Kekerasan Pada Anak dan Perempuan yang Terekam Dalam Broken String

Rabu, 25 Februari 2026

Kekerasan Pada Anak dan Perempuan yang Terekam Dalam Broken String

 

Kekerasan pada anak dan perempuan terjadi lebih dari jutaan kasus setiap tahunnya. Bagai gunung es, kasus yang muncul di permukaan hanyalah sebagian kecil, tetapi justru banyak sekali yang tak terdengar dan diketahui. Broken String menghadirkan kisah nyata, sebuah memoar yang menggugah dan membuka mata saya bahwa kisah yang dialami Aurelie nyata.

Jujurly saya baru mengetahui kisah masa muda Aurelie Moeremans yang kelam awal tahun ini, mungkin termasuk terlambat ya. Setelah banyak yang cerita, saya baru mencari tahu tentang kisahnya di sosial media. E-booknya saya ketahui dari story WA tetangga dan akhirnya saya berhasil memperolehnya dari akun IG Aurelie.

Setelah sebelumnya melihat film Rumah Untuk Alie e la kok tidak berselang lama saya menemukan e-book Broken String, sebuah memoar Aurelie tentang kisah masa mudanya yang kelam. Oke perlu menyiapkan mental lagi nih untuk membacanya.

Jujurly saya merinding membacanya, campur aduk rasanya. Demi memenuhi rasa penasaran saya bertahap membacanya. Inhale exhale dulu untuk melanjutkan membaca bab demi babnya. 

Mengapa saya memaksakan diri membacanya karena saya penasaran bagaimana Aurelie yang notabene seorang artis kok bisa mengalami kekerasan. Selain itu saya memiliki dua anak perempuan  dan salah satunya memasuki usia remaja. Mendidik anak remaja perempuan kan juga memerlukan trik khusus kan ya.


Kekerasan Pada Anak dan Perempuan yang Terekam Dalam Broken String

Kekerasan pada anak dan perempuan sering kali tidak datang dengan suara yang keras. Ia hadir pelan, seperi retakan kecil pada kaca yang lama-lama membuatnya pecah. Ada tangis yang tertahan, ada tubuh yang gemetar karena takut, ada hati yang memilih diam karena merasa tidak ada tempat untuk pulang, ada lidah yang kelu karena tidak ada tempat untuk bercerita.

Saya terdiam cukup lama setelah membaca halaman peringatan dan bab pertamanya. Di halaman peringatan, Aurelie pun menuliskan bahwa "Keselamatan dan ketenanganmu jauh lebih penting daripada menuntaskan satu bab". Baiklah saya pun membacanya perlahan dan tidak memaksakan diri.

Saat membacanya, saya seperti menelusuri lorong sunyi, lorong tempat luka disimpan rapi dan trauma tumbuh dalam diam. Ini bukan hanya sebuah kisah, tetapi potert nyata tentang bagaimana kekerasan bisa merenggut rasa aman, kepercayaan, bahkan masa depan seorang anak dan perempuan. Broken String membuat saya sadar, bahwa di balik senyuman yang tampak biasa, bisa jadi ada suara yang sedang berusaha bertahan agar tidak benar-benar patah.

Jujurly saya tidak mengenal sosok Aurelie Moeremans, secara saya bukan penggemar sinetron. Mungkin saya pernah melihatnya sesekali di layar kaca. Sehingga saya tidak mengetahui kisahnya yang katanya waktu itu diberitakan menikah muda dengan seorang laki-laki yang usianya hampir dua kali lipat usia Aurelie.

Setelah mendengar kisah Aurelie dan di antara waktu membaca bukunya, saya mencari informasi siapa sosok Aurelie. Saya tidak menghakimi siapapun karena saya bukan seorang hakim. Saya hanya ingin mengetahui bagaimana kekerasan itu terjadi dan mengapa berlangsung cukup lama, tanpa bisa berbuat apapun, tidak adakah yang bisa berbuat apapun untuk menyelamatkannya?


