Bukan Sekedar Laptop Kerja, Ini yang Saya Temukan dari ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD)
Hai Sobat Dy, kalau mendengar kata laptop kerja, sebagian besar mungkin akan membayangkan laptop yang digunakan untuk mengetik dokumen, membuat presentasi, menginput data di excel atau mengikuti meeting online, bukan? Tidak lemot dan baterainya tahan lama sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan.
Apakah untuk saat ini masih relevan? Sepertinya kok sudah mengalami berubah cukup banyak ya. Karena saat ini bekerja tidak hanya dilakukan di kantor, tetapi bisa dilakukan dimanapun, selama ada laptop, jaringan internet, pekerjaan bisa diselesaikan dan target tercapai. Apalagi saat ini semakin banyak pekerjaan yang bersinggungan dengan teknologi AI atau kecerdasan buatan.
Semua hal tersebut saya temukan saat menghadiri media gathering ASUS di Hotel Morazen pada tanggal 27 Agustus 2026 lalu. Dalam kesempatan tersebut, ASUS memperkenalkan ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD), laptop kerja yang dirancang untuk kebutuhan profesional hybrid dan pemimpin bisnis skala kecil-menengah.
Menariknya, saya tidak hanya mendengarkan penjelasan mengenai spesifikasinya dan demo dari mas Said Dahda, ASUS Expert Technical PR. Peserta yang hadir juga diberi kesempatan untuk mencoba langsung pada laptop ASUS yang telah disediakan, seperti menjatuhkannya, menginjak, membuka laptop hingga 180 derajat, mengangkat laptop yang diberi beban dumbblle 8 kg, menyiramnya dengan air, scan barcode untuk mengetahui jumlah karbon sekaligus mewawancarai mas Said, pak Muhammad Firman, Head of Corporate Communication dan mbak Vanka.
Dari pengalaman sederhana tersebut, saya justru jadi berpikir bahwa laptop kerja memang tidak cukup hanya dilihat dari seberapa tinggi spesifikasinya. Ada pertimbangan lain yang perlu dipertimbangkan ketika sebuah laptop digunakan setiap hari untuk bekerja.
Laptop Kerja Tidak Hanya Sekedar Mengetik dan Meeting
Dulu mungkin laptop kerja identik dengan pekerjaan administratif. Membuka Microsoft Office, mengirim email, membuat laporan, kemudian melakukan meeting online. Namun, sekarang ceritanya berbeda.
Satu laptop bisa digunakan untuk mengerjakan spreadsheet berukuran besar, mengolah data, membuat presentasi, berkomunikasi dengan klien, melakukan video conference, hingga memanfaatkan berbagai fitur berbasis AI.
Belum lagi mobilitas pekerja yang semakin tinggi. Laptop harus cukup ringan untuk dibawa ke berbagai tempat, tetapi tetap memiliki performa yang mampu mengikuti kebutuhan pekerjaan.
ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) mencoba menjawab kebutuhan tersebut dengan menggabungkan performa, fitur AI, kemampuan kolaborasi, visual, mobilitas, ketahanan, hingga keamanan dalam satu perangkat.
Laptop ini tersedia dengan layar 14 inci dan pilihan panel IPS maupun OLED. Sementara dari sisi performa, tersedia pilihan prosesor hingga AMD Ryzen™ AI 9 HX 470 untuk varian project, sedangkan unit ritel di Indonesia dibekali AMD Ryzen™ AI 7 445 dengan akselerasi neural hingga 50 NPU TOPS.
Jadi, sejak awal ASUS memang menempatkan ExpertBook P5 G2 bukan sekadar sebagai laptop untuk pekerjaan kantor, tetapi sebagai perangkat yang dipersiapkan untuk kebutuhan kerja masa kini dan masa depan.
Ketika AI Mulai Menjadi Bagian Dari Pekerjaan
Kata AI mungkin sudah semakin sering kita dengar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ketika AI mulai dibenamkan langsung ke perangkat kerja, penggunaannya menjadi terasa lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari.
ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) dibekali prosesor AMD Ryzen™ AI yang memiliki NPU khusus untuk menangani berbagai beban kerja berbasis AI. Pada varian tertingginya, AMD Ryzen™ AI 9 HX 470 memiliki 12 core dan 24 thread, dengan kecepatan hingga 5,2 GHz serta kemampuan hingga 55 NPU TOPS. Sementara untuk unit ritel Indonesia tersedia AMD Ryzen™ AI 7 445 dengan hingga 50 NPU TOPS.
Tahukah Sobat Dy apa hal yang menarik bagi saya? Bukan hanya angka tersebut. NPU atau Neural Processing Unit memang terdengar cukup teknis bagi pengguna awam. Tetapi sederhananya, keberadaan akselerasi AI pada laptop membuat perangkat ini dipersiapkan untuk menjalankan berbagai aktivitas yang membutuhkan pemrosesan AI dengan lebih efisien.
Selain prosesor, ASUS juga memberikan keleluasaan untuk meningkatkan kapasitas perangkat. RAM-nya dapat di-upgrade hingga 96GB DDR5 dengan dua slot SO-DIMM, sementara penyimpanannya mendukung dual SSD hingga 3TB melalui dua slot M.2 PCIe 4.0.
Bagi pekerja yang sehari-hari berhadapan dengan banyak file, aplikasi, maupun data, kemampuan upgrade seperti ini tentu menjadi sesuatu yang menarik. Artinya, ketika kebutuhan pekerjaan berkembang, laptop tidak harus langsung diganti. Kapasitas RAM maupun penyimpanan masih dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan. Tinggal upgrade saja, tanpa perlu ganti laptop
AI yang Terasa Dekat Dengan Aktivitas Sehari-hari
Lalu, sebenarnya AI pada ASUS ExpertBook P5 G2 bisa digunakan untuk apa? Di sinilah fitur-fitur yang ditawarkan mulai terasa lebih dekat dengan kehidupan pekerja.
ASUS menghadirkan ASUS MyExpert, sebuah platform AI terpadu yang berfungsi sebagai asisten cerdas. Di dalamnya terdapat fitur penulisan dan email berbasis AI untuk membantu pekerjaan administratif sehari-hari, termasuk perangkuman hasil rapat secara otomatis.
Buat saya, fitur seperti peringkasan meeting cukup relevan dengan kondisi kerja sekarang. Saya tidak perlu lagi tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengingat kembali seluruh pembicaraan dan mengetik ulang catatan. AI dapat membantu merangkum hasil rapat sehingga pekerjaan berikutnya bisa dilakukan dengan lebih efisien. Menarik, bukan?
Sedangkan untuk kebutuhan meeting online, ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) juga dilengkapi AI noise-cancelling yang membantu menyaring suara bising dari lingkungan sekitar. Hal ini cukup membantu, lawan bicara dapat dengan jelas mendengar suara kita.
Ada pula AI camera yang secara otomatis membantu menyesuaikan pencahayaan dan framing saat melakukan video call. Kamera webnya tersedia hingga resolusi 5MP.
Laptop ini juga mendukung Windows Copilot+ PC melalui NPU khusus. Dukungan tersebut memungkinkan berbagai pengalaman berbasis AI, termasuk otomatisasi alur kerja, pencarian dokumen, dan terjemahan bahasa secara real-time.
Jadi, AI di sini bukan hanya sekadar jargon yang ditempelkan pada spesifikasi laptop. Ada upaya untuk menghubungkannya dengan aktivitas yang memang dilakukan pekerja sehari-hari.
Ringan Bukan Berarti Ringkih
Salah satu hal yang langsung menarik perhatian saya ketika melihat ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) adalah bobotnya. Laptop ini memiliki bobot mulai dari 1,27 kg. Cukup ringan bagi seseorang yang sering membawa laptop berpindah-pindah. Selisih bobot beberapa ratus gram saja bisa terasa. Apalagi kalau laptop harus dimasukkan ke dalam tas bersama charger, buku catatan, dan perlengkapan lainnya. Lumayan kan mengurangi beban pundak saat membawanya.
