Stop Dipencet! Ini Penyebab Jerawat Meradang di Pipi yang Sering Diabaikan

Jumat, 01 Mei 2026

Penyebab Jerawat Meradang di Pipi


Pernah enggak sih, Sobat Dy hanya mempunyai satu jerawat kecil di pipi, tapi karena gemas akhirnya dipencet dan besoknya malah jadi merah, bengkak, bahkan terasa nyeri?

Awalnya mungkin terlihat sepele. Namun, dalam hitungan jam, jerawat itu justru makin “menonjol” dan sulit ditutupi. Rasanya ingin cepat hilang, tapi yang terjadi justru sebaliknya, duh makin parah.

Ada yang sama? Tak mengapa bukan aib besar, sebaiknya jangan diulangi lagi ya. Faktanya, memencet jerawat memang salah satu penyebab utama jerawat meradang. Tapi bukan itu saja. Ada banyak faktor lain yang sering kita abaikan, padahal diam-diam memperburuk kondisi kulit, terutama di area pipi.

Sobat Dy tidak mengulangi kesalahan yang sama, bukan. Yuk, kenali apa saja penyebab jerawat meradang di pipi agar Sobat Dy bisa mengatasinya dengan lebih tepat, tanpa harus “refleks pencet” lagi!


Baca juga : Wajib Tahu Cara Menghilangkan Jerawat dan Komedo Secara Alami!


Kenapa Jerawat di Pipi Mudah Meradang?

Area pipi termasuk bagian wajah yang paling sering “bersentuhan” dengan berbagai benda. Mulai dari tangan, sarung bantal, hingga layar handphone, semuanya bisa menjadi sumber kotoran dan bakteri.

Selain itu, kulit pipi juga cenderung lebih sensitif dibanding area T-zone. Ketika terjadi penyumbatan pori-pori, ditambah paparan bakteri atau iritasi, jerawat di area ini lebih mudah mengalami peradangan.

Itulah kenapa jerawat di pipi sering terasa lebih sakit, merah, dan terlihat lebih jelas.


Penyebab Jerawat Meradang di Pipi yang Sering Diabaikan

Beberapa penyebab jerawat meradang di pipi yang sering diabaikan di antaranya:

Kebiasaan memencet jerawat

Ini adalah “biang kerok” yang paling sering terjadi. Saat jerawat dipencet, tekanan yang diberikan bisa mendorong bakteri dan kotoran masuk lebih dalam ke kulit.

Akibatnya? Peradangan makin parah, jerawat membesar, dan risiko bekas hitam atau bopeng meningkat.


Sering menyentuh wajah tanpa sadar

Tanpa disadari, kita sering memegang pipi, entah saat berpikir, menopang dagu, atau sekadar menyentuh wajah.

Padahal, tangan kita membawa banyak bakteri dari berbagai permukaan. Ketika berpindah ke wajah, bakteri ini bisa memperparah jerawat yang sudah ada.


Sarung bantal jarang diganti

Sarung bantal menyerap minyak, keringat, dan sisa skincare setiap malam. Jika jarang diganti, ini bisa menjadi “sarang” bakteri.

Saat pipi terus bersentuhan dengan permukaan yang kotor, jerawat lebih mudah meradang dan sulit sembuh.


Handphone yang kotor

Layar handphone sering menempel langsung ke pipi, terutama saat menelepon. Sayangnya, benda ini jarang dibersihkan.

Kombinasi debu, minyak, dan bakteri pada handphone bisa berpindah ke kulit dan memicu jerawat semakin parah.


Skincare yang Tidak Cocok atau Terlalu Keras

Tidak semua produk cocok untuk semua jenis kulit. Penggunaan skincare yang terlalu keras, misalnya eksfoliasi berlebihan, justru bisa merusak skin barrier.

Ketika lapisan pelindung kulit terganggu, kulit menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami peradangan.


Produksi minyak berlebih

Kulit yang memproduksi minyak berlebih lebih rentan mengalami penyumbatan pori-pori. Ketika pori tersumbat oleh sebum dan sel kulit mati, bakteri penyebab jerawat mudah berkembang.

Inilah yang memicu munculnya jerawat meradang di pipi.


Perubahan hormon dan stres

Hormon yang tidak stabil, misalnya saat menstruasi atau stres, dapat meningkatkan produksi minyak di kulit.

Stres juga memicu hormon kortisol yang memperburuk kondisi kulit, sehingga jerawat menjadi lebih mudah meradang.


Pola makan dan gaya hidup

Makanan tinggi gula, gorengan, atau produk tertentu bisa memicu peradangan pada sebagian orang. Ditambah dengan kurang tidur, kondisi kulit semakin tidak stabil.

Meski efeknya berbeda pada tiap orang, faktor ini tetap penting untuk diperhatikan.


Baca juga : Fenomena Ngidam saat Haid, Normal atau Tanda Masalah Kesehatan?


Tanda Jerawat Sudah Meradang (Jangan Dipencet!)