Spesifikasi Buku

Spesifikasi buku ini tidak banyak data yang bisa diperoleh, karena buku ini terbit tanpa melalui penerbit. Aurelie Moeremans, penulisnya menulis menggunakan reedsy,com sebuah situs yang menyediakan sarana untuk membuat buku sesuai keinginan. Tentu saja dalam format buku digital.

Sobat Dy juga dapat membuatnya sendiri menggunakan website atau aplikasi yang banyak ditawarkan saat ini. Selain reedsy,com, Sobat Dy juga dapat membuat buku sendiri menggunakan flipbook.

E-book ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris. Demi memenuhi permintaan penggemarnya untuk menerbitkannya dalam bahasa Indonesia, maka Aurelie begadang beberapa hari untuk menerjemahkannya ke bahasa Indonesia.

Saat ini bukunya sedang dicetak dalam bentuk fisik melalui penerbit. Sobat Dy dapat memesannya juga karena saat ini sedang dibuka pemesanan bukunya. Coba saja untuk meluncur ke Instagramnya.


Aurelie Moremans Broken String



Broken String, Kepingan Masa Muda Yang Patah

Cerita dimulai dengan masa kecil Aurelie saat masih tinggal di Belgia, kemudian proses perjalanannya menjadi artis di Indonesia yang dimulai sejak usia belia, sekitar 15 tahun. Aurelie muda yang berbakat melalui proses audisi hingga mengerjakan pekerjaannya seusia kontrak, karena masih di bawah umur maka semua perjanjian dan transfer poenghasilan dilakukan oleh ibunya yang merupakan orang asli Indonesia. Yup, Aurelie merupakan peranakan Belgia-Indonesia.

Singkat cerita Aurelia bertemu dengan Bobby yang merupakan seorang artis juga dengan usia yang terpaut jauh. Uniknya Bobby dapat menarik simpati ibu dan adik Aurelie, sekaligus membuat Aurelia merasa dicintai dan sangat berharga bagi Bobby. Bobby dan Aurelie pun menjalin hubungan layaknya seorang kekasih.

Namun, Bobby menginginkan lebih, dia ingin Aurelie membuktikan bahwa Aurelie benar mencintainya hingga Aurelie rela memberikan fotonya tanpa busana, sebetulnya tidak rela dan dilakukan dengan kondisi tertekan pada Bobby. Kalimat tipu daya Bobby berhasil membuat Aurelie tunduk patuh atas semua perintah Bobby. 

Tak cukup sampai di situ, mahkota Aurelie yang berusaha dijaganya hingga dia menikah kelak pun berhasil direnggut Bobby dan hal itu dilakukan di apartemen keluarga Aurelie. Apakah Aurelia dapat menceritakan semua hal yang dilakukan Bobby padanya kepada ibunya, sebagai orang terdekat?

Sayangnya tidak, dan hubungan Aurelia dengan ibunya semakin jauh. Bobby berhasil membuat hubungan ibu dan anak itu semakin rengang dari ke hari dengan dalih orang tua Aurelie mengeksploitasi Aurelie untuk mencari uang.

Gelagat yang tidak baik itu sebetulnya tertangkap oleh ayah Aurelie. Insting seorang ayah cukup kuat dan mengajak Bobby bicara lebih akrab, tetapi sayangnya kondisi berbalik hingga Bobby dapat membuat Aurelia lapor ke petugas bahwa dia dieksploitasi orang tuanya. 

Bobby pun dengan segala upaya membuat Aurelie menikah dengannya secara agama Katolik. Pernikahan itupun terjadi dan tentu saja tanpa ijin dan meminta restu kedua orangtua Aurelie. Pernikahan palsu bak sinetron pun berlangsung.

Ibu Aurelia akhirnya mengetahui pernikahan tersebut, karena marah bukannya dia merangkul Aurelie dia justru mengusirnya dari apartemen. Hal ini membuat Aurelie semakin terpuruk. Episode penderitaan Aurelie pun dimulai dan semakin parah saat dia tinggal di rumah keluarga Bobby.

