Museum Bagong dan Jatim Park 1, Wisata Edukasi Seru di Batu Malang
"Bu emang ada ya museum yang namanya Bagong? Kakak bilang ada. Aku pernah kesana?" tanya anak bungsu.
"Ada, jadi satu dengan Jatim Park 1. Dulu pernah kesana, pas adik massih bayi. Enggak ingat la pastinya," jawabku. Dan disambut dengan bibir manyunnya. Hmm pasti merajuk minta kesana nih batinku.
Dan dugaanku tepat, tak lama dia pun merajuk untuk berkunjung kesana. Memang sudah lama kami tidak kesana dan kabar terakhir banyak perubahan yang dilakukan pengelola untuk menarik minat pengunjun.
Tak dapat dimungkiri munculnya beberapa wahan baru di Batu Malang cukup mengalihkan perhatian wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata yang baru. Wajar jika akhir minggu daerah Batu dan sekitarnya dipadati wisatawan lokal yang ingin melepas penat.
Tidak hanya itu, beberapa sekolah juga menjadikan wahana wisata tersebut untuk kegiatan outbound atau outdoor learning. Oleh karena itu, pengelola wahana wisata juga menyediakan tiket untuk paket Outdoor Learning selain tiket untuk weekend dan weekday.
Terutama Jatim Park yang menyediakan tiket bundling dengan wahana wisata yang masih dalam naungan grup yang sama dan lokasinya pun di Batu. Misalnya Museum Bagong dan Jatim Park 1 yang lokasinya berada dalam satu area. Ada juga paket bundling dengan Jatim Park 2, Jatim Park 3, Batu Night Spektakuler dan masih ada lagi lainnya.
Demi memenuhi rasa penasaran, kami pun akhirnya berangkat ke Museum Bagong atau yang lebih dikenal dengan nama Museum Tubuh. Unik ya namanya, isinya bukan tubuh yang dimuseumkan, tetapi pengunjung akan diajak menjelajahi tubuh manusia. Sebuah mesin super canggih karya Sang Maha Pencipta.
Simak keseruan kami mengeksplore Museum Bagong dan Jatim Park 1 hingga akhir artikel ya!
Serunya Belajar dan Bermain di Jatim Park 1
Kami tiba di jatim Park 1 sebelum pukul 8.30. Petugas parkirnya saja belum datang. Namun, area parkirnya terbuka sehingga kendaraan pengunjung dapat memarkirkan kendaraannya.
Walaupun jam operasionalnya sampai jam 16.30 kami sengaja datang pagi agar puas bermainnya. Ternyata pengunjung yang datang sebelum kamipun ada lho. Berhubung sudah datang beberapa pengunjung,akhirnya petugas parkir mendatangi kami satu per satu untuk mencatat nomor mobil dan memberikan tiket parkir.
Sesuai dugaan kami, antrian pembelian tiket belum panjang dan bekum banyak pengunjung saat kami memasuki area Jatim Park 1. Kami membeli tiket bundling yaitu Jatim Park 1 da Museum Bagong. Sobat Dy, juga bisa membeli salah satu saja atau membeli bundling dengan wisata Museum Angkut. Tentu saja pembelian bundling akan mendapatkan harga yang lebih murah.
Selanjutnya kami memilih mengunjungi Jatim Park 1 terlebih dahulu dibandingkan Museum Bagong karena Jatim Park 1 outdoor sedangkan Museum Bagong indoor, jadi supaya enggak kepanasan nantinya wkwkwk. Siangnya baru deh lanjut ke Museum Bagong.
Wisata yang berumur sekitar seperempat abad ini rutin melakukan perubahan dan inovasi agar membuat pengunjung tidak bosan dengan wahana yang sama. Namun, perubahan yang dilakukan tidak mengubah konsep yang diusung pengelolanya, yaitu tetap menjadi wisata edukasi yang menyenangkan.
