Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Kuliner Khas Lamongan yang Wajib Dicoba

Kuliner Khas Lamongan yang Wajib Dicoba


Hai Sobat Dy, sebelumnya saya pernah cerita tentang kuliner khas Bojonegoro kan, walaupun enggak lengkap, hanya kuliner yang menjadi favorit keluarga kami saja, seperti Sego Buwuhan, serta Serabi dan Asem-asem Daging Daun Kedondong. Kali ini saya mau cerita tentang kuliner khas Lamongan. 

Kenapa kuliner Lamongan menarik untuk ditulis? Karena setiap saya pergi ke Bojonegoro selalu melintasi kabupaten Lamongan. Jujurly, saya belum pernah eksplore kota ini. Hanya mengenal beberapa kulinernya yang kebetulan saya lalui menuju Bojonegoro, kota asal almarhum Bapak saya. 

Selain itu, lokasi Surabaya dan Lamongan berdekatan sehingga beberapa kulinernya pun sudah akrab di lidah warga Surabaya dan Sidoarjo, seperti Tahu Campur, Soto Ayam Lamongan. Kuliner tersebut ada yang dijajakan keliling di antara pemukiman penduduk dan ada juga yang dijajakan di warung atau lokasi tertentu.

Dan beberapa kuliner tersebut ada benang merahnya lho. Ada yang mengetahuinya? Yup, petis. Apa mungkin karena berada di daerah pesisir ya, sehingga petis menjadi primadona. Hingga gorengan, kerupuk enggak lengkap kalau enggak ada cocolan petisnya.

Simak hingga akhir artikel ya kuliner khas Lamongan apa saja yang akan saya ulas kali ini. DIsclaimer, saya bukan chef atau ahli dalam bidang boga. Oleh karena itu saya hanya cerita tentang kuliner khas Lamongan versi saya.


Kuliner Khas Lamongan yang Wajib Dicoba

Setiap daerah mempunyai ciri khas kulinernya masing-masing, begitu pula Lamongan. Bagi Sobat Dy yang menyukai cita rasa gurih mungkin akan menyukai beberapa menu berikut:

Tahu Campur

Tahu campur merupakan sajian yang memadukan daging sapi yang kenyal atau sandung lamur, kikil, tahu goreng, perkedel singkong, mie kuning, tauge dan selada air serta petis yang disiram kuah dan diberi taburan kerupuk kecil. Perpaduan antara karbohidrat, protein dan serat jadi satu.

Tahu Campur Lamongan


Rasanya gurih asin kadang ada rasa manis dari petis yang digunakan. Bagi Sobat Dy yang tidak menyukai petis, bisa minta skip ke penjualnya karena tahu campur diracik saat akan dihidangkan. Seperti ibu saya yang tidak suka petis, jadi selalu pesan tahu campur tanpa petis. Bagaimana rasanya? bagi ibu saya enak aja kok, karena kuahnya juga sudah berbumbu. Jika Sobat Dy suka pedas, bisa tambahkan sambal.

Kuliner yang satu ini jamak ditemui di Surabaya dan Sidoarjo. Beberapa masyarakat justru mengenal Tahu Campur merupakan kuliner khas Surabaya, padahal kuliner ini berasal dari Desa Padenganploso, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan.


Tahu Tek

Tahu Tek merupakan sajian yang memadukan tahu yang digoreng setengah matang, lontong. Campuran tersebut disiram dengan saus kacang yang dicampur dengan petis, bawang putih dan cabai. Tingkat kepedasan dapat diatur sesuai dengan jumlah cabai yang digunakan.

Tahu Tek

Disebut Tahu Tek karena saat memotong tahu goreng dan lontong tidak menggunakan pisau tetapi menggunakan garpu dan gunting besar. Nah saat memotong ini guntingnya berbunyi tek tek.

Sedangkan saos kacangnya diuleg atau dihaluskan langsung menggunakan cobek besar saat ada pesanan. Kacang goreng diuleg bersamaan dengan petis, bawang putih, cabai dan kecap. Jika sudah mulai kesulitan mengulek, penjual akan menambahkan sedikit air dan diuleg lagi hingga kacang dan bahan lainnya tercampur semua. 

Kemudian saos kacangnya disiram langsung di atas tahu, kentang dan lontong. DItambahkan potongan daun seledri, tauge dan mentimun yang dipotong kecil (lebih kecil dari acar) dan kerupuk kecil-kecil. Ukuran kerupuknya hampir sama seperti kerupuk yang digunakan untuk Tahu Campur.