Setelah kondisi ibu Aurelie tenang, mereka berdua ,menjalin hubungan kembali. Walapun jarang bertemu. Ibunya pun menggali informasi bagaimana Bobby bisa menikah dnegan Aurelie padahal dia sibuk syuting. Dan akhirnya ibunya mencari informasi pada Pastor yang menikahkan anaknya dengan lelaki yang dibencinya dan mendapatkan informasi bahwa pernikahan tersebut tidak sah. Ada beberapa persyaratan yang tidak dilakukan, salah satunya Kanonik, saya kurang paham tentang hal ini, tetapi proses Kanonik ini diceritakan dalam satu bab khusus.   

Aurelie pun akhirnya bisa keluar dari rumah Bobby setelah mengetahui bahwa pernikahannya tidak sah. Sebagai informasi dalam agama Katolik tidak ada perceraian dan jika sudah disatukan dalam pernikahan, pasangan tersebut tidak terpisahkan. Tentu saja Aurelie merasa lega bisa terbebas dari Bobby

Namun, apakah trauma yang muncul setlah luka yang ditimbulkan Bobby dapat sembuh dengan mudah? Tentu saja tidak. Aurelie membutuhkan waktu yang cukup lama hingga memerlukan bantuan ahli untuk pulih. Salah satu prosesnya dengan menulis hingga dia merasa lega. Sehingga hadirlah buku digital Broken String ini. Sebuah cerita yang menyakitkan agar dapat menjadi pelajaran bagi yang lain, bahwa luka yang ditimbulkan bisa dilakukan dengan halus dan tanpa suara.


Insight Broken String

Kekerasan tidak selalu terjadi dengan suara yang bergemuruh atau tampak nyata di depan mata. Namun, juga dapat terjadi tanpa suara dan tak nampak seperti yang dialami Aurelie. Layaknya dampak kekerasan yang selama ini telah terjadi, kekerasan pada anak dan perempuan pun menimbulkan dampak trauma jangka panjang. Diperlukan bantuan ahli untuk sembuh dan bangkit.

Namun, sayangnya hal ini tidak mudah. Beberapa orang malah menutupi bahkan menyangkal kekerasan yang telah dialaminya. Broken String membuka mata bahwa setiap orang berhak untuk sembuh dan bahagia. DIperlukan support system untuk keluar dan bangkit dari keterpurukkan serta sembuh dan bahagia,


Penutup

Broken String bukan sekedar cerita tentang masa lalu yang kelam, tetapi juga pengingat bahwa kekerasan pada anak dan perempuan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Bahkan pada mereka yang terlihat 'baik-baik saja'. Kisah Aurelie mengajarkan bahwa luka yang tak nampak tetaplah nyata dan membutuhkan waktu, keberanian serta dukungan untuk pulih.

Sebagai orang tua, membaca kisah ini seolah mengingatkan saya bahwa anak-anak tidak hanya membutuhkan kasih sayang, tetapi juga ruang aman untuk bercerita tanpa takut dihakimi. Mungkin saja sebuah pelukan serta kalimat "cerita yuk ke ibu' adalah suatu hal yang dapat menyelamatkan mereka dari luka yang lebih dalam.

Semoga tidak ada lagi suara yang patah sendirian. Semoga kita dapat menjadi orang tua, teman atau lingkungan yang lebih peka dan hadir. Tempat dimana tidak ada lagi cerita yang harus disimpan sendirian.

Apakah Sobat Dy sudah membaca ceritanya?  Bagaimana perasaan Sobat Dy setelah membacanya? Yuk cerita di kolom komentar

21 komentar

  1. Ngeriii banget Grooming sekaligus KDRT.

    yg makin ironis, justru pelakunya dikasih panggung ama netyjen.

    Kalimat "YANG WARAS YAA..." itu kan populer bgt dari quote wawancara si pelaku.

