Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perjuangan Ingin Kurus Dalam Novel Belok Kiri Langsing

Perjuangan Ingin Kurus Dalam Novel Belok Kiri Langsing


'Diet mulai besok'. Ada yang samaan atau mungkin pernah mendengar sahabat atau kerabat yang hendak diet tapi hanya sekedar wacana? Tenang Sobat Dy tak sendiri kok, saya pun begitu, hehehe.

Maksud hati ingin diet, tapi ada aja alasannya yang akhirnya menunda diet. Sebetulnya diet itu tidak hanya untuk menurunkan berat badan tapi lebih mengatur pola makan. Diet akan percuma jika hanya dilakukan sesaat kemudian kembali lagi ke pola makan lama. Kalau ini yang terjadi berat badan akan naik lagi dan justru akan lebih banyak naiknya dibandingkan turunnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Gendis Utami, tokoh utama di novel metropop yang kali ini saya baca. Sobat Dy yang telah membaca artikel saya sebelumnya pasti tahu mengapa saya suka membaca metropop.

Novel karya Achi TM kali ini berjudul "Belok Kiri Langsing". Judul dan covernya sudah menggambarkan ini pasti bercerita tentang orang yang kegemukan kemudian diet. Bisa disimpulkan seperti itu sih.

Novel yang ringan dan relate dengan keseharian kita ini ternyata ada sepenggal pengalaman pribadi penulisnya. Hal ini dapat diketahui pada bagian 'Ucapan Terima Kasih'. Achi berhasil menurunkan berat badannya yang semula 102 kg menjadi 79 kg dalam waktu 6 bulan.

Bagaimana dengan Gendis, mengapa dia ingin menurunkan berat badannya yang mencapai 110 kg? Simak hingga akhir artikel ya! Saya juga akan bercerita tentang bagaimana perjuangan ingin kurus yang dilakukan Gendis. Trust me deh, kalau hanya alasan yang bukan berdasarkan keinginan diri sendiri yang kuat, usaha apapun tidak akan berhasil untuk menurunkan berat badan.


Spesifikasi Novel Belok Kiri Langsing

Judul novel : Belok Kiri Langsung

Penulis : Achi TM

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit : cetakan pertama,2020. 

Jumlah halaman : 336

ISBN : 978-602-06-4071-6

ISBN : 978-602-06-4072-3 (PDF)

Edisi Digital, 2020


Novel Belok Kiri Langsing karya Achi TM dapat Sobat Dy baca dalam bentuk fisik maupun digital. Di Gramedia Digital seingat saya juga ada. Di aplikasi Ipunas juga ada. Jika Sobat Dy suka dengan aroma buku, koleksinya juga bisa diperoleh di Gramedia, tapi tidak semua Gramedia. Apapun bentuk bukunya, pastikan baca versi aslinya ya.

Ditemani minuman dan snack favorit pastinya lebih menyenangkan, bukan asal jangan berubah haluan jadi ngemil aja, nanti jadinya belok kanan langsung nih hehehe.


Perjuangan Ingin Kurus dalam Novel Belok Kiri Langsing  

Dari judul buku dan covernya saja sudah tergambarkan kalau buku ini akan bercerita tentang proses seseorang untuk menjadi langsing, terlepas perjuangan ingin kurus yang dilakukannnya demi apa atau untuk apa.

Banyak faktor yang membuat seseorang untuk menurunkan berat badan, entah ingin menjadi model, ingin menyenangkan hati seseorang atau faktor kesehatan yang mengharuskannya menurunkan berat badan.

Jujurly menurunkan  berat badan bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika dilakukan tanpa panduan hanya sekedar mengurangi asupan makanan yang masuk dan dilakukan mendadak dalam jumlah besar. Sama halnya dengan proses bertambahnya berat badan bukan, pelan-pelan dia akan bertambah karena asupan makan yang masuk juga bertambah secara bertahap. Iya apa iya?

Kembali ke kisah Gendis Utami, tokoh utama novel ini. Dia kerap dipanggil Gendut selain karena akronim namanya, juga karena bentuk badannya yang menggendut selama 5 tahun terakhir. 

Diceritakan  5 tahun sebelumnya, tahun 2013 Gendis yang cantik dan ramping semampai berhasil menjuarai Fun Run yang diselenggarakan kantornya. Menjadi juara satu merupakan usahanya untuk merebut hati Herman, salah satu rekan kerjanya yang berhasil mencuri hatinya.

