulah sebabnya mengapa pernikahan, di 5 tahun awal itu bukan tentang persiapan jadi wow, jadi persiapan menerima bahwa kita sudah satu rumah dengan orang baru. Sebagai orang Jogja, saya rasa bakal relate banget nih film untuk saya.

    BalasHapus