Mengungkap Rahasia Masa Lalu Dalam Novel Gadis Kretek
Tak dapat dimungkiri bahwa Indonesia terkenal dengan industri kreteknya yang khas dan melekat dengan budaya Indonesia. Beberapa daerah dikenal sebagai penghasil tembakau pun cengkeh. Tak hanya penduduk lokal yang mengenalnya, gaungnya pun sudah dikenal hingga ke mancanegara.
Kali ini saya tidak akan membahas tentang industri tembakau ini, tetapi ingin mengulas sebuah novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala yang saya pnjam di Ipunas. Novel hampir 300 halaman ini sukses membuat saya larut di dalamnya dan menuntaskan membacanya sekitar satu minggu, padahal saat itu sedang hectic. Namun, auranya menarik untuk segera dituntaskan.
Novel yang kental dengan sejarah ini menggunakan alur maju dan mundur yang menuturkan dengan detail mengapa suatu peristiwa terjadi. Latar belakang waktu yang dipilih pun cukup luas sejak jaman penjajahan Belanda, Jepang, Kemerdekaan, pemberontakan hingga modern. Ceirta 3 generasi, dari kakek hingga cucunya yang telah dewasa.
Ratih mengemasnya dengan diksi yang mudah untuk dipahami, tetapi puitis. Saya suka caranya menceritakan detail demi detail cerita. DItampilkannya pula cerita dari sudut pandang yang berbeda sehingga pembaca bisa membedakan mana cerita yang sebenarnya (dalam cerita lho) dibandingkan dengan cerita dari sudut pandang berbeda.
Yuk ah simak hingga akhir artikel apa sih rahasia masa lalu yang ingin disampaikan Ratih pada pembacanya ! Selamat membaca!.
Spesifikasi Buku
Judul Buku : Gadis Kretek
Penulis : Ratih Kumala
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka
EISBN : 978-602-06-0570-8
Tahun Terbit : 2017
Kategori : Fiksi
Jumlah halaman : 274
Sejarah Kretek di Indonesia
Dulu saat saya masih kecil dan sedang berkunjung ke rumah Mbah (panggilan untuk kakek atau nenek dalam bahasa Jawa) sering bercerita tentang jaman mudanya dulu. Sepertinya hal ini wajar dilakukan sesepuh. Beliau-beliau ini sering menceritakan masa kecil dan masa mudanya pada anak maupun cucu. Entah sekedar memberikan contoh atau gambaran kehidupan di masa lalu.
Termasuk cerita tentang mengappa gigi Mbah berwarna jingga, karena kegemarannya 'nginang'. Nginang atau menginang atau menyirih merupakan kegiatan yang jamak dilakukan masyarakat jaman dulu. Menginang adalah kegiatan mengunyah campuran daun sirih, buah pinang, kapur sirih dan tembakau.
Saya pun masih menemukan klobot atau kulit jagung yang dikeringkan kemudian diisi tembakau dan cengkeh selanjutnya dilinting sehingga menyatu dan siap untuk dibakar dan dihisap. Sehingga saat membaca novel Gadis Kretek saya dapat membayangkan kondisi masyarakat saat itu yang tidak hanya menghisap rokok kretek tetapi juga melinting rokok sendiri yang lebih dikenal dengan nama tingwe (linting dewe).
Ratih Kumala pun menceritakan dengan detail bagaimana sejarah kretek di Indonesia tanpa terkesan menggurui. Cerita itu disampaikan oleh Soeraja yang menjadi salah satu tokoh sentral dalam novel kepada Dasiyah atau Jeng Yah kekasih sekaligus pemilik merk rokok kretek Gadis.
Dulu cengkeh digunakan untuk mengobati asma. Untuk memudahkannya maka cengkeh dicacah halus kemudian dicampur dengan tembakau untuk selanjutnya dibungkus klobot dan dilinting. Bunyi kretek kretek saat tembakau dibakar dan diisap menjadi asal muasal penamaannya. Karena rokok juga berfungsi sebagai obat maka tak heran jika dulu rokok juga dijual di toko obat.
Jika sebelumnya rokok menggunakan klobot maka selanjutnya berubah menggunakan papier dan mulailah diberi gambar dan nama atau etiket. Jangan dibayangkan jika rokok dikemas dalam kardus seperti sekatang. Dulu rokok dikemas menggunakan kertas kemudian digulung dan ditali.
Tidak hanya perubahan dari klobot ke papier, diceritakan juga bahwa ditambahkan saus sebagai pemberi rasa dan aroma sekaligus untuk menutupi bau tidak sedap. Justru saus ini menjadi inti dari industri tembakau yang berkembang hingga saat ini. Saus rokok merupakan hal yang utama dan rahasia sehingga tidak banyak diketahui. Hanya orang tertentu yang mengetahui resep racikan saus rokok. Apakah saus ini juga menjadi rahasia masa lalu dalam novel?
Metode promosi dari masa ke masa juga diceritakan di novel ini. Serasa belajar sejarah, proses pembuatan rokok, marketing sekaligus bahasa Jawa deh saat membacanya. DI beberapa bagian dialog maupun narasinya menggunakan bahasa Jawa, tenang ada catatan kaki yang menjelaskan arti dari bahasa Jawa tersebut kok.
Mengungkap Rahasia Masa Lalu Dalam Novel Gadis Kretek
Ratih membuka cerita dengan seorang lelaki tua yang sedang sekarat dan mengigau memanggil nama Jeng Yah, seorang dari masa lalunya yang sangat dicemburui istrinya. Namun, apakah kisah roman masa lalu yang membuatnya mengigau memanggil nama tersebut?
Demi memenuhi rasa penasaran dan agar Romonya dapat meninggal dengan tenang, maka ketiga putranya mencari Jeng Yah hingga ke kota asalnya yaitu kota M, sebuah kita kecil di Jawa Tengah. Ketiga anak lelaki tersebut adalah Tegar, Karim dan Lebas. Novel ini juga menggunakan sudut pandang orang pertama, yaiitu aku yang ternyata merupakan sudut pandang Lebas, anak ketiga, anak pembangkang yang tidak mau terlibat mengurus industri rokok keluarganya, tetapi Lebas juga digambarkan sebagai sosok penyelamat keluarganya.
Sedangkan Tegar anak pertama merupakan pewaris kerajaan rokok Djagad Raja yang terkenal. Sehingga tanggung jawab sukses atau tidaknya perusahaan rokok sebagian besar berada di pundaknya. Karim, anak tengah juga membantu usaha yang dirintis kakeknya tersebut sekaligus menjadi penengah perseteruan kakak dan adiknya.
Semula hanya Lebas yang dikirim kedua kakaknya untuk mencari Jeng Yah. Namun, agar proses pencarian lebih cepat dan ibu mereka sudah menyetujui mereka untuk mencari Jeng Yah, kedua kakaknya pun menyusul. Mereka berencana mencari Jeng Yah. Tujuan awal mereka adalah Kudus, kota asal rokok Djagad Raja.
Pekerja senior di Djagad Raja ternyata mengetahui siapa Jeng Yah dan di kota mana dia tinggal. Ketiganya pun mencari Jeng Yah hingga ke kota M dan ternyata Jeng Yah, pemilik merk rokok kretek Gadis tersebut sudah pindah ke Magelang.
Selama pencarian tersebut ketiganya akhirnya mengetahui kisah cinta romonya atau ayahnya sebelum menikah dengan ibunya. Jeng Yah merupakan kekasih ayahnya bahkan tanggal pernikahan mereka pun sudah di depan mata. Namun, sayangnya peristiwa G-30S PKI membuyarkan mimpinya.
Ayahnya yang mendapatkan modal dari PKI, tetapi tidak terlibat dalam organisasinya terpaksa mengasingkan diri. Pernikahan mereka pun tak kan pernah berlangsung, karena jaman itu siapa pun yang terkait dengan PKI akan dibinasakan atau menjadi tahanan politik sampai keturunannya.
Pertemuan Raja, ayah mereka bertiga dengan ibunya, Purwati akhirnya menghasilkan produk baru rokok Djagad Raja yang akhirnya besar dan menjadi rokok nomor 1 di Indonesia. Walaupun Purwati merupakan putri dari kompetitor rokok Gadis, Jeng Yah pun merelakannya, demi Raja tetap hidup dan tetap melindungi keluarganya sendiri.
Namun, yang membuat Jeng Yah marah hingga memukulkan semprong ke kening Raja bukanlah pernikahannya dengan Purwati. Hal inilah yang akhirnya disadari oleh Libas, rasa penasarannya mengungkap rahasia masa lalu ayahnya pun tuntas. Plot twist yang epik menurut saya.
Hikmah Novel Gadis Kretek
Banyak hal menarik yang dapat dipetik dari novel Gadis kRetek ini, di antaranya:
Mimpi Besar
Jangan takut untuk bermimpi besar. Idrus Moeria, ayah Jeng Yah hanyalah seorang buruh pabrik rokok. Namun, kegigihannya berjuang mulai melinting rokok sendiri hingga akhirnya memiliki pabrik rokok terbesar di kota M.
Pantang menyerah
Orang besar tidak lahir dari proses yang mudah, justru kesulitan yang memproses mereka hingga menjadi orang sukses. Idrus Moeria dan Raja adalah sosok yang digambarkan berhasil bangkit dari keterpurukkan. Idrus Moeria sempat menjadi tahanan Jepang di Koblen Surabaya sehingga usaha rokoknya pun terpuruk. Namun, sekembalinya dari Surabaya justru dia mengembangkannya dan menjadi pelopor rokok kretek di jaman itu.
Sedangkan Raja berhasil melobi PKI sehingga mendapatkan partner yang mau menanam modal dan mengembangkan usaha rokok dengan merk Arit Merah.
Gender bukan batasan
Rumaisha, ibu Jeng Yah dan Jeng Yah sendiri merupakan sosok perempuan yang tangguh dan berani. Rumaisha menjalankan usaha rokok suaminya saat Idrus Moeria ditahan Jepang di Surabaya sedangkan Jeng Yah menjadi tangan kanan ayahnya untuk menjalankan usaha rokoknya.
Padahal saat itu banyak batasan yang diberlakukan pada perempuan. Dan hal inipun juga diperjuangkan oleh ibu Kartini bahwa perempuan berhak mendapatkan pendidikan.
Penutup
Novel Gadis Kretek bukan sekadar kisah cinta yang tertunda atau cerita tentang industri kretek di Indonesia. Ratih Kumala berhasil merangkai sejarah, budaya, keluarga, ambisi, hingga luka masa lalu menjadi sebuah cerita yang utuh dan mengalir.
Bagi saya, kekuatan novel ini bukan hanya terletak pada plot twist di bagian akhir, tetapi juga pada bagaimana setiap tokohnya memiliki alasan di balik setiap keputusan yang mereka ambil. Tidak ada tokoh yang benar-benar hitam atau putih. Semua digambarkan sebagai manusia yang harus menghadapi situasi zamannya masing-masing.
Saya juga menikmati bagaimana novel ini memperkenalkan sejarah kretek, budaya Jawa, dan kondisi sosial politik Indonesia tanpa terasa seperti sedang membaca buku sejarah. Semua informasi melebur secara alami ke dalam alur cerita sehingga justru membuat saya semakin penasaran untuk terus membalik halaman demi halaman.
Jika Sobat Dy menyukai novel berlatar sejarah, drama keluarga, dan misteri yang perlahan terungkap, Gadis Kretek layak masuk daftar bacaanmu. Tidak heran jika novel ini kemudian diadaptasi menjadi serial yang juga mendapat banyak perhatian. Walaupun serialnya sedikit berbeda dengan novelnya. Saya juga belum menonton serialnya hanya membaca beberapa reviewnya saja.
Nah, apakah Sobat Dy sudah membaca novel Gadis Kretek? Menurutmu, siapa tokoh yang paling menarik dan bagian mana yang paling membekas di hati? Ceritakan pendapatmu di kolom komentar, ya!


Posting Komentar untuk "Mengungkap Rahasia Masa Lalu Dalam Novel Gadis Kretek"
Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel hingga akhir. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Kritik dan saran membangun sangat dinanti.
Terima kasih