Saat memasuki Jatim Park 1 pengunjung akan disambut rumah adat di Indonesia lengkap dengan pakaian adatnya. Ada juga kegiatan masyarakat di masa lalu, seperti berdagang di pasar ikan, membatik, membuat gerabah, dan lainnya. Pengunjung juga dapat membeli batik maupun mengikuti kelas membatik tentunya dengan membayar nominal tertentu.
Info aja jika di Jatim Park 1 tidak ada sepeda listrik atau shuttle car seperti hal ini dikarenakan jalanan yang dilalui pengunjung naik turun. Sebetulnya kurang ramah untuk manula. Namun, karena saya berjalan pelan-pelan mendampingi ibu dan suasana Batu yang sejuk, maka ibu saya pun menikmatinya dan tidak terengah-engah. Padahal area Jatim Park 1 ini cukup luas lho.
Setalah wahana budaya, selanjutnya pengunjung akan disambut wahana Science Center yang berisi aneka ragam eksperimen menarik. Trio bocil mencoba satu per satu permainan edukasi di sana. Sayangnya beberapa permainan ada yang rusak sehingga tidak dapat dimainkan.
Anak sulung bahkan sempat mencoba sepeda gantung karena hanya dia yang memenuhi persyaratan, sedangkan dua adiknya tidak dapat mencobanya karena tingginya kurang. Puas bermain di di Science Center maka selanjutnya wahana bermain. Sesuai dengan konsepnya sebagai Science and Coaster Park, maka wahana bermainnya pun menyesuaikan dengan tema.
Sebagian besar wahana bermainnya sudah termasuk dalam tiket masuk sehingga pengunjung tidak perlu membayar lagi. Hanya sebagian kecil saja yang berbayar. Beberapa permaianan mensyaratkan tinggi atau berat badan minmum atau maksimum.
Berhubung anak bungsu badannya kecil sendiri sehingga dia tidak dapat bermain bersama dua kakaknya. Beberapa permainannya mirip baik untuk anak maupun remaja atau dewasa hanya dibedakan ukuran dan tampilan saja.
Beberapa food court disediakan oleh pengelola dengan menu yang variatif, tidak seperti di Cimory yang menunya itu-itu saja sehingga pengunjung bebas memilih dari makanan ringan hingga berat. Kami pun hanya membeli camilan dan beberapa minuman, karena kami hanya membawa dua tumbler ukuran 900 mL.
Tentu saja jumlah yang tidak cukup untuk kami berenam bukan. Apalagi anak-anak banyak melakukan aktivitas fisik selama bermain. Tidak semua permainan dijajal mereka sih. Dilansir dari situs jaim Park ada lebih dari 60 wahana permainan dan sudah mendapatkan Sertifikasi CHSE (Clean, Health, Safety, Environment) dari Kemenparekraf.
Puas bermain di Jatim Park 1 kami pun melanjutkan menuju Museum Bagong atau Museum Tubuh yang tidak kalah serunya. Sebelum meninggalkan wahana, pengunjung akan diarahkan melalui area UMKM yang menjajakan aneka oleh=oleh khas Malang baik makanan, aksesoris hingga fashion.
Belajar Anatomi Tubuh Dengan Cara Menyenangkan di Museum Bagong
Museum Bagong tidak sebesar Jatim Park1, tetapi tidak kalah seru lho memsakuinya. Justru kafenya nyaman dan menyenangkan. Ada kursi pijat berbayar yang dapat digunakan pengunjung untuk mengurangi keluhan kaki yang pegal karena berkeliling.
Jujurly saat memasuki Museum Tubuh ini, penampakannya jauh dari kesan museum yang gelap, menyeramkan. Justru hal yang berbeda dengan bayangan orang pada umumnya. Pintu masuk yang dibuat seolah-olah pengunjung seperti memasuki tubuh manusia.
Selanjutnya pengunjung akan diarahkan untuk naik lift untuk memulai perjalanan memasuki tubuh manusia. Organ yang pertama kali dikenalkan adalah organ hidung, dilanjutkan otak dan organ lain yang berada di area kepala.