Layaknya pasangan yang sedang dimabuk asmara, kemana-mana mereka berdua. Gendis merasa nyaman dengan Herman begitu pula sebaliknya. Entah karena terlalu nyaman atau faktor lain, Gendis yang semula beratnya 60 kilo berkembang hingga beratnya 99 kg dengan tinggi 167 cm.

Awalnya bentuk tubuh Gendis yang semakin melebar tak menjadi masalah bagi Herman yang tetap dengan bentuk badannya semula. Tak terasa hubungan mereka sudah berlangsung 5 tahun, tetapi Gendis tak berani menanyakan kelelanjutan hubungannya. Herman selalu mengalihkna perhatian dan tidak mau membahasnya lebih lanjut.

Namun, suatu hari Herman mengajak Gendis untuk sharing menabung rumah. Pucuk dicinta ulam pun tiba, Gendis berpikir Herman akan melamarnya. Namun, Gendis harus memupus harapannya, tak berselang lama dari pembayaran DP rumah, Herman justru memutuskan hubungan dengan Gendis. 

Herman berdalih tidak sanggup melanjutkan hubungannya dengan Gendis. Dia ngeri melihat cara Gendis makan, harga baju jumbo lebih mahal dibandingkan serta penyakit yang nanti mungkin muncul karena pola makan Gendis yang ngawur.

Singkat cerita, Herman ternyata selingkuh dengan Yulia, seseorang yang mengaku sahabat Gendis dan menikah tak lebih dari sebulan setelah Herman dan Gendis putus. Yulia tahu betul kalau Gendis suka makan dan terus mencekoki Gendis dengan makanan agar semakin gendut, karena dia tahu Herman tidak suka dengan perempuan gendut. Ckckck musuh dalam selimut nih.

Singkat cerita Gendis stres marah dan melampiaskannya pada makanan. Dalam waktu tak lebih dari sebulan berat badannya terus bergeser ke kanan hingga 110 kg. Kolesterol, darah tinggi, vertigo bergantian menghampirinya hingga dia pernah dirawat di klinik karena vertigo.

Saat dia berada di titik nadir, Gendis bertemu dengan seorang pria tampan, Dimas, pemilik resto cepat saji Geprek Couple. Dia mengucapkan terima kasih karena berkat Gendis, pria tersebut tidak jadi menutup Geprek Couple.

Dan Dimas juga minta maaf karena rasa marahnya akibat bullying Gendis saat mengikuti Fun Run 5 tahun silam, menjadikan foto Gendis sebagai sasaran tinjung yang dipasang di samsak. Walaupun sering mendapatkan makian karena tubuhnya yang gendut, tapi kata-kata Gendis yang paling membekas dan menyakitinya. 

Saat itu Dimas mengikuti Fun Run karena diminta orang tuanya. Badannya yang cukup besar membuatnya terengah-engah dan memilih menggunakan ojek online yang mengantarnya ke area food court. Lokasi di dekat garis finish Fun Run.

Singkat cerita, karena rasa bersalah dan sebagai ucapan terima kasih Dimas menawarkan dirinya menjadi personal trainer berdasarkan pengalaman pribadi yang berhasil menurunkan berat badannya, memberikan paket kelas yoga milik sepupunya yang dulu juga obesitas. 

Tak hanya itu, Dimas juga meminta Elsa, teman kerja Gendis untuk mengawasi makan siang Gendis, mengirimkan katering makanan sehat hingga membelikan perlengkapan workout yang harganya hingga lebih dari sepuluh juta.

Hmm, wajar enggak sih apa yang dilakukan Dimas pada Gendis? Apa iya untuk membayar rasa bersalah dan ucapan terima kasih, Dimas sampai bertingkah seperti itu. Siapakah Dimas ini sebenarnya?

Dimas sosok yang to good to be true, ganteng, kaya, sopan, pinter, alim. Enggak pacaran. Jika ada gadis yang disukainya dan hendak dijadikan istri. Dia langsung taaruf ke keluarganya, bahkan gadis tersebut tidak tahu tentang hal ini. Green flag la. Jauh banget jika dibandingkan Herman.

Bagaimana dengan Gendis? Tak dapat dimungkiri Gendis pun sebetulnya menyukai Dimas, tapi dia memupusnya secara Gendis sudah minder banget karena berbadan subur dan kedua dia masih sakit hati dengan Herman. Wajar kan hubungan 5 tahun, berakhir begitu saja, ditinggal nikah pula.