Sobat Dy penting untuk mengenali tanda-tanda jerawat meradang sehingga jerawat tidak semakin parah, :di antaranya:

Warna merah terang

- Terasa nyeri saat disentuh

- Bengkak

-Kadang berisi nanah


Jika sudah seperti ini, memencet jerawat hanya akan memperburuk kondisi.


Cara Mengatasi Jerawat Meradang di Pipi (Tanpa Dipencet)

Daripada dipencet, coba lakukan langkah yang lebih aman berikut ini:

Kompres dingin

Kompres dengan air dingin dapat membantu meredakan kemerahan dan pembengkakan.


Gunakan skincare yang lembut

Pilih produk yang menenangkan kulit dan tidak mengiritasi. Hindari penggunaan bahan aktif berlebihan dalam satu waktu.


Gunakan bahan aktif secukupnya

Bahan seperti salicylic acid atau benzoyl peroxide bisa membantu, tapi gunakan sesuai kebutuhan dan kondisi kulit.


Jaga kebersihan wajah dan sekitar

Pastikan wajah bersih, serta benda yang sering menyentuh pipi juga higienis.


Konsultasi jika parah

Jika jerawat tidak kunjung membaik atau semakin banyak, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit.


Cara Mencegah Jerawat Pipi Makin Parah

Mencegah selalu lebih mudah daripada mengobati. Beberapa kebiasaan sederhana ini bisa membantu:

- Ganti sarung bantal secara rutin

- Bersihkan handphone secara berkala

- Hindari menyentuh wajah terlalu sering

- Gunakan skincare sesuai jenis kulit

- Tidur cukup dan kelola stres


Baca juga : Diet Karnivora Salah Satu Jenis Diet yang Cepat Menurunkan Berat Badan


Tahan Diri Sekarang, Selamatkan Kulit Nanti

Memencet jerawat memang terasa seperti solusi cepat. Tapi efek jangka panjangnya justru bisa membuat kondisi kulit semakin buruk.

Sering kali, penyebab jerawat meradang di pipi bukan hal besar, melainkan kebiasaan kecil yang terus diulang setiap hari dan tanpa disadari.

Mulai sekarang, yuk coba lebih peka dengan kebiasaan tersebut. Karena dengan perubahan sederhana, Sobat Dy dapat membantu kulit tetap sehat dan bebas dari peradangan.

Dan yang paling penting, lain kali ketika melihat jerawat di pipi, ingat satu hal Stop Pencet! Alihkan perhatian sehingga keinginan memencet jerawat dapat dihindari

19 komentar

  1. aku gak dipencet tapi kalo didemin emang agak lama kempesnya ya :') jadi bingung

    BalasHapus
  2. Saya ketika memasuki masa remaja di repotkan dengan serangan jerawat di wajah, mungkin karena jenis kulitnya memang yang rentan terkena jerawat. sampe sudah menggunakan obat jerawat dan facial scrub yang di tahun 90an ini termasuk barang mahal tetap saja jerawat menyerang.
    emang bener kalo lagi iseng jerawat emang gemesin buat di pencet, kayaknya ada satisfyng tersendiri, dan hasilnya... wajah jadi tidak mulus, masih mulusan jalan provinsi.

    BalasHapus
  3. Dulu pas di masa remaja, saya pernah ngalamin breakout jerawat juga. Rasanya insecure banget, sampe gak berani ngeliat muka sendiri di kaca, heuheuheu. Dan emang bener si, salah satu penyebabnya ya karena saya tuh demen banget mencetin jerawat. Padahal itu tuh bisa bikin penyebarannya makin menjadi-jadi, heuheu.

    Alhamdulillahnya sekarang mah udah mendingan ya. Di muka udah jarang ada jerawat.
    Paling di punggung aja nih, ada baeee

    BalasHapus
  4. Berasa disindir dengan tulisan ini karena sekarang di pipi saya sedang ada jerawat besar yang memerah dan memang betul saya suka memegang tanpa sengaja pipi ini dan kalau lagi itu suka pencet-pencet dan kalau soal handphone saya tidak tahu kalau memang handphone kotor bisa membuat jerawat makin parah Baiklah Mari kita rawat wajah ini dengan baik dan benar

    BalasHapus
  5. Ini nie yang susah mbaaa hehe soalnya kalo dhliat jerawat tu pengennya mencet biar nie jerawat bisa segera kempes dh kulit balik rata lagi haha...tapi sekarang aku ada cara sie seseuai apa yg mba bilang tadi aku kasih zat aktif kadang retinol juga membantu di aku jerawat jadi cepet mateng dan kempesnya jdi ni tangan gak gatel2 lagi buat mencetin hehe

    BalasHapus
  6. Jerawat di pipi ini walau hanya sebiji bis jadi masalah besar, soalnya biasa menurunkan rasa percaya diri. Apalagi pas remaja. Malu kalau ketemu gebetan hehehe. Apalagi sekarang sudah ada hape, jadi kebersihan layar hape juga harus dijaga. Dan godaan terbesar adalah memencet jerawat. Padahal bisa meninggalkan bekas

    BalasHapus
  7. Kalau saya memang tidak berani mencet jerawat, karena pasti meninggalkan bekas hitam, di wajah. Dan saya mulai jerawatan malah ketika usia masuk angka 30an, padahal pinginnya wajah bebas jerawat, biarlah seperti langit tanpa bintang he...he...Tapi ternyata kebian juga akhirnya. Biasanya kalau jerawatan saya olesi madu, sama dikompres makai mentimun jadi tidak terlalu meradang dan cepat kempes.