    BalasHapus
  2. Dari cerita aurelie ini banyak belajar, salah satunya bahwa hubungan orangtua dengan anak itu harusnya bisa terjalin dengan baik. Memang, ada batas-batas norma atau adab yang perlu jadi pembatas, namun perkara komunikasi dua arah, itu wajib tetap dilakukan. Jangan sampai yang terjadi justru anak kita terjerumus akan hal negatif, lalu bingung mau bercerita ke siapa. menganggap orang tua sebagai seseorang yang 'mustahil mengerti' dan akhirnya urung berkomunikasi.
    yah balik lagi, bounding sama anak memang kudu diperkuat lagi. Adakalanya kita kudu pake parenting VOC. Tapi satu waktu, tentu kita pun butuh pendekaan yang lebih pelan dan perlahan. Pokoknya, jaga hubungan.

    Satu tambah satu sama dengan dua
    Sbelas kali sbelas sratus dua satu
    Kali ini bukan pantun ya. Cuma ngingetin dialognya Roby aja wkwkwk

    BalasHapus
  3. Aku sudah membacanya mbaa dan rasanya aku gak sanggup kalo harus mengulang membacanya...beberapa hal yang tampaknya mengerikan malah terjadi di lingkungan sendiri, seorang anak yang sebenarnya dekat dengan kedua orang tua akhirny harus menjauh karena kehadiran laki2 lain dalam hidupnya..kayak gak habis pikir kok bisa tapi hal tersebut bener2 terjadi...hubungan yang hangat antara orang tua dan anak benar2 dibutuhkan untuk saat ini

    BalasHapus
  4. Daku sendiri nggak membaca buku yang Kak, agak ngeri sebenernya. Tapi dapat info dari yang udah pada baca dan dapat ringkasan tentang isinya juga. Harapan daku, semoga buku ini bisa menumbuhkan rasa biar jaga diri baik si remaja/anak juga orang tuanya

    BalasHapus
  5. Aku pribadi belum berani baca buku Broken String ini. Meski versi digitalnya bisa kita dapatkan secara gratis. khawtir berpengaruh ke mental aku tuh.

    Kasihan sih sama Aurelie remaja. Mana pas viral-viralnya ebook ini tuh, bukan cuma Aurelie yang jadi sasaran bacotan mantan suami nggak sahnya Aurelie kan.

    Beruntung sekarang dia sudah dilimpahi kebahagiaan. Sudah melahirkan juga ya. Anaknya lucu banget.

    BalasHapus
  6. Nah kaget juga ya pas kasus ini meledak. Terima kasih buat Aurelie yang speak up, bahkan menulis, padahal keknya menulis tentang trauma kek gitu pastinya nggak mudah, tapi dia berusaha keras, lho.
    Jujur aku tu sebenarnya jengkel dengan ortu Aurelie, terutama emaknya, tapi yaa gimana2 sebagai nitijen juga nggak paham latar belakang keluarganya kek gitu.
    Aurelienya juga keknya sudah memaafkan semuanya, berdamai dengan masa lalunya, apalagi pada akhirnya ketemu laki2 dan keluarga yang bisa menerimanya sebagai manusia seutuhnya.
    Tapi ini sebagai pengingat buat para ortu khususnya yang memiliki anak remaja, baik cewek maupun cowok, supaya berhati2 untuk tidak terjebak romansa dengan om2/ tante2 yang usianya jauh. Kalau anak udah dewasa mungkin lain cerita ya.
    Tugas ortu nih mengisi tangki cinta anaknya sampai full.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jujur aku belum berani baca buku Broken String, hingga saat ini. Tetapi aku menangkap banyak poin-poin bermanfaat melalui tulisan mba yang sangat detail.

      Aurelie adalah salah satu anak muda perempuan yang harus melalui masa remajanya dengan penuh trauma yang menakutkan. Sosok Boby ini menyeramkan seperti iblis tanpa ampun. Eksploitasi dengan dalih suka sama suka, duh ngeri banget.