Gendis berada di titik nadir, tawaran Dimas untuk menjadi personal trainer pun diterimanya. Dia mengkhawatirkan kesehatannya dan bagaimana jika nanti saat meninggal keranda tidak cukup untuk mengankutnya. Namun, dia sempat menolak beberapa tawaran Dimas karena merasa tidak enak, tapi dia tetap berolahraga, tentu saja yang low budget, tidak seperti fasilitas yang diberikan Dimas sebelumnya.

Gendis mengatur pola makannya dan berolahraga rutin setiap hari. Pesan Dimas saat menjadi trainernya pun tetap ditaati Gendis. Dan tarraa ... perjuangan Gendis ingin kurus tak sia-sia. Dia berhasil menurunkan berat badannya dan tampak semakin cantik.

Apakah Dimas jatuh hati pada Gendis yang saat ini lebih ramping dan tampak lebih sehat. Penasaran ya? Enggak mau spoiler ah. Yang pasti novel metropop kali ini sedikit berbeda karena ada sentuhan religi, tips diet ala Dimas. 


Tips Diet Ala Dimas

Secara tidak langsung saya juga belajar tips diet ala Dimas yang diberikannya untuk Gendis. Berikut beberapa tipsnya :

Hirup aroma makanannya saja

"Salah satu kunci untuk bisa sukses diet hingga turun 20 kg adalah mengubah mindset. Setiap kamu mau makan sesuatu di waktu yang tidak tepat, seperti malam hari, kamu cukup pikirkan bahwa kamu pernah makan itu dan kamu sudah tahu rasanya. Hirup aromanya, nikmati, puaskan, dan jangan dilawan. Setelahnya ingat bahwa kamu pernah memakannya, Rasanya pasti sama." - Halaman 176

Hal ini dilakukan Dimas saat mengantri Sate Padang di event kuliner. Jujurly saya pun kesentil dan akhirnya mencoba triknya ini, secara saya doyan makan apa saja, tak heran kan jika 'Diet Mulai Besok' juga saya lakukan. Terus kapan kurusnya kan. Saya sudah mencobanya dua minggu ini dan berhasil. Setidaknya mengerem saya untuk tidak makan terus menerus. Semoga konsisten.


Berhenti gorengan dan tepung

Gorengan dan tepung hanya akan membuat gemuk karena keduanya mengandung kalori yang tinggi, rendah nutrisi sekaligus memicu cepat lapar. Dimas pun berjalan kaki sejauh dua kilo setelah mengonsumsi mie ayam. 

"Kalau habis makan banyak tepung, nakar kalorinya dengan jalan kaki." halaman 236.


Perbanyak buah, sayur dan air

Dimas kerap membawa salad sayur yang dimasaknay sendiri, kemudian dibaikan pada teman komunitas workoutnya. Salad sayur ditambah protein dari putih telur. Selain itu Dimas juga menyarankan Gendis untuk makan satu buah pepaya setiap pagi. Pepaya berfungsi sebagai detoks, tidak heran jika setelah mengonsumsinya Gendis buang air besar beberapa kali. 

Konsumsi air yang banyak juga memperlancar metabolisme tubuh, secara sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air.


Olahraga

"Kematian sudah ditentukan Allah. Namun, Allah menugaskan kita untuk menjaga tubuh kita. Olahraga dan menjaga pola makan adalah ikhtiarnya, tawakalnya tetap kepada Allah." halaman 215.

Yup, olahraga dapat mempercepat metabolisme tubuh sekaligus membakar kalori serta menjaga massa otot.


Penutup

Perjuangan ingin kurus yang dilakukan Gendis bukan hanya tentang bergesernya angka di timbangan, tetapi ada perjalanan panjang untuk mengubah pola makan, membiasakan diri berolahraga sekaligus mengubah mindset terhadap makanan dan tubuhnya sendiri. Dibutuhkan konsistensi, kemuan dan tentunya alasan yang kuat  agar diet berhasil yang datangnya dari diri sendiri. 

Novel yang ringan dan banyak hikmah yang bisa dipetik sekaligus direnungkan. Apakah Sobat Dy pernah membaca novel Belok Kiri Langsing? Cerita yuk di kolom komentar



Posting Komentar untuk "Perjuangan Ingin Kurus Dalam Novel Belok Kiri Langsing"