Tidak hanya petugas yang berada di area tiap organ yang akan menjelaskan jika ada pertanyaan dari pengunjung, informasi berupa papan atau diorama cukup jelas menerangkan fungsi, cara kerja hingga perawatan setiap organ.
Saya beneran terkagum-kagum dan dapat menjelaskana dengan mudah ke anak-anak. Rugi jika sudah ebrada di sana tapi tidak mendapatkan pelajaran apapun. Di sana juga ada area cardaver yaitu area yang berisi organ manusia sesungguhnya, tapi area ini terbatas bagi pengunjung yang sudah berusia 17 tahun dan sanggup melihat organ manusia yang sesungguhnya.
Transisi dari organ satu ke oragn lainnya dibuat seolah-olah pengunjung berjalan di dalamnya memasuki organ demi organ tubuh satu per satu. Media peraga pun cukup jelas menjelaskan deskripsi, fungsi organ dan lainnya.
Dan tidak terasa pengunjung berada di lantai atau pintu awal masuk saat mengakhiri kunjungan. Benar-benar perjalanan yang menyenangkan Mempelajari organ tubuh dengan visual yang menarik dapat menarik pengunjung untuk membaca satu per satu penjelasan yang tersedia.
Belajar di museum bisa seseru itu ya. Anak-anak, termasuk saya dan suami mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan.Berada di Museum Bagong serasa diingatkan bahwa tubuh merupakan pabrik yang bekerja terus menerus tanpa henti selama 24 jam. Nikmat mana yang kau dustakan gaes. Berasa diingatkan akan nikmat sehat yang harus dirawat
Tips berkunjung ke Museum Bagong dan Jatim Park 1:
- Datang lebih pagi
- Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman, karena areanya cukup besar sehingga membutuhkan pakaian dan alas kaki yang nyaman
- Sesuaikan wahana dengan usia anak
- Siapkan waktu yang cukup karena banyaknya wahana yang dapat dimainkan dan area yang dijelajahi.
- Cek harga tiket dan promo sebelum kunjungan
Serunya Bermain dan Belajar
Jatim Park 1 bukan hanya tempat untuk bermain. Ada budaya, sains, permainan edukatif, hingga berbagai wahana yang membuat anak-anak aktif bergerak dan belajar melalui pengalaman. Sementara Museum Bagong mengajak kami mengenal tubuh manusia dengan cara yang jauh dari kesan belajar yang membosankan.
Buat saya, justru pengalaman seperti inilah yang membuat wisata edukasi menjadi menarik. Anak-anak bisa bermain, tertawa, mencoba hal baru, sekaligus membawa pulang pengetahuan tanpa merasa sedang belajar.
Dan yang paling berkesan dari Museum Bagong adalah ketika kami kembali diingatkan bahwa tubuh manusia adalah ciptaan Allah yang luar biasa. Setiap organ memiliki fungsi dan bekerja tanpa kita sadari setiap saat. Jadi, selain mendapatkan pengalaman seru bersama keluarga, pulang dari sana rasanya juga membawa satu pengingat sederhana: sehat itu nikmat yang sering kali baru terasa berharga ketika kita kehilangannya.
Jadi, kalau Sobat Dy sedang mencari wisata keluarga di Batu Malang yang memadukan unsur bermain dan belajar, Museum Bagong dan Jatim Park 1 bisa menjadi salah satu pilihan. Tinggal siapkan waktu yang cukup, tenaga yang prima, dan tentu saja jangan lupa abadikan momen serunya bersama keluarga.Apakah Sobat Dy pernah berkunjung ke Museum Bagong dan Jatim Park 1? Yuk ceritakan keseruannya bermain di sana.





Posting Komentar untuk "Museum Bagong dan Jatim Park 1, Wisata Edukasi Seru di Batu Malang"
Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.
Terima kasih