      Menjadi pembelajaran berharga buat para ortu dan calon ortu sekali ini sih ya. Supaya menjalin kedekatan sama anak, sehingga anak percaya buat bercerita apapun dan terhindar dari monster mengerikan yang datang sok manis tetapi menghancurkan.

      Hapus
  7. saya juga ikut merinding membacanya. Kisah Aurelie di Broken String ini benar-benar jadi pengingat keras bagi kita, terutama sesama orang tua dengan anak perempuan, bahwa kekerasan itu sering kali halus dan manipulatif.
    Salut buat Kakak yang berani menuntaskan bacaan ini meski harus "inhale exhale" berkali-kali. Benar kata Kakak, ruang aman dan komunikasi tanpa menghakimi itu kunci.

    BalasHapus
  8. waktu booming aku sempet bca review sedikit orng2 pada download e book nya di instagram nya versi english pas clik memng bussy alias gakk bisa download
    children Grooming menakutkan ternyata. Kebyng yah di ngumpulin nyali bikin paragrap yg kitaa baca aja udh udh kerasa trauma nya gitu , ini beliau ngalamin ada yg menyangkal tpi gila aja sih inni mah trauma bener2

    BalasHapus
  9. Aku belum pernah baca bukunya, hanya sempat membaca postingan-postingan yang melintas di berandaku yang bahas isi buku tersebut. Kalau gak salah, si laki yang disebut-sebut itu sempat jadi viral ya ucapan-ucapannya yang dianggap "agak ngawur" trus jadi bahan joke di pergaulan "That simple, yang waras gitu lho" :))

    BalasHapus
  10. Kekerasan pada anak dan perempuan memang isu yang sangat serius dan tidak boleh diabaikan, karena dampaknya bisa merusak masa depan dan psikologis korban dalam jangka panjang.Setuju sekali bahwa kesadaran masyarakat dan keberanian untuk bersuara adalah langkah awal yang krusial untuk memutus rantai kekerasan ini. Lingkungan yang peka dan protektif sangat dibutuhkan agar para korban merasa aman untuk melapor dan mendapatkan perlindungan yang layak. Terima kasih sudah mengangkat topik penting ini untuk meningkatkan kepedulian kita semua.

    BalasHapus
  11. Saya membaca higga tuntas buku Broken String ini di dalam kereta Lodaya jurusan Bandung Yogyakarta. Seperjalanan itu saya tuntaskan membacanya. memang mengerikan tuh tabiat laki-laki durjana banget yaa,,,,KDRT pada perempuan yang notabene adalah istrinya. Tapi, alhamdulillah akhirnya happy ending, dia bisa terlepas dari jeratan laki-laki itu dan akhirnya bisa mendapatkan pendamping hidup yang mencintainya.

    BalasHapus
  12. Saya salut pada Aurelia yang memang berniat sekali untuk membuat buku ini Dan hebatnya lagi dia mendokumentasikannya dengan sangat detail sehingga banyak fakta-fakta yang terungkap dalam buku ini dalam masyarakat kita sehingga ada baiknya ketika orang membaca bisa belajar dan menghindari kekerasan seperti ini. kita bisa belajar untuk bilang tidak kepada kekerasan terutama pada wanita dengan anak-anak dan juga bisa membantu yang lain serta kisah dalam buku ini

    BalasHapus
  13. Wah sempat jg nonton di acara gosip. Emg kasus mbak Aurelie ini sempat rame. Video kekerasannya jg muncul di X. Sadis emg si Bobby ini.

    Bobby ini manfaatin si Aurelie yg msh belia. Msh minim pengalaman dan daya asuh org tua. Psikisnya blm matang. Diiming2in gt sih siapa yg ga mau. Akhirnya perawannya jebol sblm menikah. Duh baca ceritanya di atas jd ikutan sedih bgt.

    Untung aja pernikahannya ga sah ya kak. Jd bs dibatalin. Dan untung orgnya jg gercep meski bnyk masalah muncul. Smg org tua jg mkn perhatian pd anak2nya ya. Jgn sampe kasih sayang ortu ke anak tuh kurang. Gelagat apapun jg hrs ngerti biar kasus kekerasan gni ga berulang kembali.