Tahu tek ini juga bisa diberi tambahan telur dadar, biasanya langsung ditambahkan sebelum disiram bumbu. 


Soto Lamongan

Di beberapa daerah mempunyai sajian berupa soto dan mempunyai ciri khas masing-masing, termasuk Lamongan. Pembedanya ada pada koya dan bumbu sotonya.

Soto Ayam Lamongan


Soto Lamongan merupakan hidangan yang mengunakan ayam goreng yang dipotong kecil atau disuwir yang dipadukan dengan telur rebus, bubuk koya, suun, kol. Ayam yang digunakan biasanya disebut ayam sotoan, teksturnya lebih keras dibandingkan ayam negeri tetapi ukurannya lebih besar dibandingkan ayam kampung.

Ada juga yang menambahkan uritan atau telur ayam yang belum jadi, jerohan hati dan ampela. Sedangkan bubuk koya yang terbuat dari udang dan kuah soto yang kuning keruh menjadi ciri khas Soto Lamongan,


Nasi Boranan

Nasi Boranan atau Sego Boranan merupakan makanan khas Lamongan yang memadukan nasi putih, urap, ikan sili bumbu sambal, gimbal, aneka jenis lauk dan rempeyek. Bukan menu yang mewah tapi ngangenin. Ciri khasnya adalah ikan sili yang dimasak dengan bumbu merah layaknya sambal, rasanya gurih, manis, asam, pedas yang nikmat.

Nasi Boranan


Sobat Dy dapat menemukan penjual nasi Boran di sepanjang jalan protokol hingga alun-alun. Jam bukanya pun bervariasi, kapan pun ingin menyantapnya ada saja yang berjualan. Saya sendiri tidak mempunyai penjual favorit.

Nasi Boran dapat dinikmati langsung atau dibungkus untuk dinikmati nanti di rumah atau selama perjalanan. Biasanya disajikan dengan alas daun pisang dan kertas makan. Saya sendiri lebih memilih untuk membungkusnya saja untuk dinikmati selama  perjalanan atau dibawa pulang. Jika langsung dinikmati di lokasi, umumnya disediakan alas tikar untuk duduk dan menikmati nasi boran.

Kata 'Boran' merujuk pada wadah nasi yang terbuat dari anyaman bambu. Penjual membawa wadah bambu yang cukup besar yang digendong dengan kain di punggungnya.

Keranjang bambu tersebut cukup untuk memuat nasi, aneka lauk, sayur dan bumbu sambalnya. Pilihan lauk yang umumnya disediakan ada bandeng, ayam goreng, sate uritan, sate ati ampela, telur dadar.


Pecel Lele

Umumnya pecel yang dikenal adalah sayur yang disiram dengan bumbu kacang, tetapi tidak dengan pecel lele. Makanan khas Lamongan ini terdiri dari ikan lele, sambal tomat,  lalapan, ikan lele yang digoreng kering dan tentunya nasi hangat.

Pecel Lele


Lalapan yang digunakan biasanya kemangi, mentimun, kacang panjang dan kubis. Kadang ditambahkan juga tempe goreng. Pecel lele sudah banyak ditemui juga di kota lain dan biasanya sudah mengalami penyesuaian. 

Ciri khas lainnya juga terletak pada terasi yang digunakan sebagai sambal. Bumbu dapur yang khas ini menambah cita rasa sambal. Terasi umumnya terbuat dari ikan kecil atau udang rebon yang difermentasikan.


Penutup

Ternyata hanya dengan melintasi Lamongan saja, sudah ada beberapa kuliner khas Lamongan yang dapat dieksplore. Bagaimana jika saya mengeksplore Lamongan, tentunya akan menemukan kuliner khas Lamongan lainnya. PR nih untuk saya.

Jika Sobat Dy melintasi Lamongan, dapat icip beberapa kuliner yang saya share. Cita rasanya unik dan pastinya nanti akan membuat kangen. Selain itu Lamongan juga mempunyai beberapa obyek wisata lho. 

Apakah Sobat Dy mempunyai rekomendasi kuliner khas Lamongan lainnya? Cerita yuk di kolom komentar. Suatu saat akan saya coba saat melintasi Lamongan lagi atau mungkin sengaja eksplore Lamongan nih.


Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Soto_lamongan

https://id.wikipedia.org/wiki/Tahu_tek

https://id.wikipedia.org/wiki/Tahu_campur

https://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_boranan

https://id.wikipedia.org/wiki/Pecel_lele

https://lamongantourism.com/destination/nasi-boranan/




Posting Komentar untuk "5 Kuliner Khas Lamongan yang Wajib Dicoba"