Pentingnya Mengenal Diri Sendiri dan Peran Keluarga Dalam Berkarya
Bagi saya menulis adalah salah satu cara saya untuk healing, menghibur diri sekaligus cara saya untuk meninggalkan jejak. Salah satu cara saya untuk berbagi adalah melalui tulisan, menuliskan beberapa hal yang baik dan positif menurut saya yang kemudian saya bagikan, semoga tulisan tersebut dapat bermanfaat untuk orang lain, bukankah sharing is caring? Saya berbagi karena saya peduli.
Saya memilih untuk menulis artikel dan cerita anak karena itulah keseharian saya. Cerita anak, karena anak saya masih kecil dan kerap minta dibuatkan cerita sendiri, tidak mau dibacakan dari buku cerita yang telah saya sediakan di rumah. Sedangkan artikel berdasarkan pengalaman pribadi, resensi buku yang dibaca atau film yang saya tonton, sudut pandang saya terhadap suatu masalah dan tentang review perjalanan yang saya lakukan.
Dan saya mengizinkan diri untuk TIDAK SEMPURNA, dengan mengizinkan diri untuk tidak sempurna, menurut saya memberi kesempatan diri untuk bertumbuh dan belajar menjadi lebih baik. Tidak perlu sempurna untuk memulai sesuatu, mulai saja dulu, seiring waktu semuanya akan berproses untuk menjadi lebih baik dan nikmati prosesnya.
KLIP
2022 adalah tahun ketiga saya mengikuti program di Kelas Literasi Ibu Profesional yang lebih dikenal dengan KLIP. KLIP adalah wadah untuk melatih konsistensi menulis secara online bagi perempuan selama satu tahun. KLIP merupakan bagia dari komunitas Ibu Profesional. Apakah untuk menjadi anggota KLIP harus menjadi anggota Ibu Profesional terlebih dahulu? Tentu saja tidak, yang penting perempuan bukan laki-laki, baik yang sudah menikah maupun belum menikah.
Saya lupa kapan tepatnya saya mulai bergabung di KLIP, tetapi saya mulai serius mengikuti KLIP sejak 2020. Mengapa saya akhirnya memutuskan untuk ikut KLIP secara serius? karena saya ingin melatih konsistensi diri untuk menulis setiap hari dan saya membutuhkan komunitas untuk memacu saya untuk tetap menulis. Menulis adalah perjalanan panjang, walaupun menulis adalah salah satu 'me time' saya, tetapi saya merasa hal ini harus saya perjuangkan. Menulis adalah salah satu cara saya untuk bahagia, karena kebahagiaan itu diciptakan bukan ditunggu.
Kebahagiaan itu diciptakan bukan ditunggu
- Septi Peni Wulandani -
Kegiatan KLIP tidak hanya setoran tulisan harian. Kegiatan lainnya adalah Klub buku, kenal lebih dekat, tema tulisan mingguan dan ruang berbagi.
Kelas Persiapan
KLIP merupakan perjalanan panjang, karena proses melatih konsistensi menulis ini akan berlangsung selama satu tahun. Sehingga diperlukan sebuah kelas persiapan. Kelas yang bertujuan untuk menyiapkan peserta menyusun startegi menulis agar tetap konsisten setahun ke depan. Tidak hanya semangat di awal saja untuk menulis dan mengumpulkan link hasil tulisan di awal tahun kemudian menurun seiring waktu,
Kelas persiapan yang diadakan pengurus KLIP terbagi dalam dua sesi dengan tema yang berbeda, yaitu "Pentingnya Mengenal Diri Sendiri dan Peran Keluarga Dalam Berkarya" dengan pemateri Ibu Septi Peni Wulandani, seorang wanita yang telah menginspirasi ribuan wanita Indonesia dan bahkan dunia, termasuk saya. Tema kedua adalah Mengenal Free Writing dengan pemateri Teh Shanty Dewi Arifin, seorang inisiator KLIP.
Kelas persiapan ini khusus untuk peserta KLIP yang terdaftar pada periode 2022. Saya merasa beruntung ikut daftar KLIP 2022 dan semoga tetap konsisten menulis hingga periode ini berakhir.
Perempuan Berdaya
Perempuan berdaya adalah perempuan yang mempunyai jati diri, mandiri dan berdaulat penuh atas keputusan yang diambilnya. Perempuan yang mempunyai jati diri adalah perempuan yang tidak terombang-ambingkan oleh siapapun, paham akan dirinya sehingga akan memiliki jati diri dan rasa percaya diri yang tinggi. Perempuan mandiri tidak akan bergantung pada siapapun kecuali pada Allah, mampu membawa dan menghadapi perubahan, karena dunia akan selalu berubah. Perepuan yang berdaulat penuh atas dirinya, mampu membuat keputusan untuk dirinya, tidak bergantung pada orang lain dan tidak akan menyalahkan orang lain jika sesuatu hal tidak berjalan sesuai rencana.