    BalasHapus
  14. Aku nggak berani baca buku ini mbak. Kayanya terlalu gelap bagiku. Tapi dengar dari cerita orang dan baca ulasan ini sedikit terbayang seperti apa isi bukunya. Ngeri ya. Nauudzubillah min dzalik. Semoga anak-anak keturunan kita dilindungi dari hal-hal buruk semacam ini.

    BalasHapus
  15. Aku sudah download novel ini mbak
    Tapi aku belum baca, takut euy hehe
    Cemen aku klo baca novel tentang kekerasan pada anak. Tapi emang novel ini bagus ya mbak?

    BalasHapus
  16. salut banget sih sama aurelie yang bisa menuliskan pengalaman pahit hidupnya ini dan pasti ada luka dan trauma besar dalam dirinya terkait masa remajanya yang direnggut si bobby. dan untungnya sekarang Aurelie juga sudah hidup bahagia bersama pasangan yang mencintainya setulus hati

    BalasHapus
  17. Aku pribadi gak berani baca langsung. Tapi ya terpapar algoritma sosial media. Jadi baca sedikit dari tayangan clipper..ga kuat aku sih baca yang begitu..cuma bisa berdoa semua membaik dan semua diberi kekuatan atas segala peristiwa yang mengerikan itu

    BalasHapus
  18. Aku baca ceritanya dari link yang dia sebar di IGnya langsung mbak. Bacanya sendiri menghasilkan perasaan yang campur aduk. Antara gemas dengan orangtua Aurelie yang selalu memojokkan anaknya saat ada kesalahan, dan juga sangat marah dengan si pelaku.

    Menurut aku yang membuat Aurelie sulit melepaskan diri saat itu adalah tidak adanya support, terutama dari orang terdekat. Orang yang seharusnya melindungi, malah menjudge sana sini (menurut aku ya). Tapi ini terjadi juga karena mereka gak tau cerita sebenarnya, apalagi sebagai orangtua yang merasa telah mengorbankan diri bolak balik Belgia Indonesia demi karir Aurelie, melihatnya malah sibuk "pacaran", ya bener jadi marah sih. Maksudnya, aku gak membenarkan mereka marah dan menjauhi Aurelie, tapi kondisi saat itu membuat semua hal ini terjadi gitu.

    Untunglah ibunya Aurelie tetap bertindak sebagai ibu, jadi justru dari beliau lah yang mengingatkan dan membawa harapan kembali pada Aurelie untuk bisa lepas dari pelaku.

    Bukunya hadir sekitar 10 tahunan setelah semua selesai. Kayak segitulah waktu pemulihan yang dia butuhkan dari rangkaian kejadian tadi. Aku sangat berharap setelah buku ini terbit massal dalam bentuk cetak, makin banyak orangtua yang belajar untuk bisa mendengarkan sepenuhnya cerita anak, baik hal yang penting, maupun hal yang remeh sekalipun. Harapannya hal tersebut bisa menjauhkan anak-anak perempuan mereka jadi korban kekerasan seksual seperti yang terjadi pada Aurelie ini.

    BalasHapus
  19. Aku sangat penasaran dengan buku ini. Apalagi saat mahasiswaku yang masih semester satu baca. Semakin penasaran. Jadinya aku Googling untuk cari e-booknya. Dan... wah mencenengangkan sekali. Kekerasan seksual pada anak seringkali karena orang tua memberi peluang.

    BalasHapus
  20. Aku sudah baca buku ini. Melaluinya, aku jadi tahu apa yang sebenarnya terjadi pada pernikahan Aurelie. Soalnya dulu pernah mengikuti kasusnya, terus tiba-tiba ada kabar pembatalan pernikahan. Kan bingung, ya. Ternyata pernikahannya memang tidak sah.

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.

Terima kasih