Tetapi ada satu pertanyaan yang muncul. Kalau laptop dibuat ringan, apakah berarti harus lebih hati-hati membawanya?
Saat media gathering, saya justru mendapat kesempatan untuk mencoba sendiri ketahanannya. Laptop diangkat dengan beban sebagai bagian dari pengalaman yang diberikan ASUS, seperti yang saya ceritakan di awal artikel.
Dari situ saya semakin memahami salah satu poin yang ingin ditonjolkan ASUS: ringan bukan berarti harus mengorbankan ketahanan. ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) memenuhi standar ketahanan militer AS MIL-STD-810H yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi seperti benturan, jatuh, dan aktivitas sehari-hari.
Selain ringan dan tangguh, laptop ini juga dibekali baterai hingga 70Wh dengan klaim penggunaan hingga 22,5 jam untuk aplikasi office pada umumnya. Tidak perlu bingung kehabisan baterai, bukan? Kombinasi yang patut dipertimbangkan.
Fitur Kecil yang Ternyata Menarik
Saat gathering saya mencoba hal yang sederhana, tetapi menarik, yaitu membuka layarnya hingga hingga 180 derajat. Mungkin terdengar seperti fitur kecil. Namun, ketika laptop digunakan dalam situasi yang berbeda-beda, fleksibilitas seperti ini ternyata bisa berguna. Misalnya ketika kita sedang berdiskusi dengan rekan kerja dan ingin memperlihatkan tampilan layar kepada orang yang duduk berseberangan.
Selain itu, keyboard-nya menggunakan full-size keyboard dengan key travel 1,5 mm, backlit, serta memiliki ketahanan terhadap tumpahan hingga 66cc. Buat saya yang cukup sering berhadapan dengan laptop dalam waktu lama, kenyamanan mengetik seperti ini juga tidak kalah penting dari spesifikasi tinggi.
Layar dan Kamera Untuk Kebutuhan Kerja
Laptop kerja tidak selalu harus memiliki layar dengan spesifikasi yang "wah". Namun ketika pekerjaan berkaitan dengan visual, presentasi, desain, maupun video conference, kualitas layar tentu menjadi pertimbangan.
ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) menyediakan dua pilihan panel 14 inci dengan rasio 16:10. Pilihan pertama adalah panel IPS dengan resolusi hingga 2,5K atau 2560 x 1600, 100% sRGB, tingkat kecerahan 400 nits, dan refresh rate hingga 144Hz. Sementara pilihan lainnya adalah panel OLED dengan resolusi WUXGA 1920 x 1200, DCI-P3 100%, dan tingkat kecerahan 300 nits.
Pilihan tersebut membuat pengguna dapat menyesuaikan kebutuhan. Bagi mereka yang membutuhkan warna lebih presisi, panel OLED dengan cakupan DCI-P3 100% tentu menarik. Sementara IPS dengan refresh rate 144Hz bisa memberikan pengalaman visual yang lebih responsif.
Kebutuhan meeting online juga mendapat perhatian. ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) menyediakan kamera hingga 5MP dengan sensor inframerah dan webcam shield.Kamera ini juga terintegrasi dengan fitur ASUS AI Camera untuk mendukung pengalaman virtual meeting.
Jadi, ketika laptop digunakan untuk bekerja dari rumah, kantor, maupun tempat lain, kebutuhan untuk tampil dan terdengar jelas selama meeting sudah menjadi bagian dari perangkatnya.
Keamanan Bagian yang Sering Terlupakan Ketika Memilih Laptop
Kalau memilih laptop, saya rasa sebagian besar orang akan langsung melihat prosesor, RAM, storage, kamera, atau baterai. Keamanan biasanya berada di urutan belakang. Betul apa betul?
Padahal untuk laptop kerja, keamanan justru tidak boleh dianggap sepele. Bayangkan berapa banyak dokumen pekerjaan yang tersimpan di dalam laptop. Ada laporan, data perusahaan, dokumen klien, email, hingga berbagai informasi yang sifatnya tidak untuk konsumsi publik.
ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) membawa rangkaian keamanan ASUS ExpertGuardian. Laptop ini mendukung Windows 11 Secured-core PC serta BIOS yang sesuai dengan standar NIST SP 800-155.
ASUS juga menyebutkan adanya komitmen pembaruan firmware selama lima tahun untuk menjaga integritas sistem dalam jangka panjang. Selain itu, tersedia TPM 2.0, sensor sidik jari, serta physical webcam privacy shield. Buat pekerja yang sering menggunakan laptop di ruang kerja bersama atau bepergian membawa perangkat kerja, fitur-fitur keamanan seperti ini memberikan lapisan perlindungan tambahan.
Menariknya lagi, ASUS juga menyediakan port yang cukup lengkap, termasuk USB4 Type-C, USB Type-C, USB Type-A, HDMI 2.1, hingga RJ45 LAN. Kelengkapan port ini membantu pekerja mobile yang membutuhkan konektivitas ke berbagai perangkat.
Siapa yang Cocok Menggunakan ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD)?
Setelah melihat beberapa fitur yang ditawarkan, menurut saya ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) memang lebih cocok dilihat sebagai laptop kerja untuk profesional, bukan sekedar laptop untuk penggunaan ringan sehari-hari.
Laptop yang sesuai untuk pekerja hybrid yang membutuhkan perangkat ringan, tetapi tetap bertenaga. Profesional yang mobile terbantu dari bobotnya, mulai 1,27 kg, baterai hingga 70 Wh, konektivitas Wi-Fi 7, serta pilihan port yang lengkap sehingga tidak perlu membawa dongle kemanapun pergi.
Sementara itu, bagi pekerja yang kerap mengintegrasikan AI dalam aktivitasnya sehari-hari, kehadiran AMD Ryzen AI, ASUS MyExpert, AI Camera, AI noise-cancelling serta dukungan Windows Copilot+ PC menjadi nilai tambah tersendiri.
Bagi Sobat Dy pemilik atau pemilik bisnis skala kecil hingga menengah, aspek keamanan dan kemampuan upgrade juga dapat dipertimbangkan karena perangkat ini dirancang dengan pendekatan kelas bisnis.
Jadi, apakah ASUS ExpertBook P5 G3 (AMD) ini cocok untuk semua orang? Menurut saya tidak harus begitu.
Jika kebutuhan Sobat Dy hanya browsing, sesekali mengetik, menonton video atau pekerjaan ringan lainnya, mungkinberbagai fitur yang ditawarkan laptop ini belum tentu dipakai semuanya.
Namun, ketika laptop menjadi partner utama bekerja terutama pekerjaan dengan mobilitas tinggi, multitasking, meeting online, penggunaan AI, keamanan data dan pemakaian jangka panjang, ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) dapat menjawab mengapa perangkat ini dibuat untuk segmen profesional.
Dari pengalaman saya menghadiri gathering media ASUS bukan hanya angka-angka pada spesifikasinya. Saya melihat langsung bagaimana laptop ini dirancang untuk mengikuti ritme kerja penggunanya. Relatif ringan untuk dibawa bepergian, pilihan port yang variatif hingga ketahanannya saat dijatuhkan dan ketumpahan air.
Tak dapat dimungkiri, laptop kerja tidak hanya sekedar perangkat untuk mengetik dan meeting. Laptop bahkan dapat menjadi alat untuk menyelesaikan pekerjaan, berdiskusi dengan klien, mengolah data, memanfaatkan AI, menyimpan berbagai dokumen penting sekaligus menemani mobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya.
Mungkin pertanyaan "Seberapa cepat laptop ini?" sudah tidak cukup lagi. Lebih tepatnya mungkin "Seberapa cepat laptop ini mengikuti cara saya bekerja?"



Posting Komentar untuk "Bukan Sekedar Laptop Kerja, Ini yang Saya Temukan dari ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD)"
Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.
Terima kasih