Perempuan dan Rumah
Rumah adalah tempat belajar, perempuan dengan intellctual curiosity tinggi akan membawanya pada kreativitas dan imajinasi, paham learn how to learn. Rumah adalah tempat untuk tumbuh, perempuan yang menjadikan rumah tempat bertumbuh akan fokus pada perkembangan dirinya dulu dan sekarang. Rumah tempat berkarya, perempuan berdaya akan sanggup berkarya menyelesaikan tantangan yang ada di sekitar dan penuh bermartabat.
Belajar, Tumbuh, Berkembang dari Rumah
Perempuan adalah makhluk dengan banyak potensi, maka perlu memetakan potensi yang ada agar terlihat potensi apa saja yang belum terlihat. Selain itu perempuan adalah creator sejati, sehingga perlu diberikan ruang ekspresi sebagai tempat bermain dan mengeluarkan potensinya sehingga menjadi kreasi. Setelah itu beri apresiasi, karena perempuan senang diberi apresiasi, maka ciptakan apresiasi untuk diri sendiri jika telah mencapai sesuatu. Cukup selebrasi yang mungkin remeh, misalnya membeli coklat karena berhasil menyelesaikan target membersihkan rumah tepat waktu. Setiap pencapaian aktualisasi perlu apresiasi, walaupun sederhana.
Dari Rumah untuk Dunia
Mungkinkah dari rumah untuk dunia? Mungkin saja, mengapa tidak? Harta karun dari rumah untuk dunia yang dapat dieksplorasi lagi adalah manajemen waktu, tantangan di rumah, aksi menjadi solusi.
Setiap dari kita sama-sama mempunyai waktu 24 jam, maka dengan adanya manajemen waktu akan menentukan produktivitas kita sebagai perempuan. Secara aktivitas perempuan tidak ada berhentinya sejak membuka mata di pagi hari hingga menutup mata untuk bersitirahat di malam hari, sepertinya 24 jam tidak cukup untuk melakukan semua hal. Mencuci baju, seterika, menyiapkan sarapan untuk anggota keluarga, berangkat kerja, berjualan dari rumah, dan masih banyak aktivitas lain yang perlu dikerjakan. Pilah waktu bahagia kita, kemudian perpanjang dan perpendek waktu tidak bahagia kita.
Setiap perempuan mempunyai permasalahan hidup masing-masing dan permasalahan akan selalu ada. Maka tugas selanjutnya adalah bagaimana permasalahan yang ada diubah menjadi tantangan. Caranya dengan menerima masalah yang ada kemudian mencintai permasalahan tersebut.
Empati terhadap permasalahan yang ada kemudian mengubahnya menjadi aksi dan apabila dijalankan akan menjadi solusi
Penutup
Salah satu tahapan kelas persiapan telah saya ikuti, semoga pada periode kali ini saya lebih baik menjalaninya dari tahun kemarin. Kira-kira apa ya skripsinya nanti? Entahlah, jika tahun lalu skripsi saya berisi tentang kumpulan cerita anak yang saya buat sebagai e-book dan saya sebarkan. Dinikmati saja prosesnya dengan bahagia agar tidak menjadi beban. Selamat berkarya.
37 komentar untuk "Pentingnya Mengenal Diri Sendiri dan Peran Keluarga Dalam Berkarya"
Mendapatkan insight dari tulisan kak Dyah yang meresumekan Serangkaian Acara Kelas Persiapan KLIP.
Aku jadi semangat nih...
Yang namanya menjadi Ibu, tentu ruang berkreasinya di rumah dan kita kembangkan menjadi laboratorium menyenangkan bersama keluarga.
Benar, perempuan harus berdaya, walau jadi ibu rumah tangga saja.
coba buka Fanpage atau IG KLIP atau webnya, klip.web.id
bersabar untuk tahun depan ya mbak untuk pembukaannya
Setuju, berusaha kenali diri sendiri dulu, mencari apa yang membuat bahagia, lalu sebarkan dengan kasih dan karya yang berkualitas.
Btw, semangat berkarya terus ya mba lewat tulisan-tulisannya
Suka sekali sama tulisannya mbak Dyah, selalu ngena setiap kalimatnya dan bikin betah baca dari awal sampai akhir tulisan
Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.
Terima kasih