    BalasHapus
  8. Masker wajah juga pengaruh mbak. Apalagi kalau nggak ganti masker selama seharian, beuh, sukses deh bikin wajah bertabur yang tak diinginkan ini

    BalasHapus
  9. Kabar buruknya, aku banget ini suka mencet jerawat pas udah mau meletus. Emang kebiasaan buruk sekali, bahkan sangat tidak di perbolehkan ya.

    Oke, setelah baca detail artikel ini, aku akan berjuang buat tidak tergoda memencet jerawat lagi. Lebih baik tahan diri dari memencet jerawat supaya tidak kena dampak buruk jangka panjang.

    BalasHapus
  10. Aku hampir nggak pernah jerawatan di pipi mbak. Yang sering malah di dahi, dagu, telinga sama kulit kepala. Aneh banget deh tempat munculnya hahahaha...

    Jerawatnya tuh kecil aja sih. Tapi rasanya nggak nyaman.

    BalasHapus
  11. Kalau saya suka kadang timbul jerawat itu kalau lupa membersihkan muka saat pulang dari bepergian. Sudah deh kalau lupa tuh misal langsung tidur karena cape, pasti deh besoknya timbul jerawat di muka. Kadang jerawatnya sakit dan membesar bahkan meradang tapi kadang perlahan kempes sendiri. Duuh memang yaa membersihkan muka itu benar-benar penting agar mencegah jerawat datang menghampiri muka kita. Dan pastikan apapun yanng menempel ke wajah dalam kondisi bersih, seperti handphone dan lainnya.

    BalasHapus
  12. Gimana ya? Kayak nggak enak gitu lho kalau nggak mencet jerawat yang di pipi. Meskipun sadar betul kalau mencetin jerawat, selain bikin jerawatnya meradang juga meninggalkan bekas.

    BalasHapus
  13. Ah ini masalah anak remajaku, sampai tiap hari emaknya ngingetin biar nggak naruh jari di wajahnya yang berjerawat hiks. Ntar keknya kalau selesai urusan kenaikan kelas aku bawa ke klinik beauty deh, biar "dipermak" wajahnya hehe.
    Setuju banget nggak bisa kalau dipencet2 gitu, trus penggunaan skincare juga kudu diperhatikan, supaya tidak makin memperparah kondisi radangnya yaa.

    BalasHapus
  14. Jadi ingat aku waktu remaja dulu pernah juga mencet dan ngelopekin jerawat dan akhirnya dia malah tambah besar dan lama hilangnya. Akhirnya waktu itu dia ada bekasnya deh dan lumayan lama hilangnya.

    BalasHapus
  15. Dulu sering bgt tuh pencetin jerawat. Berharap bs meletus dan jerawat hilang. Eh malah mkn banyak dan bikin wajah memerah.

    Mana dulu aku tuh gampang terpengaruh lagi ama iklan. Ada skincare bgs dikit,lgsg beli. Apalagi kalo ada promo. Sampe numpuk tuh ga kepake Skincare-nya. FOMO kali yak.

    BalasHapus
  16. Nah nah kanan gatel banget kalau gak pocel-pocel jerawat padahal hal ini bisa berdampak buruk dan semakin infeksi yaa.. tangan sih perlu diikat 😭😭

    BalasHapus
  17. Mencet jerawat? No no no ya. Hahah, iya, pasti selain bikin radang bisa meninggalkan bekas di kulit. Better segera diobati dan menahan diri untuk tidak dipencet

    BalasHapus
  18. Ya Allah dulu sebelum tau kalau jerawat itu sebaiknya jangan dipencet, aku lumayan hobi mencetin jerawat sih, huhuhu. Ya walhasil bener jadi meradang deh. Aku sampai pernah akhirnya ya bener, konsultasi ke klinik saja untuk diberi perawatan yang sesuai. Alhamdulillah sekarang sudah mulai sadar dan sudah mulai bisa menjaga tangan ini kalau jerawatnya sedang gatal. Soalnya jerawat karena hormon itu yang agak sulit dihindari sih. Kayak kalau mau mens itu udah mulai muncul deh tanda tanda jerawat.

    BalasHapus
  19. aku banget ini, meskipun udah ditahan buat nggak mencet, ehh ujung-ujungnya gemes dan pengen mencetin aja gitu
    tapi liat kondisi jerawatnya juga, kalau masih baru dan sakit, biasanya aku biarin

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih